Rukaayyah, Sang Singa Betina

Rukaayyah, Sang Singa Betina

pertemuan pertama.

Siang itu, suasana di kediaman Kyai Rahman terasa tegang. Semua sudah dipersiapkan untuk menyambut rombongan Hilman. Namun, kedatangan mereka jauh dari ekspektasi Kyai Rahman yang mengharapkan rombongan besar sesuai status keluarga Hilman Effendi.

Hanya dua mobil mewah yang memasuki gerbang Pesantren. Mobil pertama adalah Supercar hitam mengkilap yang dikendarai sendiri oleh Hilman. Mobil kedua, sebuah sedan mewah dengan sopir, membawa ayahnya, Faisal, ibu tirinya, Selena, dan adik tirinya, Patricia.

Hilman yang turun dari mobil Supercar-nya, tampak tampan namun dingin. Ia mengenakan pakaian yang rapi, tetapi auranya berbeda jauh dengan kehangatan Yusuf.

Selena, ibu tiri Hilman, adalah wanita berparas cantik yang berbusana sangat modis... Mereka hanya memakai pakaian serba panjang dan pashmina yang hanya tertengger di kepalanya, dan lehernya masih terlihat....Namun, wajahnya menunjukkan keangkuhan yang tak tertahankan.

Saat ia keluar dari mobil, ia segera menyipitkan mata, memandang remeh penduduk desa yang berkumpul di pinggir jalan dengan rasa penasaran. Ia mengibaskan tangannya, seolah jijik dengan debu dan kesederhanaan lingkungan Pesantren.

Selena Berbisik sinis pada Faisal "Sungguh membuang waktu. Aku tidak percaya kita harus datang ke tempat kumuh seperti ini hanya karena wasiat kuno."

" jaga sikapmu Selena" balas tuan Faisal menatap dingin istrinya.

Keluarga Faisal disambut di teras rumah Kyai Rahman, di mana Zora dan Yusuf duduk mendampingi Kyai dan Ibu Nyai.

Saat mata Faisal, Selena, dan Patricia tertuju pada Zora, mereka semua terkejut hebat. Zora adalah bagian dari lingkaran sosial mereka di kota ,seorang sosialita terkenal.

Selena Hampir tidak percaya, berbisik sangat keras kepada Faisa "Faisal, bukankah itu... Zora Atmaja? Mantan Ratu Pesta di kota ?"

Tetapi, kejutan terbesar mereka adalah keadaan Zora saat ini. Zora duduk di samping Ustadz Yusuf dengan perut yang sudah membesar, jelas-jelas sedang hamil memasuki bulan ketujuh.

Patricia Tersentak "Kak Hilman! Itu Zora! Dan dia... dia menikah dengan Ustadz di sini? Dan dia hamil?!, pantas saja Sudah lama tidak melihat Zora, ternyata berada di sini

Wajah Hilman, yang semula tenang, kini terlihat sedikit kaku. Perjodohan wasiat yang seharusnya formal mendadak terasa sangat pribadi dan rumit, karena rupanya dunia Pesantren Yusuf dan dunia elite Jakarta Zora telah lebih dulu bertemu....

" Assalamualaikum...?" ucap tuan Faisal mewakili keluarga nya , sebelum masuk ke dalam rumah.

Yusuf berdiri untuk menyambut kedatangan tamu" Waalaikumsalam, selamat datang tuan dan nyonya " jawab Yusuf tersenyum sopan. Sedangkan Patricia tidak bisa berkedip melihat ketampanan Yusuf yang paripurna,bahkan suaranya begitu teduh dan lembut. Lalu menyalimi tangan Faisal serta Hilman, saat Patricia mengangkat tangan nya, Yusuf hanya mengantupkan kedua tangannya.karena bukan mahram.

" selamat datang , Tuan Faisal, Hilman, nyonya Selena dan Patricia" ucap Zora tersenyum....ada sedikit senyum ejekan di sana.

" aku tidak menyangka kalau kita akan jadi keluarga" ucapnya sedikit terkekeh...membuat Bu nyai dan Yusuf menoleh ke arah istrinya...

