Sudah 7 hari semenjak tes berlangsung. Saat ini di salah satu hutan, berdiri seorang anak laki-laki berusia sekitar 10 tahun. Ia sedang menatap sebuah pohon di depannya dengan sangat serius.
Anak laki-laki itu segera menggerakkan aliran mana di tubuhnya. Kau setelah beberapa saat, anak itu berteriak "Bola api".
Setelah anak laki-laki itu berteriak, sebuah aliran mana terkonsentrasi di sampingnya dan segera membentuk sebuah bola api seukuran kepalan tangan. Anak laki-laki itu segera mengangkat tangannya dan menunjuk ke arah pohon di depannya dan berkata "Majulah".
Bola api itu segera terlempar ke arah pohon itu dengan kecepatan yang sangat cepat. Lalu setelah bola api itu menyentuh pohon tersebut, terdengar sebuah suara ledakan yang keras. Saat ini pohon di depan anak laki-laki itu terbakar dengan sangat cepat. Lalu perlahan-lahan pohon tersebut bergerak ke belakang dan langsung terjatuh akibat ledakan bola api yang digerakkan oleh anak laki-laki barusan. Melihat pohon yang terbakar dan jatuh, anak laki-laki itu segera tersenyum dan cukup puas dengan hasil latihannya selama ini.
anak laki-laki yang barusan melemparkan bola api barusan adalah Myro. Selama waktu tes ini, ia sudah berlatih dengan sangat giat hingga sekarang ia akhirnya bisa menggunakan sihir level 0 bola api ini. Selama latihan sebelumnya, Myro hampir menggunakan seluruh waktunya untuk berlatih memakai sihir kecuali untuk waktu makan, minum serta tidur. Oleh karena itu, Myro sangat puas bahwa kerja kerasnya akhirnya memberinya hasil yang memuaskan. Walaupun sekarang Myro hanya dapat memunculkan sebuah bola api, tetapi Myro cukup percaya diri dengan kekuatan yang dikeluarkan oleh bola api tersebut. Karena, Myro hanya menggunakan sebuah bola api dan ledakan bola api tersebut sudah cukup untuk menjatuhkan sebuah pohon. Apalagi jika bola api tersebut menyerang orang lain. Myro yakin bahwa jika bola api nya mengenai salah satu murid yang mengikuti tes ini maka Myro dapat mengalahkan mereka hanya dengan satu serangan bola api ini.
Selama waktu seminggu ini, Myro tidak hanya mempelajari sihir bola api. Ia juga mempelajari sihir penyembuhan kecil. Saat ini, Myro sudah bisa menyembuhkan beberapa luka ringan memakai sihir penyembuhan kecil. Myro perlahan berjalan mendekati pohon yang terjatuh akibat sihir bola api yang ia lakukan. Myro bisa melihat bahwa hampir seluruh bagian pohon itu dipenuhi oleh bagian-bagian pohon yang berwarna hitam karena telah terbakar sebelumnya. Bahkan hampir seluruh daun di pohon sudah hangus terbakar.
Setelah berjalan sampai di dekat pohon. Myro mengulurkan tangannya dan menunjuk lagi ke arah pohon. Seperti sebelumnya, mana dari tubuh Myro mulai keluar tetapi kali ini berkumpul di sekitar telapak tangannya. Mana di sekitar telapak tangan Myro perlahan-lahan berubah menjadi cahaya yang cukup terang. Setelah melihat itu, Myro segera berkata "Sihir penyembuhan kecil".
Perlahan-lahan, cahaya putih di tangan Myro mulai mengalir menuju pohon yang jatuh tersebut. Cahaya putih itu bergerak menyelimuti seluruh luka yang ada di pohon akibat terbakar oleh sihir bola api Myro sebelumnya. Tak lama berselang, luka-luka di pohon tersebut mulai berkurang akibat cahaya putih yang menyelimutinya. Bahkan daun-daun di pohon mulai tumbuh lagi. Setelah beberapa saat, bahkan bagian-bagian pohon yang sebelumnya berwarna hitam akibat terbakar oleh sihir bola api kini kembali ke warna coklat seperti warna pohon tersebut sebelum terbakar.
Melihat hal itu, Myro kembali merasa cukup puas. Sihir penyembuhan kecil, tidak hanya bisa digunakan untuk menyembuhkan manusia saja tetapi juga bisa untuk menyembuhkan tumbuhan dan hewan. Semuanya tergantung pada sang penyihir yang memakai sihir penyembuhan kecil ini untuk menyembuhkan siapa. Jadi selama itu makhluk hidup, maka mereka bisa disembuhkan memakai sihir penyembuhan kecil ini.
