Sebelum memulai syuting, Ivy membaca pesan yang masuk kedalam ponselnya. Pesan itu dikirimkan oleh sahabat baiknya Megan.
Sambil membaca pesan yang dikirimkan oleh Megan, senyum menghiasi wajah Ivy,
"Ivy, jangan lupa malam ini dan jangan lupa juga saat datang kau harus memakai pakaian Ms Rabbit yang biasa kita gunakan."
Ivy terkekeh dan membalas pesan dari sahabatnya.
"Bajunya sudah tidak muat Megan, dadaku semakin besar!" Ivy menulis demikian sebagai lelucon saja.
Megan tertawa terbahak-bahak saat membaca pesan dari sahabatnya dan dengan cepat, dia segera menulis untuk membalas pesan dari sahabatnya.
"Tangan pria mana yang telah membantu membesarkan dadamu?"
"Enak saja! Dadaku besar karena sumpalan!"
Megan kembali tertawa membaca pesan dari Ivy, dia kembali menulis Sebuah pesan diponselnya.
"Oke baiklah, nanti malam kita bicara lagi dan jangan lupa beri sumpalan yang tebal agar dadamu semakin besar, siapa tau ada pria yang tergiur melihat dadamu saat di Bar."
"Baiklah, aku juga harus kembali bekerja dan bersiaplah karena nanti aku akan menyumpal mulutmu menggunakan sumpalan dadaku ini."
Setelah mengirimkan pesan kepada Megan, Ivy meletakkan ponselnya dan kembali membaca naskahnya dan pada saat itu, ponselnya kembali berbunyi karena ada sebuah pesan yang masuk.
Ivy mengambil ponselnya dan membaca pesan itu.
"Ivy, jangan lupa nanti malam tapi sepertinya aku akan sedikit terlambat karena aku ada wawancara disalah satu stasiun televisi. Tapi jika sudah selesai aku akan segera mencari kalian." itu pesan dari Clara.
"Baiklah Clara, jangan kau pikirkan, kami pasti akan menunggumu."
"Thanks Ivy, tolong sampaikan kepada Megan, okey?" pinta Clara.
"Oke, tapi kau yang harus membayar minumannya." jawab Ivy.
"Menyebalkan!"
Ivy tersenyum dan menyimpan ponselnya kembali tapi pada saat itu, Chloe berjalan menghampirinya.
"Ivy, giliranmu."
"Baiklah."
Ivy bangkit berdiri untuk memulai aktingnya tapi tidak jauh darinya, George menatap Ivy dengan tatapan tajamnya.
Dia melihat Ivy mulai berakting dan pada saat itu, ponselnya berbunyi. George mengambil ponselnya dari saku celananya untuk membaca sebuah pesan yang masuk dan setelah membacanya, sebuah seringgai menghiasi wajahnya.
"Ivy, kau pasti akan menjadi milikku." gumamnya sedangkan matanya menatap kearah Ivy dengan tajam.
Hari ini Ivy melakukan pekerjaannya dengan baik, setelah syuting film dia juga harus syuting iklan dan tanpa terasa, waktu sudah malam dan saat ini, dia sedang bersiap-siap didalam kamarnya untuk bertemu dengan kedua sahabatnya.
Setelah selesai, Ivy menyambar kunci mobil Porsche seri 911 yang dia beli dari hasil jerih payahnya. Tentu saja dia memberi tahu adiknya dan meminta adiknya untuk tidur lebih awal karena mungkin dia akan pulang sedikit malam.
Seperti yang biasa Ivy lakukan jika ingin berkumpul dengan sahabatnya, Ivy menyamar, dia menggunakan rambut palsu berwarna merah menyala dan sebuah kaca mata berwarna pink. Itu dia lakukan supaya tidak ada yang mengenalnya dan supaya tidak menimbulkan scandal nantinya.
Ivy membawa mobilnya menuju Mountain Sun Pub dan Brewery karena disanalah, dia akan bertemu dengan kedua sahabatnya.
Dia tidak akan menyangka, jika banyak kejutan yang telah menantinya disana.
Saat dia tiba dan masuk kedalam Bar itu, tidak ada yang mengenalinya karena penampilannya.
Dia berjalan dengan santai menuju sebuah kursi yang ada di Bar itu karena biasanya, dia dan kedua sahabatnya bertemu disana.
Belum ada yang datang jadi dia duduk disana dan memesan minuman sambil menunggu kedua sahabatnya yang terlambat.
Dia tidak menyadari, seseorang menatapnya dengan tajam dan orang itu tidak jauh darinya. Saat dia tiba di Bar itu, orang itu sudah melihatnya sedangkan matanya yang tajam terus mengekori Ivy.
Walaupun Ivy menyamar, tapi dia tahu jika wanita itu adalah Ivy Brown dan tidak hanya itu, tidak jauh darinya, seseorang juga menatapnya dengan penuh kebencian.
Orang itu benar-benar ingin menghancurkan Ivy dan malam ini rencananya harus berhasil.
Minuman yang dipesan Ivy sudah datang dan dia memesan segelas Cocktail. Ivy melihat jam dipergelangan tangannya, sudah lima belas menit dia menunggu disana tapi mana Megan dan Clara? Kenapa mereka berdua belum juga datang?
Ivy membuka kaca matanya dan menyimpannya, setelah itu, dia mulai menikmati Cocktailnya sambil memperhatikan orang-orang yang ada didalam Bar itu sedangkan orang yang ingin menghancurkannya, berjalan kearah salah satu pelayan, orang itu berbisik dan memberikan sesuatu ketangan pelayan Bar disana. Dia juga menunjuk kearah Ivy dengan seringgai jahat yang menghiasi wajahnya, dengan beberapa lembar uang dolar, tentu pelayan Bar akan melakukan apa yang Diminta oleh orang itu.