" saya kenal mereka Bu, mas, mereka adalah rekan bisnis papa, jadi kami sering bertemu" kata Zora menoleh sekilas ke arah ibu dan Suaminya, karena dia tahu ,kedua orang tersebut, penasaran...mengapa dirinya bisa tahu.

" ayo silahkan masuk" ajak Zora sopan membuat para tamunya tersenyum canggung.

Zora langsung menggandeng tangan suaminya dengan mesra karena sedari tadi melihat tatapan Patricia yang curi-curi pandang pada suaminya.

Di tengah keangkuhan Selena dan keterkejutan Hilman, Tuan Faisal menunjukkan sikap yang berbeda. Ia adalah sosok yang ramah dan menghormati tradisi. Faisal mengambil inisiatif untuk memecah keheningan yang canggung.

Tuan Faisal Tersenyum tulus, mengulurkan tangan kepada Kyai Rahman "Assalamualaikum, Kyai Rahman. Lama sekali kita tidak bertemu. Saya Faisal. Maaf kami datang terlambat." ucap Faisal dengan sopan

Kyai Rahman Membalas salam dan uluran tangan dengan hangat "Waalaikumsalam, Tuan Faisal. Ahlan wa sahlan / selamat datang. Silakan masuk, mari kita duduk dengan nyaman."

Faisal memimpin keluarganya masuk, sementara Selena dan Patricia terpaksa mengikuti dengan enggan. Faisal dan Kyai Rahman duduk berhadapan, seolah-olah mengabaikan ketegangan yang diciptakan oleh kehadiran Zora dan sikap Selena.... Mereka duduk lesehan, karena di kediaman kyai Rahman hanya ada permadani besar untuk menyambut para tamunya....

Selena dan Patricia enggan untuk duduk ,tapi mereka terpaksa, karena melihat tatapan Faisal yang dingin ke arah mereka, sedangkan Hilman,hanya cuek dan tetap dingin .

Tuan Faisal segera membuka percakapan dengan mengenang masa lalu.

"Saat melihat Kyai, saya langsung ingat masa kecil kami. Ayah saya dan Ayah Kyai Rahman dulu sering bertemu, dan kami sebagai anak kecil sering ikut bermain di halaman yang sama. Rasanya seperti baru kemarin." ucap Faisal tersenyum....

Kyai Rahman Mengangguk haru "Benar, Tuan Faisal. Persahabatan almarhum ayah kita begitu kuat. Kami berdua adalah saksi hidup ikatan persaudaraan mereka." balas kyai Rahman.

Suasana pun menjadi lebih cair. Mereka saling berbincang hangat, mengenang kenangan lama saat ayah mereka masih hidup.

Mereka kemudian membahas wasiat yang membawa mereka bertemu hari ini.

"Dulu, kami sebagai anak-anak sudah tahu bahwa kakek-kakek kami bercanda, tapi juga serius, bahwa suatu saat kami tidak akan menyangkal takdir untuk menjadi besan. Kami menghormati wasiat itu, Kyai. Hilman adalah cucu tunggal dari Ayah saya, dan kami datang hari ini untuk menunaikannya." tutur Faisal berterus terang, setelah tadi berbincang ringan.

Sikap ramah dan penghormatan Tuan Faisal terhadap wasiat dan tradisi sangat kontras dengan sikap keluarga inti Hilman , Selena dan Patricia, namun itu berhasil mencairkan kebekuan dan membuka jalan bagi proses lamaran Rukayyah.

Tepat setelah percakapan hangat antara Kyai Rahman dan Tuan Faisal mereda, pintu menuju ruang tamu dari belakang terbuka. Rukayyah memasuki ruangan.

Ia tampil sesuai dengan kebiasaannya, mengenakan pakaian serba hitam yang menutup sempurna, hanya menyisakan celah mata yang menunjukkan kecerdasan dan ketenangan.

Rukayyah berjalan dengan langkah yang tenang dan teratur.... Rukayyah terduduk dan jalan pelan menggunakan kedua lututnya untuk mendekat ke arah tamu.Di tangannya, ia membawa nampan berisi jamuan teh, kopi, dan camilan khas Pesantren. Ia melayani para tamu dengan sangat sopan, menunjukkan didikan yang halus dan teratur meskipun ia adalah lulusan luar negeri yang serba modern.

