Sebuah tespack pun terjatuh saat tangan Alula berhasil di tarik keluar dari saku mantelnya. Semua begitu terkejut atas apa yang mereka lihat, begitu pun dengan Cleon dan juga Kaivan.
"Apa ini?" Emily mengambil tespack yang terjatuh di kaki Alula.
"KAU???" Teriak Emily keras di hadapan Alula. Siswa dan siswi yang berkerumun menyaksikan peristiwa ini pun menyuraki Alula setelah mereka melihat apa yang terjatuh dari dalam mantelnya.
Kaivan terlihat menautkan alisnya dengan geram. Begitu pun Cleon, dia seperti tersambar petir saat melihat apa yang Alula bawa. Karena dalam fikiran Cleon, Alula adalah seorang gadis baik-baik. Begitu pun dengan Kai, walau dia begitu membenci Alula karena perilaku dan penampilannya yang aneh, tetapi dalam fikirannya Alula adalah gadis yang baik dan polos.
"Ini tidak seperti yang kalian lihat ! Itu bukan punyaku!" Alula berusaha menjelaskan
"Bagaimana bisa alat tes kehamilan ini, ada di mantelmu jika benda ini bukan milikmu?" Teriak Emily geram.
"Kenapa kau membeli alat pengetes kehamilan? Apakah kau curiga dirimu hamil? Benarkah kau wanita seperti itu?" Giliran Cleon memberondong Alula dengan beberapa pertanyaan sekaligus.
Alula melihat kekecewaan yang mendalam di mata lelaki bermata cokelat itu.
"Ini tidak seperti yang kalian lihat!!" Alula menggeleng-gelengkan kepalanya. Buliran air mata pun terjatuh membanjiri kelopak matanya.
"Aku kira kau seorang gadis baik-baik," kini giliran Kai yang menghakimi.
"Ternyata kau hanya seorang perempuan murahan, menjijikan dan lebih rendah dari pada sampah!!" Sambung Kai seraya tersenyum sinis ke arah Alula.
Cleon pun tampak tak membela Alula seperti yang biasa ia lakukan saat melihat gadis itu di rundung. Ia hanya terus menatap Alula penuh kecewa, walaupun dalam fikirannya mereka tinggal di negara bagian barat, tetapi tidak seharusnya seorang siswi SMA bertindak sebebas itu, terlebih membeli sebuah alat tes kehamilan.
"Katakan dimana kau menjajakan tubuhmu? Bolehkah aku menyewa tubuhmu itu untuk melewati malam? Jika kau berkenan kau bisa datang ke tendaku. Aku akan membayarmu." Kai masih menghakimi, menghina Alula dengan kata kata kasarnya.
Plaaakkk...
Alula menampar pipi Kaivan.
"Berani-berani nya kau menyentuh tubuhku dengan tangan kotormu itu !!! Jika dari awal, aku tahu kau adalah seorang perempuan murahan seperti ini, aku sungguh tidak sudi duduk denganmu !!" Kai berteriak penuh amarah seraya menyentuh pipinya yang di tampar oleh Alula.
"Kau jangan berani berani berkata seperti itu kepadaku !! Sudah kubilang tespack itu bukan punyaku !!" Alula berteriak kepada Kai seraya air matanya berhamburan memenuhi pipinya.
"Kau masih saja mengelak ! Dasar wanita murahan !!" Kai berteriak penuh emosi.
"Hey, tenanglah Kai !" Alden dan Nino menimpali, tidak seperti biasanya kedua sahabatnya tidak ikut membully Alula.
"Aku bukan wanita murahan, aku sangat membencimu Kaivan Allen!!" Alula berteriak
Beverly dan Chelsea terlihat keluar tenda setelah mereka mendengar ribut ribut di luar.
"Ada apa ini?" Beverly bertanya sesaat dia sudah berada di kerumunan orang orang itu.
"Al, mengapa kau menangis?" Chelsea melihat Alula sedang berderai air mata dengan menatap penuh kebencian ke arah Kai.
"Dia menangis karena dia ketahuan akan membuang sebuah tespack," Jessica menyaut
"Lalu, apa masalahnya?" Chelsea mengernyit heran, karena dia tahu tespack itu bukan milik Alula. Dia mengerti jika Alula ingin membuangnya
"Kau gila? Mengapa kau tidak mempermasalahkan nya? Dia masih siswi SMA, apa jadinya jika orang orang tahu siswi SMA Auckland Hills hamil?" Tanya Emily dengan geram.
"Kenapa kalian menyangka Alula hamil?" Beverly bertanya kepada Emily.
"Ya, kami tahu itu belum terbukti. Tetapi dia sekarang membawa alat tes kehamilan. Bukankah dia mencurigai dirinya hamil?" Jawab Diana, teman Emily.
Alula sudah tidak bisa mengendalikan perasaannya, dia memilih berlalu dari tempat itu. Semua siswa dan siswi menyuraki kepergiannya.
"Al, kau mau ke mana?" Beverly berteriak tetapi Alula tidak menjawab pertanyaannya. Alula masih sibuk menyeka air matanya dan berjalan membawa tubuhnya entah kemana.
Sementara itu kerumunan orang orang yang menghina Alula belum membubarkan dirinya.
"Hey, kalian sudah salah paham!! Tespack itu bukan milik Alula," Chelsea berkata dengan nada tinggi.
"Hey, kau temannya, sudah pasti kau membelanya," sela Emily.
"Chelsea benar, itu bukan milik Alula. Alula mendapat tespack itu dari acara tadi malam saat bertukar kado," Beverly membenarkan perkataan Chelsea.
"Kau juga temannya, sudah pasti kau ikut berbohong," sahut Jessica.
"Mereka benar. Tespack itu bukan milik Alula," Nino berjalan 2 langkah ke depan siswa dan siswi itu.
Semua orang yang ada di sana tampak menunggu kata-kata Nino selanjutnya.
"Ini perbuatanku!!" Nino menghembuskan nafasnya kasar.
"Apa maksudmu?" Kai bertanya dengan gusar.
"Sesaat sebelum kita pergi camping, aku membeli sebuah tespack untuk acara tukar kado atas saran dari Alden," sambung Nino.
"Hey, kenapa kau menyalahkanku?" Alden tidak terima.
"Aku minta maaf. Aku pikir kejadiannya tidak akan seperti ini. Aku hanya ingin membuat lelucon saja untuk orang yang menerima kado dariku," Nino menundukan kepalanya.
Sementara itu semua siswa dan siswi tampak terkejut atas kesaksian Nino, terutama Cleon dan juga Kaivan. Tanpa basa basi, Cleon segera pergi dan berlari mengejar Alula yang pergi entah kemana.
Dear para readers : Tolong tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment dan vote untuk mendukung author. Terima kasih 🤗🤗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 207 Episodes
Comments
dina firara
dan pada akhirnya nino bakalan jatuh hati sama alula kaerena kejadian ini kayanya
2022-10-19
1
pipi gemoy
seru Thor 🌹
2022-09-10
0
Sumarni
kasihan
2021-09-26
0