Ketiga penyihir itu saling menatap satu sama lain. Tidak ada yang berani menganggu percakapan mereka. Lagipula mereka adalah penyihir sedangkan sisanya hanya penduduk desa. Jadi para penduduk desa hanya terdiam dan melihat ketiga penyihir ini dengan terkejut.
Melihat dua penyihir lainnya masih diam. Penyihir jubah putih segera berkata "Kalau begitu aku akan memberitahu kepala Akademi Tumbuhan Sihir untuk tidak mengirim orang untuk merekrut anak ini sekarang. Tetapi kami, Akademi Tumbuhan Sihir tidak akan berhenti untuk merekrut anak ini. Kalau begitu, aku akan pergi dulu".
Setelah itu penyihir jubah putih itu mulai terbang pergi. Pria tua berjubah putih juga melihat ke Myro dan berkata "Nak, nanti mampirlah ke Akademi Cahaya Terang, kami pasti tidak akan mengecewakanmu".
Lalu pria tua itu juga terbang lalu pergi. Penyihir wanita itu juga tersenyum dan sedikit berpamitan sebelum pergi. Penyihir wanita itu selain adalah pengajar dari Akademi Api Pertarungan, ia juga berperan sebagai pengamat oleh akademi sihir agar para penyihir yang mengetes tidak melakukan kecurangan dan mencoba merekrut murid terlebih dahulu sebelum murid tersebut sampai ke wilayah akademi sihir.
Setelah semua penyihir itu pergi, seluruh penduduk desa masih terdiam. Bahkan orang tua Myro saja sangat terkejut sampai tidak berbicara apapun. Melihat situasi yang aneh, Myro segera berkata "Ayah, ibu ayo kita pulang ke rumah dulu".
"Ya,ya kau benar. Ayo pulang dulu", kata ayah Myro lalu mulai berbalik bersama ibu Myro dan ketiga orang itupun berjalan kembali ke rumah.
Setelah keluarga Myro pergi, seluruh desa langsung heboh. Desa mereka juga bisa memiliki orang yang berbakat sebagai penyihir. Bahkan para penyihir dari akademi berusaha merekrutnya secara langsung.
Di rumah Myro,
Myro dan keluarganya saat ini sedang makan malam. Myro juga menceritakan seluruh kejadian yang ia alami hari ini. Orang tua Myro juga setuju dengan Myro yang ingin pergi ke akademi sihir. Walaupun Myro setelah datang ke akademi sihir, jelas akan susah bagi Myro untuk pulang. Lagipula murid tidak bisa keluar dari akademi dan pulang ke rumah mereka begitu saja. Para murid harus tinggal di tempat tinggal yang sudah disediakan akademi dan baru bisa pulang setidaknya dalam 1 tahun. Oleh karena itu orang tua Myro cukup sedih tetapi mereka masih mendukung dan memberi Myro semangat untuk ke akademi.
Tiga hari berlalu dengan cepat, Akhirnya hari untuk Myro ke akademi sihir sudah tiba. Saat ini, seorang penyihir jubah putih, pria tua berjubah putih dan penyihir wanita sudah menunggu di depan desa Myro.
Orang tua Myro akan memberi Myro uang untuk dipakai di akademi sihir. Tapi melihat hal itu, penyihir jubah putih berkata "Tidak perlu memberikan uang, koin perunggu, perak, emas maupun koin emas besar itu tidak berlaku di akademi sihir. Mata uang disana adalah kristal sihir. Jadi, kalian tidak perlu memberi Myro uang.".
Mendengar perkataan penyihir jubah putih itu, orang tua Myro menjadi khawatir. Jika koin tidak berlaku maka mereka tidak bisa memberi Myro uang tersebut. Mereka khawatir bahwa jika Myro tidak memiliki uang maka bagaimana Myro membayar makan, biaya akademi dan lain-lain.
Melihat kekhawatiran kedua orang tua Myro, pria tua berjubah putih tersenyum dan berkata "Tenang saja, akademi akan memberikan uang pinjaman terlebih dahulu pada murid yang berasal dari keluarga biasa. Setelah itu murid tersebut bisa membayar kembali saat mereka sudah bisa menghasilkan uang tersebut. Apalagi tempat tinggal dan makanan di akademi itu gratis bagi para siswa. Jadi kalian tidak perlu khawatir".
Mendengar itu, orang tua Myro sedikit tenang. Myro segera berpamitan dengan orang tuanya dan penduduk di desa lalu berjalan menuju tiga penyihir itu dan menunduk sedikit untuk memberikan salam kepada mereka
"Maaf saya terlambat", kata Myro.
