Chapter 11. MFH: Malam tragedi

Malam semakin larut dan hujan masih mengguyur dari langit Colorado, petir menyambar-nyambar dari atas sana dan suaranya memekakkan telinga bagi orang yang mendengarnya.

Cuaca yang buruk membuat orang-orang sudah meringkuk diatas ranjang dan menikmati tidur mereka tapi tidak untuk beberapa orang pria yang sedang berada dimobil mereka. Mereka sedang menuju tempat tujuan mereka dan menebus derasnya air hujan dan mereka sedang menuju rumah Ivy Brown.

Seorang sutradara film panas juga ada didalam mobil itu dan tidak lupa, aktor pria yang akan beraksi nanti juga ada.

Malam ini mereka akan syuting film panas dan tentunya Ivy Brown sebagai bintang utamanya. Ini akan sangat menguntungkan bagi sutradara itu karena dia akan mendapatkan banyak uang dari film yang dia mainkan.

Mereka tiba dirumah Ivy pada pukul dua belas malam dan pada saat mereka tiba, hujan masih mengguyur dengan derasnya.

Mobil mereka berhenti saat tiba didepan rumah Ivy dan mereka melihat pagar rumah Ivy yang begitu tinggi.

Pada saat itu muncul seorang penjaga dan berdiri didepan pagar, penjaga itu melihat mobil mereka dengan heran karena selama ini tidak ada yang datang kerumah Ivy apalagi saat tengah malam.

Penjaga itu tidak membuka pintu karena dia curiga tapi pada saat itu tiba-tiba saja, seseorang yang ada didalam mobil menembakkan senjata kedap suara kearah penjaga rumah Ivy dan peluru dari senjata api yang ditembakkan melesat dengan cepat menembus derasnya air hujan dan menembus tepat dikepala penjaga itu.

"Bruk!" tubuh penjaga itu langsung jatuh tak bernyawa.

Salah seorang yang ada didalam mobil segera keluar dan berjalan kearah pagar dan orang itu segera membuka kunci pagar dengan kaeahliannya dan setelah terbuka, dia mendorong pagar hingga terbuka lebar.

Mobil mereka mulai masuk kedalam rumah Ivy dan membiarkan pagar rumah Ivy tetap terbuka.

Saat mobil mereka berhenti mereka segera keluar dan seorang penjaga lainnya memergoki mereka dan lagi-lagi mereka menembak penjaga itu sampai mati menggunakan senjata kedap suara mereka.

Mereka segera menurunkan alat-alat yang diperlukan dan segera siap tapi mereka tidak langsung masuk kedalam.

"Rusak semua Cctv yang ada dan bunuh semua yang terlihat kecuali Ivy Brown dan adiknya karena mereka adalah bintangnya malam ini! Periksa semua kamar dan jangan sampai Ivy Brown kabur." perintah sutradara itu kepada anak buahnya.

"Siap bos." jawab anak buahnya dan mereka mulai menerobos masuk kedalam rumah Ivy.

Mereka mulai berpencar, merusak setiap Cctv yang mereka temui dan membunuh setiap pelayan yang mereka jumpai.

Malam itu korban mulai berjatuhan dirumah Ivy dan dia tidak tahu sama sekali karena dia tidur dengan nyenyak didalam kamarnya begitu juga dengan Kely, dia juga tidur dengan pulas tanpa menyadari dua orang pria sudah masuk kedalam kamarnya secara mengendap-endap.

Mereka mendekati Kely dan pada saat melihat gadis itu, mereka tersenyum dengan jahat. Mereka memanggil kawanan mereka dan menyiapkan kamera disana karena film panas akan dimulai dari gadis manis itu.

Kely terbangun dari tidurnya dan sangat kaget saat seorang pria naik keatas ranjangnya, dia tampak ketakutan saat melihat pistol yang ditodongkan didahinya.

"Si..siapa kalian?" Kely melihat beberapa orang pria yang ada didalam kamarnya dan dia semakin ketakutan.

"Menurutlah nona manis, ini tidak akan lama." ucap sutradara film panas yang berjalan menghampiri Kely.

