Chapter 13. MFH: Penyesalan.

Hari itu terjadi sebuah kehebohan dimana sebuah mobil Sedan berwarna merah diangkat dari dasar jurang.

Mobil berwarna merah itu hancur tak berbentuk sedangkan pengemudi yang ada didalam mobil sangat mengenaskan.

Yang lebih mengejutkan ternyata yang ada didalam mobil itu adalah Ivy Brown dan dalam sekejap mata saja para reporter mulai berdatangan untuk meliput kejadian itu.

Tidak hanya itu saja, rumah Ivy sudah dipenuhi oleh polisi untuk mengevakuasi mayat yang ada disana.

Para detektif yang memeriksa kejadian itu mengambil kesimpulan jika rumah Ivy Brown dimasuki oleh sekelompok penjahat tapi sayangnya tidak ada bukti dan saksi karena semua yang ada didalam rumah mati dan Cctv yang ada sudah dirusak. Sekarang saksi satu-satunya hanya Ivy Brown saja, tapi kondisinya?

Dengan pengawalan ketat, Ivy dibawa kerumah sakit dan para wartawan dilarang untuk mengikuti mobil Ambulan yang membawa tubuh Ivy.

Agensi tempat Ivy bekerja membawa Ivy kerumah sakit yang ada dikota itu dan merahasiakan identitas Ivy bahkan Chloe sangat kaget mendapat kabar, jika Ivy mengalami hal seperti itu.

Polisi segera menghubungi keluarga Ivy Brown dan pada saat mendapat kabar tersebut, Marlyn dan Josep Brown sangat shock dan terpukul karena mendapat kabar jika putri bungsu mereka telah dibunuh sedangkan putri sulung mereka mengalami kecelakaan hebat.

Mereka begitu sibuk sampai tidak bisa menjawab panggilan dari Ivy dan mereka tidak menyangka, jika Ivy menghubungi mereka karena sedang menghadapi situasi yang sulit.

Hal itu benar-benar membuat Marlyn dan Josep sangat menyesal dan mereka langsung menuju Colorado.

Kabar itu juga sangat mengejutkan Henry karena sejak pagi, berita artis terkenal Ivy Brown mengalami kecelakaan hebat dan rumahnya di masuki oleh beberapa penjahat.

Henry setia duduk didepan televisi mencari tahu Ivy dibawa kemana tapi tidak ada satu reporterpun yang mengatakan dimana tubuh Ivy dibawa.

Dia mulai gusar dan mulai bosan, lebih baik dia mencari Ivy Brown sendiri dari pada melihat berita yang tidak akan memberi jawaban untuknya.

Sementara dirumah sakit, Ivy ditangani oleh beberapa tenaga medis. Banyak tulangnya yang retak bahkan tangan dan kaki kanannya juga patah, tidak hanya itu, benturan yang dia dapat mengakibatkan kepalanya mengalami pendarahan dan ada gumpalan darah diotaknya.

Tubuhnya dipenuhi dengan pecahan kaca dan dia tidak sadarkan diri, beberapa alat terpasang ditubuhnya dan perban tampak melilit hampir disemua anggota tubuhnya.

Saat Marlyn dan Josep Brown tiba dirumah sakit dan melihat kondisi putri mereka, Merlyn berteriak histeris dan segera menghampiri putrinya yang tidak berdaya.

"I..Ivy, Ivy." Marlyn memanggil putrinya dengan suara bergetar.

Tangannya mengusap wajah putrinya yang tampak lebam dan sebuah selang untuk membantu bernafas terpasang dimulut putrinya.

"Ivy, maafkan mommy, maafkan." pinta Marlyn sambil berderai air mata.

Hal itu juga tidak jauh berbeda dengan Joseph, dia melihat putrinya yang terbaring diatas ranjang dengan perasaan hancur.

Air matanya mengalir dan dia segera mendekati istrinya dan memegangi tangannya.

"Ke..Kely? Dad, dimana Kely?" tanya Marlyn saat dia teringat dengan putri bungsunya.

Saat itu seorang detektif masuk kedalam ruangan dimana Ivy dirawat, detektif itu segera menghampiri Josep Brown Karena ingin berbicara dengannya.

"Josep Brown?" tanya detektif itu.