Setelah latihan sejenak, Myro melihat hari sudah memasuki siang hari. Perut Myro segera berbunyi menandakan ia telah kelaparan. Myro memutuskan untuk berjalan dan duduk di bawah sebuah pohon. Selama tes yang sudah dilakukan selam seminggu ini, persediaan daging kering yang diberikan oleh para penyihir di balon udara sudah lama habis. Tetapi, Myro sama sekali tidak khawatir. Selama ia berlatih, Shar berburu beberapa hewan liar dan mengambil daging nya untuk dimakan oleh Myro dan dirinya sendiri. Bahkan, Shar mendapatkan 2 lencana dari murid lain yang terbunuh saat mereka melawan monster. Oleh karena itu, Myro tidak perlu khawatir tentang persediaan makanan sama sekali.
Saat Myro duduk di bawah pohon dan merasakan angin yang sejuk. Shar segera muncul di belakang Myro sambil membawa sebuah serigala. Shar segera berkata "Tuan muda, saya melihat serigala ini di hutan tadi jadi saya memburunya".
Melihat itu Myro mengangguk dan berkata "Ya, kau duduklah dulu. Aku akan menyiapkan makanan".
"Tuan muda, aku akan membantumu memasak serigala ini", kata Shar.
"Tidak perlu, kau sudah repot-repot berburu jadi seharusnya aku yang memasaknya", kata Myro.
"Apa yang anda katakan tuan muda? Sudah menjadi tugasku untuk membantu anda", kata Shar masih bersikeras.
Melihat Shar yang bersikeras untuk membantunya, Myro hanya bisa tersenyum pahit lalu berkata "Kalau begitu terima kasih atas bantuanmu. Kau bisa menguliti serigala itu dan memisahkan tulang dari dagingnya. Aku akan menyiapkan apinya dan memanggang daging serigala itu nanti".
"Membantu tuan muda adalah apa yang seharusnya kulakukan", kata Shar lalu mengeluarkan pisaunya dan menguliti serigala tersebut.
Myro segera mengumpulkan kayu kering di sekitar lalu Myro hanya perlu memakai mananya dan membuat bola api dalam ukuran yang sangat kecil sehingga saat bola api menyentuh tumpukan kayu kering tersebut tidak akan meledak tetapi hanya membakar. Setelah kayu kering itu mulai terbakar, Myro melihat Shar yang sudah bertindak dengan cepat dan menyiapkan daging serigala itu. Myro segera memanggang daging serigala yang sudah disiapkan Shar.
Setelah beberapa saat, daging serigala sudah terpanggang dengan baik dan Myro mulai mengambilnya. Lalu memberikannya ke Shar dan berkata "Kau juga makanlah".
"Ya, tuan muda", Shar mengambil daging serigala tersebut dan memakannya.
Myro segera mengambil daging serigala yang lain untuk dirinya makan. Selama seminggu tes ini, Myro selalu makan bersama Shar. Mereka membagi tugas dalam menyiapkan makanan dan makan bersama-sama. Awalnya Shar menolak karena ia menganggap bahwa tuan muda harus makan duluan dan ia bisa belakangan. Tetapi setelah Myro bersikeras akhirnya Shar setuju.
Myro menggigit daging itu lalu mengunyah dan menelannya. Setelah beberapa saat, Myro hanya bisa menghela nafas. Makanan yang ia buat tidak memiliki bumbu apapun sehingga rasanya sangat buruk. Lagipula disini tidak ada garam maupun rempah-rempah. Disini hanya ada hutan yang luas. Serta para murid tidak memiliki waktu persiapan untuk tes ini sehingga mereka tidak bisa menyiapkan bumbu untuk memasak makanan. Myro hanya bisa bertahan untuk memakan daging panggang ini.
Setelah beberapa saat, Myro dan Shar sudah menghabiskan makan siang mereka. Beberapa daging serigala yang tersisa, Myro segera mengawetkan daging serigala tersebut dengan membuatnya menjadi daging kering yang bisa disimpan dalam waktu yang cukup lama.
Setelah menyimpan daging serigala yang tersisa tersebut, Myro segera berjalan ke arah Shar yang saat sedang duduk di bawah pohon dan belum menghilang. Setelah Myro sampai di bawah pohon, ia juga duduk dan berkata kepada Shar "Shar, aku akan berburu monster juga".
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 447 Episodes
Comments
fatihh MzkM
yayayaya kek ga ada bahasa yang lebih bagus
"baik/oke/siap(biar terlihat bersahabat)tuan muda"
2025-01-03
0
skip skip karna penjelasan nya panjang amat ,
2022-11-27
0
Semau Gue
..oooO..............
...(....).....Oooo...
....\..(.......(...)....
.....\_).......)../.....
...............(_/.....
jejak
2022-09-19
2