Mama tau

Mama

Kenapa Mama menelfonku lagi? Tanyaku didalam hati.

" Halo Ma? "

"Ayah, Kendla lupa tana, Dunda dikantol Ayah tidak? "

Yang terdengar bukan suara Mama, melainkan suara Kendra.

" Ya sebentar nak, Ayah lagi banyak kerjaan, nanti Ayah telfon lagi ya." Aku putuskan untuk mematikan sambungan telfonnya sebelum Kendra bersuara lagi. Aku harus jawab apa? sedangkan disini Lisa masih berdiri dengan berkas ditangannya. Tidak mungkin aku membicarakan masalah tentang Kendra yang memanggil Maureen Bunda, walaupun aku yakin jika dia tau pun dia tidak akan menyebarkannya kepada karyawan lain karena tau akan konsekuensinya. Hanya saja ada rasa tidak nyaman jika ada orang yang tau.

" Kamu boleh kembali keruanganmu Lis." Ujarku pada Lisa setelah dia meletakkan tumpukan berkas di meja kerjaku.

" Baik Pak, nanti akan saya ambil jika Pak Radit sudah menyelesaikannya. Saya permisi Pak."

Yang hanya aku jawab dengan deheman saja mencoba memfokuskan diri pada berkas didepanku ini.

Sedangkan Lisa segera keluar ruanganku begitu menyelesaikan tugasnya.

Jujur saja aku tidak bisa fokus dengan pekerjaanku. Jika Kendra saja bisa menelfonku dengan ponsel Mama, itu berarti Kendra sudah menceritakan tentang Maureen yang dipanggilnya Bunda itu. Aku harus menjelaskan apa, Mama pasti akan semakin mendesakku untuk menikah. Karena yang Mama tau aku tidak menikah lagi karena sangat mencintai almarhumah istriku itu. Mama tidak pernah tau tentang penghianatan yang telah dia lakukan kepadaku dan tentang ketidakinginanku untuk menikah lagi.

Tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 17.00, itu berarti jam kerja kantor sudah habis. Dan apa yang aku lakukan sedari tadi? Hanya melamunkan permasalahan tentang Kendra dan Maureen. Hanya 2 berkas yang bisa aku selesaikan dalam kurun waktu 3 jam.

Tok... tok... tok...

" Masuk. "

Aku mendengar suara pintu yang diketuk. Ternyata Lisa yang datang.

" Maaf mengganggu Pak, jam kantor sudah habis, apa perlu saya lembur untuk membantu pekerjaan Pak Radit? " Tanya Lisa yang melihatku masih berkutat dengan berkas-berkas didepanku ini.

" Tidak usah, saya akan lembur sendiri. Kamu sudah boleh pulang. Berkasnya bisa kamu ambil lagi besok. " Jawabku tanpa melihatnya.

" Baik Pak, kalau begitu saya pulang dulu."

Baru saja Lisa akan keluar ruanganku, aku memanggilnya kembali.

" Sebentar Lis."

Lisa membalikkan badannya menghadap diriku.

" Iya Pak, ada yang bisa saya bantu? "

" Tolong kamu katakan pada Andre untuk memesankan saya makanan. Andre sudah tau apa yang harus dia pesan. Dan kamu boleh pulang setelahnya" Ujarku kepada Lisa.

" Baik Pak."

Sekarang Lisa sudah benar-benar meninggalkan ruanganku.

Aku berjalan ke pantry di ruanganku menuju coffee maker untuk membuat secangkir kopi.

Setelahnya aku kembali mengerjakan berkas yang dari tadi tertunda karena aku yang sibuk dengan lamunanku.

Tidak lama kemudian Andre datang membawa 2 kantong kresek berisi makanan.

" Ini pesanannya Pak." Ujar Andre.

" Kamu bisa letakkan dimeja Ndre."

Andre meletakkan makanan yang dibawanya di pantry dan duduk disana. Kemudian mengambil cangkir untuk membuat kopi juga.

Aku bangkit dari kursi untuk mengambil soto ayam yang tadi dipesan oleh Andre dan menyiapkan mangkoknya.

Aku dan Andre memang terkadang seperti teman, tidak seperti atasan dan bawahan saat kita tidak dihadapan klien, namun tetap saja dia tidak menanggalkan bahasa formalnya saat berbicara denganku.

" Sepertinya Kendra sudah menceritakan tentang Maureen kepada Mama, menurutmu aku harus bagaimana? " Kataku seraya makanan soto yang masih hangat ini.

Andre yang mendengar perkataanku seketika berhenti melakukan kegiatannya membukan bungkus sate.