"Benar, aku Josep." Josep segera menghampiri detektif itu.

"Apa? Apa yang terjadi dengan kedua putriku?" Marlyn bertanya dengan suara bergetar.

"Nyonya, ini baru perkiraan. Rumah putri anda dimasuki oleh beberapa penjahat. Para penjaga dan pelayan ditembak mati dan putri bungsu anda?" detektif itu menghentikan ucapannya.

"Apa yang terjadi dengannya, apa?" Merlyn tampak frustasi.

"Menurut penyelidikan, sebelum dibunuh, putri bungsu anda diperkosa terlebih dahulu tapi kami masih menunggu hasil visum dari rumah sakit untuk memastikan kebenarannya." jelas detektif itu.

Tubuh Marlyn langsung terduduk diatas lantai, Kely diperkosa?

"Siapa? Siapa yang begitu tega melakukan hal ini kepada putri kami?" Marlyn menekuk kedua kakinya dan menggigiti kuku jarinya.

Ini kejadian yang tidak pernah diduga sama sekali, seandainya dia lebih perhatiin kepada kedua putrinya?

"Marlyn." Josep berusaha menenangkan istrinya yang mulai bergumam tidak jelas.

"Tuan, siapa yang melakukan hal ini kepada putri kami?" Josep bertanya kepada detektif itu.

"Maaf tuan Brown, kami masih menyelidikinya. Kejahatan ini dilakukan dengan bersih, tidak ada bukti dan semua yang ada didalam rumah mati sehingga tidak ada saksi tapi?" detektif itu melihat kearah Ivy Brown yang tampak tidak berdaya diatas ranjang.

"Putri anda satu-satunya saksi yang ada dan jika dia sadar nanti kemungkinan pelakunya akan terungkap."

"Tidak! Kely tidak boleh mati!" tiba-tiba saja Marlyn Brown bangkit berdiri dan berteriak demikian.

"Marlyn!" Josep berusaha memeluk istrinya dan menenangkannya.

"Tidak, Kely, aku ingin bertemu dengannya." pinta Marlyn sambil berderai air mata.

"Putri anda ada dikamar mayat, ayo ikut denganku." ajak detektif itu.

Josep dan Marlyn mengikuti langkah detektif itu menuju kesebuah ruang mayat, perasaan mereka tidak menentu saat mereka masuk kedalam.

Seorang petugas yang berjaga disana membawa mereka mendekati sebuah ranjang, dimana disana tampak sesosok tubuh ditutupi dengan kain putih.

Marlyn mendekati ranjang dengan air mata berderai dan dengan perlahan, dia mulai membuka kain putih yang menutupi tubuh Kely.

Marlyn berteriak histeris saat melihat putrinya yang sudah kaku tidak bernyawa.

"Ke..Kely, tidak, tidak! Bangun sayang, ini mommy. Bangunlah dan kita pulang, mommy berjanji akan menjaga kalian dan tidak mengabaikan kalian lagi." ucap Marlyn dan dia terus menangis tapi Kely diam saja karena sudah tidak bisa menjawab ucapan ibunya.

"Kely kenapa kau diam saja? Ayo bangunlah dan kita pulang. Mommy akan mengendongmu pulang jadi ayo." Marlyn berusaha mengangkat tubuh putrinya yang tidak bernyawa.

"Marly, apa yang kau lakukan?" Josep menahan keinginan istrinya.

"Jangan menghalangiku Josep, aku akan membawa Kely pulang dan kau gendong Ivy pulang. Mulai sekarang aku akan memberikan seluruh waktuku untuk mereka dan aku tidak perduli lagi dengan perusahaan. Aku akan mendukung karir Ivy supaya dia tidak pergi lagi dan aku akan selalu ada buat Kely." ucapnya.

Seandainya mereka mendukung impian putri sulung mereka, Ivy pasti tidak akan pergi dari rumah dan seandainya dia selalu meluangkan waktu untuk putrinya, Kely pasti tidak akan pergi mengikuti kakaknya. Semua ini terjadi karena mereka selalu tidak punya waktu untuk kedua putri mereka.

"Ayo Josep, kita bawa anak-anak kita pulang. Aku yang akan mengendong Kely dan kau akan menggendong Ivy." ucap Marlyn.

