Rumah mewah kediaman Brasetyo

Akhirnya Brasetyo membawa Aneska ke kediamannya, sebelum itu Brasetyo membawa Aneska ke tempat butik langganannya. Kedatangan Brasetyo membuat semua para pekerja di butik tersebut menyambutnya dengan baik.

Aneska sendiri hanya terpukau dengan kemegahan butik terkenal itu. Sebelumnya dirinya hanya mampu membeli gaunnya di toko biasa ataupun barang diskonan saja.Bahkan manager butik itu sendiri langsung menangani Brasetyo.

" Selamat pagi tuan, ada yang bisa kami bantu?" Ucap manager wanita tersebut dengan sopan.

" Benar, tolong make over nona ini sesuai dengan umurnya!" Jelas Brasetyo. Aneska melirik tubuhnya sendiri, menurut Aneska dirinya sudah cukup cantik dengan make up yang mencolok.

" Apa make upku luntur? Apakah gaunku kurang bagus. Ini gaun termahal yang aku miliki. Apakah terlihat murahan? Ini cocok untuk umurku. Aku tidak pernah mengenakan baju milik mamy! " Batin Aneska melihat penampilannya sendiri.

Dimana penampilannya cukup pas menurutnya, namun Brasetyo ingin merubahnya. Aneska menurut.

" Baiklah tuan, aku akan melakukan sesuai dengan keinginan anda." Ucap manager wanita tersebut menunduk sopan dan memberi senyum terbaik kepada Brasetyo.

Aneska tidak mengerti dengan apa yang di lakukan para pelayan tersebut, mereka hanya mengiring dirinya duduk di atas kursi rias.

Para make over profesional langsung menghapus make up berwarna mencolok di wajah Aneska. Sedangkan Brasetyo sambil menunggu Aneska di make over dia juga memilih baju pria untuknya sendiri.Para make over mengubah seluruh penampilan Aneska dari ujung kaki sampai kepala.

Dengan cepat mereka menyelesaikan pekerjaannya, beberapa menit kemudian Aneska nampak berbeda. Manager wanita itu akhirnya memanggil Brasetyo.

" Tuan, sudah selesai!" Ucap manager wanita itu sambil tersenyum agar meningkatkan pelayanan yang baik untuk para tamu yang datang ke butiknya, apalagi jika dengan Brasetyo, pelanggan paling royal dan mempunyai kartu platinum.

Brasetyo terperangah dan terkesan melihat pakaian Aneska yang mulai tertutup dan lebih sopan, make up natural dan tidak mencolok lagi, Dimana Aneska terlihat lebih muda dan segar.

Dari hak sepatu bermerk berwarna gold, dress dibawah lutut berwarna pink itu sangat elegan di tubuh Aneska, bahkan Aneska terlihat lebih muda dengan make up natural berwarna soft tersebut. Di tambah dengan senyuman Aneska yang sangat tulus.

" Akhirnya, kamu lebih cantik seperti ini nak. Make up ini sesuai dengan umurmu." Jelas Brasetyo tersenyum. Bukan hanya itu, Aneska membawa banyak pakaian dari butik tersebut. Aneska merasa senang.

Udin yang semenjak tadi menunggu di dalam mobil ikut terperangah melihat penampilan Aneska yang telah berubah.

" Wah, manis sekali. Dia sangat cantik ya tuan." Jelas Udin membuka mulutnya lebar-lebar. Aneska semakin merona mendengar pujian-pujian dari mereka.

Setelah setengah jam kemudian, akhirnya Brasetyo sampai di kediamannya. Aneska membuka mulutnya lebar-lebar, matanya membulat melihat rumah bagaikan istana.

" Wah...Rumah siapa ini kakek?" Tanya Aneska begitu polos melihat kemegahan rumah Brasetyo.

" Rumah siapa lagi, ya rumah tuan Brasetyo!" Timpal Udin. Sedangkan Brasetyo hanya tersenyum melihat kepolosan Aneska.