" Memang Kendra cerita apa kepada Ibu Riana Pak? " Tanya Andre kemudian melanjutkan kegiatannya lagi.

" Aku tidak tau pasti, hanya saja tadi Kendra menelfonku menggunakan ponsel Mama, Kendra sendiri tidak bisa menggunakan ponsel selain untuk menonton yout*be. Jadi sudah dapat dipastikan jika Mama sudah tau cerita tentang Maureen. "

Memang Andrelah yang tau segala sesuatu tentangku. Dia sudah menjadi asisten pribadiku lebih dari 7 tahun. Sudah pasti dia juga tau betapa hancurnya aku saat penghianatan oleh istriku terjadi. Untuk itulah aku tidak sekedar menganggap dia sebagai asisten, dia sudah seperti teman dan adik untukku. Usia kita hanya terpaut 1 tahun saja.

" Sebaiknya Anda menunggu sampai Bu Riana bertanya langsung saja Pak, jika beliau tidak bertanya, Anda tidak usah menjelaskan apa-apa. Buat seolah-olah masalah ini bukan hal penting jika Anda memang tidak tertarik dengan Mbak Maureen. " Jawab Andre panjang lebar.

" Mungkin memang itu yang paling tepat."

Kami mengakhiri pembicaraan dengan sibuk dengan makanan masing-masing.

Sudah pukul 18.00, sepertinya aku akan sholat di mushola bawah saja dan langsung pulang kerumah.

" Kamu sudah boleh pulang jika sudah Ndre, saya pulang dulu. Jangan lupa kunci pintunya."

" Baik Pak."

Aku berjalan menuju kursi kerjaku untuk mengambil jas yang tersampir dibelakangnya. Aku sengaja melepasnya karena memang sedang tidak ada tamu formal yang berkunjung.

Aku keluar dari ruanganku dengan menenteng tas dan laptop. Sudah menjadi hal yang biasa jika Andre ada di ruanganku tanpa ada aku didalamnya. Aku sudah mempercayakan segalanya kepada dia. Dan sejauh ini Andre tidak pernah menghianatiku.

Selesai sholat di mushola bawah, aku menuju basement untuk mengambil mobil.

Tiba dirumah aku merasakan sangat sepi. Tidak ada celotehan lucu dari Kendra. Dan karena tidak adanya Kendra inilah ya membuat 3 asisten rumah tanggaku juga sudah masuk ke kamar mereka.

Aku memutuskan untuk langsung mandi karena memang tubuhku sudah terasa sangat lengket.

Setengah jam berlalu, aku sudah selesai dengan acara mandiku.

Masih pukul 7 sore, lebih baik aku kembali mengerjakan berkas yang tadi memang belum aku selesaikan.

Baru saja 1 jam aku bisa fokus dengan berkas ini, tiba-tiba ponselku berbunyi. Tertulis nama Mama id kontak.

*Mama

" Halo Assalamualaikum Dit*." Sapa Mama dari sebrang telfon.

" Halo Ma, Wa'alaikumsalam. Kenapa? Kendra rewel? " Aku mengaktifkan lospiker untuk mengeraskan suara Mama agar tetap bisa fokus dengan berkas ini.

" Enggak, Kendra nggak rewel kok, dia lagi nonton Coco Melon sama Aurel. Kamu sendiri udah di rumah apa masih di kantor? "

Tanya Mama langsung.

" Udah dirumah, tapi aku sedang lembur mengerjakan beberapa berkas lagi." Jawabku singkat.

"Sudah makan?" Tanya Mama lagi.

" Sudah, tadi di kantor. "

" Kenapa tadi siang telfon Kendra kamu matikan? "

Ya, sudah ku duga, sebenarnya inilah inti dari pertanyaan basa-basi Mama tadi.

" Tadi kerjaan aku banyak Ma, ada Lisa juga disana, jadi aku matikan telfonnya." Jawabku singkat.

" Ada yang kamu sembunyikan ke Mama? " Tanya Mama.

" Tidak. " Sekali lagi aku menjawab dengan sesingkat mungkin.

