Di tempat Yang Jian
Yang Jian sudah mulai memburu para hewan buas di tingkat jendral elite kebawah, Ia saat ini sudah membunuh ratusan hewan buas dan kini Qinya hanya tersisa 15%.
Karena tidak ingin membuat resiko jika bertemu monster kuat, Akhirnya dia memutuskan untuk beristirahat di bawah untuk memulihkan Qinya.
Namun baru beberapa saat berkultivasi, Tiba-tiba dia merasakan aura monster yang kuat sedang mendekatinya.
Yang Jian langsung berdiri dan mengambil posisi siaga, Dia dengan cepat menarik pedangnya dari sarung lalu menyipitkan matanya ke arah semak-semak.
Selama dirinya berburu di hutan ini, Dia sama sekali tidak pernah menggunakan pedangnya untuk membunuh monster, Karena dia merasa percaya diri dengan kemampuan tangan kosongnya.
"Manusia! Beraninya kau memasuki wilayahku, Apakah kau sudah bosan hidup?!" Sebuah suara berat muncul dari arah semak-semak.
Perlahan sosok monster tersebut keluar dari semak-semak dan terlihat seekor ular biru yang tubuhnya dilapisi oleh petir. Nama hewan buas tersebut adalah ular petir, Ular petir memiliki ukuran 2 meter dan sisik ular tersebut mengeluarkan sengatan-sengatan listrik.
Tingkat Kultivasi ular petir berada di tingkat raja tahap puncak sedangkan Yang Jian berada di tingkat raja tahap akhir walaupun berbeda 1 tahap, Akan tetapi Yang Jian saat ini sedang dalam kondisi tidak prima.
Yang Jian mungkin bisa setara dengan tingkat kaisar tahap awal sekalipun, Tetapi saat ini Qinya hanya tersisa 15% dan staminanya juga sudah berkurang banyak akibat membunuh ratusan monster.
Yang Jian yang memahami kondisinya tidak memungkinkan untuk bertarung memilih untuk berdamai dengan ular yang berada dihadapannya, Jika saja dia melawan ular petir tersebut maka hanya kematian yang menghampirinya.
Yang Jian memang dari dulu tidak mengetahui kemampuan tersembunyi yang dimilikinya, Hanya 1 orang yang mengetahui kemampuan tersembunyi Yang Jian dia adalah tuannya, Fang Lin.
"Aku tidak berniat mengganggu wilayahmu, Aku akan pergi kalau kau tidak nyaman" Ucap Yang Jian pelan lalu bersiap-siap untuk pergi.
"Tidak mengganggu ku? Tapi kau mengganggu wilayahku dan memburu para hewan buas yang harusnya adalah makananku!" Ucap Ular Petir dengan nada sinis.
Setelah berkata seperti tadi, Ular petir itu dengan cepat menerkam Yang Jian, Yang Jian yang melihat itu tak tinggal diam, Dia langsung mengeluarkan aura tingkat rajanya dan memasang pedangnya untuk dijadikan tameng.
~TRAAAANGGGGG~
Pedang Yang Jian menahan serangan dari gigitan ular petir tersebut, Tetapi tidak sampai disitu ular petir dengan segera mengibaskan ekornya ke arah Yang Jian dan menghempaskannya beberapa meter hingga menabrak sebuah pohon dibelakangnya.
~BOOM~
Yang Jian yang menabraknya pohon tersebut langsung memuntahkan darah yang cukup banyak, "Ugh... Sialan, Monster rendahan! Berani sekali kau!" Ucap Yang Jian serak namun memiliki nada kemarahan dibalik kata-katanya.
Yang Jian langsung berdiri dan melesat ke arah ular petir tersebut, Aura hitam pekat keluar dari tubuh Yang Jian hingga membuat keadaan disekitarnya menjadi sesak.
Yang Jian mengayunkan pedangnya dengan secepat kilat, Dia saat ini menggunakan seluruh Qinya untuk serangan terakhirnya.
Ular Petir itu tidak tinggal diam ketika melihat musuhnya melesat untuk menyerangnya, Dengan segera dia mengeluarkan petir dari mulutnya dan mengarahkan ke arah Yang Jian.
Di sisi lain, Yang Jian yang melihat itu hanya tersenyum tipis, Dia dengan cepat menghindari serang ular tersebut menggunakan langkah cahaya.
Ular petir yang melihat serangannya dihindari hanya berdecak kesal, Dia lalu menggunakan ekornya sebagai tameng untuk menahan serangan manusia didepannya.
~SLASH~
Seketika ekor yang dimiliki ular petir terputus dan membuat ular petir terkejut sekaligus kesakitan.
"Ssssssstttttt" Desis Ular Petir kesakitan.
"Berani sekali manusia rendahan seperti mu melukaiku!!" Teriak Ular petir itu sambil meringis kesakitan saat melihat ekornya terpotong.
Yang Jian yang mendengar itu hanya mengabaikannya dan langsung berlutut, Kondisinya saat ini sudah sangat buruk seluruh Qi dan staminanya sudah hampir habis bahkan untuk berlutut saja dia hampir tidak kuat.
Di sisi lain, Ular petir yang melihat kondisi manusia itu mulai melemah hanya tertawa dalam hati, Tidak ingin membuang kesempatan emas, Ular Petir dengan cepat mengeluarkan petir dari mulutnya dan mengarahkannya ke Yang Jian.
Yang Jian yang melihat itu langsung mencoba untuk menghindar, Akan tetapi dirinya tidak dapat menghindari serang petir tersebut dan tak butuh waktu lama serang petir itu mengenai tubuh Yang Jian.
~BZZZTTTT~
~DUARRR~
Yang Jian terlempar jauh kebelakang dan menabrak ke sebuah pohon yang cukup besar, Ia sekali lagi memuntahkan darah kental yang cukup banyak dari mulutnya dan saat ini tulang-tulangnya terasa patah akibat serangan dari ular petir itu.
BERSAMBUNG...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 629 Episodes
Comments
Anto Dwi Caem
ular cuma panjang 2meter bisa menghempaskan orang..
luuaar biasa
2025-02-13
0
Anto Dwi Caem
kecil amat cuma 2 meter
biadane 20 apa 200 meter baru seru..
2025-02-13
0
On fire
🩶💚💚🖤🖤
2025-03-12
0