"Marlyn, kau gila! Kely sudah tidak bisa pulang lagi bersama dengan kita!"

"Diam!" teriak Marlyn dan dia memandangi wajah Kely bahkan mengusap Wajah putrinya yang dingin.

"Kely sayang, ikut mommy pulang ya. Mommy berjanji akan selalu menemanimu." ucapnya sambil mencium pipi putrinya.

Josep menghampiri istrinya dan memeluknya dari belakang.

"Marlyn, jangan seperti ini! Putri kita sudah tiada."

"Diam kau Josep, diam! Kely dan Ivy hanya tidur saja! Mereka hanya sedang tidur!" Marlyn berusaha mendorong tubuh suaminya bahkan dia berusaha menggendong tubuh Kely karena dia akan membawa kedua putrinya pulang.

Para penjaga kamar mayat mulai menahan keinginan Marlyn, mereka menangkap Marlyn karena Marlyn benar-benar akan menggendong jenazah putri bungsunya.

Marlyn memberontak dan berteriak histeris, apalagi saat tubuh Kely dimasukkan kedalam ruangan pendingin, dia semakin berteriak histeris.

Josep hanya bisa menenangkan istrinya dan memeluknya sedangkan Marlyn hanya bisa menangis didalam pelukannya. Seandainya sewaktu Ivy mengutarakan niatnya untuk menjadi artis dan mereka tidak mencegah tapi mendukung keinginan Ivy, maka Ivy tidak akan pergi dan kejadian ini tidak akan pernah terjadi dan seandainya mereka tidak sibuk sepanjang hari dengan perusahaan yang mereka bangun dan lebih memperhatikan kedua putri mereka, mungkin semua ini tidak akan terjadi tapi, apa waktu bisa diulang kembali?

Sekarang mereka sangat menyesal, disaat mereka sibuk mengejar materi tapi mereka mengabaikan orang yang paling berarti yaitu anak-anak mereka. Seandainya mereka diberi kesempatan satu kali lagi? Tapi kesempatan itu sudah tidak ada.

Terpopuler

Comments

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

SDH MATI BARU DITANGISI, WAKTU HIDUP GK PRNH PERHATIAN, HNY SIBUK DGN URUSAN DUNIA & BISNIS,, INGAT, WAKTU YG PLING BRHARGA ITU ADALAH SAAT KITA TENGAH BRSAMA KLUARGA KITA, .. KRN MOMENT2 ITU TKKN PRNH TRULANG KMBALI..