"Ti..tidak, mau apa kalian?" Kely menarik selimut untuk menutupi tubuhnya tapi pada saat itu, seorang pria menarik kaki Kely hingga gadis itu tertarik kesisi ranjang.

"Tidak, kak Ivy, tolong!" teriak Kely tapi seseorang telah mendekap mulut Kely.

Saat mendengar teriakan Kely, Ivy terperanjat kaget. Dia segera bangun dari tidurnya dan duduk diatas ranjang.

"Kely?" Ivy diam saja diatas ranjang untuk mendengar apakah adiknya memanggilnya lagi tapi tidak ada suara sama sekali.

Dia kira adiknya mengigau saja jadi Ivy menjatuhkan dirinya kembali keatas ranjang sedangkan didalam kamarnya, Kely tidak berdaya karena mulutnya dibekap dan seorang pria menindih tubuh kecilnya.

"Sialan gadis ini! Lakukan dengan cepat supaya kita bisa mengambil adegan berikutnya!" perintah sutradara itu.

"Hmm! Hmm!" Kely cuma bisa bergumam demikian dan tambah ketakutan saat seorang pria sudah mulai membuka bajunya.

Dia ingin berteriak memanggil kakaknya tapi tidak bisa, saat aktor itu sudah siap, kamerapun sudah siap dan film panas akan segera dimulai.

Kely memberontak saat bajunya dibuka dengan paksa, dia tidak berdaya karena kedua tangannya dipegang keatas oleh dua orang pria.

Kely terus menangis saat aktor itu mulai menikmati tubuhnya dan saat ada kesempatan, dia menggigit tangan orang yang sedang membekap mulutnya hingga terlepas dan kembali berteriak, "Kak Ivy, tolong!"

"Sialan!" maki orang yang tangannya digigit oleh Kely dan dia menampar wajah Kely dengan kencang.

"Cepat lakukan!" perintah sutradara karena mereka harus segera selesai sebeluk Ivy terbangun. Jika itu terjadi maka mereka akan mengalami sedikit masalah dan dia ingin film panas itu diambil tanpa ada kendala.

Sementara didalam kamarnya, Ivy langsung melompat turun dari atas ranjang, dia juga mengambil sebuah tongkat dari balik lemari untuk jaga-jaga.

Dia segera keluar dari dalam kamarnya dan berjalan kearah kamar adiknya sambil mengendap-endap sedangkan sebuah tongkat sudah siap ditangannya.

Entah kenapa perasaannya tidak menentu dan jantungnya mulai berdegup dengan cepat saat berjalan menuju kamar adiknya.

Didalam kamar itu, Kely mulai diperlakuan dengan tidak adil, dia hanya bisa terus menangis saat aktor yang sedang menikmati tubuhnya memasukkan miliknya dengan paksa kedalam sana.

Sakit, itu yang dia rasakan dan rasanya dia ingin pingsan karena sakit luar biasa yang dia rasakan.

Diluar sana Ivy sudah berdiri didepan pintu kamar adiknya dan dia dapat mendengar suara orang berbicara didalam sana, Ivy menjadi takut, takut terjadi sesuatu dengan adiknya dan tanpa ragu, dia membuka pintu kamar adiknya dan menerobos masuk kedalam sana.

Mata Ivy terbelalak saat melihat adiknya sedang diperkosa dan tampak tidak berdaya, dua orang sedang memegangi tangannya, yang seorang sedang memperkosanya dan yang seorang lagi berdiri didepan kamera merekam adegan itu.

"Ke..Kely!" air mata Ivy langsung jatuh dari kedua matanya.

"Sialan! Tangkap dia!" perintah sutradara yang sedang berdiri didepan kamera dan pada saat itu, dua orang yang memegangi tangan Kely langsung melompat turun dari atas ranjang dan berjalan menghampiri Kely.

"Lepaskan! Lepaskan adikku!" teriak Ivy sambil berderai air mata.

"Kak, Kak Ivy." panggil Kely dengan lemah.

Ivy sangat hancur melihat adiknya diperlakukan seperti itu, saat dua orang tadi ingin menangkapnya, Ivy mengayunkan tongkatnya secara membabi buta hingga memukul kepala kedua orang itu.

