Orang itu bersorak dalam hati saat melihat Ivy mengangkat gelasnya dan hendak meneguk isinya.
Ini akan menjadi scandal besar jika Ivy meminum minuman itu dan dia yakin Ivy pasti akan hancur begitu juga dengan karirnya.
Saat Ivy meminum minuman itu, maka George yang sudah ada diluar akan masuk dan membawa Ivy pergi dan pada saat itu, dia akan memanggil wartawan untuk mengambil gambar mereka berdua.
Dia dan George bahkan telah merencanakan, akan memotret tubuh telanjang Ivy diatas ranjang bersama dengan George.
George pikir ini adalah keuntungan untuknya supaya dia bisa mendapatkan Ivy tapi dia tidak memikirkan scandal yang dia buat bisa menghancurkan karir Ivy dan itulah keinginan orang yang berpura-pura ingin membantunya.
Memang saat itu, Ivy ingin meneguk minumannya untuk meredakan kekesalan dihatinya tapi dia semakin kesal karena Henry berjalan mendekatinya dan memegangi tangannya.
"Lepaskan aku!" pinta Ivy sambil berusaha menarik tangannya.
"Ivy Brown, kau tidak bisa menolakku!" Henry meraih pinggang Ivy dan menariknya hingga tubuh mereka merapat.
"Jadilah milikku Ivy." Henry berbisik ditelinga Ivy dan menggigit daun telinga Ivy dengan lembut.
"Ngh!" Ivy memejamkan matanya dan berusaha menahan diri bahkan tangannya yang sedang memegang gelas minuman bergetar. Dia benar-benar tidak suka dengan pria itu.
"Ivy." Henry mulai menyelusuri leher Ivy dengan bibirnya sedangkan Ivy memejamkan matanya dan menikmati sentuhan bibir Henry.
Ada apa dengannya? Kenapa dia begitu pasrah diperlakukan seperti itu bahkan saat pertama kali mereka bertemu, dia sudah tidak bisa menolak pesona pria itu.
Henry kembali mencium bibirnya dengan buas bagaikan serigala yang sedang lapar sedangkan Ivy semakin kesal, pria itu lagi-lagi menciumnya tanpa permisi.
Ivy mencengkram gelas yang dipegangnya dengan erat dan tanpa pikir panjang, dia langsung menuangkan isi didalam gelas keatas kepala Henry.
Henry sangat kaget dan melepaskan bibir Ivy dan setelah itu, dia mengusap rambutnya yang basah kerena Cocktail sedangkan sebuah senyuman menghiasi wajahnya.
"Jangan menciumku sembarangan, sialan!" maki Ivy kesal.
Henry hanya tersenyum sedangkan Cocktail mulai menetes dari rambutnya.
Orang yang ingin menjebaknya sangat kesal karena minuman itu tidak diminum oleh Ivy tapi minuman itu berakhir diatas kepala seorang pria, siapa pria itu?
Kenapa dia tidak mengambil foto Ivy saat pria itu menciumnya? Oh kesempatan bagusnya jadi hilang!
Tapi bukan itu masalahnya, minuman itu sudah tumpah dan rencananya gagal total! Orang itu sangat kesal, sepertinya dia harus mencari cara lain untuk menghancurkan Ivy Brown.
Dia segera pergi dan harus kembali ketempatnya semula dan jangan sampai ketahuan oleh Ivy.
Sedangkan saat itu Ivy tampak puas tapi rasanya dia ingin menyiram wajah Henry menggunakan minuman kedua sahabatnya supaya dia semakin puas tapi dia urungkan.
Ivy meletakkan gelas yang sudah kosong diatas meja dengan kasar dan segera melangkah melewati Henry begitu saja.
"Kita akan bertemu lagi." ucap Henry tapi Ivy mengangkat satu jari tengahnya keatas dan melenggang pergi begitu saja.
Henry memperhatikan kepergian Ivy dengan senyum diwajahnya, dia kembali mengusap rambutnya yang basah dan sebaiknya dia segera pulang untuk membersihkan diri jika tidak, maka akan banyak semut nakal yang bersarang diatas kepalanya.
Lagi pula, hari ini sudah cukup dan mereka pasti akan bertemu lagi. Pelan tapi pasti, Ivy pasti akan menjadi miliknya.
Ivy mencari kedua sahabatnya yang sedang menikmati musik, dia ingin pulang karena moodnya sudah hilang diambil oleh pria serigala itu.
Lain kali dia akan membawa alat setrum dan jika mereka bertemu lagi dan jika pria serigala itu berani menciumnya, maka akan dia setrum pria itu sampai mati.
