Hari itu, Ivy belum berangkat bekerja dan masih berada dirumahnya. Jadwal Syutingnya jam empat sore jadi dia ingin menghabiskan waktunya dirumah bersama dengan adiknya.
Mereka berdua duduk didepan televisi, menonton film kartu Disney ditemani semangkuk popcorn dan dua kaleng cola.
Hari ini Kely juga tidak pergi kesekolah jadi mereka bisa menghabiskan waktu bersama-sama dan mereka sudah lama tidak seperti itu karena Ivy begitu sibuk akhir-akhir ini.
"Kak Ivy."
"Hm?" Ivy memakan popcornnya sedangkan matanya menatap televisi dengan serius.
"Kapan kak Ivy punya waktu?" tanya adiknya.
"Kenapa?" Ivy memalingkan matanya dan melihat adiknya.
"Kak, bisa temani aku pergi membeli barang?" tanya adiknya.
"Kau ingin membeli apa Kely?" Ivy kembali melihat layar televisi dengan serius.
"Alat sekolah dan aku juga ingin membeli beberapa keperluan penting. Jadi kapan kak Ivy bisa menemaniku?"
Ivy mengusap kepala adiknya dengan senyum diwajahnya, sudah lama memang mereka tidak menghabiskan waktu bersama dan mungkin sebelum pergi syuting, dia bisa menemani adiknya.
"Bersiap-siaplah, kita akan pergi sekarang karena sampai siang aku tidak ada pekerjaan."
"Benarkah kak Ivy?" Kely tampak senang.
"Yes, jadi ayo." Ivy bangkit berdiri dan mematikan televisi begitu juga dengan adiknya, Kely segera berlari masuk kedalam kamarnya.
Ivy mengikuti adiknya dengan senyum diwajahnya, dia juga masuk kedalam kamarnya untuk mengambil tasnya.
Tidak lupa dia juga mengambil kaca mata hitamnya dan sebuah masker yang akan dia gunakan nanti. Jangan sampai ada yang tau identitas dirinya karena dia tidak mau adiknya merasa tidak nyaman.
Setelah siap, mereka menuju kesebuah supermarket terdekat tapi Ivy tidak pernah menyangka, jika seseorang mengikuti mereka dan memata-matai mereka.
Tentu saja orang itu punya niat jahat pada Ivy Brown dan dia mendapat tugas dari seseorang untuk mengikuti Ivy.
Ivy menemani adiknya membeli keperluan yang dibutuhkan oleh adiknya, mereka menikmati waktu mereka tanpa tahu jika mereka sudah menjadi target seseorang dan orang yang mengikuti mereka juga mengambil foto-foto mereka berdua.
Tidak lupa, orang itu juga mengirimkan foto yang dia ambil kepada seseorang dan orang itu tampak puas saat melihat foto Ivy. Sebentar lagi, artis itu akan membuatnya untung banyak dan film panas yang akan dia garap pasti akan laku keras.
Ya sebentar lagi karena malam ini, mereka akan melakukan rencana mereka dan tidak akan melepaskan Ivy Brown.
Ivy sungguh tidak tahu dan dia menikmati waktu bersama dengan adiknya dan sepertinya itu adalah waktu terakhir untuk mereka berdua.
Setelah mendapatkan apa yang Kely mau, Ivy membawa adiknya pergi makan siang kesebuah restoran mewah, dia bahkan membiarkan adiknya memesan apapun yang dia mau.
Hari ini Kely tampak begitu senang karena kakaknya, begitu memanjakannya dan membelikan apa yang dia mau.
Dia sangat senang karena kakaknya begitu perhatian dan sayang kepadanya, tidak seperti kedua orang tuanya yang selalu sibuk bahkan dia jarang berbicara dengan kedua orang tuanya karena mereka ada dirumah saat malam saja dan begitu pagi, mereka sudah pergi.
Kely merasa hanya kakaknya saja yang dia punya, kasih sayang yang kakaknya berikan sudah cukup baginya apalagi saat kakaknya memutuskan untuk pergi, Ivy mengijinkan Kely ikut dengannya.
Kely makan makanan yang terhidang dengan wajah bahagia sedangkan Ivy memperhatikan adiknya dengan senyum diwajahnya.
Waktu masih siang tapi cuaca sudah mendung dan angin berhembus dengan kencang diluar sana.
Ivy melihat cuaca diluar sana dan sepertinya sebentar lagi akan ada badai. Entah mengapa perasaannya jadi tidak enak dan dia punya firasat buruk, seperti akan terjadi sesuatu nantinya tapi dia tidak tahu apa.
"Kak Ivy."
Panggilan Kely membuyarkannya dari lamunan, Ivy langsung memalingkan wajahnya dan menatap adiknya dengan senyum diwajahnya.
