Episode 11. Telepon Misterius

Aidan membaringkan Saras dengan lembut di ranjang. Sentuhannya membuat Saras mulai terbawa.  Tapi Aidan terbakar gejolak. Aliran darahnya mengalir semakin kuat. Tanpa sadar lelaki itu mulai menggila. Nafasnya memburu. Aidan melakukannya dengan  kasar. Saras   tak  menyangka bahwa kejadian pertama itu akan berlangsung cukup lama dan menyakitkan.

*

 Wajah Pak Argajaya gusar. Ia  melangkah buru-buru.  Ia sudah ditunggu dari tadi oleh beberapa orang body guardnya di parkiran mobil  di lantai basement hotel.

“Itu Boss datang.” Seorang body guard memberi tahu temannya.

"Selamat sore, Boss..." Semua body guard mengangguk hormat ke Pak Argajaya.

“Enggak becus kerja kalian ini! Mana iblis betina itu?!” Pak Argajaya tak sempat berbasa-basi. Matanya melotot ke

beberapa body guardnya.

“Dia disni, Boss…!” Seorang body guard mendekati sebuah mobil van.

KLAAK! Body guard segera membuka pintu belakang mobil van itu.

Pak Argajaya mendekat. Tampak di dalam mobil van itu seorang perempuan berpenampilan awut-awutan. Dilhat  dari wajahnya diperkirakan usainya sudah setengah baya. Dia perempuan yang tadi muncul dan sempat mengganggu akad nikah Aidan dan Saras. Tangan perempuan itu kini diikat pakai tali.

"Kami terpaksa mengikatnya supaya dia gak ngamuk, Boss." Body guard menjelaskan ke Pak Argajaya

Pak Argajaya jengkel melihat perempuan itu. Ia terlihat jijik kala menatap wajah kotor si perempuan di mobil van. “Heh! Bagaimana kau  bisa lepas dan muncul di acara pernikahan Aidan?” Pak Argajaya melotot geram.

Perempuan itu terkekeh. “He he he. Aku dibawa kemari naik mobil.” katanya dengan suara yang aneh.  “Aku senang naik mobil. Sudah lama aku tak naik mobil.”

TRAPP!  Pak Argajaya meremas mulut perempuan itu dengan kasar hingga berhenti terkekeh.

“Tak usah ketawa! Siapa yang melepaskanmu? Bilang!”

GRIKK. Tanpa disangka tiba-tiba tangan Pak Argajaya digigit perempuan itu!

“Hiihh…!” Pak Argajaya melepaskan cekalan tangannya ke mulut perempuan itu dengan jijik. Ia segera menjauh. Tapi perempuan itu malah ketawa lagi. Lebih keras.

“He he he. Makanya biarkan aku datang kemari. Kini aku sudah melihat anakku.” Perempuan itu tampak senang. “Aidan semakin  tampan. Dan dia sudah menikah. He he he he…”

Pak Argajaya gusar karena pertanyaannya tak dijawab. Ia  bicara agak di depan wajah perempuan itu agar si perempuan jelas memperhatikan kala Pak Argajaya bicara. “Aku tau kau masih bisa berpikir dan mengingat! Coba ingat! Siapa yang melepaskanmu dan membawamu kemari?!”

Perempuan itu seperti memahami ucapan Pak Argajaya. Sikapnya seperti sedang berpikir dan mengingat. Lalu ia kemudian tertawa. “Ha ha ha ha ha. Mobil. Aku kemari naik mobil! Mobilnya bagus…!” Perempuan itu sangat senang tertawa. Ia ngakak dengan girang. “Aku pengen naik mobil lagi. Aku gak mau di kamar terus.”

Makin geram wajah Pak Argajaya. “Rupanya kau butuh dihajar supaya ingat!”

Dengan cepat pak Argajaya mendekati perempuan itu. Lalu…

BUKKK!

BUUKK!

