Semua siswa sedang mendirikan tendanya masing-masing dibawah sebuah bukit di area camping Ridding Wood Lodges, begitu pun dengan Alula, Chelsea dan Beverly. Mereka kebagian tenda yang sama, karena untuk masalah tenda tidak di atur oleh sekolah.
"Sepertinya Beverly marah kepadaku," batin Alula saat melihat Beverly tengah terduduk dan mulai mengeluarkan pasak serta frame dari tas tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.
"Emm Bev, aku minta maaf ya?" Alula mendekat ke arah Beverly yang sedang menyambungkan batang-batang frame tenda.
"Heemmm," Beverly hanya bergumam dan tidak menyahut.
Chelsea pun juga menangkap hal yang sama dengan yang di rasakan Alula. Chelsea merasa Beverly marah kepada Alula. Chelsea menghentikan aktifitasnya yang sedang menbentangkan kain tenda.
"Bev, sikapmu sungguh sangat childish sekali!" Chelsea mendekat ke arah Alula dan Beverly.
"Maksudmu?" Beverly masih sibuk menyambungkan batang frame tendanya.
"Kenapa kau marah dengan Alula? Kan kita tadi sudah berusaha datang ke guru panitia, tetapi mereka tidak mengizinkan kau bertukar tempat duduk dengan Alula kan?" Chelsea terlihat kesal kepada sahabatnya itu.
"Aku tidak marah dengannya !!" Beverly menghentikan aktifitasnya dan menatap ke arah Chelsea.
"Inilah yang aku takutkan, aku takut kejadian dulu terulang lagi. Aku takut kehilangan teman lagi untuk yang kesekian kalinya," bisik Alula dalam hatinya.
"Chel sudahlah!!" Alula menarik tangan Chelsea hendak membawa gadis itu ke tempat lain agar tidak berdebat dengan Beverly.
"Diam Al! Aku sungguh tidak suka dengan sikap Beverly yang seperti ini," Chelsea menangkis tangan Alula dan menatap Beverly.
"Apa mau mu? Kau ingin Alula memaksa dewan guru agar mereka memindahkan posisimu? Kau bisa lihat di bus tadi? Alula tidak melakukan apa pun dengan Kai. Malah tadi tubuhnya di muntahi oleh Kai. Sedangkan dia tidak membawa mantel cadangan. Untung saja Cleon berbaik hati memberikan mantel miliknya. Lihatlah Kai !! Jangankan meminjamkan Alula mantel, berbasa basi meminta maaf kepada Alula saja tidak, Kau sebagai sahabatnya tidak kasihan dengan Alula?" Chelsea terus berbicara tanpa jeda.
Beverly hanya diam mendengar kata-kata Chelsea, hatinya pun membenarkan apa yang gadis itu katakan. Dia kemudian menoleh ke arah Kaivan yang keadaannya sudah membaik dari tadi. Kini laki-laki itu tengah mendirikan tendanya yang bermerk mewah bersama dengan Nino dan Alden.
Beverly berdiri dari duduknya dan menghampiri Alula dan Chelsea.
"Al, maafkan aku! Chelsea benar. Sikapku sangat childish. Aku hanya kesal saat Kai dekat dengan wanita lain. Aku cemburu. Ku harap kau memaklumi sikap ku tadi," Beverly menatap Alula dengan tatapan sendu kemudian dia memeluk sahabatnya itu.
"Tidak apa-apa, Bev. Aku bisa mengerti," Alula tersenyum dan membalas pelukan Beverly.
"Syukurlah," Chelsea merasa lega.
****
Malam harinya semua siswa dan siswi kelas 3 sedang duduk mengelilingi sebuah api unggun yang lumayan menghangatkan tubuh mereka. Canda dan tawa tampak terlihat pada manik mata mereka. Ada yang bermain gitar, ada yang sedang mengobrol sambil tertawa-tawa, ada juga yang sedang asyik menyeruput cokelat panas karena udara lumayan dingin saat ini.
Tidak lama kemudian Mrs. Shelly dan Mrs. Elly datang ke arah siswa dan siswi.
"Anak-anak sebelum kita tidur. Ayo terlebih dahulu kita bertukar kado! Mrs. Shelly sudah bilang kan di grup chat agar kalian tidak lupa membawa kado untuk hari ini?" jelas Mrs. Elly.
"Yeaaayyy Mrs kita tidak lupa," jawab siswa dan siswi bergembira, karena mereka sudah tidak sabar untuk bertukar kado dengan siswa lainnya.
"Kalian tidak memberikan nama kan di kado yang kalian buat?"
"No, Mrs."
"Baiklah, ayo ambil kado kalian sekarang!" Pinta Mrs. Elly.
Semua siswa pun tampak masuk ke dalam tendanya untuk membawa kado dari dalam tasnya.
"Kau membungkus apa, Al?" Chelsea berbisik di telinga Alula sesaat mereka terduduk kembali di depan api unggun.
"Aku membungkus gantungan kunci berlambang Big Ben. Kau membungkus apa?" Alula berbalik bertanya.
"Aku membungkus sebungkus pembalut," bisik Chelsea sambil menahan tawanya.
"Kau gila?" Alula juga telihat menahan tawa.
"Ada apa sih? Aku tidak diberi tahu nih?" Beverly bertanya karena melihat kedua sahabatnya sedang asyik berbisik-bisik.
"Nanti saja ku beri tahu jika kita sudah di dalam tenda," jawab Chelsea sembari masih menahan tawanya.
"Baiklah..."
Dear para readers : Tolong tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment dan vote untuk mendukung author. Terima kasih 🤗🤗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 207 Episodes
Comments
luiya tuzahra
jangan2 ntar kaivan dpt gantungan kunci kado punya alula niih
2022-09-14
2
Ris Andika Pujiono
sayang penulisnya sdh ngga aktif lg di NT padahal termasuk salah 1 favoritku
2022-02-08
1
Sumarni
lanjut
2021-09-26
0