Setelah selesai syuting, Ivy pulang kerumahnya karena tidak ada pekerjaan lagi yang harus dia kerjakan hari ini.
Dia lebih memilih pulang untuk menemani adik perempuannya Kely Brown yang baru berusia lima belas tahun.
Adiknya ikut dengannya pindah kekota itu karena kedua orang tua mereka selalu sibuk dengan pekerjaan mereka dan tidak pernah meluangkan waktu untuk mereka.
Kely selalu merasa kesepian dirumah dan pada saat kakaknya memutuskan untuk mengejar impiannya di negeri Paman Sam, Kely lebih mengikuti kakaknya dan bersekolah disana.
Pada mulanya mereka adalah warga negara Canada, Ivy memutuskan memulai karirnya di Colorado karena kedua orang tua yang selalu menentang impiannya.
Mereka tinggal disebuah rumah dan rumah itu Ivy beli dengan hasil jerih payahnya selama dia menjadi artis.
Rumah yang dia beli lumayan besar dan nyaman untuk mereka berdua, disaat usianya menginjak dua puluh satu tahun, Ivy memutuskan untuk mengejar impiannya dan datang ke Colorado.
Selama empat tahun dia bekerja keras didunia entertaintment akhirnya dia bisa menikmati hasil jerih payahnya setelah empat tahun berjuang, pahit manis audisi telah dia lewati bahkan sebelum mendapat peran utama, dia hanya seorang figuran yang ada di belakang layar tapi dia tidak berputus asa demi mencapai impiannya.
Usahanya tidak sia-sia saat drama pertama yang dia mainkan begitu sukses, tawaran demi tawaran mulai berdatangan dan tentu saja Ivy sangat bangga.
Tapi dibalik kesuksesannya, banyak yang ingin menjatuhkannya tapi banyak juga yang menyukainya.
Ivy menghindari setiap pria yang ingin dekat dengannya bahkan dia menolak tawaran seorang sutradara yang memintanya menjadi istri keduanya padahal dia ditawarkan akan selalu mendapat peran utama selama Ivy mau menjadi simpanan sutradara itu.
Ivy sangat tahu, dunia entertaintment Sangat keras tapi dia tidak mau menjadi jal*ng yang menjual tubuhnya demi sebuah kesuksesan.
Dia juga tidak menjalin hubungan dengan pria yang ingin dekat dengannya karena dia tidak mau ada skandal yang bisa membuat adiknya tidak nyaman dan dikejar paparazi.
Ivy memutuskan akan menjalin hubungan serius dengan seorang pria saat adiknya sudah menyelesaikan study belajarnya.
Saat itu, Ivy telah tiba dirumahnya, dia segera turun dari mobil sportnya dan segera masuk kedalam rumahnya sambil memutar kunci mobil dijari telunjuknya.
"Kely, kakak pulang." Ivy masuk kedalam dan melihat adiknya sedang duduk disofa dan tampak sedang menonton televisi.
"Kak Ivy, tadi mommy menelphone dan meminta kita untuk pulang kerumah."
"Oh ya? Ada apa? Tumben mommy meminta kita pulang? Biasanya selalu sibuk dengan pekerjaannya."
"Tidak tahu, kata mommy dia ingin membicarakan hal serius dengan kak Ivy."
Ivy meletakkan tasnya dan berjalan mendekati adiknya, dia segera menjatuhkan diri diatas sofa dan duduk disamping adiknya.
"Ck, hal serius apa yang ingin mommy bicarakan? Palingan meminta kita pulang dan melarangku terjun lebih jauh dalam dunia intertain!"
"Kak Ivy coba hubungi saja." saran adiknya.
"Oke baiklah, aku akan menghubungi mommy tapi kakak mau mandi dulu. Apa kau sudah makan Kely?"
"Sudak kak."
"Bagaimana dengan sekolahmu?"
"Seperti biasa kak." jawab adiknya.
"Baiklah jika begitu, aku mau mandi dulu ya."
Kely mengangguk sedangkan Ivy mengusap kepala adiknya dengan senyum diwajahnya, dia segera bangkit berdiri dan berjalan menuju kamarnya untuk membersihkan diri dan setelah selesai, Ivy duduk disisi ranjang untuk menghubungi ibunya.
"Aku dengar Kely bilang mommy mencariku, ada hal penting apa yang ingin mommy bicarakan denganku?" tanyanya saat ibunya sudah menjawab panggilan darinya.
"Ivy, bisakah dua hari lagi kau pulang?" pinta ibunya.
"Kenapa begitu mendadak?" tanya Ivy curiga.
Selama empat tahun dia pergi dari rumah tapi belum pernah ibunya memintanya untuk pulang apalagi tiba-tiba seperti ini. Entah mengapa dia jadi curiga dengan permintaan ayah dan ibunya.
"Jangan banyak bertanya Ivy! Aku dan daddymu sudah memutuskan akan menikahkan kau dengan seorang rekan bisnis kami jadi segeralah pulang dan berhenti dari dunia entertainment!" ucap ibunya.
