Menolong

Kaki putih jenjang itu melangkah menjauh dari diskotik. Higheals yang cukup tinggi berwarna gold itu menghiasi kakinya dan menambah kesan tinggi. Ia melangkah dengan lancar tanpa kesulitan, sudah biasa baginya memakai berbagai macam model sepatu berhak. Layaknya seorang modeling yang berjalan di catwalk.

Semenjak dirinya belia, Aneska mulai mengenal sesuatu yang berbau penampilan yang serba menyolok. Yah, hanya itu yang bisa dia pelajari dari lingkungan sekitarnya. Rambut pirang yang bergelombang dan di biarkan terurai, panjangnya sepinggang, make up mencolok, menempel sempurna di wajahnya yang memang sudah terlahir menjadi wanita cantik.

Bahkan gaun ketat yang membungkus tubuhnya senada dengan warna bibirnya. Dia memang benar-benar cantik, matanya yang bulat dengan tambahan bulu mata palsu, di tambah hidung kecil dan mancung.

Banyak sudut pandang berbeda menilainya. Ada yang mengakuinya jika dirinya adalah wanita tercantik, bahkan memang jadi primadona di diskotiknya sendiri, lebih tepatnya diskotik Berta yang merupakan ibunya.

Dan ada yang beranggapan bahwa wajahnya yang cantik hanya untuk modal jual diri. Berbagai macam tanggapan sudah terbiasa masuk ke dalam telinga Aneska. Namun apa daya, Aneska hanya tersenyum, bahwa yang tau kebenaran mengenai dirinya adalah Aneska sendiri, siapa lagi? fikirnya. Tidak ada yang mampu memahaminya selain dirinya.

Crucuk...

Crucuk...

Tiba-tiba perut Aneska bunyi lagi, ia merasa lapar. Rasanya ia ingin melahap makanan. Di diskotiknya ia tinggal, tidak ada makanan berat, hanya minuman berakohol dan juga makanan ringan. Di tambah, mamynya yan tidak pernah memasak. Berta sibuk mengurus para tamu dan pekerjanya di diskotik.

" Ah, bisakah kau bersabar! Sebentar lagi aku akan memberi jatahmu, cacing- cacing! Omg, cacing-cacing di perutku mulai berdemo!" Ucap Aneska mengelus perutnya yang ramping.

Semenjak tadi Aneska merasa begitu lapar. Dan mengharuskan dirinya beranjak dari tempat keramaian yang merupakan tempat tinggalnya untuk membeli makan malam di luar.

" Duh, bang parto ini kemana ya? Apa sekarang dia cuti gak jualan. Kenapa gak bilang-bilang sih. Aku lapar banget." Ucap Aneska berdecak kesal karena tempat langganannya tidak terlihat. Aneska memilih berjalan lebih jauh untuk menemukan pedagang kaki lima lainnya.

Pandangan mata Aneska tertuju kepada seorang pria tua renta yang sedang berjalan, pria tua tersebut hendak menyebrang jalan. Apakah malam yang gelap membuat pria tua tersebut kesulitan melihat?

CLITTTTTTTT....

Aneska bergegas berlari, menarik tangan pria tua tersebut menjauh dari lorong hingga keduanya terlempar menjauh. Sebuah truk hampir menabraknya, sedikit lagi.

" Hy, punya mata gak sih! Kalau pengen bunuh diri jangan disini. Mau mati nyusahin orang aja!" Teriak supir truk yang hampir hilang kendali.

" Huu...kamu aja yang bawanya pakai ngebut-ngebut! Kakek..gapapa kek?" Ucap Aneska berniat membantu membangunkan pria tua itu.

Pria tua tersebut langsung menolak uluran tangan Aneska, ia telah beranggapan sama dengan apa yang di fikirkan oleh orang lain pada umumnya. Dari penampilan Aneska, kakek tersebut berfikir bahwa Aneska bukan wanita baik-baik. Siapa lagi yang akan berfikir Aneska wanita baik-baik dengan penampilan seglamour itu?

