Malam semakin larut dan hujan masih mengguyur dari langit Colorado, petir menyambar-nyambar dari atas sana dan suaranya memekakkan telinga bagi orang yang mendengarnya.
Cuaca yang buruk membuat orang-orang sudah meringkuk diatas ranjang dan menikmati tidur mereka tapi tidak untuk beberapa orang pria yang sedang berada dimobil mereka. Mereka sedang menuju tempat tujuan mereka dan menebus derasnya air hujan dan mereka sedang menuju rumah Ivy Brown.
Seorang sutradara film panas juga ada didalam mobil itu dan tidak lupa, aktor pria yang akan beraksi nanti juga ada.
Malam ini mereka akan syuting film panas dan tentunya Ivy Brown sebagai bintang utamanya. Ini akan sangat menguntungkan bagi sutradara itu karena dia akan mendapatkan banyak uang dari film yang dia mainkan.
Mereka tiba dirumah Ivy pada pukul dua belas malam dan pada saat mereka tiba, hujan masih mengguyur dengan derasnya.
Mobil mereka berhenti saat tiba didepan rumah Ivy dan mereka melihat pagar rumah Ivy yang begitu tinggi.
Pada saat itu muncul seorang penjaga dan berdiri didepan pagar, penjaga itu melihat mobil mereka dengan heran karena selama ini tidak ada yang datang kerumah Ivy apalagi saat tengah malam.
Penjaga itu tidak membuka pintu karena dia curiga tapi pada saat itu tiba-tiba saja, seseorang yang ada didalam mobil menembakkan senjata kedap suara kearah penjaga rumah Ivy dan peluru dari senjata api yang ditembakkan melesat dengan cepat menembus derasnya air hujan dan menembus tepat dikepala penjaga itu.
"Bruk!" tubuh penjaga itu langsung jatuh tak bernyawa.
Salah seorang yang ada didalam mobil segera keluar dan berjalan kearah pagar dan orang itu segera membuka kunci pagar dengan kaeahliannya dan setelah terbuka, dia mendorong pagar hingga terbuka lebar.
Mobil mereka mulai masuk kedalam rumah Ivy dan membiarkan pagar rumah Ivy tetap terbuka.
Saat mobil mereka berhenti mereka segera keluar dan seorang penjaga lainnya memergoki mereka dan lagi-lagi mereka menembak penjaga itu sampai mati menggunakan senjata kedap suara mereka.
Mereka segera menurunkan alat-alat yang diperlukan dan segera siap tapi mereka tidak langsung masuk kedalam.
"Rusak semua Cctv yang ada dan bunuh semua yang terlihat kecuali Ivy Brown dan adiknya karena mereka adalah bintangnya malam ini! Periksa semua kamar dan jangan sampai Ivy Brown kabur." perintah sutradara itu kepada anak buahnya.
"Siap bos." jawab anak buahnya dan mereka mulai menerobos masuk kedalam rumah Ivy.
Mereka mulai berpencar, merusak setiap Cctv yang mereka temui dan membunuh setiap pelayan yang mereka jumpai.
Malam itu korban mulai berjatuhan dirumah Ivy dan dia tidak tahu sama sekali karena dia tidur dengan nyenyak didalam kamarnya begitu juga dengan Kely, dia juga tidur dengan pulas tanpa menyadari dua orang pria sudah masuk kedalam kamarnya secara mengendap-endap.
Mereka mendekati Kely dan pada saat melihat gadis itu, mereka tersenyum dengan jahat. Mereka memanggil kawanan mereka dan menyiapkan kamera disana karena film panas akan dimulai dari gadis manis itu.
Kely terbangun dari tidurnya dan sangat kaget saat seorang pria naik keatas ranjangnya, dia tampak ketakutan saat melihat pistol yang ditodongkan didahinya.
"Si..siapa kalian?" Kely melihat beberapa orang pria yang ada didalam kamarnya dan dia semakin ketakutan.
"Menurutlah nona manis, ini tidak akan lama." ucap sutradara film panas yang berjalan menghampiri Kely.
"Ti..tidak, mau apa kalian?" Kely menarik selimut untuk menutupi tubuhnya tapi pada saat itu, seorang pria menarik kaki Kely hingga gadis itu tertarik kesisi ranjang.
"Tidak, kak Ivy, tolong!" teriak Kely tapi seseorang telah mendekap mulut Kely.
Saat mendengar teriakan Kely, Ivy terperanjat kaget. Dia segera bangun dari tidurnya dan duduk diatas ranjang.
"Kely?" Ivy diam saja diatas ranjang untuk mendengar apakah adiknya memanggilnya lagi tapi tidak ada suara sama sekali.
Dia kira adiknya mengigau saja jadi Ivy menjatuhkan dirinya kembali keatas ranjang sedangkan didalam kamarnya, Kely tidak berdaya karena mulutnya dibekap dan seorang pria menindih tubuh kecilnya.
"Sialan gadis ini! Lakukan dengan cepat supaya kita bisa mengambil adegan berikutnya!" perintah sutradara itu.
"Hmm! Hmm!" Kely cuma bisa bergumam demikian dan tambah ketakutan saat seorang pria sudah mulai membuka bajunya.
Dia ingin berteriak memanggil kakaknya tapi tidak bisa, saat aktor itu sudah siap, kamerapun sudah siap dan film panas akan segera dimulai.