" Benarkah? Berapa orang yang tinggal disini? Kenapa besar sekali?" Ucap Aneska. Taman yang membentang luas, bangunan yang cukup tinggi dan luas. Bagaikan di cerita dongeng bahwa istana itu benar-benar ada. Bahkan jarak gerbang sampai pintu rumah sekitar 5 km. Halaman yang sangat luas. Brasetyo saja jika ke gerbang harus menggunakan motorcycle.

" Sebenarnya hanya dua orang saja, Aku dan cucuku. 10 pelayan, 4 koki, 12 securty 2 supir dan 6 bodyguard." Jelas Brasetyo.

" Apa? Apakah ini panti asuhan? Mengapa kakek mempekerjakan orang sebanyak itu. Sedangkan kakek hanya dua orang saja?" Tanya Aneska.

" Jumlahnya lebih banyak pelayan kakek daripada jumlah pekerja mamy. Apakah mereka mengasuh bayi? Ah, tapi tetap terlalu banyak! Apakah aku sedang bermimpi? " Batin Aneska tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Rumah Prastyo benar- benar mewah.

Akhirnya Aneska turun dari mobil dan pintu besar tersebut di buka oleh dua pelayan wanita.

" Selamat sore tuan!" Ucap dua pelayan dengan pakaian yang sama sambil menundukkan kepala menyambut kedatangan Brasetyo dan juga Aneska.

" Sore.." Ucap Brasetyo tersenyum memasuki ke dalam rumah, di ikuti oleh Aneska dan beberapa pelayan yang membawa belanjaan Aneska di belakangnya.

Menakjubkan, bahkan di dalam rumah Brasetyo sangat mewah dan luas. Lampu-lampu besar dan mewah, kursi yang mewah bahkan guci-guci besar. Tangga yang tinggi memutar mengelilingi rumah. Rumah Brasetyo terdiri dari enam lantai. Dimana juga ada lift di dalam rumah Brasetyo.

" Kakek cubit aku!" Ucap Aneska dengan mulut terbuka lebar, bagaikan mimpi baginya bisa melihat rumah sebesar ini bahkan bisa menginjaknya saat ini.

" Hahahah, Rumahku tidak terlalu besar, aku akan menunjukkan kamarmu!"Jelas Brasetyo menekan tombol lift yang berada di dalam rumahnya.

" Apa? Tidak terlalu besar? Aku rasa ini bukan rumah. Bahkan mall kalah besar. Bagaimana mereka bisa membangun rumah sebesar ini? wah aku rasa aku bisa naik lift di mall saja. Ternyata di rumah ini ada juga, sangat canggih." Batin Aneska tidak berhenti terkagum- kagum.

Entah dirinya saat ini berada dimana, yang jelas Aneska masih belum percaya apa yang di lihatnya itu nyata. Brasetyo bahkan tidak mau mencubitnya. Yang pada akhirnya Aneska sendiri yang mencubit dirinya.

" Aw....." Teriak Aneska kesakitan. Lalu menggosok pipinya pelan.

" Ada apa nak?" Ucap Brasetyo terkejut.

" Ah, ternyata Anes tidak bermimpi!" Jelas Aneska mengelus kulitnya yang merah akibat cubitannya sendiri. Sedangkan Brasetyo tidak berhenti tersenyum melihat sikap Aneska. Brasetyo berfikir, ternyata masih banyak orang yang tidak seberuntung dirinya termasuk Aneska.

Mereka akhirnya sampai di kamar Aneska yang luas dan mewah. Kasur yang begitu empuk dan besar, bahkan bisa lima orang tidur di ranjang itu. Bahkan club malamnya masih kalah besar dengan kamar yang di lihatnya ini.

" Berapa orang yang tidur di dalam kamar ini kek?" Tanya Aneska polos.

" Tentu dirimu saja!" Ucap Brasetyo tertawa mengembang melihat kepolosan Aneska.

" Apa??? E..e benar..kah??" Ucap Aneska menatap tak percaya,

" Ya benar!" Ulang Brasetyo meyakinkan Aneska.