" Sudah, saya bisa sendiri!" Ucap pria tua itu berusaha berdiri sendiri. Aneska terkejut ketika celana pria tua itu berwarna merah darah. Tepatnya di bagian lutut, hanya sekitar sana. Terlihat begitu jelas karena warna kain celana tersebut bewarna coklat muda. Bahkan ia meringis kesakitan ketika mulai melangkah.

" Kakek, kaki kakek berdarah. Biar saya bantu!" Ulang Aneska lagi.

" Saya bisa sendiri!" Ulangnya lagi. Aneska cukup mengerti atas sikap pria tua tersebut menolaknya. Bagi Aneska itu adalah hal biasa, Aneska hanya berfikir tetang kondisi pria tersebut.

" Jika pendarahan kakek tidak di hentikan, itu akan buruk! Selain diriku, tiada lagi orang yang akan bersikap sama denganku. Ini sudah malam, jalanan ini sangat sepi. Kakek saya mohon jangan menolak!" Ucap Aneska bersihkukuh mau menolong dengan tulus. Aneska sedikit berteriak ketika kakek tersebut sudah menjauh beberapa langkah saja sambil memegang lututnya.

Seketika itu, pria tua tersebut berhenti dan meringis kesakitan. Tanpa basa-basi Aneska bergegas menghampirinya. Mengalungkan tangan pria itu di pundaknya, memapahnya sampai ke kursi di tepi jalan. Segera Aneska melepas ikat pinggangnya yang terbuat dari kain tersebut.

" Apa yang akan kamu lakukan?" Ucap pria tersebut tidak mengerti dengan apa yang dilakukan Aneska.

Aneska segera mengikat tali kain itu di lutut kaki pria tua tersebut, agar bisa menghentikan pendarahannya terlebih dahulu.

" Hanya ini yang bisa aku lakukan untuk kakek, Aku hanya mempunyai tali ini! Aku pernah melihatnya di film, ikatan yang aku buat ini mungkin bisa menghentikan pendarahan kakek beberapa saat saja." Jelas Aneska mengingat film yang pernah di tontonnya.

" Apakah aku boleh meminjam ponselmu?" Ucap pria tua tersebut dengan ekspresi acuh walaupun sudah di tolong.

" Ah, tentu. Ini kek." ucap Aneska tersenyum lansung memberikan ponselnya kepada pria tua yang berada di sampingnya.

Pria tua tersebut langsung menghubungi seseorang di jauh sana.

" Hallo, lukman? Jemput aku di jalan..." Perintah kakek tersebut terdengar di telinga Aneska.

Aneska yang mendengarnya hanya fokus mengikat tali tersebut kepada lutut sang kakek sesuai di film tentunya. Semoga caranya berhasil menghentikan pendarahan di kaki pria itu.

" Kakek umur berapa?" Tanya Aneska memulai percakapan.

" 60!" Ucap pria tersebut dengan sikap yang tidak berubah. Bahkan pria tersebut terlihat enggan melihat kembali Aneska. Seperti kebanyakan orang, melihat Aneska bagaikan kotoran dan menjijikkan.

" Owh, baiklah kek. Sudah selesai. Aku akan panggilkan taxi untuk kakek." Ucap Aneska berdiri dari jongkoknya.

" Tidak perlu! akan ada yang menjemputku!" Ucap kakek tersebut.

" Benarkah?" Ucap Aneska melirik kearah jalan yang sepi sambil memegang perutnya.

" Kenapa gak paka**i taxi aja sih kek? perutku sudah berdemo lagi, lapar banget. " Batin Aneska, ingin cepat selesai untuk memberi makan perutnya.

Sekitar setengah jam berlalu, mereka masih saling terdiam, menurut Aneska saat ini dirinya tidak perlu berbicara banyak, Aneska menyadari jika pria di dekatnya tersebut benar-benar tidak menyukainya. Aneska masih menatap lorong jalan kosong dan juga sepi. Begitu pun dengan pria tersebut yang hanya diam membeku.