2024-05-24

1

nita123

nita123

telat

2023-11-08

1

Indah Milayati

Indah Milayati

ah pembelajaran hidup

2023-09-05

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1. MFH, Artis terkenal
2 Chapter 2. MFH: Permintaan orang tua
3 Chapter 3. MFH: Pernyataan George
4 Chapter 4. MFH: Ajakan kerja sama
5 Chapter 5. MFH: Pesta
6 Chapter 6. MFH: Pria itu bagaikan serigala
7 Chapter 7. MFH: Diterkam serigala liar
8 Chapter 8. MFH: Rencana yang gagal
9 Chapter 9. MFH: Rencana lain
10 Chapter 10. MFH: Firasat buruk
11 Chapter 11. MFH: Malam tragedi
12 Chapter 12. MFH: Malam tragedi 2
13 Chapter 13. MFH: Penyesalan.
14 Chapter 14. MFH: Kabar duka
15 Chapter 15. MFH: Pertemuan pertama
16 Chapter 16. MFH: Amnesia
17 Chapter 17. MFH: Jangan tinggalkan aku!
18 Chapter 18. MFH: Keputusan
19 Chapter 19. MFH: Pertanyaan
20 Chapter 20. MFH: Sudah berapa lama kita menikah?
21 Chapter 21. MFH: Hubungan yang dipaksakan
22 Chapter 22. MFH: Andalkan aku
23 Chapter 23. MFH: Kecurigaan George
24 Chapter 24. MFH: Jangan putus asa
25 Chapter 25. MFH: Pulang
26 Chapter 26. MFH: Janji Ivy
27 Chapter 27. MFH: Apa kau sedang menipuku?
28 Chapter 28: MFH: Ancaman
29 Chapter 29. MFH: Alasan tak masuk akal
30 Chapter 30. MFH: Kekhawatiran Josep
31 Chapter 31. MFH: Harapan dua sahabat.
32 Chapter 32. MFH: Gara-gara ponsel
33 Chapter 33. MFH. Nasehat
34 Chapter 34. MFH: sebuah petunjuk
35 Chapter 35. MFH: Kabar
36 Chaper 36. MFH: Kebohongan lain
37 Chapter 37. MFH: Potongan Puzzle
38 Chapter 38. MFH: Sekutu
39 Chapter 39. MFH: Kau boleh menikah lagi
40 Chapter 40. MFH: Aku hanya butuh cintamu!
41 Chapter 41. MFH: Menyingkirkan pion
42 Chapter 42. MFH: Serpihan ingatan
43 Chapter 43. MFH: Aku ada disini untukmu.
44 Chapter 44. MFH: Maaf
45 Chapter 45. MFH: Rencana Bella
46 Chapter 46. MFH: Salah paham
47 Chapter 47. MFH: Merasa tidak berguna
48 Chapter 48. MFH: Sebuah mimpi
49 Chapter 49. MFH: Pelaku lain?
50 Chapter 50. MFH: Ingatan yang telah kembali
51 Chapter 51. MFH: Escargot
52 Chapter 52. MFH: Bella yang tidak menyerah
53 Chapter 53. MFH: Ketulusan Chloe
54 Chapter 54. MFH: Keputusan Ivy
55 Chapter 55. MFH: Sepakat
56 Chapter 56. MFH: Ingin mencari informasi
57 Chapter 57. Mfh: Informasi
58 Chaper 58 Mfh: keputusan untuk kembali
59 Chapter 59. Mfh: Serigala liar yang curang
60 Chapter 60. Mfh: Rasa penasaran
61 Chapter 61. Mfh: Merubah penampilan
62 Cahpter 62. Mfh: Kau tidak akan menyesal
63 Chapter 63. Mfh: Bukan pria yang lembut
64 Chapter 64. Mfh: Audisi
65 Chapter 65. Mfh: Pernyataan Ivy
