Setelah sampai di dalam balon udara. ketiga penyihir itu pergi ke tempat berkumpulnya para penyihir lain. Sedangkan Myro berjalan menuju ruang tempat para murid berkumpul. Saat ini Myro mendatangi sebuah meja yang merupakan tempat staf balon udara ini.
Melihat kedatangan Myro, staf itu berkata dengan tidak peduli sambil menyerahkan sebuah kunci "Ini kunci kamar anda nomor 105. Anda akan beristirahat disana selama perjalanan ini".
Setelah mengambil kunci, Myro segera datang ke sebuah jalan yang cukup panjang serta di kanan dan kiri terdapat pintu-pintu serta di setiap pintu juga memiliki nomor masing-masing. Myro mendatangi pintu yang bertuliskan "105", lalu membuka pintunya dengan kunci dan berjalan masuk. Di dalam ruangan tersebut hanya terdapat sebuah kasur. Myro menaruh tas yang berisi barang yang ia bawa seperti baju di atas kasur.
Tiba-tiba sebuah suara terdengar dari kotak yang berada di sudut atas kamar ini yang nampaknya mirip dengan speaker di bumi sebelumnya "Kepada seluruh murid, ini waktunya untuk makan siang. Segera datang ke ruang makan serta disana akan diberitahukan hal-hal yang penting. Jadi kalian harus hadir".
Mendengar suara tersebut, Myro segera berjalan keluar dari kamarnya. Saat Myro baru keluar, ia juga melihat banyak siswa lain yang juga keluar dan berjalan menuju ruang makan. Sebelumnya Myro tidak mengetahui dimana lokasi ruang makan, tetapi sekarang ia hanya perlu mengikuti murid-murid yang lain.
Dengan melihat pakaian mereka saja, Myro dapat menebak identitas mereka. Beberapa orang memakai pakaian biasa seperti yang Myro kenakan sekarang dan ada beberapa orang juga yang memakai baju mewah yang diperkirakan, mereka berasal dari rumah bangsawan.
Setelah berjalan sebentar mengikuti murid-murid yang lain. Myro sampai di ruang makan tersebut. Di ruang makan, semua dindingnya merupakan sebuah kaca transparan. Myro bisa melihat langit di atas dan saat ini balon udara sedang terbang di atas pepohonan yang luas.
Setelah melihat sejenak, Myro segera mencari tempat yang kosong dan duduk disana. Di ruangan tersebut terdapat banyak sekali meja makan dan kursi. Sedangkan jumlah murid yang ada sangat sedikit. Sehingga saat ini masih banyak meja yang kosong di ruang makan ini.
Beberapa saat kemudian, beberapa pelayan keluar dari dapur dan memberikan setiap orang sebuah kantong yang cukup besar. Saat Myro mendapatkan kantong tersebut, ia membuka isinya dan melihat bahwa di dalam kantong terdapat daging kering yang jumlahnya mungkin cukup bagi seseorang untuk makan sebanyak 5 kali makan.
Myro melihat kantong itu dengan kebingungan. Lalu ia melihat murid lain untuk melihat tanggapan mereka. Murid-murid lain saat ini juga dipenuhi kebingungan. Untuk apa mereka diberi daging kering ini? Apakah makan siang mereka hanya makan daging kering.
Ruang makan dipenuhi dengan kebingungan para murid. Setelah seluruh murid mendapatkan kantong tersebut, seorang penyihir berjubah hitam tiba-tiba muncul di ruang makan. Ruang makan yang sebelumnya cukup ribut karena dipenuhi oleh pertanyaan para murid kini menjadi diam. Seluruh murid segera memandang pria berjubah hitam tersebut untuk mengetahui kenapa mereka hanya diberi daging kering.
Pria berjubah hitam itu tersenyum dengan kejam dan berkata "Kalian semua adalah orang-orang yang berbakat menjadi penyihir dari seluruh Kerajaan Beruang Besi tahun ini. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami akan memberikan kalian tes lagi sebelum memasuki akademi sihir. Pada awalnya, tes yang dilakukan adalah tes kecocokan elemen setelah itu kalian akan menghadapi tes lagi yaitu tes untuk mengetahui seberapa baik kalian dalam mengembangkan bakat kalian".
"Kalian masing-masing sudah mendapatkan satu kantong daging kering serta didalamnya juga ada satu kristal sihir. Kalian akan diberikan sebuah lencana. Seseorang memiliki lencana dan pastikan itu tidak diambil oleh murid lain. Kalian akan berada di hutan tersebut dalam waktu sebulan. Tugas kalian yaitu harus memiliki paling sedikit 5 lencana untuk lulus dan boleh memasuki akademi sihir. Lalu cara kalian untuk mendapatkan lencana tersebut hahaha.... kalian bisa mengalahkan monster atau mengambil nya dari murid lain. Kalian bisa saling menyerang untuk mendapatkan lencana murid lain", kata pria berjubah hitam itu dengan tertawa secara aneh.