BUUKK!

Pak Argajaya memegang kepala perempuan itu dengan kasar. Lantas dihantamkannya ke bagian belakang kursi mobil beberapa kali.

“Aaaargghhh…!” Perempuan itu terpekik kesakitan. Lalu dia menangis sesenggukan. “Hu hu hu hu…!”

“Malah nangis…!” Pak Argajaya semakin emosi. Ia kesal melihat perempuan itu sesenggukan.  Dipelototinya perempuan itu.

PLAAKK!

Tangan Pak Argajaya melayang ke arah wajah perempuan itu.

“Aaaarrgghhh….!!” Perempuan itu berteriak kesakitan. Kepalanya sempat terhuyung karena hajaran Pak Argajaya sangat keras.

“Makanya bilang! Siapa yang melepaskanmu dan membawamu kemari?!” Pak Argajaya menarik wajah perempuan itu dengan geram sambil melotot galak.

“Hu hu hu hu….” Perempuan itu terus menangis. Wajahnya basah air mata. Sebagian air mata diusap-usapkannya ke bagian lain wajah dan rambut hingga wajahnya makin berantakan tak karuan.

“Dasar iblis betina!” Pak Argajaya memaki dengan jengkel. Didorongnya perempuan itu hingga terhempas ke lantai mobil.

“Huuh..!” Pak Argajaya mendengus,  menenangkan dirinya. Ia merapikan pakaian dan berusaha terlihat cool. Pak Argajaya melihat beberapa body guardnya berwajah tegang. Mereka sadar bakal dimarahi Bossnya.

“Kalian makan gaji buta?!” Hardik Pak Argajaya ke para anak buahnya. “Apa kalian sama sekali tidak melihat bagaimana perempuan ini bisa masuk ke ruangan pernikahan?!”

Seorang body guard bertubuh lebih tambun dari yang lain dan terlihat lebih tua mengangguk. Sepertinya body guard ini pemimpin kelompok pengawal. “Biar saya jelaskan, Boss. Tadi sudah kami cek di CCTV. Ada seorang yang mengenakan semacam mantel hitam dan kepalanya tertutup membawa perempuan ini ke depan ruangan.”

DEEGG!

Pak Argajaya kaget juga. “Yang bener kamu?” Pak Argajaya rada gak percaya menatap securitynya.

“Benar Boss.  Dia muncul begitu saja dan menaruh perempuan ini di depan pintu ruangan.”

 Security lain menambahkan. “Kami sudah cek di monitor CCTV lain yang di luar ruangan, orang yang pake mantel ini sebelumnya gak kelihatan, Boss.”

“Aneh…” Gumam Pak Argajaya.

“Makanya kami juga bingung Boss. Lalu perempuan  ini diarahkannya masuk lewat pintu depan. Terus orang yang kepalanya tertutup mantel ini pergi entah kemana. Gak kelihatan lagi di monitor ruang depan. Kami lihat di monitor ruang dalam, tau-tau  perempuan ini   sudah masuk sendiri ke ruang acara!”

“Ya sudah jelas. Pasti orang itu yang membuat perempuan ini bisa masuk ruangan! Heh! Apa kamu sempat melihat

wajahnya, Sam?” Pak Argajaya bertanya ke security. “Orang yang pakai mantel itu maksud saya. Dia perempuan atau lelaki?”

Body Guard yang dipanggil Sam imenyahut. “Kami gak bisa melihat wajahnya Boss. Sepertinya dia paham dimana  kamera CCTV terpasang. Setiap sudut kamera menyorot wajahnya dia menunduk sehingga  mantel penutup kepalanya saja yang kelihatan!”

Pak Argajaya mendengus. “Yang bener aja!”

“Kami juga heran kenapa dia seperti paham kerja keamanan, Boss. Dia pintar sekali menjaga agar wajahnya gak

kelihatan di kamera.”