Pria tua berjubah putih itu tersenyum. Ia berkata "Tidak masalah, lagipula kami juga baru datang".
Myro mengangguk sambil berpikir di dalam pikirannya. Di beberapa buku yang sering ia baca, para penyihir itu sangat kejam. Mereka memperlakukan orang lain dengan tidak ramah. Bahkan mereka juga tidak terlalu peduli dengan keselamatan para muridnya. Oleh karena itu, hampir setiap tahun, murid di akademi akan banyak yang tewas saat berburu monster atau melakukan tugas dari akademi. Bahkan menurut buku tersebut, ada beberapa murid yang mati karena dibunuh murid lainnya oleh berbagai alasan seperti dendam. Para penyihir memiliki kesibukan mereka sendiri dan menganggap bahwa keselamatan nyawa para murid mereka itu tergantung pada kemampuan murid itu sendiri.
Tetapi para penyihir yang mendatangi Myro disini sangat ramah. Apakah itu karena mereka dari akademi yang baik karena pria tua jubah putih adalah seorang penyihir dari Akademi Cahaya Terang yang bersifat lebih ke arah kebaikan dibandingkan Akademi yang mengarah ke elemen kegelapan. Mungkin juga mereka bersikap baik karena bakat yang dimiliki oleh Myro. Myro tidak terlalu memikirkannya lagi dan melihat ke sekitar dengan bingung dan berkata "Tuan penyihir, bagaimana cara kita berangkat ke akademi sihir?".
Myro melihat daerah sekitar dan tidak ada alat transportasi seperti kereta kuda. Para penyihir mungkin bisa terbang tetapi mereka tidak bisa terbang terlalu jauh karena
mana (energi) mereka yang terbatas sehingga mereka tidak bisa terbang terlalu jauh. Desa Myro berada terletak sangat jauh dari wilayah akademi sihir. Jadi tidak mungkin bagi para penyihir untuk terbang ke sana. Apalagi Myro tidak bisa terbang. Oleh karena itu, Myro saat ini bingung dengan cara berangkat ke akademi sihir.
Pria tua berjubah putih itu tersenyum dan berkata "Sebentar lagi kau akan melihatnya, lihat di atas itu sudah tiba".
Myro segera melihat ke atas. Saat ini jauh di langit terlihat sebuah bayangan hitam kecil yang sepertinya perlahan mendekat kesini. Setelah benda itu semakin mendekat Myro akhirnya bisa mengetahui apa benda di langit tersebut.
Pria tua berjubah putih itu segera berkata "Itu disebut balon udara. Digerakkan dengan tenaga kristal sihir tipe angin serta bisa menampung ribuan orang untuk terbang di langit. Disana nanti kau akan melihat, orang-orang lain yang juga memiliki bakat penyihir seperti dirimu. Seluruh orang yang berbakat menjadi penyihir di seluruh lima kerajaan di benua takdir akan berkumpul di wilayah akademi sihir. Sedangkan balon udara ini adalah balon udara bagian untuk penjemputan bakat penyihir di sekitar daerah Kerajaan Beruang Besi".
Myro mendengarkan perkataan pria tua tersebut dan mengangguk. Balon udara ini mirip dengan yang ada di bumi disebut sebagai balon udara zeppelin. Perbedaan terbesarnya di dunia ini zeppelin terbang menggunakan energi dari kristal sihir tipe angin.
"Baiklah kalau begitu, kita mulai", kata penyihir wanita lalu sebuah lingkaran sihir muncul di bawah kaki Myro dan ketiga penyihir tersebut.
"Teleportasi", kata penyihir wanita tersebut.
Lalu orang tua Myro dan penduduk desa melihat dengan terkejut. Myro dan ketiga penyihir menghilang seketika. Penduduk desa hanya bisa berkata "Seperti yang diharapkan dari penyihir".
Sebuah cahaya yang terang menyilaukan mata Myro sehingga ia harus menutup matanya. Disaat cahaya itu mulai menghilang, Myro membuka matanya perlahan-lahan dan bisa melihat bahwa area di sekitar sudah berubah. Saat ini Myro bersama ketiga penyihir berada di sebuah ruangan kosong yang sekitarnya ditutupi oleh dinding besi.
pria tua jubah putih itu berkata kepada Myro "Kita sudah sampai di dalam balon udara".
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 447 Episodes
Comments
CucuZeus
itu berlaku kalo kamu ga berbakat myro , kalo berbakat ya gurunya juga auto caper biar dipilih
2024-12-24
0
QueenDevil
Alurnya ini cepat tapi penjelasan nya yang berbelit-belit 😶😶😶😶😶
2023-12-08
3
Ameru
nah bener
2023-01-26
0