"Sialan! Jika sampai ketangkap, aku yang akan menikmati tubuhmu terlebih dahulu!" umpat salah seorang pria yang dia pukul kepalanya.

"Lepaskan adikku br*ngsek!" Ivy berlari kearah adiknya dan pada saat itu, seseorang menangkap tangannya.

Ivy kembali memukulkan tongkatnya dan orang itu terjungkal hingga mengenai kamera dan kamera itu terjatuh keatas lantai.

"Sialan, jangan sampai rusak kameraku!"

Sang aktor mulai menarik miliknya dan mulai menjauhi Kely sedangkan Kely bagaikan mayat hidup diatas ranjang.

Ivy melawan orang-orang itu dan memukul-mukulkan tongkatnya dengan membabi buta sambil berderai air mata. Dia tidak perduli lagi dan rasanya dia ingin membunuh orang-orang yang ada disana.

Dia bahkan memukul kamera yang ada diatas lantai saat ada kesempatan, dia terus memukul sambil berteriak histeris.

"Sialan! Kalian para ba*ingan, ba*ingan!"

Pada saat itu, sang sutradara menarik tubuh Kely yang sudah tidak berdaya dan menodongkan pistol dikepala Kely.

"Ivy Brown, jika kau tidak mau adikmu mati sebaiknya kau mengikuti permintaanku!"

"Ti..tidak!" Ivy menurunkan tongkatnya sedangkan senyum licik menghiasi wajah sutradara itu.

"Apa maumu?"

"Bermainlah satu film untukku maka aku akan melepaskan adikmu!"

"Film apa?" Ivy menghapus air matanya dengan kasar dan melihat aktor yang masih telanjang.

"Seharusnya kau tahu Ivy Brown, pilihan ada ditanganmu! Jika kau masih ingin adikmu hidup maka lakukan!"

Ivy menelan salivanya dengan kasar, nyawa adiknya atau kehormatannya? Sungguh ini adalah pilihan yang sangat sulit untuknya.

