Hari itu, Ivy sedang bersiap-siap untuk menghadiri pesta. Satu jam lagi managernya akan menjemputnya dan dia sedang memilih gaun didalam lemari pakaian.
Sebenarnya dia malas menghadiri pesta para pejabat tapi dia tidak bisa menolak, dia harus menghadiri pesta itu demi reputasinya.
Selagi dia sedang sibuk, ponselnya berbunyi. Ivy mengambil sebuah gaun dan segera berjalan menuju ranjang, dia meletakkan gaun yang dia pilih diatas ranjang dan segera menjawab ponselnya.
"Ivy apa aku menggangumu?" terdengar suara sahabat baiknya.
"Tidak Clara, ada apa?"
"Apa malam ini kau ada waktu?" tanya Clara.
"Maaf, malam ini aku harus pergi kepesta, ada apa?"
"Hei, kita sudah lama tidak bertemu apa kau tidak rindu dengan kami?"
Ivy duduk disisi ranjang dan tersenyum, tentu saja dia rindu dengan teman-temannya tapi dia begitu sibuk akhir-akhir ini sehingga dia tidak punya waktu untuk berkumpul dengan sahabatnya.
Selama dikota itu, dia memiliki dua sahabat baik Clara dan Megan. Mereka adalah sahabatnya sewaktu mengikuti audisi sebuah bintang iklan tapi sayang, mereka berdua tidak lulus audisi sedangkan dia terpilih membintangi iklan tersebut.
Walau begitu, mereka jadi sahabat baik dan terkadang mereka berkumpul bersama-sama untuk menghabiskan waktu.
"Clara, bagaimana kabar kalian?" tanyanya.
"Tentu saja baik ivy, bagaimana denganmu? Aku dengar kau mendapat peran utama lagi?" tanya Clara.
"Yah, begitulah, aku sedang membintangi sebuah film bersama dengan George."
"Wah, selamat untukmu, aku turut senang mendengarnya." ucap Clara.
"Terima kasih Clara."
"Ivy."
"Hm?"
"Megan mengajak kita bertemu, kapan kau punya waktu?"
Ivy tampak berpikir sejenak, Megan mengajak mereka bertemu? Bukankah Megan juga sibuk membintangi sebuah film? Tapi ini akan menjadi hal bagus untuk mereka refresing dari pekerjaan mereka.
"Boleh saja, bagaimana jika besok kita bertemu."
"Benarkah?" Clara tampak gembira.
"Yes." jawab Ivy dengan senyum diwajahnya.
"Ditempat biasa jam sembilan malam." ucap Clara.
"Oke, aku akan menemui kalian ditempat biasa." Ivy menyetujui ajakan sahabatnya.
"Aku tunggu Ivy, aku sudah tidak sabar karena aku sudah merindukanmu dan jangan lupa menyamar agar fansmu tidak menggila di Bar saat melihatmu." ucap Clara sambil tertawa.
"Pasti." jawab Ivy sambil terkekeh.
Setelah mengakhiri pembicaraan mereka, Ivy segera memakai gaunnya karena sebentar lagi managernya akan datang menjemputnya.
Dia tidak boleh terlambat apalagi ini adalah undangan eksclusive dari salah satu pengusaha dan jujur saja, walau dia sudah bertanya pengusaha mana yang menggundangnya tapi agensi yang menaunginya tidak mau memberitahunya.
Yang semakin membuatnya heran, dia disana sebagai tamu saja dan tidak perlu melakukan apapun dan yang lebih membuatnya heran, dia dibayar dengan gaji fantastis.
Walaupun rasanya menjanggal tapi dia tidak terlalu memikirkannya, yang penting dia menghadiri pesta itu, menikmatinya dan setelah itu, bayaran akan masuk kedalam rekeningnya. Dia mengambil kesimpulan, mungkin yang mengundangnya adalah salah seorang fansnya.
Setelah puas dengan penampilannya, Ivy keluar dari kamarnya dan berjalan menuju kamar adiknya, Kely pasti ada didalam kamarnya saat ini.
"Kely." panggilnya saat dia sudah masuk kedalam kamar adiknya.
"Ada apa kak Ivy?" Kely meletakkan buku yang dia baca dan menyimpannya diatas ranjang sedangkan Ivy berjalan mendekati adiknya dengan senyum diwajahnya.
"Aku mau pergi."
"Apa akan lama?" tanya adiknya.
"Tidak, hanya sebentar. Setelah belajar segeralah tidur." Ivy mengusap kepala adiknya dan mencium dahinya.