Mata coklat itu melihat ke semua arah kamar yang menakjubkan dan mewah. Entah bagaimana perkataan yang pantas untuk mengungkapkannya, yang jelas kamar tersebut benar-benar luas dan mewah. Lebih luas dari club malam tempat tinggalnya, bahkan lebih luas dari lapangan sepak bola.

" Aku harap, kamu bisa betah di rumah ini. Dan kamu bisa kapan saja membawa ibumu berkunjung kesini!" Ucap Brasetyo.

" Benar..kah?" Ya hanya itu yang bisa Aneska lontarkan. Itu bukan mimpi, namun Aneska sampai saat ini masih belum percaya apa yang di lihatnya. Dan bisa membawa ibunya ke rumah ini, membuat Aneska senang.

Terpopuler

Comments

Widya Nita

Widya Nita

visual nya Thor pkease

2022-03-26

2

Suri Hadassa

Suri Hadassa

Permisi...
Mau promo karyaku "Buka Hati"
Kalau berkenan mampir ya 😊🙏

2021-05-11

1

Sumarni Marni

Sumarni Marni

ya..ya cuma ada di novel ....ayo kita ngehalu bersama....wkwkwk

2021-04-13

1

lihat semua
Episodes
1 Diskotik
2 Menolong
3 Kediaman Brasetyo
4 Jangan meremehkan wanita
5 Jangan memandang sebelah mata.
6 Hati yang tidak akan pernah berubah
7 Merasa muda kembali
8 Kekalahan Aneska.
9 Kesepakatan
10 Rumah mewah kediaman Brasetyo
11 Kabar mengejutkan
12 Bimbang
13 Menolak mentah-mentah
14 Pernikahan mendadak
15 Malam pertama
16 Hari pertama menikah.
17 kesalahpahaman sang kekasih, Viona.
18 Memberi penjelasan
19 Wanita Parasit
20 Rencana resepsi pernikahan.
21 Resepsi pernikahan.
22 Kedatangan Viona
23 Kediaman baru
24 Mencoba jadi istri yang baik
25 Wanita tidak berguna.
26 Aneska menjadi sakit.
27 Teman baru, bik Inah
28 Belajar memasak
29 Selama sebulan jadi istri Arya.
30 Kisah Viona and Rey
31 kissmarks
32 Si kucing Mony.
33 Mencari Mony
34 Terpaksa mencarimu
35 Sakit
36 Kedatangan Brasetyo
37 Brasetyo bermalam.
38 Sekamar
39 Cium kening istri.
40 Tidak seperti yang terlihat
41 Kesal
42 Kehadiran Rey
43 Kenikmatan yang tertunda.
44 Akhirnya, kakek bisa pergi.
45 Kedatangan Adam.
46 Tugas Adam.
47 Persiapan ke Paris.
48 Paris.
49 Datang ke pesta.
50 Taruhan
51 Terpukau
52 Kerjasama
53 Syuting iklan.
54 Mendadak jadi artis
55 Terkunci
56 Permintaan mustahil
57 Mencoba rencana Adam
58 Rencana kedua
59 Misi selanjutnya
60 Peduli
61 Peduli 2.
62 Hancur
63 Hancur 2
64 Berusaha mengabaikannya.
65 REY dan VIONA???
66 Malam panas.
67 Menghajarnya tampa ampun.
68 meminta maaf
69 Tidak merasa bersalah
70 Terbakar api cemburu
71 Melamar Aneska
72 Aku mencintaimu, sahabat masa kecilku
73 Melahapnya ( Usia 21+)
74 Mual- mual
75 Hamil (21+)
76 Kunjungan Bertha
77 Tanpa Arya
78 Ingin bekerja
79 Merayu Arya.
80 Menyamar jadi karyawan magang
81 Kagum dengan istri
82 Hadiah dari Arya
83 Cemburu
84 Menyingkirkan wanita penggoda.
85 Niat buruk akan berakhir buruk
86 Mengontrol hasrat
87 Memberi jatah
88 Menyembunyikannya.
89 Khawatir
90 Dia kembali menghancurkan
91 Kecelakaan tunggal
92 Viona
93 Aneska selamat
94 Bertemu dengan Arya dan Viona
95 Penyelamat adalah Jack
96 Hamil
97 Bertemu
98 Kebutuhan batin
99 Menolong
100 Diantar Paula
101 Undagan dari sekolah
102 Aneska?
103 Bertemu Aneska
104 Kedatangan Adam
105 Mencari tau ( 21+)
106 Kembali menyelidik
107 Menyatakan kebenarannya
108 Masa lalu yang kembali
109 Terungkap
110 Kembali
111 Kedatangan Jack dirumah Arya. ( Tamat)
Episodes

