1 minggu kemudian . . . .
Pagi ini seluruh siswa kelas 3 SMA Auckland hills sudah berkumpul di lapangan sekolah. Hari ini adalah keberangkatan mereka untuk camping. Semua siswa tampak memakai mantel dengan koper masing masing di tangan mereka.
"Ah, aku sungguh tidak sabar untuk pergi kesana, kau tahu? Sejak kecil aku ingin sekali camping di Ridding Wood Lodges," ucap Beverly yang terlihat cantik dengan mantel berwarna pink nya dan tangannya sedang menenteng koper mini yang berwarna senada dengan mantelnya.
"Iya, aku juga sungguh ingin cepat sampai kesana," jawab Chelsea antusias. Chelsea tampak menggunakan mantel berwarna purple, sementara kepalanya dibalut dengan topi baret yang juga berwarna purple.
Semua tampak bersemangat akan camping ini, hanya Alula yang terlihat tidak bersemangat.
"Kalau tidak diwajibkan sekolah untuk ikut, mungkin sekarang aku tengah berbaring diatas kasurku, berselimut tebal dan tak lupa secangkir cokelat panas ditanganku dan juga sepiring Apple Pie," Alula menyauti obrolan kedua sahabatnya. Ia memakai mantelnya yang berwarna putih, tak lupa Alula juga memakai earwarmer untuk menghangatkan telinganya. Udara di Birmingham hari ini berada pada titik 14 derajat celcius.
" Ayolah Al !! Bersemangatlah sedikit! Ini momen yang akan kita kenang setelah kita lulus dari sekolah," Chelsea merangkul bahu Alula.
"Iya Al, jika kau sudah lulus tentu kau ingin kembali lagi ke masa-masa SMA," tutur Beverly
"Cih, jika aku sudah lulus aku sungguh tidak ingin kembali ke sekolah mengerikan ini. Bagaimana bisa aku rindu dengan sekolah ini sementara hari hari ku penuh dengan perundungan? Ya, mungkin aku hanya akan merindukan Chelsea dan Beverly jika aku sudah lulus dari sini," Alula berbisik dalam hatinya.
"Oh iya, tadi malam di grup kelas, Mrs Shelly mengatakan tempat duduk kita akan di tentukan oleh guru panitia. Semoga aku duduk bersama Al atau dengan Bev nanti di bus," Chelsea menatap Alula dan Beverly.
"Aku pun berharap sama, semoga aku bisa duduk dengan mu atau dengan Beverly," Alula tersenyum.
Beverly tidak menyahuti obrolan 2 sahabatnya. Diam - diam Beverly melihat ke arah Kai, Nino dan Alden yang tengah mengobrol. Kai terlihat sangat tampan dengan mantelnya yang berwarna abu muda, tak lupa dia memakai syal di lehernya yang berwarna sama dengan mantelnya, dan kacamata hitam yang bertengger di mata cokelat terangnya semakin membuat Kai terlihat tampan.
"Semoga aku bisa duduk di bus dengan Kai," Beverly diam diam berharap dalam hatinya.
***
"Perhatian anak anak, bus akan datang 40 menit lagi, kalian bisa melihat teman duduk kalian di papan pengumuman sebelah sana!!" Mrs Elly, Wakil kepala sekolah yang sedang berdiri di depan memberikan pengumuman seraya menunjuk ke sebuah papan pengumuman yang berada di sebelah lapangan.
Setelah Mrs. Elly menutup pengumumannya semua siswa dan siswi berhambur untuk melihat siapa teman duduk mereka selama perjalanan ke Ridding Wood Lodges yang berada di kota Alfreton.
Alula, Chelsea dan Beverly memilih untuk menunggu kerumunan siswa membubarkan diri terlebih dahulu untuk melihat papan pengumuman, begitu pun dengan Kai yang terlihat tak bergeming dari tempatnya tadi. Dia sepertinya juga menunggu mading itu sepi terlebih dahulu.
"Yess!!" Teriak Nino dan Alden saat mereka tahu mereka duduk bersebelahan di bus. Mereka pun terlihat menepukan telapak tangan bersamaan.
"Kalian duduk bersama?" Kai bertanya kepada Nino dan Alden yang tengah berjalan menghampirinya.
"Iya, kau segera lihatlah nama mu! Ku harap kau bisa duduk dengan Beverly," tutur Alden. Kai pun segera melangkahkan kakinya untuk melihat siapa yang akan duduk dengannya saat di bus nanti.
Saat Kai berjalan, Alula dan kedua sahabatnya pun mendekat ke arah papan pengumuman sekolah karena kerumunan siswa sudah membubarkan diri setelah mereka tahu teman sekursinya.
Alula, Chelsea dan Beverly sampai terlebih dahulu ke papan itu di ikuti dengan Kai tak jauh di belakang mereka. Kai menghentikan langkahnya di belakang ketiga gadis itu, mungkin menunggu ketiga gadis itu berlalu dari sana.
Chelsea mulai mencari namanya dengan telunjuk jarinya di papan pengumuman tersebut.
"Tolong, lihat namaku ya Chel !!" Alula menepuk bahu Chelsea.
"Iya aku juga ya," Beverly ikut-ikutan menyuruh Chelsea.
"Baiklah."
"Yaaaaahh, aku duduk bersama Emily," Chelsea membalikan badan ke arah 2 sahabatnya dengan raut wajah yang kecewa. Chelsea pun membalikan tubuhnya kembali ke arah papan pengumuman untuk melihat nama Alula dan Beverly.
"Bev, kau duduk dengan Cleon," tukas Chelsea kepada sahabatnya. Beverly tampak kecewa dengan apa yang ia dengar karena ia berharap bisa duduk dengan Kai.
"Dan Al...." Chelsea menghadapkan tubuhnya kembali ke arah Alula dan Beverly yang berada 2 langkah di belakangnya. Wajah Chelsea nampak terkejut, tangannya menutup mulutnya yang berwarna pink alami itu. Chelsea menatap Alula dan setelah itu menatap Kaivan yang berada 5 langkah di belakangnya
"Kenapa, Chel?" Alula bertanya dengan cepat.
"Kau duduk dengan Kai," Chelsea menatap Alula.
"APAAAA??" Alula dan Kaivan menjawab bersamaan.
Dear para readers : Tolong tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment dan vote untuk mendukung author. Terima kasih 🤗🤗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 207 Episodes
Comments
ana Imaa
cie cie cieee yang sebangkuu😉😉
2022-11-27
1
dina firara
biar bus nya goyang gara2 mereka ribut trus wkwkwk
2022-10-19
1
Sumarni
cie sebangku😁
2021-09-26
1