Malam semakin larut sedangkan pesta masih berlangsung, Ivy melihat jam dipergelangan tangannya dan waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam.
Dia sudah sangat ingin pulang tapi Chloe melarangnya karena dia harus berada disana sampai pesta itu selesai.
Jujur saja Ivy sudah merasa bosan tapi Chloe berkata, setelah pesta dansa barulah dia boleh pulang.
Ini permintaan dari pengusaha yang mengundangnya dan lagi-lagi, kepala Ivy dipenuhi tanda tanya, siapa sebenarnya yang mengundangnya?
Dia sudah bertanya kepada Chloe tapi Chloe juga tidak tahu karena agensi sangat merahasiakan hal ini.
Ivy menghembuskan nafasnya dengan berat dan memandangi para tamu undangan yang masih menikmati pesta itu.
"Chloe, kapan pesta ini akan berakhir?" tanyanya sambil menghembuskan nafasnya kembali dengan berat.
"Bersabarlah Ivy, mungkin sebentar lagi pesta dansa akan dimulai dan setelah selesai, kita bisa langsung pulang."
"Kenapa harus menunggu pesta dansa selesai Chloe? Apa aku harus berdansa dengan seseorang nanti?" tanya Ivy curiga.
"Aku juga tidak tahu Ivy tapi aku sudah menyiapkan topeng untuk kita berdua karena nanti saat berdansa kita harus mengenakan topeng."
"Ck, aku sungguh tidak mengerti!" Ivy menumpu dagunya dengan kedua lengannya dan menatap para tamu undangan.
Pada saat itu, tanpa sengaja dia melihat seorang pria sedang menatap kearahnya dengan dingin dan entah mengapa, Ivy tidak bisa memalingkan pandangannya dari pria itu dan mereka saling menatap satu sama lain.
Ivy menelan salivanya dengan kasar karena tatapan tajam dan dingin dari pria tampan yang tidak jauh darinya.
Wajahnya yang maskulin, tatapannya yang tajam dan rahangnya yang keras serta jas mahal yang dikenakannya membuat penampilan pria itu begitu sempurna.
Dia sangat ingin memalingkan matanya tapi sungguh tidak bisa, dia bagaikan terbius bahkan dia mulai merasa, tatapan pria itu bagaikan sedang melucuti pakaiannya satu persatu.
Mereka saling pandang untuk beberapa waktu dan pada saat Chloe memanggilnya, Ivy tersadar dan memalingkan matanya dari pria itu.
"Ivy, apa kau baik-baik saja?" Chloe menatapnya dengan heran, dia sudah memanggil Ivy berkali-kali tapi Ivy diam saja.
"Oh, maaf Chloe, aku baik-baik saja."
"Kau tidak sakit bukan?"
"Tidak, tenang saja. Aku hanya melamun karena bosan." dustanya dan dia kembali melihat kearah pria tadi tapi ternyata pria itu sudah tidak ada disana.
"Baguslah, ini topeng untukmu." Chloe memberikan sebuah topeng yang terlihat cantik kepada Ivy dan Ivy segera mengambil topeng yang diberikan oleh Chloe.
"Apa pesta dansanya akan segera dimulai?" tanyanya sambil memakai topeng yang diberikan Chloe.
"Ya." Chloe juga memakai topengnya.
"Oh akhirnya, aku sungguh sudah tidak tahan dan ingin segera pulang."
"Sabarlah sayang, nikmati pesta dansa ini dan carilah seorang pria tampan untuk membangkitkan api gairahmu dilantai dansa." ucap Chloe sambil terkekeh.
"Ck, aku tidak mau melakukannya dan aku akan menunggumu disini jadi kau pergilah Chloe, aku ingin melihatmu membangkitkan api gairahmu dilantai dansa dengan seorang pria." godanya.
Pada saat itu, para pasangan mulai berjalan kearah lantai dansa sedangkan musik merdu mulai dilantunkan.
"Oh My God, damn!" umpat Chloe saat melihat seorang pria tampan berjalan kearah mereka.
"Oh Ivy, semoga ini kesempatanku." ucap Chloe penuh harap.
Ivy terkekeh dan bangkit dari tempat duduknya, dia menepuk pundak Chloe dan berkata:
"Nikmati waktumu Chloe dan ingat, jangan terlalu bergairah." godanya.
"Hei kau mau kemana?"
"Mencari seorang pria yang bisa membangkitan gairahku." jawabnya sambil terkekeh dan dia segera berlalu pergi.
Pria tampan yang menghampiri mereka tadi, mengulurkan tangannya kepada Chloe, tentu Chloe menyambut tangan pria itu dan mereka segera menuju lantai dansa.
Ivy melewati para tamu undangan sedangkan matanya seperti mencari sesuatu, banyak pria yang ingin mengajaknya berdansa tapi dia menolak.
Dia tidak ingin berdansa tapi matanya terus mencari sesuatu dan sungguh, entah apa yang dia cari.
Saat orang-orang sedang sibuk berdansa, Ivy diam saja memperhatikan Chloe yang sedang berdansa dengan senyum diwajahnya. Dia memperhatikan setiap gerakan para pasangan yang sedang berdansa dan pada saat itu, terdengar suara berat dan seksi didekat telinganya.
"Ivy Brown, apa kau tidak mau berdansa denganku?"
