Dipaksa Menikah SMA

Dipaksa Menikah SMA

DMS 1

Bel tanda istirahat disebuah SMA swasta tepatnya SMA NUSA BANGSA telah berbunyi, semua para siswa berhamburan keluar kelas menuju kantin untuk mengisi perutnya yang mulai kosong.

Perjalanan seorang pemuda saat akan menuju kantin terhenti, karena deringan ponsel yang berada di saku celananya. Tak butuh waktu lama dia pun langsung mengambil ponsel tersebut dan menjawab telfon itu.

"Hal...." sebelum dia melanjutkan bicaranya orang di seberang sana sudah memotong ucapannya dulu.

"Mama kamu masuk rumah sakit, nanti setelah pulang sekolah langsung saja kesini, nanti papa kirim alamatnya, papa ada meeting penting nanti jam 2, jadi kamu harus segera kesini,"

"Sekarang aku ke sana ya pa," tanpa menunggu jawaban orang diseberang sana pemuda itu sudah mematikan ponselnya. Lalu ia lari menuju parkiran meninggalkan tasnya yang berada didalam kelas.

Saat ia lari, tiba-tiba ada seorang gadis cantik yang menghadang jalannya.

"Mau kemana sayang, kok buru-buru? Kita ke kantin aja yuk, aku kangen sama kamu," ucap gadis itu dengan manja.

"Aku harus ke rumah sakit, mama sakit, kamu ke kantin aja sana sama yang lain, aku tinggal dulu." Ucap pemuda itu sambil melanjutkan larinya.

Gadis tersebut mendengus kesal, lalu ia melanjutkan perjalanannya ke kantin yang tertunda.

Pemuda tersebut, menaiki motor kesayangannya dengan kecepatan penuh, setelah tadi melihat pesan dari papanya, dimana letak rumah sakit yang akan ia tuju.

Sesampainya rumah sakit, dia memarkirkan motornya kemudian berlari, tanpa menghiraukan orang-orang yang ia tabrak sepanjang koridor rumah sakit. Dia melihat papanya duduk di depan ruang IGD, lalu dia menghampirinya.

"Mama kenapa pa? Sakit apa? Kok sampai masuk rumah sakit segala, padahal tadi pagi masih sehat keliatannya," berbagai pertanyaan ia lontarkan pada papanya.

"Gak tau Al, tadi papa di telfon sama Bik Um kalau Mamamu pingsan, terus Papa pulang langsung bawa Mama kesini," ucap Papanya dengan sendu.

"Semoga Mama gak kenapa-kenapa," pemuda itu pun tak kalah sendu dari sang Papa.

Lalu keluarlah dokter yang memeriksa sang Mama, dan menghampiri keduanya.

"Pak Davit, ikut keruangan saya ada yang harus kita bicarakan," ucap sang dokter

"Baik Dok," Davit pun mengikuti dokter itu.

Sedangkan pemuda tadi yang tak lain adalah Vicky Al Ghifari, masih duduk didepan ruang IGD dengan wajah menunduk.

Setelah sampai di ruangan dokter tersebut, keduanya pun duduk di sofa yang berada di ruangan itu.

"Begini Pak, apakah Istri Bapak sering mimisan, sakit kepala, mual-mual?" Tanya Dokter tersebut.

"Kalau mimisan saya kurang tau Dok, dia juga gak pernah cerita, yang saya tau dia memang sering muntah, tapi dia bilang cuma masuk angin, dan gak mau kalau saya mau panggil dokter untuk memeriksa," jelas Davit pada Dokter itu.

"Semoga tidak seperti dugaan saya Pak, akan saya cek laborat dulu untuk memastikan kalau Istri Bapak tidak mengidap penyakit seperti dugaan saya," ucap Dokter yang terasa ambigu bagi Davit.

"Memang dugaan Dokter Istri saya sakit apa?" Tanya Davit penasaran.

"Nanti saja kalau hasil laboratnya sudah keluar ya Pak, saya gak mau salah menduga, semoga dugaan saya juga salah," ucap Dokter

"Baiklah Dok, semoga dugaan Dokter salah, semoga Istri saya gak kenapa-kenapa,"

" Aamiin, semoga saja Pak. Istri anda mungkin sekarang sudah dipindah di ruangan rawat, semoga lekas sembuh buat Istri anda Pak," Dokter tersebut tersenyum pada Davit.