Kely memberontak saat bajunya dibuka dengan paksa, dia tidak berdaya karena kedua tangannya dipegang keatas oleh dua orang pria.
Kely terus menangis saat aktor itu mulai menikmati tubuhnya dan saat ada kesempatan, dia menggigit tangan orang yang sedang membekap mulutnya hingga terlepas dan kembali berteriak, "Kak Ivy, tolong!"
"Sialan!" maki orang yang tangannya digigit oleh Kely dan dia menampar wajah Kely dengan kencang.
"Cepat lakukan!" perintah sutradara karena mereka harus segera selesai sebeluk Ivy terbangun. Jika itu terjadi maka mereka akan mengalami sedikit masalah dan dia ingin film panas itu diambil tanpa ada kendala.
Sementara didalam kamarnya, Ivy langsung melompat turun dari atas ranjang, dia juga mengambil sebuah tongkat dari balik lemari untuk jaga-jaga.
Dia segera keluar dari dalam kamarnya dan berjalan kearah kamar adiknya sambil mengendap-endap sedangkan sebuah tongkat sudah siap ditangannya.
Entah kenapa perasaannya tidak menentu dan jantungnya mulai berdegup dengan cepat saat berjalan menuju kamar adiknya.
Didalam kamar itu, Kely mulai diperlakuan dengan tidak adil, dia hanya bisa terus menangis saat aktor yang sedang menikmati tubuhnya memasukkan miliknya dengan paksa kedalam sana.
Sakit, itu yang dia rasakan dan rasanya dia ingin pingsan karena sakit luar biasa yang dia rasakan.
Diluar sana Ivy sudah berdiri didepan pintu kamar adiknya dan dia dapat mendengar suara orang berbicara didalam sana, Ivy menjadi takut, takut terjadi sesuatu dengan adiknya dan tanpa ragu, dia membuka pintu kamar adiknya dan menerobos masuk kedalam sana.
Mata Ivy terbelalak saat melihat adiknya sedang diperkosa dan tampak tidak berdaya, dua orang sedang memegangi tangannya, yang seorang sedang memperkosanya dan yang seorang lagi berdiri didepan kamera merekam adegan itu.
"Ke..Kely!" air mata Ivy langsung jatuh dari kedua matanya.
"Sialan! Tangkap dia!" perintah sutradara yang sedang berdiri didepan kamera dan pada saat itu, dua orang yang memegangi tangan Kely langsung melompat turun dari atas ranjang dan berjalan menghampiri Kely.
"Lepaskan! Lepaskan adikku!" teriak Ivy sambil berderai air mata.
"Kak, Kak Ivy." panggil Kely dengan lemah.
Ivy sangat hancur melihat adiknya diperlakukan seperti itu, saat dua orang tadi ingin menangkapnya, Ivy mengayunkan tongkatnya secara membabi buta hingga memukul kepala kedua orang itu.
"Sialan! Jika sampai ketangkap, aku yang akan menikmati tubuhmu terlebih dahulu!" umpat salah seorang pria yang dia pukul kepalanya.
"Lepaskan adikku br*ngsek!" Ivy berlari kearah adiknya dan pada saat itu, seseorang menangkap tangannya.
Ivy kembali memukulkan tongkatnya dan orang itu terjungkal hingga mengenai kamera dan kamera itu terjatuh keatas lantai.
"Sialan, jangan sampai rusak kameraku!"
Sang aktor mulai menarik miliknya dan mulai menjauhi Kely sedangkan Kely bagaikan mayat hidup diatas ranjang.
Ivy melawan orang-orang itu dan memukul-mukulkan tongkatnya dengan membabi buta sambil berderai air mata. Dia tidak perduli lagi dan rasanya dia ingin membunuh orang-orang yang ada disana.
Dia bahkan memukul kamera yang ada diatas lantai saat ada kesempatan, dia terus memukul sambil berteriak histeris.
"Sialan! Kalian para ba*ingan, ba*ingan!"
Pada saat itu, sang sutradara menarik tubuh Kely yang sudah tidak berdaya dan menodongkan pistol dikepala Kely.
"Ivy Brown, jika kau tidak mau adikmu mati sebaiknya kau mengikuti permintaanku!"
"Ti..tidak!" Ivy menurunkan tongkatnya sedangkan senyum licik menghiasi wajah sutradara itu.
"Apa maumu?"
"Bermainlah satu film untukku maka aku akan melepaskan adikmu!"
"Film apa?" Ivy menghapus air matanya dengan kasar dan melihat aktor yang masih telanjang.
"Seharusnya kau tahu Ivy Brown, pilihan ada ditanganmu! Jika kau masih ingin adikmu hidup maka lakukan!"
Ivy menelan salivanya dengan kasar, nyawa adiknya atau kehormatannya? Sungguh ini adalah pilihan yang sangat sulit untuknya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 193 Episodes
Comments
Milady Adara
Kakaknya bodoh banget ya..ga bisa bedain ngelindur sama nyata
2023-11-24
1
Indah Milayati
tunggu pembalasan dari Henry hey kalian semua
2023-09-05
0
Watty Virgo
henri kmna drimu...wanitamu sdng dlm bahaya itu...masa gk ad yg nolongin😭😭😲
2023-07-15
0