66 Chapter 66. Mfh: Permintaan ibu
67 Chapter 67. Mfh: Adikku adikmu juga!
68 Chapter 68. Mfh: Rencana Bella
69 Chapter 69. Mfh: Jangan percaya dengan siapapun
70 Chapter 70. Mfh: Umpan
71 Chapter 71. Mfh: Masuk perangkap
72 Chapter 72. Mfh: Hadiah
73 Chapter 73. Mfh: Serigala liar yang seksi
74 Chapter 74. Mfh: Hasutan Bella
75 Chapter 75. Mfh: Kecurigaan Chloe
76 Chapter 76. Mfh: Ikutlah dengan kami!
77 Chapter 77. Mfh: Aku percaya padamu
78 Chapter 78. Mfh: kakak adik yang licik
79 Chapter 79. Mfh: Bagaikan bola panas
80 Chapter 80. Mfh: Hasil Audisi
81 Chapter 81. Mfh: Langkah awal
82 Chapter 82. Mfh: Curiga
83 Chapter 83. Mfh: Diner
84 Chapter 84. Mfh: Bella, Ivy dan Elena
85 Chapter 85. Mfh: Kakak adik yang terlalu percaya diri
86 Chapter 86. Mfh: Cemburu
87 Chapter 87. Mfh: perasaan Chloe.
88 Chapter 88. Mfh: Aku bukan Ivy
89 Chapter 89. Mfh: Bella kembali berulah
90 Chapter 90. Mfh: Manager baru
91 Chapter 91. Mfh: Tawaran film baru
92 Chapter 92. Mfh: Taruhan George dan Chloe
93 Chapter 93. Mfh: Vitamin dan obat.
94 Chapter 94. Mfh: Kau harus hati-hati
95 Chapter 95. Mfh: Target
96 Chapter 96. Mfh: Introgasi
97 Chapter 97. Mfh: makanan pembuka
98 Chapter 98. Mfh: pertengkaran pertama.
99 Chapter 99. Mfh: Menyesal
100 Chapter 100. Mfh: Ketahuan
101 Chapter 101. Mfh: Tempat untuk menenangkan hati
102 Chapter 102. Mfh: Tinggalkan aku!
103 Chapter 103. Mfh: Permintaan Ivy
104 Chapter 104. Mfh: Rencana terakhir
105 Chater 105. Mfh: Rencana sedikit berubah.
106 Chapter 106. Mfh: Dalang sesungguhnya.
107 Chapter 107. Mfh: Gara-gara bau Bella
108 Chapter 108. Mfh: Ajakan
109 Chapter 109. Mfh: Sama-sama punya rencana
110 Chapter 110. Mfh: Akting yang sempurna
111 Chapter 111.Mfh: Pencuci mulut
112 Chapter 112. Mfh: Rencana membunuh Chloe
113 Chapter 113. Mfh: Korban?
114 Chapter 114. Mfh: Perasaan yang tersambut
115 Chapter 115. Mfh: Malam terakhir
116 Chapter 116. Mfh: Kebahagiaan Bella
117 Chapter 117. Family
118 Chapter 118. Mfh: Malam mengerikan untuk Bella
119 Chapter 119. Mfh: Jangan libatkan adikku!
120 Chapter 120. Mfh: Paket.
121 Chapter 121. Mfh: Isi paket.
122 Chapter 122. Mfh: Siapa yang harus aku percaya?
123 Chapter 123. Mfh: Percayalah padaku
124 Chapter 124. Mfh: tabir yang terbuka
125 Chapter 125. Mfh: Alasan Megan
126 Chapter 126. Mfh: Jangan menyalahkan dirimu!
127 Chapter 127. Mfh: Harapan terakhir Bella dan Megan
128 Chapter 128: Mfh: Sudah tidak sabar.
129 Chapter 129. Mfh: pembalasan Ivy
130 Chapter 130: Mfh: Aku akan membunuhmu