"Yasudah saya permisi Dok," pamit Davit pada Dokter.

Kemudian ia keluar ruangan Dokter dan berpapasan dengan putranya saat berjalan di koridor.

"Pa, Mama sakit apa kata Dokter?" tanya Al penasaran.

"Belum tau Al, semoga Mama gak kenapa-kenapa doakan saja ya. Ohya Mama dipindah dimana?"

"Di lantai 3 ruang VIP no 2 Pa, ayo Pah aku juga mau ke sana, tadi dari kantin sebentar." Jawab Al sambil menunjukkan kantong kresek yang dia tenteng.

Keduanya pun menuju ruang rawat inap Mamanya.

▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎

Dua hari berlalu, hasil laborat pun sudah keluar dan saat ini Davit sedang berada diruang Dokter Iwan menunggu sang Dokter membacakan hasil laborat tersebut. Muka Dokter terlihat ada sedikit kegundahan saat mengetahui hasil laborat itu.

"Ternyata benar dugaan saya Pak, Istri anda mengidap kanker darah atau Leukimia stadium dua," ucap Dokter Iwan tanpa basa-basi.

Davit terkejut dengan apa yang diucapkan sang Dokter, dia pun mengambil hasil laborat itu, dan syok saat benar adanya yang dikatakan Dokter dihadapannya, yang tak lain adalah sahabatnya sendiri.

"Ya Allah, kok sampai saya gak tau Istri saya mengidap penyakit seperti ini," ucap Davit frustasi.

"Insyaallah masih bisa disembuhkan Dav, bawalah Istrimu berobat ke Singapur disana fasilitasnya lebih lengkap, semoga Istrimu sembuh, kamu harus sabar ya," Dokter menenagkan Davit, dia berperan sebagai sahabat.

"Akan aku lakukan yang terbaik buat Istriku Wan, kamu bantu ya," Davit memohon pada Dokter Iwan.

"Pasti akan aku bantu, yang sabar ya Istrimu pasti sembuh." Ucap Dokter Iwan sambil menepuk pundak Davit.

Setelah itu, Davit pun kembali keruangan rawat Istrinya disana ada dua orang yang tak lain adalah sahabat Davit.

"Dina sakit apa Dav? Kok mukamu kelihatan kusut banget?" tanya Bagus

Davit menghela nafas panjang dan menatap wajah pucat Istrinya yang juga menatapnya karena penasaran dia sakit apa.

"Ma, kita berobat ke Singapur ya, biar Mama cepat sembuh," bukannya menjawab pertanyaan Bayu, Davit, malah berkata lain yang membuay semuanya jadi penasaran.

"Mama sakit apa emangnya Pa? Kok harus dibawa ke Singapur segala?" tanya Dina penasaran.

"Hasil lab menunjukan kalu Mama...." Davit menggantung kalimatnya.

"Apa Pa? Ayo katakan jangan buat Mama penasaran," Dina sudah tak sabar ingin tau penyakitnya.

Davit menghela nafas panjang lalu berkata, "Mama divonis terkena Leukimia, stadium dua," ucap Davit sambil menunduk.

Tiga orang yang mendengarnya merasa terkejut dengan penuturan Davit.

Istrinya pun mau dibawa berobat ke Singapur dengan satu syarat dan mereka dengan berat hati memenuhi syarat yang diminta oleh Dina.

▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎

Tiba saatnya pulang sekolah, Icha berjalan menuju gerbang sekolah bersama sahabatnya Nayla.

"Tumben kamu dijemput Cha?" Ucap Nayla sambil menunjuk sebuah mobil didepan gerbang sekolah.

Icha melihat arah telunjuk Nayla dan melihat Papanya keluar dari mobil.

"Iya, tumben banget Papa jemput, ayo bareng sama aku aja Nay," ucap Icha merasa heran karena selama ini Papanya tak pernah datang kesekolahnya, hanya Mamanya yang kadang menjemputnya selain sopir. Karena biasanya Icha naik angkutan umum saat kesekolah ataupun pulang sekolah.