Ivy memutar tubuhnya dan memundurkan sedikit langkahnya, dia diam saja saat melihat pria yang berdiri dihadapannya sedangkan sebuah senyuman menghiasi wajah pria itu yang membuatnya semakin mempersona.
Tentu saja pria itu adalah pria yang dia lihat tadi dan pria itu, kembali menatapnya dengan tatapan tajamnya.
Dengan susah payah, Ivy menelan salivanya. Sungguh dia merasa tatapan dingin dan tajam pria itu seperti sedang melucuti pakaiannya satu persatu dan dia tidak suka.
"Hm, itu?" Ivy memalingkan wajahnya tapi tanpa dia duga, pria itu meraih pinggangnya sehingga tubuh mereka merapat.
"Ivy Brown." pria itu kembali berbisik ditelinganya.
Ivy menahan nafasnya dan dia mulai tampak gugup sedangkan sebuah seringgai menghiasi wajah pria itu.
"Tu..tuan." Ivy meletakkan kedua tangannya didada pria itu agar tubuh mereka berdua memiliki jarak.
Nafas hangat pria itu membelai tengkuknya dan dia mulai merasa geli, tanpa dia sadari jantungnya mulai berdetak dengan cepat dan dia semakin gugup.
Kenapa reaksi tubuhnya seperti ini? Padahal pria itu hanya berbicara ditelinganya.
Tangan pria itu mulai mengusap wajah cantiknya dan melepaskan topeng yang sedang dia gunakan, mata mereka saling beradu dan lagi-lagi, Ivy tidak bisa memalingkan matanya dari mata pria itu.
Sebuah senyum menawan menghiasi wajah pria itu dan Ivy semakin terbius.
"Ivy." pria itu kembali menganggil namanya dan Ivy kembali menelan salivanya dengan kasar.
Kenapa reaksinya jadi seperti ini? Padahal ini bukan pertama kalinya dia berada disituasi seperti ini karena, kejadian yang sedang dia alami saat ini tidak jauh berbeda seperti film-film yang dia mainkan, tapi pria itu?
Tidak, tidak bisa! Sepertinya pria itu adalah ancaman yang sangat berbahaya untuknya dan sepertinya dia harus segera menghindari pria itu.
Pria itu mulai mendekatkan wajahnya dan nafasnya yang hangat, membelai wajah Ivy dan hal itu, bisa membuat Ivy gila.
Dengan perlahan, bibir pria itu mulai menyelusuri wajahnya dan pria itu kembali berbisik, "Ivy."
Ivy memejamkan matanya, menikmati sentuhan bibir pria itu sedangkan pria itu semakin memeluknya dengan erat sampai tubuh mereka tidak memiliki jarak.
"Tu..tuan." Ivy semakin gugup apalagi pria itu terus memainkan bibirnya diwajahnya.
"Ja..jangan!" Ivy mencoba mendorong tubuh pria itu dengan sekuat tenaga hingga pelukan pria itu terlepas. Dia harus lari, harus lepas dari pria itu saat ini juga jika tidak, mungkin dia akan membiarkan pria itu melakukan apapun yang dia mau.
Dengan nafas yang memburu sambil memegangi pipinya, Ivy menatap pria itu sedangkan pria itu hanya tersenyum.
Ivy tidak tahan lagi dan langsung memutar langkahnya, dia berlari kearah Chloe dan langsung menarik tangan Chloe yang sedang berdansa.
Pria itu hanya melihat kepergian Ivy dengan senyum diwajahnya, hari ini mungkin Ivy bisa kabur, tapi besok mereka akan bertemu lagi dan dia tidak akan melepaskan Ivy.
Chloe mengikuti Ivy dengan heran, ada apa dengan Ivy?
Mereka berlari sampai diparkiran dan tampak kelelahan.
"Ivy, kenapa kau lari? Apa kau bertemu dengan seseorang yang menakutkan?" Chloe bertanya sambil mengatur nafasnya.
"Tidak! Di..dia serigala!" jawab Ivy dan dia juga mengatur nafasnya.
"Siapa?" Chloe menatapnya dengan heran.
"Entahlah, pria itu bagaikan serigala dan aku harap tidak bertemu dengannya lagi!"
"Oh Ivy, apa kau sudah menemukan seseorang yang bisa membangkitkan gairahmu diantara pengusaha itu?" goda Chloe.
"Tidak! Dasar menyebalkan!"
"Ck, kau lebih menyebalkan! Menarikku seenaknya hanya karena serigala dan menggagalkan keinginanku membangkitkan api gairahku pada pria tampan tadi!" gerutu Chloe kesal.
Ivy terkekeh dan merangkul bahu managernya.
"Maafkan aku, aku akan mengenalkan seorang penjaga dilokasi syuting untukmu nanti." godanya.
"Sialan, Ivy!!"
Ivy tertawa dan langsung lari kearah mobil mereka sedangkan Chloe mengejarnya, walaupun Chloe managernya tapi bagi Ivy, wanita itu seperti sahabat baiknya.
Mereka segera pulang tanpa menunggu pesta itu selesai dan yang pasti, Ivy tidak akan lepas dari pria itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 193 Episodes
Comments
Ney Maniez
🤭🤭
2023-07-22
1
Ariana
Henri kah.layak nya salah satu sahabat ivy ada yang jahat deh
2021-12-10
7
Shiti Ulfa
oh my... apa kau Henry jackson anaknya Edward jackson 🤭🤭🤭
2021-12-06
7