Terpopuler

Comments

Milady Adara

Milady Adara

Kakaknya bodoh banget ya..ga bisa bedain ngelindur sama nyata

2023-11-24

1

Indah Milayati

Indah Milayati

tunggu pembalasan dari Henry hey kalian semua

2023-09-05

0

Watty Virgo

Watty Virgo

henri kmna drimu...wanitamu sdng dlm bahaya itu...masa gk ad yg nolongin😭😭😲

2023-07-15

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1. MFH, Artis terkenal
2 Chapter 2. MFH: Permintaan orang tua
3 Chapter 3. MFH: Pernyataan George
4 Chapter 4. MFH: Ajakan kerja sama
5 Chapter 5. MFH: Pesta
6 Chapter 6. MFH: Pria itu bagaikan serigala
7 Chapter 7. MFH: Diterkam serigala liar
8 Chapter 8. MFH: Rencana yang gagal
9 Chapter 9. MFH: Rencana lain
10 Chapter 10. MFH: Firasat buruk
11 Chapter 11. MFH: Malam tragedi
12 Chapter 12. MFH: Malam tragedi 2
13 Chapter 13. MFH: Penyesalan.
14 Chapter 14. MFH: Kabar duka
15 Chapter 15. MFH: Pertemuan pertama
16 Chapter 16. MFH: Amnesia
17 Chapter 17. MFH: Jangan tinggalkan aku!
18 Chapter 18. MFH: Keputusan
19 Chapter 19. MFH: Pertanyaan
20 Chapter 20. MFH: Sudah berapa lama kita menikah?
21 Chapter 21. MFH: Hubungan yang dipaksakan
22 Chapter 22. MFH: Andalkan aku
23 Chapter 23. MFH: Kecurigaan George
24 Chapter 24. MFH: Jangan putus asa
25 Chapter 25. MFH: Pulang
26 Chapter 26. MFH: Janji Ivy
27 Chapter 27. MFH: Apa kau sedang menipuku?
28 Chapter 28: MFH: Ancaman
29 Chapter 29. MFH: Alasan tak masuk akal
30 Chapter 30. MFH: Kekhawatiran Josep
31 Chapter 31. MFH: Harapan dua sahabat.
32 Chapter 32. MFH: Gara-gara ponsel
33 Chapter 33. MFH. Nasehat
34 Chapter 34. MFH: sebuah petunjuk
35 Chapter 35. MFH: Kabar
36 Chaper 36. MFH: Kebohongan lain
37 Chapter 37. MFH: Potongan Puzzle
38 Chapter 38. MFH: Sekutu
39 Chapter 39. MFH: Kau boleh menikah lagi
40 Chapter 40. MFH: Aku hanya butuh cintamu!
41 Chapter 41. MFH: Menyingkirkan pion
42 Chapter 42. MFH: Serpihan ingatan
43 Chapter 43. MFH: Aku ada disini untukmu.
44 Chapter 44. MFH: Maaf
45 Chapter 45. MFH: Rencana Bella
46 Chapter 46. MFH: Salah paham
47 Chapter 47. MFH: Merasa tidak berguna
48 Chapter 48. MFH: Sebuah mimpi
49 Chapter 49. MFH: Pelaku lain?
50 Chapter 50. MFH: Ingatan yang telah kembali
51 Chapter 51. MFH: Escargot
52 Chapter 52. MFH: Bella yang tidak menyerah
53 Chapter 53. MFH: Ketulusan Chloe
54 Chapter 54. MFH: Keputusan Ivy
55 Chapter 55. MFH: Sepakat
56 Chapter 56. MFH: Ingin mencari informasi
57 Chapter 57. Mfh: Informasi
58 Chaper 58 Mfh: keputusan untuk kembali
59 Chapter 59. Mfh: Serigala liar yang curang
60 Chapter 60. Mfh: Rasa penasaran
61 Chapter 61. Mfh: Merubah penampilan