131 Chapter 131. Mfh: Injakan maut
132 Chapter 132. Mfh: Keluarga yang luar biasa
133 Chapter 133. Mfh: Playboy kecil.
134 Chapter 134: Mfh: Tingkah si kembar
135 Chapter 135. Mfh: Enjoy your last time
136 Chapter 136. Mfh: Akhir Megan dan Bella, juga Chard.
137 Chapter 137. Mfh: Semua sudah berakhir.
138 Chapter 138. Mfh: Kecurigaan Drake
139 Chapter 139. Mfh: Wedding day
140 Chapter 140: Mfh: Rahasia diantara kita
141 Chapter 141. Mfh: permintaan Henry
142 Chapter 142. Mfh: Jaga putriku baik-baik.
143 Chapter 143. Mfh: Foto untuk kenang-kenangan
144 Chapter 144. Mfh: Berita heboh
145 Chapter 145. Mfh: Sahabat yang sesungguhnya.
146 Chapter 146. Mfh: Dimana Bella?
147 Chapter 147. Mfh: lamaran George
148 Charger 148. Mfh: Bersama dengan sahabat
149 Chapter 149. Mfh: Happy Birthday
150 Chapter 150. Mfh: Barbeque
151 Chapter 151. Mfh: Jurus pemecah telur
152 Chapter 152. Mfh: Barbeque part 2
153 Chapter 153. Mfh: Gadis gila
154 Chapter 154: Mfh: Rencana Drake
155 Chapter 155. Mfh: Meminta Ijin
156 Chapter 156. Mfh: Berangkat
157 Chapter 157: Mfh: Tragedi dimulai
158 Chapter 158. Mfh: Tragedi di Hutan Nasional Arapaho
159 Chapter 159. Mfh: Tragedi di Hutan Nasional Arapaho 2
160 Chapter 160. Mfh: Didasar lembah
161 Chapter 161. Mfh: Alat transaksi baru.
162 Chapter 162. Mfh: Si kembar yang marah
163 Chapter 163. Mfh: Introgasi
164 Chapter 164: Mfh: provokator kecil
165 Chapter 165. Mfh: Penyergapan.
166 Chapter 166. Mfh: Memanfaatkan situasi
167 Chapter 167. Mfh: Kelinci percobaan
168 Chater 168. Mfh: Kotak teka teki
169 Chapter 169. Mfh: Jawaban teka teki
170 Chapter 170. Mfh: Konferensi pers
171 Chapter 171. Mfh: kembali ke Canada
172 Chapter 172. Mfh: Lupakan masa lalu
173 Chapter 173. Mfh: Franks sedang pusing
174 Chapter 174. Mfh: Franks minta tanggung jawab.
175 Chapter 175. Mfh: Ivy ingin menjenguk adik Franks
176 Chapter 176. Mfh: Gara-gara orang tua
177 Chapter 177. Mfh: Dua pilihan
178 Chapter 178. Mfh: Pasangan unik
179 Chapter 179. Mfh: Nikmati saja
180 Chapter 180. Mfh: Kabar gembira.
181 Chapter 181.Mfh: Kepergok
182 Chapter 182. Mfh: Pernikahan George dan Chloe.
183 Chapter 183. Mfh: Sesuai request
184 Chapter 184. Mfh: Gara-gara mimpi
185 Chapter 185. Mfh: 3 wanita hamil
186 Chapter 186. Mfh. Drama saat melahirkan
187 Chapter 187: Mfh: Felix dan Leo
188 Chapter 188. Mfh: Family.
189 Chapter 189. Mfh: Extra Chapter
190 Chapter 190. Mfh: Extra Chapter 2
191 Chapter 191. Extra Chapter 3
192 Ucapan terima kasih
193 pengumuman novel si kembar
Episodes

