Setelah Myro menyimpan tubuh ular tersebut, ia mencari di sekitar untuk melihat item yang bisa digunakan untuk memanggil.
"Tuan muda, ini item yang kita cari", kata Shar. Di tangannya saat ini ia memegang sebuah kristal kecil tetapi berwarna emas dan terlihat bersinar.
Myro perlahan-lahan mengambil kristal itu dan berkat dengan terkejut "Ini item yang cukup baik. Kristal emas di game The World Online sebelumnya merupakan barang yang cukup baik dalam memanggil karakter. Tidak kusangka akan menemukan barang dari The World Online di benua Takdir".
Setelah itu Myro berbicara lagi "Semua ini karena bantuanmu, terima kasih Shar".
"Apa yang and katakan, membantu tuan muda adalah apa yang seharusnya saya lakukan", kata Shar.
Myro hanya tersenyum lalu berkata "Kalau begitu ayo keluar dari gua dan kembali ke desa. Aku rasa jika aku tidak kembali dalam waktu yang lama orang di desa akan khawatir".
"Baik, tuan muda", jawab Shar, lalu ia menghilang lagi.
Myro menyimpan kristal emas tersebut di inventori dan berjalan keluar dari gua. Saat ia melihat langit di luar sudah hampir gelap, oleh karena itu Myro bergegas keluar dari hutan dan berjalan ke desa. Setelah sampai di desa Myro langsung pulang ke rumah serta tidak memberitahukan siapapun masalah kejadian hari ini.
Hari-hari berlalu dengan cepat lagi.
Hari ini adalah hari dimana Myro dan ketiga anak sebelumnya pergi ke kota terdekat untuk melakukan tes kecocokan elemen.
"Dengar Myro saat disana kau harus mengikuti arahan para penyihir dengan baik", kata ayah Myro mengingatkan Myro.
Saat tes kecocokan elemen, peserta akan pergi sendiri di antar ke sana oleh para panitia penyihir yang sudah disiapkan dari pihak akademi oleh karena itu ayah Myro harus mengingatkan Myro untuk bersikap dengan baik.
"Jangan lupa memakan bekalmu saat kau lapar", kata ibu Myro.
"Ya, aku mengerti", kata Myro kepada orang tuanya.
"Seluruh peserta untuk segera datang, kita akan segera berangkat", kata salah satu orang yang memakai baju petarung. Biasanya penyihir tidak datang sendiri untuk menjemput peserta tetapi membayar para petualang untuk membantu mereka menjemput peserta tersebut.
"Kalau begitu ayah, ibu aku berangkat dulu", kata Myro lalu segera berjalan ke kereta kuda yang sudah menunggu. Begitupun teman-temannya yang lain dari desa ini juga masuk ke kereta kuda itu. Kereta kuda pun mulai berjalan menuju ke desa lainnya. Kereta kuda ini akan menjemput anak-anak dari beberapa desa lainnya terlebih dahulu setelah itu baru akan menuju ke kota.
Di dalam kereta selain adanya anak-anak lain. Ada juga seorang pria berusia sekitar 35 tahun dan memakai baju petarung, di pinggangnya pun terdapat sebuah pedang.
Setelah melewati kurang lebih 5 desa, akhirnya kereta kuda tersebut bergerak menuju ke kota. Myro melihat dari kereta kuda dengan kagum. Sebuah tembok besar berdiri melindungi kota dengan kuat. Myro yakin dengan tembok ini, kota dapat dipertahankan bahkan jika jumlah musuh dua kali lipat dari jumlah pasukan pertahanan kota.
Kereta kuda ini memasuki kota tanpa perlu membayar biaya masuk. Tentu saja tidak perlu membayar, lagipula kereta kuda ini memiliki lambang akademi sihir jadi tidak ada yang berani menghentikan pergerakan kereta kuda ini.
Kota jauh lebih ramai daripada di desa. Myro bisa melihat berbagai macam toko yang terbuka di sekitar jalan di kota ini. Walaupun tidak seramai seperti kota di bumi Myro dulu, tetapi di kota ini masih jauh lebih ramai daripada di desanya.
Kereta kuda berhenti di sebuah bangunan besar di kota. Pria petarung tersebut keluar dari kereta kudanya dan berkata "Kalian bisa keluar dari kereta kuda dan memasuki pintu itu secara perlahan-lahan. Aku hanya akan mengantar kalian sampai disini, kalian akan masuk sendiri ke dalam bangunan itu dan memulai tes kalian. Jika sudah selesai kalian akan kembali lagi ke kereta kuda ini lalu aku akan kembali mengantar kalian pulang".