Ivy tidak tahu jika seseorang sedang memasang jebakan untuknya dan tentunya, George bekerja sama dengan orang tersebut dan dia sudah menunggu diluar untuk mengambil bagiannya nanti.
Tidak lama kemudian, kedua sahabatnya datang. Mereka mendatangi Ivy dengan tergesa-gesa dan segera duduk didepan Ivy dan tentunya mereka juga menyamar agar tidak ada yang tahu identitas mereka.
"Maaf, maaf kami terlambat." ucap Clara dan Megan secara bersamaan.
"Kalian menyebalkan! Aku sudah menunggu sedari tadi bahkan minumanku juga sudah habis!" Ivy pura-pura kesal.
"Aduh maaf, jangan marah. Aku akan mentraktirmu." ucap Clara.
"Harus, kau harus mentraktirku sampai puas!" jawab Ivy dan kedua sahabatnya tertawa.
Mereka memesan minuman dan sesuai perintah yang didapat, pelayan Bar yang mendapat tugas untuk memberikan sesuatu kedalam minuman Ivy melayani mereka dan mencatat pesanan mereka.
Setelah memesan minuman, Megan dan Clara bangkit berdiri, mereka juga menarik tangan Ivy hingga Ivy bangkit dari duduknya.
"Ayo kita berbaur dengan orang-orang untuk menikmati musik." ajak mereka.
"Hei tapi?"
"Ayolah, kita kemari untuk melepas stres bukan?" ucap Clara.
"Benar, karena besok kita harus kembali berakting didepan kamera jadi ayo kita nikmati musiknya." Megan menyetujui ucapan Clara.
Ivy mengikuti kedua sahabatnya menuju tempat dimana suara musik yang dimainkan oleh seorang DJ terdengar begitu keras dan disana, para wanita dan pria meliukkan tubuh mereka mengikuti irama musik.
Megan dan Clara menariknya ketengah-tengah kerumunan orang-orang dan mereka segera berbaur dan menggerakkan tubuh mereka mengikuti irama musik sedangkan Ivy mulai melangkah pergi melewati kerumunan orang-orang yang sedang meliukkan tubuh mereka.
Selagi dia melewati orang-orang, tiba-tiba saja sebuah tangan menarik pinggangnya dan Ivy sangat kaget, yang lebih membuatnya kaget lagi saat mendengar suara berat dan seksi seorang pria yang memanggil namanya.
"Ivy Brown."
Ivy menatap pria itu sedangkan pria itu tersenyum dan mengusap wajahnya.
"Kita bertemu lagi." ucap pria itu.
"Ka..Kau!" Ivy tidak bisa berkata-kata karena pria yang sangat ingin dia hindari ada disana dan yang lebih tidak bisa membuatnya berkata apa-apa, kenapa pria itu tahu siapa dirinya? Padahal dia sedang menyamar!
"Ba..bagaimana kau bisa tahu?" tanyanya.
"Sekalipun kau merubah penampilanmu aku pasti tahu!"
"Kenapa?"
"Karena kau milikku!"
"Jangan bercanda tuan!" Ivy tampak kesal.
Pria itu mendekatkan wajahnya dan berbisik.
"Ingat baik-baik, namaku Henry."
Tanpa Ivy duga, Henry mel*mat bibirnya dengan kasar, Ivy terbelalak kaget dan hendak memukul Henry tapi Henry mendekapnya dengan erat hingga dia tidak bisa bergerak.
Ivy sangat kesal dan marah tapi dia tidak bisa melakukan apapun dan hanya bisa menerima ciuman Henry, dia sungguh ingin melawan tapi dia jadi terbuai.
Inilah yang dia takutkan, entah kenapa dia merasa lemah terhadap pria itu dan dia mulai membalas ciuman Henry padahal mereka baru saja bertemu.
Setelah beberapa saat berciuman, Hendry melepaskan bibir mereka dan mengusap wajah Ivy dengan senyum diwajahnya.
"Tidak buruk." ucapnya dan pada saat itu Ivy tersadar dan menatap Henry dengan tajam.
"Sialan dasar serigala!" Ivy hendak memukul Henry tapi Henry menangkap tangannya.
Ivy sangat kesal, dia segera menarik tangannya dari pegangan tangan Henry dan berlalu pergi meninggalkan Henry sedangkan Henry mengikutinya dari belakang.
Ivy kembali kemejanya dengan kekesalan dihatinya karena dia merasa baru saja diterkam oleh serigala liar.
Saat sudah tiba dimejanya, dia segera meraih minumannya dan pada saat melihat itu, orang yang ingin menjebaknya tersenyum dengan licik.
"Habiskan Ivy karena George sudah menunggumu diluar!" ucap orang itu dengan seringgai jahat menghiasi wajahnya.
# Babank#
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 193 Episodes
Comments
Sulaiman Efendy
YG PENASARAN SIAPA LKI2 YG MMBENCI IVY HINGGA KERJASAMA DGN ROBERT BUAT RUSAK IVY...??
2024-05-24
0
Sulaiman Efendy
BNYK SEKALI PRIA2 RUBAH YG INGIN DPTKN IVY..
2024-05-24
1
Bunda Tyo'Aura-Dara
ya elah.. ternyata anaknya edward.. tp lbh dingin dr bapaknya 😂
2023-12-29
1