Rukayyah menyajikan minuman satu per satu, mulai dari Tuan Faisal, Kyai Rahman, hingga Zora dan semuanya .Ia tidak berbicara, hanya mengangguk hormat, membiarkan gerakannya yang anggun berbicara...

Patricia dan selena sejak tadi menahan tawanya melihat seorang berpakaian seperti ninja, padahal ini di dunia modern.... sedangkan Hilman masih dingin seperti tadi, meski hatinya bertanya-tanya, siapakah wanita yang barusan memberikan jamuan...

Berbeda dengan Selena dan Patricia, mereka mengira , Rukayyah adalah seorang pelayan.

Terpopuler

Comments

Syamsiar Samude

Syamsiar Samude

Thor ini sambungan cerita antara kisah cinta Zora dan Yusuf aku suka ceritamu Thor tetap semangat ya sehat sukses selalu dgn karya2nya 🤲🤗

2026-02-03

1

YuWie

YuWie

ini mbak rukkayah yg hebat itu ya.. gayane hilman sok dingin..hihihi blm tau dibalik cadarnya ada wajah bidadari lulluil maknun

2026-02-02

1

Himna Mohamad

Himna Mohamad

sdh mampir thoor,,,awal cerita yg bagus semangat updatenya ya kk authorr

2025-11-29

2

lihat semua
Episodes
1 pertemuan pertama.
2 menikah
3 syukuran.
4 berpamitan..
5 perjalanan menuju kota.
6 tiba di rumah Hilman.
7 pergerakan pertama
8 Aksi Rukayyah
9 sarapan penuh drama
10 senjata makan Tuan
11 fakta tersembunyi
12 rencana mengumpulkan pahala,
13 13. tebakan Hilman
14 14
15 amarah Hilman.
16 Ferrari putih.
17 jawaban cerdas Rukayyah.
18 hilang kendali
19 makan malam yang dingin.
20 ancaman untuk selena
21 sesuatu yang tersembunyi
22 membuat keributan
23 pemecatan Rubby.
24 permintaan Hilman
25 upaya menghilangkan barang bukti
26 menceritakan semuanya
27 mencari tahu
28 kebenaran terungkap
29 kepergian Selena dan Patricia
30 tiba di istana baru
31 kilas balik
32 Rukaayyah sudah tahu.
33 kepulangan tuan Faisal
34 kejujuran yang menyakitkan
35 berangkat
36 tiba di rumah sakit.
37 kebahagiaan yang tertunda
38 perencanaan yang gagal
39 keadaan keluarga Selena
40 kekalahan Selena
41 pulang
42 kebenarannya
43 Fitnah.
44 kemenangan telak.
45 kejujuran Rukayyah.
46 rencana dinner
47 di culik.
48 rencana pembebasan
49 aksi penyelamatan.
50 selamat
51 hukuman yang pantas
52 luka yang tersembunyi
53 suasana tenang
54 talak untuk selena
55 akhir dari Rahardian dan Rubby
56 Hilman yang sudah sehat
57 acara resepsi pernikahan Akbar
58 malam pertama yang menguras energi
59 menyatu.
60 Rencana bulan madu
61 perjalanan menuju Swiss
62 Swiss
63 pulang...
64 suasana tenang.
65 menjenguk Rahardian.
66 sekretaris baru
67 pertemuan Edo dan Rukayyah
68 rahasia Aisyah
69 tanpa judul
70 semangat di pagi hari
71 Yasmin
72 saling terbuka
73 jujur....
74 lega....
75 bertemu...
76 ruang CEO
77 masih di kantor Hilman
78 keterkejutan Hilman
79 kecurigaan Rukayyah
80 menemui Rahardian
81 pengakuan Rahardian
82 insiden kecil.bertemunya Rukayyah dengan Yasmin
83 interaksi yang tidak di sadari
84 menyerahkan sample
85 kebenaran
86 rahasia terungkap
87 hamil
88 Kehancuran Edo
89 kunjungan lapas
90 kedatangan Edo
91 syukuran.
92 kehangatan keluarga
93 kembali ke pesantren.
94 Buana grup.
95 menyiapkan bekal untuk suami tercinta.
96 gangguan kecil
97 makan siang
98 kelahiran anak Zora
99 memikirkan seseorang
100 sebuah undangan
101 Butik....
102 paket misterius
103 persiapan ke acara pesta
104 acara pesta
105 kejadian diluar kendali.
106 Rumah sakit.
107 rumah sakit 2
108 balasan untuk Bianca dan sekretaris tuan park.
109 balasan
110 pulang
111 kejujuran yang menyakitkan
112 pulang kampung.
113 kedamaian di pesantren
114 menjenguk Rahardian
115 akhir dari Rahardian
116 pemakaman
117 detik yang di nanti
118 kelahiran sang pewaris
119 TAMAT
Episodes