Mendengar perkataan pria petarung tersebut, Myro dan anak-anak lainnya mulai keluar dari kereta satu persatu dan berjalan memasuki bangunan yang ditunjuk.
Setelah semua orang masuk, tiba-tiba di samping pria petarung sebelumnya keluar seseorang yang merupakan kurir kereta kuda tersebut, kurir kereta kuda tersebut berkata "Menurutmu apakah kali ini ada yang akan menjadi penyihir?".
Mendengar perkataan kurir kereta kuda tersebut, pria petarung hanya bisa tersenyum pahit dan berkata "Kita sudah melakukan pekerjaan ini selama sepuluh tahun dan sejauh ini hanya ada satu orang yang diterima. Itupun yang diterima dari daerah di sekitar kita sepuluh tahun yang lalu adalah anak dari keluarga bangsawan. Kau pikir anak-anak ini akan memiliki kecocokan dengan elemen. Sangat sedikit orang yang memiliki kecocokan dengan elemen. Bahkan dari kota ini saja sudah selama lebih dari lima tahun dan belum bisa memunculkan seorang anak yang memiliki kecocokan terhadap elemen lagi".
Kurir kereta kuda tersebut mengangguk dan berkata sambil menghela nafas "Ya kau benar. Bahkan seorang anak bangsawan yang diterima tujuh tahun yang lalu saja dari kota kita hanya memiliki kecocokan satu elemen dan sudah dianggap cukup berbakat. Tetapi aku mendengar bahwa jika kau berhasil menjadi penyihir bahkan penyihir magang saja, maka banyak keluarga bangsawan bahkan keluarga kerajaan akan merekrutmu dengan memberikan imbalan yang mahal".
"Yang jelas itu tidak akan terjadi pada kita. Bagaimana kalau kita makan siang dulu selagi menunggu mereka?", kata pria petarung tersebut.
"Baiklah", lalu kedua orang tersebut pergi mencari makan siang
....................
Myro memasuki bangunan itu. Setelah masuk di dalam sana ada beberapa tempat duduk untuk menunggu lalu disana hanya ada sebuah pintu yang dijaga oleh seseorang yang memakai jubah berwarna putih.
Setelah semua orang memasuki ruangan tersebut, orang berjubah putih tersebut segera berbicara "Kalian semua berbaris dengan rapi. Lalu kalian akan masuk satu persatu. Kalian baru boleh masuk melalui pintu ini setelah orang yang sebelumnya masuk keluar. Kalau kalian mengerti mulailah berbaris".
"Dengar di dalam sana nanti akan ada orang yang mengetes kalian jadi ikuti perktaannya. Jika kalian tidak cocok dengan elemen apapun jangan menangis dan segera keluar dari ruangan tersebut sehingga tidak menganggu peserta berikutnya yang akan masuk".
Segera, seluruh anak-anak di ruangan ini termasuk Myro mulai berbaris di depan pintu. Lalu seorang anak laki-laki yang berdiri di posisi paling depan mulai memasuki ruangan.
Setelah menunggu sekitar lima menit anak yang memasuki ruangan sebelumnya keluar sambil menangis nampaknya ia tidak bisa menjadi penyihir. Lagipula hampir semua anak tertarik menjadi penyihir. Setiap orang jelas tertarik memiliki banyak uang dan kekuatan yang kuat oleh karena itu hampir semua anak tertarik untuk menjadi penyihir.
Melihat anak laki-laki yang menangis tersebut, pria yang memakai jubah putih tersebut segera mengerutkan kening dan berteriak dengan marah "Aku sudah bilang sebelumnya kan. Jika kau tidak terpilih maka berhentilah menangis dan keluar. Jangan ganggu peserta lainnya".
Melihat penyihir berjubah putih yang marah, anak laki-laki tersebut ketakutan dan segera berlari keluar dari bangunan ini sambil terus menangis. Melihat hal itu Myro sedikit kasihan dengan anak laki-laki tadi, tapi tak ada yang bisa Myro lakukan.
Lalu orang yang berada di barisan kedua mulai memasuki pintu juga. Myro melihat posisinya berbaris dan tidak bisa tidak berkata di dalam hatinya "Nampaknya aku masih harus menunggu sangat lama untuk tesku".
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 447 Episodes
Comments
(。☬ Nana luce ☬。)
kusir woy bukan kurir😭
2025-03-09
0
Ameru
hmm apakah akan baik" saja, tes gitu juga berbahaya
2023-01-21
0
Semau Gue
..oooO..............
...(....).....Oooo...
....\..(.......(...)....
.....\_).......)../.....
...............(_/.....
jejak
2022-09-19
2