“Dasar ular!” Maki Pak Argajaya.  “Kita berhadapan dengan orang yang licik rupanya!”

Tiba-tiba terdengar nada dering hand phone. Sebuah lagu instrumental dengan bunyi harpa  mengalun manis. Pak Argajaya kaget. Itu nada dering hand phone pribadinya yang berbunyi. Padahal nomer itu hanya diketahui oleh segelintir orang terdekatnya saja.

Lelaki itu mengambil hand phone. Dilihatnya nomer yang masuk tertulis “private number’ tanda si penelpon tak mau diketahui identitasnya.

“Ya.  Hallo..!” Pak Argajaya menerima telpon yang masuk itu dengan jengkel. “Siapa ini yang berani menelpon saya di nomer pribadi?!

Sebuah suara mirip robot,  sepertinya suara manusia biasa tapi diubah dengan bantuan mesin pengubah suara, menjawab telpon itu.

“Lepaskan perempuan itu!”

“Heh! Kenapa kamu mengatur saya? Siapa kamu?!” Suara Pak Argajaya jengkel.

“Tak usah sombong! Saya juga bisa mengatur orang sepertimu!” Suara mirip robot itu terkesan meremehkan Pak Argajaya! “Sekarang juga lepaskan perempuan itu! Kau bawa dia ke belakang hotel. Ada mobil berwarna putih sudah menunggunya di belakang hotel!”

“Kau mau main-main denganku rupanya!” Pak Argajaya makin emosi. “Aku gak akan menuruti perintahmu!”

“Ha ha ha ha.” Suara mirip robot itu terkekeh. “Kau harus menuruti perintahku Argajaya. Karena aksimu menghajar istrimu tadi sudah terekam kamera! Aku sudah simpan file videonya. Tentu saja kau bisa ikut melihat! Buka saja kiriman video yang masuk ke handphone mu!”

DEEGG!

Pak Argajaya makin deg-degan. Ia menutup telpon tadi. Diperiksanya hand phonenya. Benar. Ada sebuah pesan masuk.

Sebuah file video berdurasi pendek, sekitar 2 menit sudah terkirim. Pak Argajaya membuka video itu.

BERSAMBUNG…….

NOTE: adegan dewasa di episode ini sudah direvisi author.

 

 

Terpopuler

Comments

Anthy Khalid

Anthy Khalid

aku suka pria bermantel itu...rupanya agrawijaya dan anaknya mendptkan lawan yg sepadan...