" Lalu siapa wanita yang Kendra panggil Bunda? "

Terpopuler

Comments

Neni Sumarni

Neni Sumarni

baguus

2022-09-29

1

susi_berlianaqu

susi_berlianaqu

karena Kendra tlp pake hape nya oma, jelas oma jd penasaran kan siapa itu bunda🤔

2022-06-15

0

Eman Sulaeman

Eman Sulaeman

lanjuuut

2022-06-10

0

lihat semua
Episodes
1 New Job
2 Dunda...
3 Dunda Cantik
4 Bertemu Pak Direktur
5 Jadi Dia?
6 Intimidasi
7 Mulai Penasaran
8 Tertarik dan Menanyakanmu
9 Mama tau
10 Terkejut
11 Penguntit
12 Hujan Pagi
13 Saya Masih Kaya
14 Ruangan Direktur
15 Bundanya Kendra
16 Sia, mau kan kamu....
17 Culik Anak
18 Interogasi
19 Jadi bagaimana?
20 Romantis?
21 Tidak Peka
22 Pesan Masuk
23 Rahasia
24 Turun!
25 Ayam Goreng Kakek
26 Cemburu?
27 Bubur Ayam
28 Malam Kenangan
29 Saya juga mau
30 Duda
31 Kamu Pelakor?
32 Flashback
33 Menolak
34 Jodoh untuk Sya
35 Hati yang terusik
36 Pesan tengah malam
37 Dimana?
38 Arisan
39 Jero
40 Berandal
41 Hilang Kabar
42 Lagi-lagi Bubur Ayam
43 Ibu pengganti
44 Alasan
45 Cinta Palsu
46 Utang yang 200ribu
47 Kita Berteman
48 Cara Yang Benar
49 Terpantau
50 Kode
51 Perintah terselubung
52 Khawatir
53 Emosi terpendam
54 Membludak
55 Kebenaran
56 Pria Patah Hati
57 Kebenaran
58 Membujuk Kendra
59 Panggil Mas
60 Om dan Ponakan
61 Menantu Sesungguhnya
62 Mama Farida
63 Menyatakan perasaan
64 Direktur Galak & Bunda Maureen
65 Bucin
66 Pacaran?
67 Pizza
68 Pembagian pizza
69 Aku atau kamu
70 Gimana kalo...?
71 Mood Datang Bulan
72 Cemburu lagi?
73 Ganti Nomor
74 Alibi Sya
75 Ternyata Andre...
76 Sayang kamu
77 Ada Apa?
78 Romantisme Bianglala
79 Pipi Merah
80 Meminta izin
81 Ice cream jumbo
82 Love You
83 Hhmm
84 Ketahuan
85 Jujur
86 Calon Fardan
87 Cha cha
88 Cerita Radit
89 Ragu
90 Jogja
91 Bertanya pada hati
92 Gombalan
93 93
94 Wajah Merah Radit
95 Meminta kesempatan
96 Ngedate ber 3
97 Otw halal?
98 Pulang ke Jakarta
99 Calon Kakak Ipar
100 Drama malam hari
101 Perkara Mantan
102 Baby Gemoy
103 Masa Lalu
104 Sya tau...
105 Menceritakan Masa Lalu
106 Martabak
107 Bongkar oleh-oleh
108 Fardan dan Asti Sah
109 Go public?
110 Ya sayang...
111 Weekend
112 Ada apa?
113 Mas Radit...
114 Aku mau Mas...
115 Dibalik layar
116 Menjelang hari-H
117 SAH!
118 Drama Radit dan Kendra
119 Resepsi
120 Malam Pertama Sah
121 Dedek Bayi
122 Masih dedek bayi
123 Yeyy.. Lepas Segel!!!
124 Girls Boy
125 Wejangan
126 Radit tengil
127 Kemana?
128 Harus sabar
129 Ayolah...
130 Hak
131 Pasang Dasi
