Hari ini adalah hari kedua seluruh kelas 3 SMA Auckland Hills camping di area perkemahan Ridding Wood Lodges. Pagi ini siswa dan siswi di sibukan dengan beberapa kegiatan. Ada yang sedang memasak, ada yang sedang duduk santai sembari menikmati udara pagi hari, ada yang sedang mengantri untuk mandi dan ada pula yang masih bersantai-santai di dalam tenda karena acara hari kedua baru akan di mulai satu jam lagi
"Aku harus membuang ini. Jika aku membawanya ke rumah, mama dan papa akan berfikir yang tidak-tidak," Alula sedang terduduk di dalam tendanya sembari tangannya memegang sebuah tespack.
Tespack itu adalah hadiah dari teman angkatannya, walaupun dia tidak tahu siapa yang membungkus hadiah yang tak lazim untuk anak SMA itu. Alula memakai mantel yang Cleon pinjamkan padanya dan memasukan tespack itu ke saku mantelnya.
"Kau mau kemana, Al?" Tanya Chelsea yang melihat Alula berdiri.
"Aku mau ke luar sebentar," Alula tidak memberi tahu dia akan pergi untuk membuang tespack itu.
"Nanti saja kita keluarnya bersama Al, kegiatan baru akan di mulai 1 jam lagi," Beverly menyahut sambil memainkan ponselnya.
"Aku ada perlu sebentar. Nanti aku segera kembali," jawab Alula.
"Baiklah. Jangan jauh jauh ya !" Chelsea menyaut.
Alula hanya mengangguk kemudian dia melangkahkan kakinya keluar dari tenda miliknya.
"Aku harus membuang ini di tempat yang sepi," batin Alula
Alula melihat di balik bukit ada tempat pembuangan sampah, dia pun berjalan ke arah pembuangan sampah yang sepi itu. Tetapi, untuk mencapai tempat pembuangan sampah yang cukup jauh itu, dia harus melewati Kaivan, Nino, Alden, Cleon, dan siswa dan siswi lain yang tengah menikmati udara segar.
Alula pun memasukan tangannya ke saku mantelnya dan berjalan dengan hati-hati untuk melewati kerumuman siswa, agar mereka tidak curiga dengan apa yang akan Alula buang. Terlebih apabila yang memberikan kado itu ada dalam kerumunan orang-orang itu, tentu dia akan kecewa jika kado pemberiannya di buang begitu saja. Karena, Alula adalah seseorang yang sangat menghargai pemberian dari orang lain.
Emily yang melihat Alula berjalan tergesa gesa segera mendekati dan mengejar Alula.
"Hey, cewe aneh !!! Mau kemana kamu?" Tanya Emily penuh selidik.
"Aku mau membuang sampah," jawab Alula gugup. Tangan Alula masih berada di dalam saku mantelnya, untuk menahan tespack agar tidak terjatuh dari saku mantel yang tengah ia pakai.
"Kau membuang apa?" Dahi Emily mengerut penuh curiga.
"Hanya sampah biasa," suara Alula masih terdengar gugup.
"Mana sampahnya? Coba aku lihat !" Emily semakin curiga.
"Ini ada di sakuku. Untuk apa kau melihat?"
"Kau tidak tahu atau pura pura tidak tahu? Aku kan di tunjuk sebagai ketua angkatan, dan tentu saja aku harus memastikan semua kegiatan anggota angkatan berjalan sebagaimana mestinya, termasuk aktifitasmu saat ini. Mana sini aku lihat!" Emily merasa janggal karena dimana ada sampah di masukan ke saku mantel.
"Tidak usah, aku pergi dulu," Alula melangkahkan kakinya kembali.
"Tunggu, ayo sini aku lihat !" Emily mengejar Alula dan menarik paksa tangan Alula agar terlepas dari saku mantelnya.
"Hey, kau sedang apa?" Cleon mendekati mereka begitu pun dengan siswa dan siswi lainnya termasuk Kaivan, Nino dan Alden.
"Mengapa kau mengganggunya?" Cleon masih bertanya kepada Emily yang tengah memegang sikut tangan Alula.
"Aku tidak mengganggunya, tadi dia bilang bahwa dia akan membuang sampah. Aku hanya curiga saja, kenapa mau membuang sampah ke tempat pembuangan yang jauh disana, sementara di dekat toilet juga ada tempat sampah," Emily menjelaskan kecurigaannya.
"Lagi pula aku kan ketua angkatan kelas 3, aku harus memastikan semuanya baik baik saja," sambungnya, Cleon pun mengamini apa yang gadis itu katakan karena sedikitnya dia mempunyai tanggung jawab akan siswa lainnya.
Alula terlihat semakin panik, wajahnya pucat pasi karena dia sedang di kerubuni seperti seorang maling yang ketahuan tengah mencuri. Kai, Nino dan Alden hanya memperhatikan dan ikut berdiri mengerubuni gadis bertubuh kecil itu.
"Emily benar, Al. Jadi, kau akan membuang apa?" Tanya Cleon lembut tetapi Alula hanya terdiam seribu bahasa.
"Ayo cepat! Aku ingin tahu apa yang kau pegang dalam saku mantelmu," Emily semakin tidak sabar tetapi tangan Alula masih mempertahankan apa yang dia pegang dalam saku mantelnya.
"Kami akan membantumu," sahut Jessica dan Diana, teman Emily.
Emily menarik paksa tangan Alula, sementara Jessica dan Diana memegangi tubuh Alula agar dia tidak berontak. Cleon pun tidak bisa membantu Alula, karena fikirnya Emily bertindak seperti itu karena dia memang ketua angkatan, terlebih Cleon pun penasaran dengan apa yang akan Alula buang.
Sebuah tespack pun jatuh saat tangan Alula berhasil di tarik keluar dari saku mantelnya. Semua begitu terkejut atas apa yang mereka lihat, begitu pun dengan Cleon dan juga Kaivan.
Dear para readers : Tolong tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment dan vote untuk mendukung author. Terima kasih 🤗🤗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 207 Episodes
Comments
💗vanilla💗🎶
lagian nanti aja sih dibuangnya al , hadehh
2023-12-26
1
ana Imaa
ada ada aja sih isi kadonya,terlalu dewasa
2022-11-27
0
dina firara
wah cleon bakal ilfeel gk nih ya
pasti si kai tuh kerjaan nya bungkus gtuan
2022-10-19
1