2021-05-29

0

🌻Ruby Kejora

🌻Ruby Kejora

like mendarat

2021-03-03

0

@M⃠ⁿꫝieʸᵃɴᵉᵉʰʜɪᴀᴛ𓆊🎯™☂⃝⃞⃟ᶜᶠ

@M⃠ⁿꫝieʸᵃɴᵉᵉʰʜɪᴀᴛ𓆊🎯™☂⃝⃞⃟ᶜᶠ

yuhuuuu.. like lagi💕

2021-01-15

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1. Lamaran
2 Episode 2. Kebencian Rama
3 Episode 3. Pilih Orang Tua Atau Kekasih?
4 Episode 4. Perbuatan Durhaka Suami Kepada Istri
5 Episode 5. Penculikan
6 Episode 6. Watak Asli Pak Argajaya
7 Episode 7. Saras Dibebaskan
8 Episode 8. Rama Masuk Penjara
9 Episode 9. Perempuan Gila di Acara Pernikahan
10 Episode 10. Kamar Pengantin
11 Episode 11. Telepon Misterius
12 Episode 12. Seorang Lelaki Masuk Ke Kamar Mandi
13 Episode 13. Dikejar Waktu
14 Episode 14. Pernikahan Yang Sempurna Di Mata Para Jomblo
15 Episode 15. Nerissa Si Cantik Tapi Macho
16 Episode 16. Berubah Romantis
17 Episode 17. Romantis Di Paris
18 Episode 18. Riak Cinta Di Sungai Seine
19 Episode 19. Kenapa Harus Perempuan Yang Salah?
20 Episode 20. Saras Bersyukur
21 Episode 21. Rumah Besar Di Kaki Gunung Salak
22 Episode 22. Perempuan Tidak Boleh Hanya Diam
23 Episode 23. Lucerne, Kota Tua Nan Romantis Di Swiss
24 Episode 24. Aidan Jutek
25 Episode 25. Ruangan Rahasia Di Dalam Villa
26 Episode 26. Bu Wicaksono Menelpon Nerissa
27 Episode 27. Tinju Mendarat Di Mount Titlis
28 Episode 28. Tarik Sis, Semongkooo..!
29 Episode 29. Butik Versace, Milan, Italy
30 Episode 30. Pertunjukan Spektakuler Opera Aida
31 Episode 31. Heru Ketahuan
32 Episode 32. Steak Ikan di Pesawat
33 Episode 33. Nerissa dan Jhon
34 Episode 34. Kutukan Heru Sebelum Meregang Nyawa
35 Episode 35. Kuburan Di Petak Tanaman Bunga
36 Episode 36. Villa Simbol Kekejaman Argajaya
37 Episode 37. Lia Membakar Villa
38 Episode 38. Rama Wicaksono Bebas
39 Episode 39. Rama Bertemu Arabella
40 Episode 40. Test Pack
41 Episode 41. Pistol
42 Episode 42. Tertembak
43 Episode 43. Lelaki di Keramaian Jalan
44 Episode 44. Rama Hendak Jualan Beha
45 Episode 45. Jumbo Sale
46 Episode 46. Penyerbuan
47 Episode 47. Dimana Celana Dalam Pink Nerissa?
48 Episode 48. Cepat
49 Episode 49. Aidan Terluka
50 Episode 50. Wanita Pengusaha
51 Episode 51. Saras Bertemu Rama
52 Episode 52. Kemana Para Pembantu?
53 Episode 53. Daster Adem
54 Episode 54. Saras Juga Bisa Marah
55 Episode 55. Pisang Kepok
56 Episode 56. Rela Dijadikan Istri Kedua
57 Episode 57. Aidan Tak Mau Minta Maaf
58 Episode 58. Firasat Jhon Sebelum Kematian Lia
59 Episode 59. Argajaya Terbakar
60 Episode 60. Nerissa Sakit Atau Hamil?
61 Episode 61. Janin di Perut Saras Berontak
62 Episode 62. Perempuan Biasa Yang Ingin Punya Anak
63 Episode 63. Tergoda Sehabis Mandi
64 Episode 64. Sabar
65 Episode 65. Kebelet Menikah
66 Episode 66. Pisang Raja Di Kolam Renang
67 Episode 67. Pakai Celana Yang Benar
68 Episode 68. Bukan Cara Membuat Anak
69 Episode 69. Emak Jhon Nongol Lagi
70 Episode 70. Siapa Yang Mengintip Dari Jendela?
71 Episode 71. Emak Jhon Ingin Menggendong Bayi
72 Episode 72. Nerissa dan Jhon Tetap Menggebu
73 Episode 73. Baby Austin Yang Tampan
74 Episode 74. TAMAT (Kala Duka Berganti Bahagia)
75 Episode 75. VISUAL