62 Cahpter 62. Mfh: Kau tidak akan menyesal
63 Chapter 63. Mfh: Bukan pria yang lembut
64 Chapter 64. Mfh: Audisi
65 Chapter 65. Mfh: Pernyataan Ivy
66 Chapter 66. Mfh: Permintaan ibu
67 Chapter 67. Mfh: Adikku adikmu juga!
68 Chapter 68. Mfh: Rencana Bella
69 Chapter 69. Mfh: Jangan percaya dengan siapapun
70 Chapter 70. Mfh: Umpan
71 Chapter 71. Mfh: Masuk perangkap
72 Chapter 72. Mfh: Hadiah
73 Chapter 73. Mfh: Serigala liar yang seksi
74 Chapter 74. Mfh: Hasutan Bella
75 Chapter 75. Mfh: Kecurigaan Chloe
76 Chapter 76. Mfh: Ikutlah dengan kami!
77 Chapter 77. Mfh: Aku percaya padamu
78 Chapter 78. Mfh: kakak adik yang licik
79 Chapter 79. Mfh: Bagaikan bola panas
80 Chapter 80. Mfh: Hasil Audisi
81 Chapter 81. Mfh: Langkah awal
82 Chapter 82. Mfh: Curiga
83 Chapter 83. Mfh: Diner
84 Chapter 84. Mfh: Bella, Ivy dan Elena
85 Chapter 85. Mfh: Kakak adik yang terlalu percaya diri
86 Chapter 86. Mfh: Cemburu
87 Chapter 87. Mfh: perasaan Chloe.
88 Chapter 88. Mfh: Aku bukan Ivy
89 Chapter 89. Mfh: Bella kembali berulah
90 Chapter 90. Mfh: Manager baru
91 Chapter 91. Mfh: Tawaran film baru
92 Chapter 92. Mfh: Taruhan George dan Chloe
93 Chapter 93. Mfh: Vitamin dan obat.
94 Chapter 94. Mfh: Kau harus hati-hati
95 Chapter 95. Mfh: Target
96 Chapter 96. Mfh: Introgasi
97 Chapter 97. Mfh: makanan pembuka
98 Chapter 98. Mfh: pertengkaran pertama.
99 Chapter 99. Mfh: Menyesal
100 Chapter 100. Mfh: Ketahuan
101 Chapter 101. Mfh: Tempat untuk menenangkan hati
102 Chapter 102. Mfh: Tinggalkan aku!
103 Chapter 103. Mfh: Permintaan Ivy
104 Chapter 104. Mfh: Rencana terakhir
105 Chater 105. Mfh: Rencana sedikit berubah.
106 Chapter 106. Mfh: Dalang sesungguhnya.
107 Chapter 107. Mfh: Gara-gara bau Bella
108 Chapter 108. Mfh: Ajakan
109 Chapter 109. Mfh: Sama-sama punya rencana
110 Chapter 110. Mfh: Akting yang sempurna
111 Chapter 111.Mfh: Pencuci mulut
112 Chapter 112. Mfh: Rencana membunuh Chloe
113 Chapter 113. Mfh: Korban?
114 Chapter 114. Mfh: Perasaan yang tersambut
115 Chapter 115. Mfh: Malam terakhir
116 Chapter 116. Mfh: Kebahagiaan Bella
117 Chapter 117. Family
118 Chapter 118. Mfh: Malam mengerikan untuk Bella
119 Chapter 119. Mfh: Jangan libatkan adikku!
120 Chapter 120. Mfh: Paket.
121 Chapter 121. Mfh: Isi paket.
122 Chapter 122. Mfh: Siapa yang harus aku percaya?
123 Chapter 123. Mfh: Percayalah padaku
124 Chapter 124. Mfh: tabir yang terbuka
125 Chapter 125. Mfh: Alasan Megan
126 Chapter 126. Mfh: Jangan menyalahkan dirimu!
127 Chapter 127. Mfh: Harapan terakhir Bella dan Megan
128 Chapter 128: Mfh: Sudah tidak sabar.