"Gak ah Cha, siapa tau ada urusan penting sampai Papamu yang jemput, aku naik bis aja, duluan ya," ucap Nayla lalu meninggalkan Icha.

Icha pun menghampiri Papanya lalu menyalami sang Papa dan mencium punggung tangan papanya. Kemudian dia masuk dalam mobil tanpa banyak tanya.

Saat sudah berada didalam mobil, dia heran kenapa tidak pulang kearah rumahnya.

"Lho kita mau kemana Pa? Kan jalan pulang bukan kesini?" tanya Icha.

"Kerumah sakit, Istri Om Davit sedang sakit dan ada yang mau dia sampaikan ke kamu, jadi sekarang kita kesana dulu," jawab Bayu tanpa menoleh putrinya, karena fokus dengan jalan.

Icha hanya menurut saja tanpa banyak komentar, karena memang dia bukan anak yang sering mebantah. Icha adalah anak kedua dari pasangan Bayu dan Sinta, dia anak perempuan satu-satunya karena kedua saudara Icha laki-laki semua. Sebenarnya bukan satu-satunya anak perempuan Bayu, karena dulu Icha mempunyai seorang Kakak yang usianya beda dua tahun, tapi sudah meninggal saat Icha masih kelas tiga SMP.

Tak lama kemudian mereka pun sampai diruang rawat Dina, mereka disambut dengan senyuman oleh Dina.

"Icha sayang, kamu cantik banget," ucap Dina

"Makasih Tan. Tante semoga cepat sembuh ya, Icha doakan, biar Tante bisa kumpul dengan keluarga lagi," ucap Icha dengan senyum yang terlihat sejak pertama masuk ruangan.

Dina tersenyum melihat keramahan Icha. Sebelum Dina berkata lagi, terdengar pintu dibuka oleh seseorang dan Dina mengurungkan niatnya untuk berkata.

Pemuda yang baru saja masuk terlihat bingung melihat ada seseorang yang berseragam SMA sama dengannya, tetapi memakai jilbab itu. Dia sudah bisa menebak siapa gadis itu, walaupun membelakanginya. Karena gadis yang mengenakan jilbab disekolahnya hanya dia seorang.

Bersambung....

Terpopuler

Comments

ZahraMarzia

ZahraMarzia

mampir Thor 🥰🥰🥰

2023-01-08

1

Novita Manggu Manggu

Novita Manggu Manggu

tidak menarik

2022-11-09

0

sendu itu apa

2022-11-05

0

lihat semua
Episodes
1 DMS 1
2 DMS 2
3 DMS 3
4 DMS 4
5 DMS 5
6 DMS 6
7 DMS 7
8 DMS 8
9 DMS 9
10 DMS 10
11 DMS 11
12 DMS 12
13 DMS 13
14 DMS 14
15 DMS 15
16 DMS 16
17 DMS 17
18 DMS 18
19 DMS 19
20 DMS 20
21 DMS 21
22 DMS 22
23 DMS 23
24 DMS 24
25 DMS 25
26 DMS 26
27 DMS 27
28 DMS 28
29 DMS 29
30 DMS 30
31 DMS 31
32 DMS 32
33 DMS 33
34 DMS 34
35 DMS 35
36 DMS 36
37 DMS 37
38 DMS 38
39 DMS 39
40 DMS 40
41 DMS 41
42 DMS 42
43 DMS 43
44 DMS 44
45 DMS 45
46 DMS 46
47 DMS 47
48 DMS 48
49 DMS 49
50 DMS 50
51 DMS 51
52 DMS 52
53 DMS 53
54 DMS 54
55 DMS 55
56 DMS 56
57 DMS 57
58 DMS 58
59 DMS 59
60 DMS 60
61 DMS 61
62 DMS 62
63 DMS 63
64 DMS 64
65 DMS 65
66 DMS 66
67 DMS 67
68 DMS 68
69 DMS 69
70 DMS 70
71 DMS 71
72 DMS 72
73 DMS 73
74 DMS 74
75 DMS 75
76 DMS 76
77 DMS 77
78 DMS 78
79 DMS 79
80 DMS 80
81 DMS 81
82 DMS 82
83 DMS 83
84 DMS 84
85 DMS 85
86 DMS 86
87 DMS 87
88 DMS 88
89 DMS 89
90 DMS 90
91 DMS 91
92 DMS 92
93 DMS 93
94 DMS 94
95 DMS 95
96 DMS 96
97 DMS 97
98 DMS 98
99 DMS 99
100 DMS 100
101 DMS 101
102 DMS 102
103 DMS 103
104 DMS 104
105 DMS 105
106 DMS 106
107 DMS 107
108 DMS 108
109 DMS 109
110 DMS 110
111 DMS 111
112 Pengumuman
113 DMS 112
114 Extra Part 1
115 Extra Part 2
116 Extra Part 3
117 Extra Part 4
118 Extra Part 5
119 Extra Part 6
120 Extra Part 7
121 Extra Part 8
122 Surat Cinta
123 Extra Part 9
124 Curhat
125 Extra Part 10
126 Extra Part 11
127 Extra Part 12
128 Inpoh
129 SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI
130 NEW INFO
131 New Info
132 Bukan Noda Hitam
133 Langit Bumi
134 Segenggam Rasa
135 Novel Gratis Baru
Episodes

