Perjalanan dari kota Birmingham ke kota Alfreton membutuhkan waktu kurang lebih sekitar 2 jam dengan menggunakan bus. Semua siswa sudah di dalam bus dan sedang menikmati pemandangan dari kaca tempat duduknya masing-masing.
Perjalanan sangat indah dengan daun-daun maple yang berguguran di sepanjang perjalanan terasa menyejukan mata. Mata mereka semakin dimanjakan dengan pemandangan kastil-kastil dan kanal yang bersejarah saat mereka memasuki gerbang kota Alfreton. Semua tampak kagum atas apa yang mereka lihat, kecuali seorang gadis bermantel putih dan seorang pria yang tengah duduk bersisian dengannya.
"Hey, jangan dekat dekat! Lihatlah mantel mu menyatu dengan mantelku!" Alula berkata dengan keras kepada Kaivan yang tengah duduk di sampingnya, membuat siswa dan siswi lainnya menoleh ke arah mereka.
"Hey, gadis aneh !! Siapa juga yang ingin dekat dekat denganmu? Lihatlah kursi ini sangat sempit. Aku sangat tidak nyaman duduk denganmu, terlebih aku harus menekuk kakiku," Kai mengoceh di samping Alula
"Rasakan !!! Siapa suruh punya kaki panjang seperti itu," Alula tersenyum senang melihat Kai tidak nyaman duduk disebelahnya.
Sementara itu di belakang mereka, Beverly terlihat kesal dan jengkel melihat pemandangan yang menyakiti mata dan hatinya. Alula dan Kaivan terlihat duduk sangat dekat, bahkan tubuhnya menempel satu sama lain karena kursi bus ini memang terlihat kecil-kecil.
Beverly sangat berharap dirinya lah yang akan duduk dengan Kai. Sebelum mereka berangkat, mereka datang kepada guru panitia untuk menukar kursi antara Beverly dan Alula. Cleon yang baru datang di lapangan sekolah pun dibawa untuk menghadap kepada guru panitia. Akan tetapi, usul mereka di tolak mentah-mentah oleh guru panitia, karena ini adalah sebuah peraturan yang telah disetujui oleh semua dewan guru saat rapat.
Cleon pun menatap Kaivan dan juga Alula yang tengah berdebat. Entah kenapa hati kecilnya berharap dia duduk dengan gadis pindahan dari kota Liverpool itu. Sesaat sebelum keberangkatan, Cleon diajak berdiskusi perihal tempat duduknya oleh Beverly dll dan dia pun dengan mudah menyetujui ide Beverly untuk menukar posisi duduk antara Alula dan Beverly.
"Enak sekali gadis jelek itu duduk dengan mantan kekasihku," Emily berbicara ketus saat melihat Alula dan Kaivan duduk bersama.
"Hey, siapa yang kau maksud gadis jelek?" Chelsea menyaut dengan nada yang kesal kepada orang yang tengah duduk disampingnya.
"Siapa lagi kalau bukan gadis aneh pindahan dari kota Liverpool itu?" Emily memutar kedua bola matanya.
"Hey, jaga bicaramu ! Temanku tidak jelek !! Dia hanya tidak bisa mengurus dirinya sendiri. Jika dia berdandan, dia akan lebih cantik darimu," Chelsea menjawab tak kalah ketusnya.
"Haha, tidak salah kau berkata seperti itu?" Emily tertawa mengejek.
"Tidak ada yang lebih cantik dari ku termasuk temanmu si Beverly itu," sambungnya
"Kau narsis sekali! Lebih baik aku tidur saja dari pada harus berbicara dengan orang tidak berfaedah seperti dirimu," Chelsea mendelik ke arah Emily.
****
"Heh, gadis aneh, bergeserlah sedikit!" Perintah Kai kepada Alula yang sedang melihat pemandangan di kaca bus. Tetapi suara Kai terdengar melemah dan tidak sekuat biasanya.
"Bergeser ke arah mana?? Tidak ada tempat lagi !!" jawab Alula, tanpa menoleh ke arah Kai.
Merasa jawabannya tidak mendapat sahutan dari laki-laki disampingnya. Alula menoleh ke arah Kai dan melihat laki-laki itu memejamkan matanya.