129 Chapter 129. Mfh: pembalasan Ivy
130 Chapter 130: Mfh: Aku akan membunuhmu
131 Chapter 131. Mfh: Injakan maut
132 Chapter 132. Mfh: Keluarga yang luar biasa
133 Chapter 133. Mfh: Playboy kecil.
134 Chapter 134: Mfh: Tingkah si kembar
135 Chapter 135. Mfh: Enjoy your last time
136 Chapter 136. Mfh: Akhir Megan dan Bella, juga Chard.
137 Chapter 137. Mfh: Semua sudah berakhir.
138 Chapter 138. Mfh: Kecurigaan Drake
139 Chapter 139. Mfh: Wedding day
140 Chapter 140: Mfh: Rahasia diantara kita
141 Chapter 141. Mfh: permintaan Henry
142 Chapter 142. Mfh: Jaga putriku baik-baik.
143 Chapter 143. Mfh: Foto untuk kenang-kenangan
144 Chapter 144. Mfh: Berita heboh
145 Chapter 145. Mfh: Sahabat yang sesungguhnya.
146 Chapter 146. Mfh: Dimana Bella?
147 Chapter 147. Mfh: lamaran George
148 Charger 148. Mfh: Bersama dengan sahabat
149 Chapter 149. Mfh: Happy Birthday
150 Chapter 150. Mfh: Barbeque
151 Chapter 151. Mfh: Jurus pemecah telur
152 Chapter 152. Mfh: Barbeque part 2
153 Chapter 153. Mfh: Gadis gila
154 Chapter 154: Mfh: Rencana Drake
155 Chapter 155. Mfh: Meminta Ijin
156 Chapter 156. Mfh: Berangkat
157 Chapter 157: Mfh: Tragedi dimulai
158 Chapter 158. Mfh: Tragedi di Hutan Nasional Arapaho
159 Chapter 159. Mfh: Tragedi di Hutan Nasional Arapaho 2
160 Chapter 160. Mfh: Didasar lembah
161 Chapter 161. Mfh: Alat transaksi baru.
162 Chapter 162. Mfh: Si kembar yang marah
163 Chapter 163. Mfh: Introgasi
164 Chapter 164: Mfh: provokator kecil
165 Chapter 165. Mfh: Penyergapan.
166 Chapter 166. Mfh: Memanfaatkan situasi
167 Chapter 167. Mfh: Kelinci percobaan
168 Chater 168. Mfh: Kotak teka teki
169 Chapter 169. Mfh: Jawaban teka teki
170 Chapter 170. Mfh: Konferensi pers
171 Chapter 171. Mfh: kembali ke Canada
172 Chapter 172. Mfh: Lupakan masa lalu
173 Chapter 173. Mfh: Franks sedang pusing
174 Chapter 174. Mfh: Franks minta tanggung jawab.
175 Chapter 175. Mfh: Ivy ingin menjenguk adik Franks
176 Chapter 176. Mfh: Gara-gara orang tua
177 Chapter 177. Mfh: Dua pilihan
178 Chapter 178. Mfh: Pasangan unik
179 Chapter 179. Mfh: Nikmati saja
180 Chapter 180. Mfh: Kabar gembira.
181 Chapter 181.Mfh: Kepergok
182 Chapter 182. Mfh: Pernikahan George dan Chloe.
183 Chapter 183. Mfh: Sesuai request
184 Chapter 184. Mfh: Gara-gara mimpi
185 Chapter 185. Mfh: 3 wanita hamil
186 Chapter 186. Mfh. Drama saat melahirkan
187 Chapter 187: Mfh: Felix dan Leo
188 Chapter 188. Mfh: Family.
189 Chapter 189. Mfh: Extra Chapter
190 Chapter 190. Mfh: Extra Chapter 2
191 Chapter 191. Extra Chapter 3
192 Ucapan terima kasih
193 pengumuman novel si kembar
Episodes