132 Go Public Yang Sebenarnya
133 Perang mata
134 Sambil menyelam minum air
135 Sama-sama posesif
136 Jangan Makan Bunda
137 Radit cemburu
138 Sya Diam
139 Duda kaya
140 Pahlawan Kendra
141 Brownies dan rencana
142 Karma dari Papa Riyan
143 Pagi yang cerah
144 Ingin Es krim
145 Lembur
146 Sya sakit?
147 Positif
148 Posesif dan Protektif
149 Menyampaikan Berita
150 Resign
151 Demi kebaikan bersama
152 Ngidam
153 Menyulut Api
154 Marah Cemburu
155 Hari Kendra
156 Ngupati
157 Gedoran pintu
158 Serabi
159 Bucket Bunga
160 Janda terpesona duda
161 Butuh Es Krim
162 Sya cemburu
163 Gara-gara Mimpi Buruk
164 Mimpi itu
165 Mengatasinya
166 Beli 5 geratis 1
167 Prediksi Kendra
168 Kelahiran ponakan
169 Radit kenapa?
170 Kronologi
171 Tangis Sya
172 Radit Manja
173 Kemarahan Oma
174 Kedatangan Dani
175 Hadiah dari Uncle Dani
176 Kalap belanja
177 Perkara uang 16 juta
178 Kumpul keluarga
179 Sampai Jogja
180 Kendra Marah
181 Lelah
182 Pembicaraan
183 Mimpi di dalam mimpi
184 Sudah lebih baik
185 Sya negatif thinking
186 Tidak sampai 100 juta
187 Ngidam lagi dan lagi
188 Berubah haluan
189 Kata Dita sok miskin
190 Jemput Kendra
191 Hukuman menanti
192 Alasan tidak melihat harga
193 Terpeleset
194 Tidak ingin melihatnya
195 Kecemasan
196 Sya sadar
197 Menolak Berbicara
198 Welcome to the world Rendra
199 Welcome Home
200 3 bayi
201 Deep talk
202 Kambing
203 Sayang kamu
204 Keinginan berhijab?
205 Hadiah lomba
206 Kembali Bekerja
207 Lembur
208 Berbuka
209 Happy Birthday Abang
210 Kendra hilang
211 Cemburu lagi
212 Di siang hari
213 Hadiah
214 Bahagia bersama
215 Terlalu sibuk
216 Kesedihan
217 Ikuti rencana Mama Riana
218 Pergi
219 Benar-benar pergi?
220 Mencari
221 Galau
222 Frustasi
223 Pasrah
224 Lega sekaligus menyesal
225 Kejutan
226 Kembali bersama
227 Takut kehilangan
228 Berbagi ranjang
229 Uang Ayah sudah banyak
230 Ketakutan
231 Tagihan "itu"
232 Ketempat Kakak
233 Pembahasan umur
234 Pulang ke Rumah
235 Penawaran
236 Karena Tio
237 Bertambah Posesif
238 Misi membujuk Istri
239 Penjelasan
240 Ayah dan Anak
241 Camping
242 Gagal
243 Calon anggota baru
244 Detik-detik
245 Welcome Princess
246 Welcome Baby Sandra (END)
247 Extra Part 1
248 Extra Part 2
249 Extra Part 3
250 Extra Part 4
251 Extra Part 5 (FINAL)
252 Pregnant Kendra's Baby & Laras For Dani
253 Mengejar Cinta Duda Baru & UNWANTED WEDDING (Perjodohan dengan Nadya)
254 Karya baru...
255 (TAMBAHAN PART) Bersyukur memiliki mu
Episodes