Updated 135 Episodes

1
DMS 1
2
DMS 2
3
DMS 3
4
DMS 4
5
DMS 5
6
DMS 6
7
DMS 7
8
DMS 8
9
DMS 9
10
DMS 10
11
DMS 11
12
DMS 12
13
DMS 13
14
DMS 14
15
DMS 15
16
DMS 16
17
DMS 17
18
DMS 18
19
DMS 19
20
DMS 20
21
DMS 21
22
DMS 22
23
DMS 23
24
DMS 24
25
DMS 25
26
DMS 26
27
DMS 27
28
DMS 28
29
DMS 29
30
DMS 30
31
DMS 31
32
DMS 32
33
DMS 33
34
DMS 34
35
DMS 35
36
DMS 36
37
DMS 37
38
DMS 38
39
DMS 39
40
DMS 40
41
DMS 41
42
DMS 42
43
DMS 43
44
DMS 44
45
DMS 45
46
DMS 46
47
DMS 47
48
DMS 48
49
DMS 49
50
DMS 50
51
DMS 51
52
DMS 52
53
DMS 53
54
DMS 54
55
DMS 55
56
DMS 56
57
DMS 57
58
DMS 58
59
DMS 59
60
DMS 60
61
DMS 61
62
DMS 62
63
DMS 63
64
DMS 64
65
DMS 65
66
DMS 66
67
DMS 67
68
DMS 68
69
DMS 69
70
DMS 70
71
DMS 71
72
DMS 72
73
DMS 73
74
DMS 74
75
DMS 75
76
DMS 76
77
DMS 77
78
DMS 78
79
DMS 79
80
DMS 80
81
DMS 81
82
DMS 82
83
DMS 83
84
DMS 84
85
DMS 85
86
DMS 86
87
DMS 87
88
DMS 88
89
DMS 89
90
DMS 90
91
DMS 91
92
DMS 92
93
DMS 93
94
DMS 94
95
DMS 95
96
DMS 96
97
DMS 97
98
DMS 98
99
DMS 99
100
DMS 100
101
DMS 101
102
DMS 102
103
DMS 103
104
DMS 104
105
DMS 105
106
DMS 106
107
DMS 107
108
DMS 108
109
DMS 109
110
DMS 110
111
DMS 111
112
Pengumuman
113
DMS 112
114
Extra Part 1
115
Extra Part 2
116
Extra Part 3
117
Extra Part 4
118
Extra Part 5
119
Extra Part 6
120
Extra Part 7
121
Extra Part 8
122
Surat Cinta
123
Extra Part 9
124
Curhat
125
Extra Part 10
126
Extra Part 11
127
Extra Part 12
128
Inpoh
129
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI
130
NEW INFO
131
New Info
132
Bukan Noda Hitam
133
Langit Bumi
134
Segenggam Rasa
135
Novel Gratis Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!