Updated 193 Episodes

1
Chapter 1. MFH, Artis terkenal
2
Chapter 2. MFH: Permintaan orang tua
3
Chapter 3. MFH: Pernyataan George
4
Chapter 4. MFH: Ajakan kerja sama
5
Chapter 5. MFH: Pesta
6
Chapter 6. MFH: Pria itu bagaikan serigala
7
Chapter 7. MFH: Diterkam serigala liar
8
Chapter 8. MFH: Rencana yang gagal
9
Chapter 9. MFH: Rencana lain
10
Chapter 10. MFH: Firasat buruk
11
Chapter 11. MFH: Malam tragedi
12
Chapter 12. MFH: Malam tragedi 2
13
Chapter 13. MFH: Penyesalan.
14
Chapter 14. MFH: Kabar duka
15
Chapter 15. MFH: Pertemuan pertama
16
Chapter 16. MFH: Amnesia
17
Chapter 17. MFH: Jangan tinggalkan aku!
18
Chapter 18. MFH: Keputusan
19
Chapter 19. MFH: Pertanyaan
20
Chapter 20. MFH: Sudah berapa lama kita menikah?
21
Chapter 21. MFH: Hubungan yang dipaksakan
22
Chapter 22. MFH: Andalkan aku
23
Chapter 23. MFH: Kecurigaan George
24
Chapter 24. MFH: Jangan putus asa
25
Chapter 25. MFH: Pulang
26
Chapter 26. MFH: Janji Ivy
27
Chapter 27. MFH: Apa kau sedang menipuku?
28
Chapter 28: MFH: Ancaman
29
Chapter 29. MFH: Alasan tak masuk akal
30
Chapter 30. MFH: Kekhawatiran Josep
31
Chapter 31. MFH: Harapan dua sahabat.
32
Chapter 32. MFH: Gara-gara ponsel
33
Chapter 33. MFH. Nasehat
34
Chapter 34. MFH: sebuah petunjuk
35
Chapter 35. MFH: Kabar
36
Chaper 36. MFH: Kebohongan lain
37
Chapter 37. MFH: Potongan Puzzle
38
Chapter 38. MFH: Sekutu
39
Chapter 39. MFH: Kau boleh menikah lagi
40
Chapter 40. MFH: Aku hanya butuh cintamu!
41
Chapter 41. MFH: Menyingkirkan pion
42
Chapter 42. MFH: Serpihan ingatan
43
Chapter 43. MFH: Aku ada disini untukmu.
44
Chapter 44. MFH: Maaf
45
Chapter 45. MFH: Rencana Bella
46
Chapter 46. MFH: Salah paham
47
Chapter 47. MFH: Merasa tidak berguna
48
Chapter 48. MFH: Sebuah mimpi
49
Chapter 49. MFH: Pelaku lain?
50
Chapter 50. MFH: Ingatan yang telah kembali
51
Chapter 51. MFH: Escargot
52
Chapter 52. MFH: Bella yang tidak menyerah
53
Chapter 53. MFH: Ketulusan Chloe
54
Chapter 54. MFH: Keputusan Ivy
55
Chapter 55. MFH: Sepakat
56
Chapter 56. MFH: Ingin mencari informasi
57
Chapter 57. Mfh: Informasi
58
Chaper 58 Mfh: keputusan untuk kembali
59
Chapter 59. Mfh: Serigala liar yang curang
60
Chapter 60. Mfh: Rasa penasaran
61
Chapter 61. Mfh: Merubah penampilan
62
Cahpter 62. Mfh: Kau tidak akan menyesal
63
Chapter 63. Mfh: Bukan pria yang lembut
64
Chapter 64. Mfh: Audisi
65
Chapter 65. Mfh: Pernyataan Ivy
66
Chapter 66. Mfh: Permintaan ibu
67
Chapter 67. Mfh: Adikku adikmu juga!
68
Chapter 68. Mfh: Rencana Bella
69
Chapter 69. Mfh: Jangan percaya dengan siapapun
70
Chapter 70. Mfh: Umpan
71
Chapter 71. Mfh: Masuk perangkap
72
Chapter 72. Mfh: Hadiah
73
Chapter 73. Mfh: Serigala liar yang seksi
74
Chapter 74. Mfh: Hasutan Bella
75
Chapter 75. Mfh: Kecurigaan Chloe
76
Chapter 76. Mfh: Ikutlah dengan kami!
77
Chapter 77. Mfh: Aku percaya padamu
78
Chapter 78. Mfh: kakak adik yang licik
79
Chapter 79. Mfh: Bagaikan bola panas
80
Chapter 80. Mfh: Hasil Audisi
81
Chapter 81. Mfh: Langkah awal
82
Chapter 82. Mfh: Curiga
83
Chapter 83. Mfh: Diner
84
Chapter 84. Mfh: Bella, Ivy dan Elena
85
Chapter 85. Mfh: Kakak adik yang terlalu percaya diri
86
Chapter 86. Mfh: Cemburu
87
Chapter 87. Mfh: perasaan Chloe.
88
Chapter 88. Mfh: Aku bukan Ivy
89
Chapter 89. Mfh: Bella kembali berulah
90
Chapter 90. Mfh: Manager baru
91
Chapter 91. Mfh: Tawaran film baru
92
Chapter 92. Mfh: Taruhan George dan Chloe
93
Chapter 93. Mfh: Vitamin dan obat.
94
Chapter 94. Mfh: Kau harus hati-hati
95
Chapter 95. Mfh: Target
96
Chapter 96. Mfh: Introgasi
97
Chapter 97. Mfh: makanan pembuka
98
Chapter 98. Mfh: pertengkaran pertama.
99
Chapter 99. Mfh: Menyesal
100
Chapter 100. Mfh: Ketahuan
101
Chapter 101. Mfh: Tempat untuk menenangkan hati
102