76 Episode 76. BONUS CERITA 1 Saras dan Gerald
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Episode 1. Lamaran
2
Episode 2. Kebencian Rama
3
Episode 3. Pilih Orang Tua Atau Kekasih?
4
Episode 4. Perbuatan Durhaka Suami Kepada Istri
5
Episode 5. Penculikan
6
Episode 6. Watak Asli Pak Argajaya
7
Episode 7. Saras Dibebaskan
8
Episode 8. Rama Masuk Penjara
9
Episode 9. Perempuan Gila di Acara Pernikahan
10
Episode 10. Kamar Pengantin
11
Episode 11. Telepon Misterius
12
Episode 12. Seorang Lelaki Masuk Ke Kamar Mandi
13
Episode 13. Dikejar Waktu
14
Episode 14. Pernikahan Yang Sempurna Di Mata Para Jomblo
15
Episode 15. Nerissa Si Cantik Tapi Macho
16
Episode 16. Berubah Romantis
17
Episode 17. Romantis Di Paris
18
Episode 18. Riak Cinta Di Sungai Seine
19
Episode 19. Kenapa Harus Perempuan Yang Salah?
20
Episode 20. Saras Bersyukur
21
Episode 21. Rumah Besar Di Kaki Gunung Salak
22
Episode 22. Perempuan Tidak Boleh Hanya Diam
23
Episode 23. Lucerne, Kota Tua Nan Romantis Di Swiss
24
Episode 24. Aidan Jutek
25
Episode 25. Ruangan Rahasia Di Dalam Villa
26
Episode 26. Bu Wicaksono Menelpon Nerissa
27
Episode 27. Tinju Mendarat Di Mount Titlis
28
Episode 28. Tarik Sis, Semongkooo..!
29
Episode 29. Butik Versace, Milan, Italy
30
Episode 30. Pertunjukan Spektakuler Opera Aida
31
Episode 31. Heru Ketahuan
32
Episode 32. Steak Ikan di Pesawat
33
Episode 33. Nerissa dan Jhon
34
Episode 34. Kutukan Heru Sebelum Meregang Nyawa
35
Episode 35. Kuburan Di Petak Tanaman Bunga
36
Episode 36. Villa Simbol Kekejaman Argajaya
37
Episode 37. Lia Membakar Villa
38
Episode 38. Rama Wicaksono Bebas
39
Episode 39. Rama Bertemu Arabella
40
Episode 40. Test Pack
41
Episode 41. Pistol
42
Episode 42. Tertembak
43
Episode 43. Lelaki di Keramaian Jalan
44
Episode 44. Rama Hendak Jualan Beha
45
Episode 45. Jumbo Sale
46
Episode 46. Penyerbuan
47
Episode 47. Dimana Celana Dalam Pink Nerissa?
48
Episode 48. Cepat
49
Episode 49. Aidan Terluka
50
Episode 50. Wanita Pengusaha
51
Episode 51. Saras Bertemu Rama
52
Episode 52. Kemana Para Pembantu?
53
Episode 53. Daster Adem
54
Episode 54. Saras Juga Bisa Marah
55
Episode 55. Pisang Kepok
56
Episode 56. Rela Dijadikan Istri Kedua
57
Episode 57. Aidan Tak Mau Minta Maaf
58
Episode 58. Firasat Jhon Sebelum Kematian Lia
59
Episode 59. Argajaya Terbakar
60
Episode 60. Nerissa Sakit Atau Hamil?
61
Episode 61. Janin di Perut Saras Berontak
62
Episode 62. Perempuan Biasa Yang Ingin Punya Anak
63
Episode 63. Tergoda Sehabis Mandi
64
Episode 64. Sabar
65
Episode 65. Kebelet Menikah
66
Episode 66. Pisang Raja Di Kolam Renang
67
Episode 67. Pakai Celana Yang Benar
68
Episode 68. Bukan Cara Membuat Anak
69
Episode 69. Emak Jhon Nongol Lagi
70
Episode 70. Siapa Yang Mengintip Dari Jendela?
71
Episode 71. Emak Jhon Ingin Menggendong Bayi
72
Episode 72. Nerissa dan Jhon Tetap Menggebu
73
Episode 73. Baby Austin Yang Tampan
74
Episode 74. TAMAT (Kala Duka Berganti Bahagia)
75
Episode 75. VISUAL
76
Episode 76. BONUS CERITA 1 Saras dan Gerald

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!