"Kau kenapa?" Alula melihat wajah Kai yang sangat pias, dia menyentuh kening pemuda itu tetapi suhunya terhitung normal.
"Perutku mual sekali!" Tutur Kai masih dengan memejamkan mata.
"Jangan bilang kalau kau mengalami mabuk kendaraan!" Alula terlihat panik.
"Kurasa begitu. Aku pertama kalinya naik bus seperti ini."
Hening.... Hening.......
Bus mulai memasuki area Ridding Wood Lodges dan supir bus pun memarkirkan bus nya dengan sempurna di halaman parkir yang tersedia.
Tiba-tiba.....
"Huek, huek!" Secara tiba-tiba Kai memuntahkan isi perutnya ke arah Alula, kini mantel wanita itu penuh dengan muntahan Kai.
Alula berteriak histeris saat melihat mantelnya penuh dengan muntahan Kai.
"Kau ini kenapa muntah ke arahku??" Teriak Alula menggelegar.
"Aku tidak kuat," suara Kai masih melemah.
"Kau sengaja kan muntah di mantelku?" Alula segera melepas mantel berwarna putih tulang itu dari tubuhnya.
Semua siswa dan siswi yang satu bus dengan mereka terlihat berdiri dan melihat ke arah Alula dan Kaivan. Mereka pun tertawa saat tahu Kai muntah di mantel Alula.
"Rasakan itu!" Emily senang melihat pemandangan menjijikan itu.
Beverly masih terlihat duduk di kursinya, entah kenapa dia agak senang dengan pemandangan itu.
"Kurasa Kai sengaja muntah ke arah Alula," batin Beverly.
Mrs. Shelly yang ditugaskan menjadi pengawas di bus itu, Chelsea, Cleon, Nino dan Alden segera menghampiri kursi Alula dan Cleon.
"Kau tidak apa-apa, Kai?" Tanya Mrs Shelly sembari memijit tengkuk Kaivan.
Kai hanya terlihat menggeleng dan masih memejamkan matanya.
"Nino, Alden segeralah bawa Kai ke pondok para guru! Biarkan dia beristirahat sebentar disana," perintah Mrs. Shelly kepada Nino dan Alden.
"Baiklah, Mrs," Alden dan Nino memapah tubuh Kaivan untuk turun dari Bus itu.
"Alula, Mrs mohon kamu memaklumi ya? Kai tidak sengaja," Mrs Shelly menatap Alula.
Alula hanya tersenyum paksa dan mengangguk.
"Baiklah Mrs turun duluan," Mrs. Shelly melangkahkan kakinya turun dari bus.
"Kau tidak kenapa-kenapa kan, Al?" Chelsea terlihat mengkhawatirkan Alula.
"Dingin Chel!" Sahut Alula, karena saat ini tubuhnya hanya mengenakan kaos lengan pendek setelah mantelnya dilepaskan.
Dengan cepat, Cleon segera membuka mantel berwarna hitamnya dan melekatkannya di tubuh kecil Alula.
"Pakailah mantelku, kau akan hangat!" Cleon tersenyum
"Bagaimana denganmu?" Tanya Alula khawatir.
"Kau tenang saja, aku membawa mantel cadangan," sahut Cleon.
"Baiklah, ayo kita turun dari sini." Chelsea mengajak Alula dan Cleon turun dari bus.
"Ayo Bev!" Alula mengajak Beverly yang masih berdiri. Akan tetapi, Beverly tidak menyahut dan berjalan terlebih dahulu mendahului mereka.
Dear para readers : Tolong tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment dan vote untuk mendukung author. Terima kasih 🤗🤗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 207 Episodes
Comments
ana Imaa
hmm ternyata keputusan alula merubah penampilannya udah sangat tepat yaa,kalo aja dia tdk berubah mngkin kejadian2 sebelumnya akan terulang lagi ngeliat sikap si beverly ke alula
2022-11-27
3
dina firara
bev mulai ada benih2 jahat dan iri hati
2022-10-19
2
ꪚ! ᴍiѕѕ ℤuւᴉᴅ 💋 💋𝄢⃟Ȿ⃝➢
udah jadi sama cleon aja lah
2022-05-26
1