Ivy mencari Megan dan Clara dari antara kerumunan orang-orang yang sedang meliukkan tubuh mereka, dia terus menerobos orang-orang yang ada disana sampai dia melihat Megan sedang meliukkan tubuhnya dengan seorang pria.
"Meg." Ivy menghampiri sahabatnya.
"Oh, ada apa?" Megan segera menghampirinya.
"Sory, aku ingin pulang."
"Kenapa? Apa terjadi sesuatu?" Megan tampak khawatir.
"Tidak, tiba-tiba saja aku merasa tidak enak badan dan ingin segera beristirahat."
"Oh ya ampun." Megan memegang tangan Ivy dan segera menariknya menjauhi kerumunan orang-orang.
Setelah mereka agak menjauh, Megan menyentuh dahi Ivy untuk merasakan suhu tubuhnya.
"Apa kau tidak apa-apa Ivy?" dari wajahnya tampak kekhawatiran yang teramat sangat.
"Aku tidak apa-apa Meg." jawab Ivy dengan senyum diwajahnya.
"Syukurlah, tapi kita belum menjerat satu orang priapun disini dan sepertinya gumpalan didadamu akan menjadi sia-sia." goda Meghan.
"Ck, sudah ada yang terpesona dengan gumpalanku ini tapi dia hanya serigala liar!" jawab Ivy.
Megan tertawa dan merangkul bahu Ivy, mereka kembali berjalan kearah meja mereka kembali.
"Ketahuilah Ivy, rata-rata yang ada disini adalah serigala lapar." ucap Megan.
"Kau benar tapi ngomong-ngomong, kemana Clara?"
"Ck, dia sudah mendapatkan seorang target dan tadi aku melihatnya mengejar pria itu."
"Oh my God, dia benar-benar tidak menyia nyiakan kesempatan."
Mereka kembali kemeja mereka dan Megan segera meneguk minumannya dan tidak lama kemudian, Clara menghampiri mereka dan merangkul bahu kedua sahabatnya.
"Hei kalian berdua!"
"Apa kau sudah menangkap mangsamu Clara?" goda Megan.
"Ck tidak! Aku tadi pergi kekamar mandi, dan lagi pula ingat prinsip kita?"
"Biarkan para pria itu yang mengejar kita!" ucap mereka bertiga secara serempak dan kemudian mereka tertawa bersama-sama.
Clara berjalan mendekati meja dan meneguk minumannya sampai habis dan setelah itu dia kembali menghampiri sahabatnya.
"Apa yang akan kita lakukan setelah ini?" tanyanya sambil memandangi kedua sahabatnya.
"Ivy ingin pulang." jawab Megan.
"Kenapa?" Clara melihat kearah Ivy dengan heran.
"Tiba-tiba aku tidak enak badan, sorry. Aku juga jadi tidak mood." jawab Ivy dan dia merasa sedikit bersalah kepada kedua sahabatnya.
"Apa kau sakit?"
"Tidak Clara, aku tidak mood saja karena seorang pria serigala telah membawa moodku pergi."
"Wow, kenapa kau tidak mengenalkan pria itu pada kami?" tanya Megan.
"Kalian carilah dia diantara para tamu, itupun jika dia belum pulang untuk mandi."
"Ivy, lagi-lagi kau melakukannya?" tanya kedua sahabatnya."
"Yes." jawab Ivy dengan senyum diwajahnya.
Megan dan Clara hanya bisa menggeleng, Ivy memang suka mengguyur minuman diatas kepala pria yang hendak menggodanya dan ini sudah kejadian yang entah keberapa kali.
Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam dan Ivy sudah ingin pulang karena memang sudah tidak mood lagi untuk menikmati malam itu.
Setelah membayar minuman mereka, mereka bertiga berjalan keluar dari Bar itu. Ivy berpamitan kepada kedua sahabatnya dan berjalan menuju mobilnya sedangkan Megan dan Clara juga berpisah didepan Bar.
Ivy membawa mobil Porsche seri 911 dan pulang kerumah tapi orang yang ingin menghancurkannya berjalan kesebuah mobil dimana George sedang menunggu dan sepertinya, George tidak berguna dan setelah ini dia akan menghancurkan Ivy Brown menggunakan caranya sendiri.
#Henry#
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 193 Episodes
Comments
Bungkusdong Dotcom
hayooo clara atau megan yg jahat?
2025-02-02
0
Ratna Wati
sepertinya Clara yg JHT...
2024-12-01
0
Indah Milayati
Clara kah
2023-09-05
1