"Makanan yang kalian miliki hanya bisa bertahan selama beberapa hari. Jika kalian ingin bertahan selama sebulan, lebih baik untuk mencari makanan dan minuman atau kalian akan kelaparan. Monster yang dimaksud adalah monster yang berada di hutan. Kami, para penyihir sudah menaruh beberapa lencana di tubuh monster-monster tersebut. Tapi kalian harus berhati-hati, di tes pertama tidak ada yang perlu tewas tapi untuk tes kedua ini kalian bisa saja tewas baik itu oleh monster ataupun hahaha...", kata penyihir jubah hitam itu dengan tertawa aneh lagi yang membuat para murid takut.
"Yah... Hal ini bukan berarti tidak berguna dan tujuan kami bukan untuk membuat kalian terbunuh", Tiba-tiba seorang pria dengan badan kurus tetapi memiliki mata yang tajam muncul di samping pria berjubah hitam tersebut. Pria berbadan kurus tersebut memakai jubah putih dan segera berkata lagi "Tujuan tes ini selain untuk mengetahui seberapa baik kalian untuk mengembangkan bakat kalian. Tes ini juga bisa berguna bagi kalian untuk saling berkenalan dan bekerja sama sebagai tim. Seperti yang kalian lihat, kalian semua berasal dari berbagai kota dan desa di Kerajaan Beruang Besi. Jadi, kalian mungkin tidak mengenal satupun orang disini. Karena itu, tes ini bisa membuat kalian saling bekerja sama dalam mengatasi masalah yang sulit. Oleh karena itu, kalian bisa saling membantu untuk bertahan hidup dalam tes ini".
"Akademi Cahaya Terang, kalian masih saja berpura-pura baik. Tetapi , semua penyihir mengetahui seberapa busuk kalian", kata penyihir jubah hitam tersebut.
Pria kurus berjubah putih itu hanya tersenyum dan berkata "Setidaknya kami masih lebih baik daripada kalian, para penyihir dari Akademi Kegelapan".
"Cukup kalian berdua, berhenti bertengkar yang tidak perlu dan jangan membuang-buang waktu lagi", tiba-tiba sebuah suara dari kotak yang terletak di sudut ruangan memberi tahu penyihir tersebut.
"Baiklah kalau begitu, tes dimulai", kata pria jubah putih tersebut.
Lalu pria berjubah putih itu mengeluarkan sebuah tongkat sihir yang memiliki sebuah kristal elemen cahaya di atasnya. Pria berjubah hitam itu juga mengeluarkan sebuah tongkat sihir yang memiliki kristal elemen kegelapan diatasnya. Mereka segera membaca beberapa kata-kata yang Myro sama sekali tidak mengerti.
Lalu penyihir jubah putih dan penyihir jubah hitam itu segera mengangkat tongkat mereka secara bersamaan dan berkata dengan keras "Teleportasi".
Tiba-tiba, sebuah lingkaran sihir besar muncul di ruang makan. Lingkaran sihir tersebut sangat besar sehingga lingkaran sihir tersebut mencakup seluruh murid di ruang makan tersebut. Lalu seluruh murid menghilang dari ruang makan tersebut.
Myro, lagi-lagi merasakan sinar yang sangat terang sehingga ia harus menutup matanya. Setelah sinar tersebut perlahan-lahan menghilang, Myro mulai membuka matanya dan melihat keadaan disekitar.
Myro bisa melihat berbagai macam pohon-pohon dan tanaman di sekitarnya. Nampaknya, Myro memang di teleportasi langsung ke hutan. Myro melihat ke atas, tetapi ia tidak bisa melihat keberadaan balon udara di langit. Sepertinya, Myro berada sekarang tidak terlalu dekat dengan balon udara tersebut sehingga ia tidak dapat melihatnya atau mungkin juga balon udara tersebut dibuat tidak terlihat oleh para penyihir.
Myro segera berkata "Kalau begitu saatnya memulai bertahan hidup di hutan".
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 447 Episodes
Comments
(。☬ Nana luce ☬。)
baik itu oleh monster ataupun sesama murid hahahaha...
2025-03-09
0
QueenDevil
Penjelasannya mbulet banyak yang di ulang"
2023-12-08
0
QueenDevil
Klok di akademi muridnya dibiarkan liar kenapa malah pada masuk akademi kan tolol
2023-12-08
0