Dan pada akhirnya, mobil mewah mercendes hitam mendekati Aneska. Pria tua tersebut berdiri. Mobil mewah itu berhenti di depan Aneska, rupanya dia memang menjemput pria tua di dekat Aneska. Aneska terkejut melihat kenyataan bahwa pria tersebut bukan orang biasa. Aneska bisa melihat dari mobil mewah yang menjemputnya.

Pengemudi mobil tersebut turun dari mobil dan bergegas menghampiri pria tua itu, memapahnya sampai masuk ke dalam. Lalu pengemudi itu mulai menyalakan mobilnya. Pria tua itu membuka jendela mobilnya. Dan mengucapkan terima kasih dengan dingin. Akhirnya mobil mewah tersebut membawa pria tua itu pergi, Aneska pun bernafas lega dan segera mencari pedagang makanan sebelum dirinya pinsan karena kelaparan.

Terpopuler

Comments

Nur Riskiana

Nur Riskiana

nextttttt

2024-09-13

0

Ita Rosita

Ita Rosita

males bacanya tapi penasaran sm kakek itu suapa?

2021-03-18

1

Sutrani Yunus

Sutrani Yunus

mulai penasaran

2021-02-27

0

lihat semua
Episodes
1 Diskotik
2 Menolong
3 Kediaman Brasetyo
4 Jangan meremehkan wanita
5 Jangan memandang sebelah mata.
6 Hati yang tidak akan pernah berubah
7 Merasa muda kembali
8 Kekalahan Aneska.
9 Kesepakatan
10 Rumah mewah kediaman Brasetyo
11 Kabar mengejutkan
12 Bimbang
13 Menolak mentah-mentah
14 Pernikahan mendadak
15 Malam pertama
16 Hari pertama menikah.
17 kesalahpahaman sang kekasih, Viona.
18 Memberi penjelasan
19 Wanita Parasit
20 Rencana resepsi pernikahan.
21 Resepsi pernikahan.
22 Kedatangan Viona
23 Kediaman baru
24 Mencoba jadi istri yang baik
25 Wanita tidak berguna.
26 Aneska menjadi sakit.
27 Teman baru, bik Inah
28 Belajar memasak
29 Selama sebulan jadi istri Arya.
30 Kisah Viona and Rey
31 kissmarks
32 Si kucing Mony.
33 Mencari Mony
34 Terpaksa mencarimu
35 Sakit
36 Kedatangan Brasetyo
37 Brasetyo bermalam.
38 Sekamar
39 Cium kening istri.
40 Tidak seperti yang terlihat
41 Kesal
42 Kehadiran Rey
43 Kenikmatan yang tertunda.
44 Akhirnya, kakek bisa pergi.
45 Kedatangan Adam.
46 Tugas Adam.
47 Persiapan ke Paris.
48 Paris.
49 Datang ke pesta.
50 Taruhan
51 Terpukau
52 Kerjasama
53 Syuting iklan.
54 Mendadak jadi artis
55 Terkunci
56 Permintaan mustahil
57 Mencoba rencana Adam
58 Rencana kedua
59 Misi selanjutnya
60 Peduli
61 Peduli 2.
62 Hancur
63 Hancur 2
64 Berusaha mengabaikannya.
65 REY dan VIONA???
66 Malam panas.
67 Menghajarnya tampa ampun.
68 meminta maaf
69 Tidak merasa bersalah
70 Terbakar api cemburu
71 Melamar Aneska
72 Aku mencintaimu, sahabat masa kecilku
73 Melahapnya ( Usia 21+)
74 Mual- mual
75 Hamil (21+)
76 Kunjungan Bertha
77 Tanpa Arya
78 Ingin bekerja
79 Merayu Arya.
80 Menyamar jadi karyawan magang
81 Kagum dengan istri
82 Hadiah dari Arya
83 Cemburu
84 Menyingkirkan wanita penggoda.
85 Niat buruk akan berakhir buruk
86 Mengontrol hasrat
87 Memberi jatah
88 Menyembunyikannya.
89 Khawatir
90 Dia kembali menghancurkan
91 Kecelakaan tunggal
92 Viona
93 Aneska selamat
94 Bertemu dengan Arya dan Viona
95 Penyelamat adalah Jack
96 Hamil
97 Bertemu
98 Kebutuhan batin
99 Menolong
100 Diantar Paula
101 Undagan dari sekolah
102 Aneska?
103 Bertemu Aneska
104 Kedatangan Adam
105 Mencari tau ( 21+)
106 Kembali menyelidik
107 Menyatakan kebenarannya
108 Masa lalu yang kembali
109 Terungkap
110 Kembali
111 Kedatangan Jack dirumah Arya. ( Tamat)
Episodes