Updated 255 Episodes

1
New Job
2
Dunda...
3
Dunda Cantik
4
Bertemu Pak Direktur
5
Jadi Dia?
6
Intimidasi
7
Mulai Penasaran
8
Tertarik dan Menanyakanmu
9
Mama tau
10
Terkejut
11
Penguntit
12
Hujan Pagi
13
Saya Masih Kaya
14
Ruangan Direktur
15
Bundanya Kendra
16
Sia, mau kan kamu....
17
Culik Anak
18
Interogasi
19
Jadi bagaimana?
20
Romantis?
21
Tidak Peka
22
Pesan Masuk
23
Rahasia
24
Turun!
25
Ayam Goreng Kakek
26
Cemburu?
27
Bubur Ayam
28
Malam Kenangan
29
Saya juga mau
30
Duda
31
Kamu Pelakor?
32
Flashback
33
Menolak
34
Jodoh untuk Sya
35
Hati yang terusik
36
Pesan tengah malam
37
Dimana?
38
Arisan
39
Jero
40
Berandal
41
Hilang Kabar
42
Lagi-lagi Bubur Ayam
43
Ibu pengganti
44
Alasan
45
Cinta Palsu
46
Utang yang 200ribu
47
Kita Berteman
48
Cara Yang Benar
49
Terpantau
50
Kode
51
Perintah terselubung
52
Khawatir
53
Emosi terpendam
54
Membludak
55
Kebenaran
56
Pria Patah Hati
57
Kebenaran
58
Membujuk Kendra
59
Panggil Mas
60
Om dan Ponakan
61
Menantu Sesungguhnya
62
Mama Farida
63
Menyatakan perasaan
64
Direktur Galak & Bunda Maureen
65
Bucin
66
Pacaran?
67
Pizza
68
Pembagian pizza
69
Aku atau kamu
70
Gimana kalo...?
71
Mood Datang Bulan
72
Cemburu lagi?
73
Ganti Nomor
74
Alibi Sya
75
Ternyata Andre...
76
Sayang kamu
77
Ada Apa?
78
Romantisme Bianglala
79
Pipi Merah
80
Meminta izin
81
Ice cream jumbo
82
Love You
83
Hhmm
84
Ketahuan
85
Jujur
86
Calon Fardan
87
Cha cha
88
Cerita Radit
89
Ragu
90
Jogja
91
Bertanya pada hati
92
Gombalan
93
93
94
Wajah Merah Radit
95
Meminta kesempatan
96
Ngedate ber 3
97
Otw halal?
98
Pulang ke Jakarta
99
Calon Kakak Ipar
100
Drama malam hari
101
Perkara Mantan
102
Baby Gemoy
103
Masa Lalu
104
Sya tau...
105
Menceritakan Masa Lalu
106
Martabak
107
Bongkar oleh-oleh
108
Fardan dan Asti Sah
109
Go public?
110
Ya sayang...
111
Weekend
112
Ada apa?
113
Mas Radit...
114
Aku mau Mas...
115
Dibalik layar
116
Menjelang hari-H
117
SAH!
118
Drama Radit dan Kendra
119
Resepsi
120
Malam Pertama Sah
121
Dedek Bayi
122
Masih dedek bayi
123
Yeyy.. Lepas Segel!!!
124
Girls Boy
125
Wejangan
126
Radit tengil
127
Kemana?
128
Harus sabar
129
Ayolah...
130
Hak
131
Pasang Dasi
132
Go Public Yang Sebenarnya
133
Perang mata
134
Sambil menyelam minum air
135
Sama-sama posesif
136
Jangan Makan Bunda
137
Radit cemburu
138
Sya Diam
139
Duda kaya
140
Pahlawan Kendra
141
Brownies dan rencana
142
Karma dari Papa Riyan
143
Pagi yang cerah
144
Ingin Es krim
145
Lembur
146
Sya sakit?
147
Positif
148
Posesif dan Protektif
149
Menyampaikan Berita
150
Resign
151
Demi kebaikan bersama
152
Ngidam
153
Menyulut Api
154
Marah Cemburu
155
Hari Kendra
156
Ngupati
157
Gedoran pintu
158
Serabi
159
Bucket Bunga
160
Janda terpesona duda
161
Butuh Es Krim
162
Sya cemburu
163
Gara-gara Mimpi Buruk
164
Mimpi itu
165
Mengatasinya
166
Beli 5 geratis 1
167
Prediksi Kendra
168
Kelahiran ponakan
169
Radit kenapa?
170
Kronologi
171
Tangis Sya
172
Radit Manja
173
Kemarahan Oma
174
Kedatangan Dani
175
Hadiah dari Uncle Dani
176
Kalap belanja
177
Perkara uang 16 juta
178
Kumpul keluarga
179
Sampai Jogja
180
Kendra Marah
181
Lelah
182
Pembicaraan
183
Mimpi di dalam mimpi
184
Sudah lebih baik
185
Sya negatif thinking
186
Tidak sampai 100 juta
187
Ngidam lagi dan lagi
188
Berubah haluan
189
Kata Dita sok miskin
190
Jemput Kendra
191
Hukuman menanti
192
Alasan tidak melihat harga
193
Terpeleset
194
Tidak ingin melihatnya
195
Kecemasan
196
Sya sadar
197
Menolak Berbicara
198
Welcome to the world Rendra
199
Welcome Home
200
3 bayi
201
Deep talk
202
Kambing
203
Sayang kamu
204
Keinginan berhijab?
205
Hadiah lomba
206
Kembali Bekerja
207
Lembur
208
Berbuka
209
Happy Birthday Abang
210
Kendra hilang
211
Cemburu lagi
212
Di siang hari
213
Hadiah
214
Bahagia bersama
215
Terlalu sibuk
216
Kesedihan
217
Ikuti rencana Mama Riana
218
Pergi
219
Benar-benar pergi?
220
Mencari
221
Galau
222
Frustasi
223
Pasrah
224
Lega sekaligus menyesal
225
Kejutan
226
Kembali bersama
227
Takut kehilangan
228
Berbagi ranjang
229
Uang Ayah sudah banyak
230
Ketakutan
231
Tagihan "itu"
232
Ketempat Kakak
233
Pembahasan umur
234
Pulang ke Rumah
235
Penawaran
236
Karena Tio
237
Bertambah Posesif
238
Misi membujuk Istri
239
Penjelasan
240
Ayah dan Anak
241
Camping
242
Gagal
243
Calon anggota baru
244
Detik-detik
245
Welcome Princess
246
Welcome Baby Sandra (END)
247
Extra Part 1
248
Extra Part 2
249
Extra Part 3
250
Extra Part 4
251
Extra Part 5 (FINAL)
252
Pregnant Kendra's Baby & Laras For Dani
253
Mengejar Cinta Duda Baru & UNWANTED WEDDING (Perjodohan dengan Nadya)
254
Karya baru...
255
(TAMBAHAN PART) Bersyukur memiliki mu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!