One Night In Paris

One Night In Paris

Abinaya Putra Mahardika

" Sayang wake up "

" Lima menit lagi Oma " Jawabnya tanpa membuka kedua matanya .

" Apa kau ingin mommy mu yang datang membangunkan mu " Ucap nya pelan dan lembut.

" No, Mommy ....

Pintu kamar terbuka dari arah luar di mana seseorang kini tengah berdiri di ambang pintu .

" Mommy sudah duga " Langkah kakinya semakin lebar mendekati tempat tidur putri nya " Falisha" Wanita yang sudah berusia lanjut itu perlahan berdiri " Dia sudah bangun Nak " Jawabnya menenangkan putri nya .

" Bu jangan selalu membela nya , Giselle sudah berumur 4 tahun" Ujarnya memelas menatap wanita yang di panggil ibu .

" Iya sayang ini terkahir " Ucap Gauri sang ibu .

" Ibu selalu mengatakan itu agar aku luluh " Jawabnya dengan bola mata yang mulai jengah membuat sang ibu tersenyum.

" Falisha bangun Mom " Ujarnya mendudukkan dirinya di tengah-tengah kasur dengan mata terpejam .

" Mandi jangan membuat orang lain menunggu mu " Ujarnya sewot lalu ke luar dari kamar putri nya tanpa berpamitan pada anak dan ibu nya .

🌹

🌹

🌹

" Opa " Pekik Giselle berlarian menuju meja makan " Pelan-pelan sayang nya Opa " Tegur sang Opa lembut namun tegas .

" Iya Opa " Jawabnya menurut pada ucapan Opa nya .

" Mommy masak kesukaan Lilis " Ucapnya berbinar saat melihat menu yang ada di atas meja .

Lilis adalah nama panggilannya dan itu pemberian Malik Opa nya .

" Opa yang minta " Elaknya sambil menatap ayah nya yang hanya tersenyum tipis.

" Ah iya semalam ayah lupa memberi tahu mu " Ucapnya menjeda sebentar " 3 hari lagi kita akan ke Jakarta dan kemungkinan kita akan menetap di sana " Lanjut nya serius .

" Ke ja-karta " Ulang nya terbata dengan mata membola karena syok .

" Iya Nak " Jawab Gauri lembut

" A-pa Falisha dan Giselle harus juga ikut ? Apa tidak bisa kami di sini saja ? " Ucap Salsa dengan sedikit memohon pada kedua orang tuanya .

" Tidak bisa " Tolaknya Malik tegas .

" Ayah tidak bisa meninggalkan kalian sendirian di sini,karena Bibi dan sopir juga ikut kita kembali ke Jakarta " Lanjut nya menatap Salsa .

" Tapi Ayah ....."

" Keputusan Ayah sudah bulat Nak, Ayah di pindah kan di perusahaan pusat di Jakarta dan Ayah tidak mau jauh dari kalian " Potong nya tanpa menunggu salsa menyelesaikan ucapannya.

" Lalu rumah ini gimana ? " Salsa masih mencari cara agar dia tetap bertahan di kota yang sudah menjadi kota persembunyian nya .

" Ayah sama ibu sudah setuju untuk di kontrakan " Jawab sang ayah melirik sang istri " Kalau di jual sayang saja " Lanjut nya.

" Kalau gitu Giselle yang kontrak " Jawab nya cepat.

" Boleh kan ayah ? Nanti Giselle menyempatkan diri ke Jakarta untuk berkunjung " Lanjut nya menatap bergantian pada orang tua nya.

" Apa kamu punya kekasih sayang " Ujar Gauri tersenyum manis,karena sudah lama keduanya meminta Giselle untuk segera mengenalkan seseorang pria pada mereka.

" Bu " Rengek Salsa manja .

" Lilis mau ikut Opa sama Oma " Falisha tiba-tiba saja bersuara setelah menjadi pendengar sejak tadi .

" Falisha ....."

" Bukan hanya Lilis tapi Mommy juga harus ikut Bibi Nina dan pak Musa juga ikut " Ujar sang Oma tersenyum lebar.

" Yeess " Giselle bersorak gembira, Salsa hanya bisa terdiam dengan pikiran kacau.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

" Tuan "Panggil sang asisten saat sudah berada di ruangan bos nya .

" Kenapa " Jawabnya tanpa membalikkan badannya tatapan fokus pada jalanan yang berada di bawah gedung di mana banyak ribuan manusia yang berlalu lalang.

Arsenio yang baru saja masuk langsung menghentikan langkahnya " Maaf tuan ...." Ucapan Arserio terhenti saat mendengar helaan nafas bos nya " Apa sudah ada penggantinya" Ujar nya membalikkan badannya menatap pria yang berdiri di depannya dengan jarak yang cukup jauh .

" Minggu depan pak Malik akan masuk kerja tuan " Pak Malik " Keningnya hampir menyatu saat mendengar nama itu, nama yang sangat asing untuk nya " Apa kamu yakin akan memberikan posisi itu padanya " Lanjut nya rendah namun penuh ketegasan .

" Cara kerja pak Malik sejak masuk di perusahan selalu baik tuan ,itu kenapa saya menariknya ke kantor pusat " Jawab Arsenio.

" Lalu kenapa harus menunggu seminggu ? " Arsenio menundukkan kepalanya sedikit" Maaf tuan ,beliau meminta waktu karena harus berkemas " Jawab nya serius .

Huh !!

" Arsenio " Sang empedu langsung menegang kan tubuh nya menatap bosnya " Carikan wanita " Ujarnya tanpa menatap sang asisten.

" Baik tuan " Jawab Arsenio menundukkan kepalanya lalu ke luar dari ruangan bos nya .

Tok ....tok ....

Ceklek

" Maaf tuan " Agam menundukkan kepalanya sedikit lalu melanjutkan langkahnya ke arah meja kerja bosnya " Ini laporan hasil rapat tadi pagi dan ini beberapa laporan dari bagian Pemasaran dan Produksi " Agam meletakan satu persatu di depan Bosnya dengan rapi " Jam dua siang ada rapat dengan Direktur " Lanjut nya pelan .

" Aditya ? " Tanya nya menatap sekertaris nya " Iya Tuan " Jawab agam .

" Apa ini sudah di periksa Aditya ? " Ujarnya sambil membuka salah satu berkas yang ada di depannya.

" Sudah tuan ,tuan Aditya bilang jika ada yang masih kurang tuan bisa langsung menyampaikan padanya " Ujar Agam .

" Sementara bantu Aditya mengurus bagian pemasaran sampai pegantinya ada " Titah nya tidak ingin di bantah

" Baik tuan " Jawab Agam patuh.

" Kamu bisa kembali " Agam menundukkan kepalanya sedikit lalu undur diri dari hadapan bos nya

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Karya baru author anggap saja sebagai hadiah akhir tahun, selalu dukung karya author ya

Like

Komenta

vote

Jangan lupa hadiah bunga dan juga ⭐ ⭐ ⭐ ⭐ ⭐

Biar author nya lebih semangat nulisnya 😘😘😘

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!