Updated 111 Episodes

1
Diskotik
2
Menolong
3
Kediaman Brasetyo
4
Jangan meremehkan wanita
5
Jangan memandang sebelah mata.
6
Hati yang tidak akan pernah berubah
7
Merasa muda kembali
8
Kekalahan Aneska.
9
Kesepakatan
10
Rumah mewah kediaman Brasetyo
11
Kabar mengejutkan
12
Bimbang
13
Menolak mentah-mentah
14
Pernikahan mendadak
15
Malam pertama
16
Hari pertama menikah.
17
kesalahpahaman sang kekasih, Viona.
18
Memberi penjelasan
19
Wanita Parasit
20
Rencana resepsi pernikahan.
21
Resepsi pernikahan.
22
Kedatangan Viona
23
Kediaman baru
24
Mencoba jadi istri yang baik
25
Wanita tidak berguna.
26
Aneska menjadi sakit.
27
Teman baru, bik Inah
28
Belajar memasak
29
Selama sebulan jadi istri Arya.
30
Kisah Viona and Rey
31
kissmarks
32
Si kucing Mony.
33
Mencari Mony
34
Terpaksa mencarimu
35
Sakit
36
Kedatangan Brasetyo
37
Brasetyo bermalam.
38
Sekamar
39
Cium kening istri.
40
Tidak seperti yang terlihat
41
Kesal
42
Kehadiran Rey
43
Kenikmatan yang tertunda.
44
Akhirnya, kakek bisa pergi.
45
Kedatangan Adam.
46
Tugas Adam.
47
Persiapan ke Paris.
48
Paris.
49
Datang ke pesta.
50
Taruhan
51
Terpukau
52
Kerjasama
53
Syuting iklan.
54
Mendadak jadi artis
55
Terkunci
56
Permintaan mustahil
57
Mencoba rencana Adam
58
Rencana kedua
59
Misi selanjutnya
60
Peduli
61
Peduli 2.
62
Hancur
63
Hancur 2
64
Berusaha mengabaikannya.
65
REY dan VIONA???
66
Malam panas.
67
Menghajarnya tampa ampun.
68
meminta maaf
69
Tidak merasa bersalah
70
Terbakar api cemburu
71
Melamar Aneska
72
Aku mencintaimu, sahabat masa kecilku
73
Melahapnya ( Usia 21+)
74
Mual- mual
75
Hamil (21+)
76
Kunjungan Bertha
77
Tanpa Arya
78
Ingin bekerja
79
Merayu Arya.
80
Menyamar jadi karyawan magang
81
Kagum dengan istri
82
Hadiah dari Arya
83
Cemburu
84
Menyingkirkan wanita penggoda.
85
Niat buruk akan berakhir buruk
86
Mengontrol hasrat
87
Memberi jatah
88
Menyembunyikannya.
89
Khawatir
90
Dia kembali menghancurkan
91
Kecelakaan tunggal
92
Viona
93
Aneska selamat
94
Bertemu dengan Arya dan Viona
95
Penyelamat adalah Jack
96
Hamil
97
Bertemu
98
Kebutuhan batin
99
Menolong
100
Diantar Paula
101
Undagan dari sekolah
102
Aneska?
103
Bertemu Aneska
104
Kedatangan Adam
105
Mencari tau ( 21+)
106
Kembali menyelidik
107
Menyatakan kebenarannya
108
Masa lalu yang kembali
109
Terungkap
110
Kembali
111
Kedatangan Jack dirumah Arya. ( Tamat)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!