Ivy terbelalak Kaget? Menikahkan dirinya dengan rekan bisnis? Pasti ayah dan ibunya melakukan hal itu untuk memajukan perusahaan mereka.
Ayah dan ibunya hanya memikirkan perusahaan mereka saja tanpa memikirkan perasaannya sama sekali.
"Aku tidak mau!" tolaknya.
"Kau tidak bisa menolak Ivy karena kami sudah setuju akan menikahkanmu dengannya!"
"Jangan berharap aku akan pulang mom! Lagi pula aku sibuk karena aku harus syuting film jadi sebaiknya mommy dan daddy membatalkan pernikahanku dengan rekan bisnis kalian!"
Seperti yang dia duga, pasti ada yang diinginkan oleh kedua orang tuanya dan sungguh dia tidak menyangka, jika kedua orang tuanya ingin menikahkan dirinya dengan rekan bisnisnya. Apa yang dipikirkan oleh kedua orang tuanya hanya bisnis mereka saja? Itulah sebabnya, Kely lebih memilih ikut dengannya karena kedua orang tuanya tidak pernah memperdulikan mereka.
"Ivy dengarkan permintaan kami sekali ini saja." pinta ibunya.
"Tidak! Kalian hanya memikirkan bisnis kalian saja tanpa memikirkan perasaanku!" setelah berkata demikian Ivy mematikan ponselnya dan melemparkan ponselnya keatas ranjang.
"Ivy!" ibunya berteriak dari seberang sana dan tampak sangat marah karena putrinya tidak mau menikah dengan rekan bisnisnya.
Sekarang apa yang harus dia katakan karena saat ini, pria yang akan dijodohkan dengan putrinya sedang berada diluar dan sedang berbicara dengan suaminya.
Marlyn Brown segera keluar dari kamarnya untuk menghampiri rekan bisnisnya yang sudah menunggu bersama dengan suaminya.
"Bagaimana Marlyn, apa Ivy akan pulang?" Josep Brown bertanya kepada istrinya sedangkan seorang pria menatap kearahnya dengan tajam.
Marlyn tampak gugup, entah apa yang harus dia katakan tapi dia harap rekan bisnis mereka tidak marah dan tersinggung.
"Maafkan, maafkan putriku. Dia bilang sedang sibuk syuting jadi tidak bisa kembali dalam waktu singkat." ucap Marlyn kepada rekan bisnisnya yang tampak diam saja.
Pria itu hanya menatap mereka dengan tatapan tajam dan dinginnya, tidak ada sedikitpun senyum diwajahnya sampai membuat Josep dan Marlyn menelan ludahnya dengan kasar.
"Jadi putrimu menolakku?" tanya pria itu dengan suara dingin dan datarnya.
"Tidak, tidak begitu tuan. Dia hanya sibuk saja." sangkal Marlyn dengan cepat.
Jangan sampai membuat pria itu tersinggung dan marah jika tidak maka habislah mereka!
Mereka akan langsung bangkrut dan usaha yang mereka bangun dengan susah payah akan langsung gulung tikar.
Siapa yang tidak mengenal pria itu? Jika dia sudah tidak suka maka dia akan menghancurkan orang itu tanpa ragu bahkan pria itu sendiri yang meminta kepada Josep Brown untuk dijodohkan dengan Ivy Brown.
"Baiklah jika begitu." pria itu segera bangkit berdiri sedangkan matanya masih menatap Josep dan istrinya dengan tajam.
"Tuan jangan marah, kami akan membujuknya." pinta Marlyn Brown.
"Tidak perlu!" pria itu berkata demikian dan langsung melangkah pergi.
Beraninya Ivy Brown menolaknya?! Dia akan menemui wanita itu dan mendapatkannya menggunakan caranya sendiri! Sepertinya Ivy tidak bisa dia dapatkan dengan cara baik-baik dan sepertinya dia akan menggunakan caranya dan dia yakin Ivy akan menjadi miliknya.
Setelah kepergian pria itu, Josep dan Marlyn tampak ketakutan karena mereka telah membuat pria itu marah.
Sepertinya mereka harus membujuk putri mereka lagi untuk segera pulang dan berhenti dari pekerjaannya saat ini dan mereka berharap pria itu tidak menghancurkan perusahaan mereka.
Tapi sungguh Ivy Brown tidak tahu siapa yang telah ditolaknya dan lagi pula, dia memang belum mau menikah tapi pria itu tidak akan melepaskannya dengan mudah karena apa yang dia inginkan akan dia dapatkan apapun caranya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 193 Episodes
Comments
Ney Maniez
🤔🤔🤔🤔
2023-07-22
1
💕febhy ajah💕
waduh penisirin dgn pria yg melamar ivy, semoga bukan orng jahat.
2023-01-28
0
Ibelmizzel
mampir Thor.
2022-07-19
0