"Ya kak, kak Ivy juga hati-hati diluar sana."
"Pasti, aku sudah harus pergi karena Chloe sudah menungguku didepan."
"Baik kak Ivy."
Sebelum keluar dari kamar adiknya, Ivy kembali mencium dahi adiknya dan setelah itu, dia segera keluar dan benar saja, Chloe sudah menunggu didepan sana.
Tidak mau membuang waktu, mereka segera berangkat menuju ketempat pesta.
Mereka tiba tepat waktu dan pesta itu sudah cukup ramai, saat Ivy masuk kedalam bersama dengan managernya, hampir semua mata tertuju kearahnya dan Ivy tersenyum dengan ramah.
Dia mulai menyapa dan sungguh dia tidak suka dengan situasi seperti itu karena dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan.
Senyum terus mengembang diwajah Ivy apa lagi saat itu, awak media mulai memotret dirinya dan mulai melemparkan pertanyaan kepadanya.
"Nona Ivy, kapan kau akan menikah?" tanya salah seorang wartawan yang ada disana.
"Ada isu yang mengatakan jika anda menjalin hubungan dengan George, apa benar?" tanya salah seorang lainnya.
"Maaf, aku dan George hanya teman saja." jawab Ivy dengan senyum diwajahnya.
"Selama ini nona tidak terlihat dekat dengan pria manapun, apa nona Ivy tidak tertarik dengan pria?" tanya salah seorang wartawan lagi.
"Maaf, aku tidak ingin dekat dengan pria manapun karena aku sedang menikmati karirku, bukan karena aku tidak tertarik pada seorang pria." jawabnya dengan sopan.
"Jika begitu, bagaimana tipe pria yang anda sukai?"
Ivy merasa canggung untuk menjawabnya tapi para wartawan itu terus mendesaknya, padahal mereka disana untuk mencari berita dari para pengusaha tapi kehadiran Ivy mengalihkan perhatian mereka.
Pada saat itu, beberapa orang dengan tampang menyeramkan, berdiri didepan Ivy dan menghalau para wartawan itu.
Ivy tampak bernafas dengan lega, walaupun dia tidak tahu dari mana orang-orang itu berasal tapi yang penting, dia bisa menghindari para wartawan itu.
Dia dan Chloe segera mencari tempat duduk dan sungguh Ivy tidak menyadari jika dia mendapat tatapan tajam dan dingin dari seseorang.
Pria itu meneguk minumannya sedangkan matanya yang tajam terus mengekori Ivy, jujur saja dia tidak suka melihat Ivy Brown menjadi pusat perhatian apalagi dengan gaun biru yang sedang dipakainya, dimana leher gaun itu begitu rendah dan memperlihatkan belahan dada Ivy yang hampir sebagian isinya yang sekal.
Ingin rasanya dia mencongkel mata para pria yang melihat Ivy tapi jika dia melakukan hal itu, mungkin banyak mata yang harus dia keluarkan apalagi Ivy adalah artis terkenal.
Ivy duduk disebuah kursi bersama dengan Chloe, mereka berdua hanya diam saja disana, memperhatikan para tamu undangan sambil meneguk minuman yang mereka ambil tadi.
"Chloe, besok aku mau pergi dengan teman-temanku." ucap Ivy sambil meneguk minumannya.
"Kemana? Kau harus hati-hati diluar sana."
"Ke Bar, kau tahu bukan? Ditempat biasa."
"Oh, kau ingin bertemu dengan Clara dan Megan."
"Benar, kami sudah lama tidak menghabiskan waktu bersama dan kau tidak perlu khawatir, aku akan menyamar seperti biasa."
"Aku tahu, tapi kau harus tetap berhati-hati."
"Pasti." jawab Ivy dan dia tidak tahu, jika seseorang mendengar pembicaraan mereka.
Orang itu segera mendekati pria yang sedari tadi menatapnya dengan tajam dan membisikkan sesuatu ditelinga pria itu dan pada saat mendengarnya, pria itu mengangguk.
Pria itu kembali meneguk minumannya dengan cepat dan kembali menatap Ivy Brown dengan tatapan dinginnya.
Ivy Brown, pasti akan menjadi miliknya, pasti!
#Ivy#
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 193 Episodes
Comments
Sulaiman Efendy
SIAPA PRIA TRSEBUT..
2024-05-24
0
Indah Milayati
apakah Clara yg mau membantu George
2023-08-24
1
Ney Maniez
, 😲😲😲
2023-07-22
0