Updated 193 Episodes

1
Chapter 1. MFH, Artis terkenal
2
Chapter 2. MFH: Permintaan orang tua
3
Chapter 3. MFH: Pernyataan George
4
Chapter 4. MFH: Ajakan kerja sama
5
Chapter 5. MFH: Pesta
6
Chapter 6. MFH: Pria itu bagaikan serigala
7
Chapter 7. MFH: Diterkam serigala liar
8
Chapter 8. MFH: Rencana yang gagal
9
Chapter 9. MFH: Rencana lain
10
Chapter 10. MFH: Firasat buruk
11
Chapter 11. MFH: Malam tragedi
12
Chapter 12. MFH: Malam tragedi 2
13
Chapter 13. MFH: Penyesalan.
14
Chapter 14. MFH: Kabar duka
15
Chapter 15. MFH: Pertemuan pertama
16
Chapter 16. MFH: Amnesia
17
Chapter 17. MFH: Jangan tinggalkan aku!
18
Chapter 18. MFH: Keputusan
19
Chapter 19. MFH: Pertanyaan
20
Chapter 20. MFH: Sudah berapa lama kita menikah?
21
Chapter 21. MFH: Hubungan yang dipaksakan
22
Chapter 22. MFH: Andalkan aku
23
Chapter 23. MFH: Kecurigaan George
24
Chapter 24. MFH: Jangan putus asa
25
Chapter 25. MFH: Pulang
26
Chapter 26. MFH: Janji Ivy
27
Chapter 27. MFH: Apa kau sedang menipuku?
28
Chapter 28: MFH: Ancaman
29
Chapter 29. MFH: Alasan tak masuk akal
30
Chapter 30. MFH: Kekhawatiran Josep
31
Chapter 31. MFH: Harapan dua sahabat.
32
Chapter 32. MFH: Gara-gara ponsel
33
Chapter 33. MFH. Nasehat
34
Chapter 34. MFH: sebuah petunjuk
35
Chapter 35. MFH: Kabar
36
Chaper 36. MFH: Kebohongan lain
37
Chapter 37. MFH: Potongan Puzzle
38
Chapter 38. MFH: Sekutu
39
Chapter 39. MFH: Kau boleh menikah lagi
40
Chapter 40. MFH: Aku hanya butuh cintamu!
41
Chapter 41. MFH: Menyingkirkan pion
42
Chapter 42. MFH: Serpihan ingatan
43
Chapter 43. MFH: Aku ada disini untukmu.
44
Chapter 44. MFH: Maaf
45
Chapter 45. MFH: Rencana Bella
46
Chapter 46. MFH: Salah paham
47
Chapter 47. MFH: Merasa tidak berguna
48
Chapter 48. MFH: Sebuah mimpi
49
Chapter 49. MFH: Pelaku lain?
50
Chapter 50. MFH: Ingatan yang telah kembali
51
Chapter 51. MFH: Escargot
52
Chapter 52. MFH: Bella yang tidak menyerah
53
Chapter 53. MFH: Ketulusan Chloe
54
Chapter 54. MFH: Keputusan Ivy
55
Chapter 55. MFH: Sepakat
56
Chapter 56. MFH: Ingin mencari informasi
57
Chapter 57. Mfh: Informasi
58
Chaper 58 Mfh: keputusan untuk kembali
59
Chapter 59. Mfh: Serigala liar yang curang
60
Chapter 60. Mfh: Rasa penasaran
61
Chapter 61. Mfh: Merubah penampilan
62
Cahpter 62. Mfh: Kau tidak akan menyesal
63
Chapter 63. Mfh: Bukan pria yang lembut
64
Chapter 64. Mfh: Audisi
65
Chapter 65. Mfh: Pernyataan Ivy
66
Chapter 66. Mfh: Permintaan ibu
67
Chapter 67. Mfh: Adikku adikmu juga!
68
Chapter 68. Mfh: Rencana Bella
69
Chapter 69. Mfh: Jangan percaya dengan siapapun
70
Chapter 70. Mfh: Umpan
71
Chapter 71. Mfh: Masuk perangkap
72
Chapter 72. Mfh: Hadiah
73
Chapter 73. Mfh: Serigala liar yang seksi
74
Chapter 74. Mfh: Hasutan Bella
75
Chapter 75. Mfh: Kecurigaan Chloe
76
Chapter 76. Mfh: Ikutlah dengan kami!
77
Chapter 77. Mfh: Aku percaya padamu
78
Chapter 78. Mfh: kakak adik yang licik
79
Chapter 79. Mfh: Bagaikan bola panas
80
Chapter 80. Mfh: Hasil Audisi
81
Chapter 81. Mfh: Langkah awal
82
Chapter 82. Mfh: Curiga
83
Chapter 83. Mfh: Diner
84
Chapter 84. Mfh: Bella, Ivy dan Elena
85
Chapter 85. Mfh: Kakak adik yang terlalu percaya diri
86
Chapter 86. Mfh: Cemburu
87
Chapter 87. Mfh: perasaan Chloe.
88
Chapter 88. Mfh: Aku bukan Ivy
89
Chapter 89. Mfh: Bella kembali berulah
90
Chapter 90. Mfh: Manager baru
91
Chapter 91. Mfh: Tawaran film baru
92
Chapter 92. Mfh: Taruhan George dan Chloe
93
Chapter 93. Mfh: Vitamin dan obat.
94
Chapter 94. Mfh: Kau harus hati-hati
95
Chapter 95. Mfh: Target
96
Chapter 96. Mfh: Introgasi
97
Chapter 97. Mfh: makanan pembuka
98
Chapter 98. Mfh: pertengkaran pertama.
99
Chapter 99. Mfh: Menyesal
100
Chapter 100. Mfh: Ketahuan
101
Chapter 101. Mfh: Tempat untuk menenangkan hati
102