Chapter 102. Mfh: Tinggalkan aku!
103
Chapter 103. Mfh: Permintaan Ivy
104
Chapter 104. Mfh: Rencana terakhir
105
Chater 105. Mfh: Rencana sedikit berubah.
106
Chapter 106. Mfh: Dalang sesungguhnya.
107
Chapter 107. Mfh: Gara-gara bau Bella
108
Chapter 108. Mfh: Ajakan
109
Chapter 109. Mfh: Sama-sama punya rencana
110
Chapter 110. Mfh: Akting yang sempurna
111
Chapter 111.Mfh: Pencuci mulut
112
Chapter 112. Mfh: Rencana membunuh Chloe
113
Chapter 113. Mfh: Korban?
114
Chapter 114. Mfh: Perasaan yang tersambut
115
Chapter 115. Mfh: Malam terakhir
116
Chapter 116. Mfh: Kebahagiaan Bella
117
Chapter 117. Family
118
Chapter 118. Mfh: Malam mengerikan untuk Bella
119
Chapter 119. Mfh: Jangan libatkan adikku!
120
Chapter 120. Mfh: Paket.
121
Chapter 121. Mfh: Isi paket.
122
Chapter 122. Mfh: Siapa yang harus aku percaya?
123
Chapter 123. Mfh: Percayalah padaku
124
Chapter 124. Mfh: tabir yang terbuka
125
Chapter 125. Mfh: Alasan Megan
126
Chapter 126. Mfh: Jangan menyalahkan dirimu!
127
Chapter 127. Mfh: Harapan terakhir Bella dan Megan
128
Chapter 128: Mfh: Sudah tidak sabar.
129
Chapter 129. Mfh: pembalasan Ivy
130
Chapter 130: Mfh: Aku akan membunuhmu
131
Chapter 131. Mfh: Injakan maut
132
Chapter 132. Mfh: Keluarga yang luar biasa
133
Chapter 133. Mfh: Playboy kecil.
134
Chapter 134: Mfh: Tingkah si kembar
135
Chapter 135. Mfh: Enjoy your last time
136
Chapter 136. Mfh: Akhir Megan dan Bella, juga Chard.
137
Chapter 137. Mfh: Semua sudah berakhir.
138
Chapter 138. Mfh: Kecurigaan Drake
139
Chapter 139. Mfh: Wedding day
140
Chapter 140: Mfh: Rahasia diantara kita
141
Chapter 141. Mfh: permintaan Henry
142
Chapter 142. Mfh: Jaga putriku baik-baik.
143
Chapter 143. Mfh: Foto untuk kenang-kenangan
144
Chapter 144. Mfh: Berita heboh
145
Chapter 145. Mfh: Sahabat yang sesungguhnya.
146
Chapter 146. Mfh: Dimana Bella?
147
Chapter 147. Mfh: lamaran George
148
Charger 148. Mfh: Bersama dengan sahabat
149
Chapter 149. Mfh: Happy Birthday
150
Chapter 150. Mfh: Barbeque
151
Chapter 151. Mfh: Jurus pemecah telur
152
Chapter 152. Mfh: Barbeque part 2
153
Chapter 153. Mfh: Gadis gila
154
Chapter 154: Mfh: Rencana Drake
155
Chapter 155. Mfh: Meminta Ijin
156
Chapter 156. Mfh: Berangkat
157
Chapter 157: Mfh: Tragedi dimulai
158
Chapter 158. Mfh: Tragedi di Hutan Nasional Arapaho
159
Chapter 159. Mfh: Tragedi di Hutan Nasional Arapaho 2
160
Chapter 160. Mfh: Didasar lembah
161
Chapter 161. Mfh: Alat transaksi baru.
162
Chapter 162. Mfh: Si kembar yang marah
163
Chapter 163. Mfh: Introgasi
164
Chapter 164: Mfh: provokator kecil
165
Chapter 165. Mfh: Penyergapan.
166
Chapter 166. Mfh: Memanfaatkan situasi
167
Chapter 167. Mfh: Kelinci percobaan
168
Chater 168. Mfh: Kotak teka teki
169
Chapter 169. Mfh: Jawaban teka teki
170
Chapter 170. Mfh: Konferensi pers
171
Chapter 171. Mfh: kembali ke Canada
172
Chapter 172. Mfh: Lupakan masa lalu
173
Chapter 173. Mfh: Franks sedang pusing
174
Chapter 174. Mfh: Franks minta tanggung jawab.
175
Chapter 175. Mfh: Ivy ingin menjenguk adik Franks
176
Chapter 176. Mfh: Gara-gara orang tua
177
Chapter 177. Mfh: Dua pilihan
178
Chapter 178. Mfh: Pasangan unik
179
Chapter 179. Mfh: Nikmati saja
180
Chapter 180. Mfh: Kabar gembira.
181
Chapter 181.Mfh: Kepergok
182
Chapter 182. Mfh: Pernikahan George dan Chloe.
183
Chapter 183. Mfh: Sesuai request
184
Chapter 184. Mfh: Gara-gara mimpi
185
Chapter 185. Mfh: 3 wanita hamil
186
Chapter 186. Mfh. Drama saat melahirkan
187
Chapter 187: Mfh: Felix dan Leo
188
Chapter 188. Mfh: Family.
189
Chapter 189. Mfh: Extra Chapter
190
Chapter 190. Mfh: Extra Chapter 2
191
Chapter 191. Extra Chapter 3
192
Ucapan terima kasih
193
pengumuman novel si kembar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!