"Ada apa?"
"Sepertinya akan ada badai, apa kakak akan tetap pergi bekerja?" tanyanya.
"Ya, aku tidak bisa menundanya karena aku sudah menandatangani kontraknya."
"Tapi kak, sepertinya akan ada badai." Kely tampak khawatir.
"Kau tidak perlu khawatir, begitu pekerjaanku selesai aku akan segera pulang."
"Bukan begitu kak, perasaanku tidak enak. Aku takut terjadi sesuatu dengan kak Ivy dilokasi syuting."
Ivy menatap adiknya dengan lekat, kenapa mereka memiliki perasaan yang sama? Jujur saja sedari tadi perasaannya juga tidak enak.
"Jangan khawatir, aku bisa jaga diri dan setelah pulang nanti kau jangan pergi kemana-mana, diam saja dirumah!"
"Baik kak."
"Ayo segera makan, setelah selesai aku akan mengantarmu."
Kely menggangguk dan selama mereka makan, ponsel Ivy berbunyi. Ivy segera menjawab ponselnya tampa melihat lagi karena dia sedang sibuk memotong daging steaknya.
"Ya?"
"Ivy Brown."
Ivy langsung menghentikan garpu dan pisaunya saat mendengar suara pria serigala yang tidak dia sukai.
"Ka...kau!"
"Ya, aku! Calon suamimu." Jawab Henry dari seberang sana.
"Cih, dasar kau serigala gila kekurangan obat!"
Henry terkekeh saat mendengar ucapan Ivy, dia jadi ingin menemui Ivy tapi dia sedang sibuk.
"Kaulah obat itu Ivy Brown."
"Jangan asal bicara dasar kau serigala liar! Untuk apa kau mencariku dan dari mana kau bisa tahu nomor ponselku?!"
Henry kembali terkekeh, dia suka dengan sikap dingin Ivy dan dia pasti akan mendapatkan wanita itu.
"Ivy."
"A..apa?" Ivy merasa gugup, entah mengapa dia merasa Henry sedang berada didekatnya dan memanggil namanya ditelinganya.
"Apa besok kita bisa bertemu?"
"Ti..Tidak!" tolak Ivy dengan cepat.
"Kenapa? Apa kau sibuk?" tanya Henry lagi.
"Aku sibuk sepanjang hari jadi jangan harap bisa bertemu denganku dan jangan menghubungiku lagi!" Setelah berkata demikian, Ivy mematikan ponselnya.
Jangan sampai dia bertemu dengan pria serigala itu lagi karena dia takut dengan pria itu, dia takut akan terbuai dan membiarkan pria itu melakukan apapun yang dia mau.
Bulu roma Ivy meremang saat mengingat tatapan tajam Henry, dia juga mengingat senyum menawan pria itu dan bibirnya. Bibirnya yang menyelusuri lehernya, nafasnya yang hangat dan suaranya yang seksi, oh rasanya, dia akan membiarkan pria itu melakukan apapun yang dia mau.
"Kau sudah gila Ivy! Untuk apa kau mengingat serigala gila itu?!" ucapnya dalam hati.
"Kakak, dari siapa?" tanya adiknya yang melihat kakaknya dengan heran karena belum pernah dia melihat kakaknya seperti itu selama ini.
"Tidak, hanya dari serigala gila yang butuh obat." jawab Ivy sambil memasukkan ponsel kedalam tasnya.
Kely sangat heran dengan maksud kakaknya tapi dia tidak mau ikut campur dalam masalah pribadi kakaknya.
"Kak ivy aku sudah selesai."
"Oh baiklah, sepertinya akan segera hujan jadi ayo kita segera pulang." ajak Ivy dan dia segera bangkit berdiri.
Kely mengangguk dan mengikuti kakaknya, setelah membayar makanan mereka, mereka segera pergi dari restoran itu.
Ivy mengantar adiknya pulang kerumah dan segera berangkat kelokasi syuting padahal hujan sudah mengguyur dengan lebat.
Orang yang mengikuti mereka segera menghubungi seseorang dan kembali memberi laporan.
Orang itu sangat senang dan mulai mengumpulkan beberapa orang karena malam ini, mereka akan melancarkan aksi mereka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 193 Episodes
Comments
Ida Lailamajenun
mendgn Ama serigala gila yg butuh obat Ivy blm tau aja Henry siapa..
akhirnya anak Amanda ma Edward ktmu juga ma pawangnya😀😀
2022-08-24
1
Oi Min
Aduh..... Ada apa y??
2022-01-01
0
uti
❤️❤️❤️❤️❤️😍😍🌹🌹🌹🌹
2021-10-25
7