Chapter 102. Mfh: Tinggalkan aku!
103
Chapter 103. Mfh: Permintaan Ivy
104
Chapter 104. Mfh: Rencana terakhir
105
Chater 105. Mfh: Rencana sedikit berubah.
106
Chapter 106. Mfh: Dalang sesungguhnya.
107
Chapter 107. Mfh: Gara-gara bau Bella
108
Chapter 108. Mfh: Ajakan
109
Chapter 109. Mfh: Sama-sama punya rencana
110
Chapter 110. Mfh: Akting yang sempurna
111
Chapter 111.Mfh: Pencuci mulut
112
Chapter 112. Mfh: Rencana membunuh Chloe
113
Chapter 113. Mfh: Korban?
114
Chapter 114. Mfh: Perasaan yang tersambut
115
Chapter 115. Mfh: Malam terakhir
116
Chapter 116. Mfh: Kebahagiaan Bella
117
Chapter 117. Family
118
Chapter 118. Mfh: Malam mengerikan untuk Bella
119
Chapter 119. Mfh: Jangan libatkan adikku!
120
Chapter 120. Mfh: Paket.
121
Chapter 121. Mfh: Isi paket.
122
Chapter 122. Mfh: Siapa yang harus aku percaya?
123
Chapter 123. Mfh: Percayalah padaku
124
Chapter 124. Mfh: tabir yang terbuka
125
Chapter 125. Mfh: Alasan Megan
126
Chapter 126. Mfh: Jangan menyalahkan dirimu!
127
Chapter 127. Mfh: Harapan terakhir Bella dan Megan
128
Chapter 128: Mfh: Sudah tidak sabar.
129
Chapter 129. Mfh: pembalasan Ivy
130
Chapter 130: Mfh: Aku akan membunuhmu
131
Chapter 131. Mfh: Injakan maut
132
Chapter 132. Mfh: Keluarga yang luar biasa
133
Chapter 133. Mfh: Playboy kecil.
134
Chapter 134: Mfh: Tingkah si kembar
135
Chapter 135. Mfh: Enjoy your last time
136
Chapter 136. Mfh: Akhir Megan dan Bella, juga Chard.
137
Chapter 137. Mfh: Semua sudah berakhir.
138
Chapter 138. Mfh: Kecurigaan Drake
139
Chapter 139. Mfh: Wedding day
140
Chapter 140: Mfh: Rahasia diantara kita
141
Chapter 141. Mfh: permintaan Henry
142
Chapter 142. Mfh: Jaga putriku baik-baik.
143
Chapter 143. Mfh: Foto untuk kenang-kenangan
144
Chapter 144. Mfh: Berita heboh
145
Chapter 145. Mfh: Sahabat yang sesungguhnya.
146
Chapter 146. Mfh: Dimana Bella?
147
Chapter 147. Mfh: lamaran George
148
Charger 148. Mfh: Bersama dengan sahabat
149
Chapter 149. Mfh: Happy Birthday
150
Chapter 150. Mfh: Barbeque
151
Chapter 151. Mfh: Jurus pemecah telur
152
Chapter 152. Mfh: Barbeque part 2
153
Chapter 153. Mfh: Gadis gila
154
Chapter 154: Mfh: Rencana Drake
155
Chapter 155. Mfh: Meminta Ijin
156
Chapter 156. Mfh: Berangkat
157
Chapter 157: Mfh: Tragedi dimulai
158
Chapter 158. Mfh: Tragedi di Hutan Nasional Arapaho
159
Chapter 159. Mfh: Tragedi di Hutan Nasional Arapaho 2
160
Chapter 160. Mfh: Didasar lembah
161
Chapter 161. Mfh: Alat transaksi baru.
162
Chapter 162. Mfh: Si kembar yang marah
163
Chapter 163. Mfh: Introgasi
164
Chapter 164: Mfh: provokator kecil
165
Chapter 165. Mfh: Penyergapan.
166
Chapter 166. Mfh: Memanfaatkan situasi
167
Chapter 167. Mfh: Kelinci percobaan
168
Chater 168. Mfh: Kotak teka teki
169
Chapter 169. Mfh: Jawaban teka teki
170
Chapter 170. Mfh: Konferensi pers
171
Chapter 171. Mfh: kembali ke Canada
172
Chapter 172. Mfh: Lupakan masa lalu
173
Chapter 173. Mfh: Franks sedang pusing
174
Chapter 174. Mfh: Franks minta tanggung jawab.
175
Chapter 175. Mfh: Ivy ingin menjenguk adik Franks
176
Chapter 176. Mfh: Gara-gara orang tua
177
Chapter 177. Mfh: Dua pilihan
178
Chapter 178. Mfh: Pasangan unik
179
Chapter 179. Mfh: Nikmati saja
180
Chapter 180. Mfh: Kabar gembira.
181
Chapter 181.Mfh: Kepergok
182
Chapter 182. Mfh: Pernikahan George dan Chloe.
183
Chapter 183. Mfh: Sesuai request
184
Chapter 184. Mfh: Gara-gara mimpi
185
Chapter 185. Mfh: 3 wanita hamil
186
Chapter 186. Mfh. Drama saat melahirkan
187
Chapter 187: Mfh: Felix dan Leo
188
Chapter 188. Mfh: Family.
189
Chapter 189. Mfh: Extra Chapter
190
Chapter 190. Mfh: Extra Chapter 2
191
Chapter 191. Extra Chapter 3
192
Ucapan terima kasih
193
pengumuman novel si kembar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!