Updated 111 Episodes

1
Diskotik
2
Menolong
3
Kediaman Brasetyo
4
Jangan meremehkan wanita
5
Jangan memandang sebelah mata.
6
Hati yang tidak akan pernah berubah
7
Merasa muda kembali
8
Kekalahan Aneska.
9
Kesepakatan
10
Rumah mewah kediaman Brasetyo
11
Kabar mengejutkan
12
Bimbang
13
Menolak mentah-mentah
14
Pernikahan mendadak
15
Malam pertama
16
Hari pertama menikah.
17
kesalahpahaman sang kekasih, Viona.
18
Memberi penjelasan
19
Wanita Parasit
20
Rencana resepsi pernikahan.
21
Resepsi pernikahan.
22
Kedatangan Viona
23
Kediaman baru
24
Mencoba jadi istri yang baik
25
Wanita tidak berguna.
26
Aneska menjadi sakit.
27
Teman baru, bik Inah
28
Belajar memasak
29
Selama sebulan jadi istri Arya.
30
Kisah Viona and Rey
31
kissmarks
32
Si kucing Mony.
33
Mencari Mony
34
Terpaksa mencarimu
35
Sakit
36
Kedatangan Brasetyo
37
Brasetyo bermalam.
38
Sekamar
39
Cium kening istri.
40
Tidak seperti yang terlihat
41
Kesal
42
Kehadiran Rey
43
Kenikmatan yang tertunda.
44
Akhirnya, kakek bisa pergi.
45
Kedatangan Adam.
46
Tugas Adam.
47
Persiapan ke Paris.
48
Paris.
49
Datang ke pesta.
50
Taruhan
51
Terpukau
52
Kerjasama
53
Syuting iklan.
54
Mendadak jadi artis
55
Terkunci
56
Permintaan mustahil
57
Mencoba rencana Adam
58
Rencana kedua
59
Misi selanjutnya
60
Peduli
61
Peduli 2.
62
Hancur
63
Hancur 2
64
Berusaha mengabaikannya.
65
REY dan VIONA???
66
Malam panas.
67
Menghajarnya tampa ampun.
68
meminta maaf
69
Tidak merasa bersalah
70
Terbakar api cemburu
71
Melamar Aneska
72
Aku mencintaimu, sahabat masa kecilku
73
Melahapnya ( Usia 21+)
74
Mual- mual
75
Hamil (21+)
76
Kunjungan Bertha
77
Tanpa Arya
78
Ingin bekerja
79
Merayu Arya.
80
Menyamar jadi karyawan magang
81
Kagum dengan istri
82
Hadiah dari Arya
83
Cemburu
84
Menyingkirkan wanita penggoda.
85
Niat buruk akan berakhir buruk
86
Mengontrol hasrat
87
Memberi jatah
88
Menyembunyikannya.
89
Khawatir
90
Dia kembali menghancurkan
91
Kecelakaan tunggal
92
Viona
93
Aneska selamat
94
Bertemu dengan Arya dan Viona
95
Penyelamat adalah Jack
96
Hamil
97
Bertemu
98
Kebutuhan batin
99
Menolong
100
Diantar Paula
101
Undagan dari sekolah
102
Aneska?
103
Bertemu Aneska
104
Kedatangan Adam
105
Mencari tau ( 21+)
106
Kembali menyelidik
107
Menyatakan kebenarannya
108
Masa lalu yang kembali
109
Terungkap
110
Kembali
111
Kedatangan Jack dirumah Arya. ( Tamat)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!