Updated 119 Episodes

1
pertemuan pertama.
2
menikah
3
syukuran.
4
berpamitan..
5
perjalanan menuju kota.
6
tiba di rumah Hilman.
7
pergerakan pertama
8
Aksi Rukayyah
9
sarapan penuh drama
10
senjata makan Tuan
11
fakta tersembunyi
12
rencana mengumpulkan pahala,
13
13. tebakan Hilman
14
14
15
amarah Hilman.
16
Ferrari putih.
17
jawaban cerdas Rukayyah.
18
hilang kendali
19
makan malam yang dingin.
20
ancaman untuk selena
21
sesuatu yang tersembunyi
22
membuat keributan
23
pemecatan Rubby.
24
permintaan Hilman
25
upaya menghilangkan barang bukti
26
menceritakan semuanya
27
mencari tahu
28
kebenaran terungkap
29
kepergian Selena dan Patricia
30
tiba di istana baru
31
kilas balik
32
Rukaayyah sudah tahu.
33
kepulangan tuan Faisal
34
kejujuran yang menyakitkan
35
berangkat
36
tiba di rumah sakit.
37
kebahagiaan yang tertunda
38
perencanaan yang gagal
39
keadaan keluarga Selena
40
kekalahan Selena
41
pulang
42
kebenarannya
43
Fitnah.
44
kemenangan telak.
45
kejujuran Rukayyah.
46
rencana dinner
47
di culik.
48
rencana pembebasan
49
aksi penyelamatan.
50
selamat
51
hukuman yang pantas
52
luka yang tersembunyi
53
suasana tenang
54
talak untuk selena
55
akhir dari Rahardian dan Rubby
56
Hilman yang sudah sehat
57
acara resepsi pernikahan Akbar
58
malam pertama yang menguras energi
59
menyatu.
60
Rencana bulan madu
61
perjalanan menuju Swiss
62
Swiss
63
pulang...
64
suasana tenang.
65
menjenguk Rahardian.
66
sekretaris baru
67
pertemuan Edo dan Rukayyah
68
rahasia Aisyah
69
tanpa judul
70
semangat di pagi hari
71
Yasmin
72
saling terbuka
73
jujur....
74
lega....
75
bertemu...
76
ruang CEO
77
masih di kantor Hilman
78
keterkejutan Hilman
79
kecurigaan Rukayyah
80
menemui Rahardian
81
pengakuan Rahardian
82
insiden kecil.bertemunya Rukayyah dengan Yasmin
83
interaksi yang tidak di sadari
84
menyerahkan sample
85
kebenaran
86
rahasia terungkap
87
hamil
88
Kehancuran Edo
89
kunjungan lapas
90
kedatangan Edo
91
syukuran.
92
kehangatan keluarga
93
kembali ke pesantren.
94
Buana grup.
95
menyiapkan bekal untuk suami tercinta.
96
gangguan kecil
97
makan siang
98
kelahiran anak Zora
99
memikirkan seseorang
100
sebuah undangan
101
Butik....
102
paket misterius
103
persiapan ke acara pesta
104
acara pesta
105
kejadian diluar kendali.
106
Rumah sakit.
107
rumah sakit 2
108
balasan untuk Bianca dan sekretaris tuan park.
109
balasan
110
pulang
111
kejujuran yang menyakitkan
112
pulang kampung.
113
kedamaian di pesantren
114
menjenguk Rahardian
115
akhir dari Rahardian
116
pemakaman
117
detik yang di nanti
118
kelahiran sang pewaris
119
TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!