"Lepaskan dia !!" Cleon masih menatap tajam Kai, Kai pun tak kalah sengitnya menatap tajam ke arah Cleon yang berdiri di belakangnya.
"Apa urusanmu?" Kai berbicara ketus terhadap Cleo
"Ada pahlawan kesiangan nih?" Nino tersenyum sinis, tangannya masih menekan bahu Alula
"Bukan pahlawan kesiangan tapi kepagian," Alden tertawa
Alula masih berada di posisinya, berlutut didepan kaki Kaivan dengan kedua bahunya yang ditekan oleh Nino dan Alden.
Cleon mengalihkan pandangannya ke arah Alula yang sedang berlutut. Tanpa berkata-kata lagi, Cleon berjalan melewati Kai dan langsung menyingkirkan paksa tangan Nino dan Alden dari bahu Alula. Saat tangan Nino dan Alden terlepas dari bahunya, Alula segera berdiri dan Cleon langsung menggenggam tangan kanan Alula untuk membawa gadis itu berlalu dari tempat itu. Suasana menjadi hening, karena bagaimana pun Cleon juga siswa yang disegani di sekolah tersebut karena orang tuanya adalah seorang anggota parlementer senior inggris.
Saat mereka hendak berjalan melewati tubuh Kai, Kai dengan cepat menarik tangan kiri Alula secara kasar hingga membuat langkah Alula dan Cleon terhenti.
"Lepaskan tanganku !!" Alula berteriak seraya mencoba melepaskan cengkraman tangan Kai yang 2 kali lebih besar dari tangannya.
"Lepaskan dia!!" Cleon menatap tajam ke arah Kai sembari tangannya memegang tangan kanan Alula.
"Aku tidak akan melepaskannya. Dia belum meminta maaf kepadaku," Kai menatap sengit Cleon.
Siswa dan siswi semakin banyak berkerumun, termasuk Beverly yang keluar dari dalam kelasnya setelah mendengar ribut-ribut di luar. Begitupun dengan Chelsea yang terlihat baru datang. Tetapi mereka masih terdiam karena situasi terlihat mencekam.
"Memangnya apa yang sudah dia lakukan kepadamu? Sehingga kau memperlakukannya seperti ini?" Tatapan mata Cleon masih menajam.
"Kemarin dia menyiram wajahku dengan minumannya !!" Teriak Kai.
"Bukannya kau yang menumpahkan makanan milikmu pada lehernya? Haruskah kau memperlakukan seorang gadis seperti ini?"
"Ternyata hubungan kalian sudah sedekat ini ya? Hingga kau tahu apa yang ku lakukan kemarin padanya," Kai tersenyum sinis
"Mungkin mereka berkencan Kai," Alden tiba-tiba menyaut sambil tertawa
"Wah wah SMA Auckland Hills punya sepasang pasangan baru, bisa kita juluki couple not goals," Nino menimpali dengan raut wajah yang mengejek.
Cleon tidak menyahut ejekan dari Nino dan Alden dia masih menatap tajam ke arah Kai.
"Lepaskan tangannya !" Cleon menarik tangan kanan Alula dengan kuat agar tangan Kai terlepas dari tangan kiri Alula.
"Aku tidak akan melepaskannya sebelum dia meminta belas kasihan dariku," Kai juga menarik tangan kiri Alula dengan kuat.
"Lepaskan tanganmu sekarang !! Tak cukup kah kau selalu membuat Alula menderita?" Cleon menarik tangan kanan Alula kembali dengan tenaga yang jauh lebih besar dari tadi
"Tidak akan !!!! Seharusnya kau tidak perlu ikut campur urusanku!" Kai pun kembali menarik tangan kiri Alula hingga membuat tubuh gadis itu bergeser ke arah kiri dan kanan.
"Hentikan, tanganku sakit!!!" Teriak Alula melihat tangan kanan dan kirinya yang ditarik secara kasar sehingga membuat pergelangan tangannya memerah.
"Lepaskan aku berengsek, lepaskan !!!" Alula berteriak ke arah Kai sambil menggerak-gerakan tangan kirinya agar Kai melepaskannya. Kai masih memegang tangan Alula bahkan cengkramannya semakin diperkuat.
"Lepaskan tanganmu, tanganku sakit !" Alula terus berteriak
"Kai, lepaskan tangan Alula !!" Beverly berjalan mendekat ke arah Kai dan juga Alula.
"Aku tidak mau melepaskannya," Kai menoleh dan menatap Beverly
"Aku mohon !" Beverly menatap Kai penuh permohonan. Kai pun langsung melepaskan tangan Alula dengan kasar.
"Ayo ikut aku !" Tangan Cleon menarik tangan Alula untuk membawanya ke suatu tempat.
"Sebentar!" Alula melepaskan tangannya dari genggaman tangan Cleon, dia mengambil jaket Cleon yang terjatuh di lantai dan segera berlalu pergi dari keramaian itu bersama laki-laki yang telah menolongnya.
"Hey, kau mau membawa sahabatku ke mana?" Chelsea bertanya saat Cleon dan Alula melewatinya.
"Bukan urusanmu," jawab Cleon sambil berlalu.
"Hari ini kau bisa lolos dariku, tetapi lihat saja nanti, aku akan mengerjaimu habis-habisan hingga kau menyesal telah berurusan denganku." Batin Kaivan sembari tangannya mengepal dengan geram.
Kai pun berlalu masuk kelas tanpa mengucap sepatah katapun kepada Beverly, di ikuti dengan Nino dan Alden. Sementara siswa dan siswi yang tengah menonton, langsung membubarkan diri begitu menyadari pertunjukan gratis itu telah usai.
****
Cleon membawa Alula ke taman sekolah karena masih ada waktu sebelum bel jam pelajaran pertama berbunyi. Mereka mendudukan dirinya di taman sekolah yang terlihat menguning, daun berserakan di atas kolam ikan dan jalan setapak tetapi tidak mengurangi keindahan taman sekolah itu.
"Terima kasih karena tadi telah membantuku," Alula membuka percakapan dan melihat ke arah Cleon yang sedang duduk disampingnya sambil memperhatikan daun-daun maple yang berjatuhan dari pohonnya.
"Aku tidak membantumu. Aku hanya tidak suka terhadap pembullyan, apalagi perempuan yang menjadi objek bullyan itu," Cleon masih menatap pada daun-daun yang berguguran.
Alula hanya mengangguk-nganggukan kepalanya.
"Oh iya, bagaimana hasil pertandingan basket kemarin? Siapa yang akan mewakili sekolah kita?" Alula bertanya antusias karena dia belum tahu siapa yang menang dalam pertandingan basket kemarin.
"Yang menang tim Phoenix, kemarin team ku kalah," sahut Cleon, ekspresi wajahnya tidak berubah walaupun dia membicarakan kekalahan teamnya.
"Walau kalian tidak menang tetapi kalian adalah terbaik. Jangan patah semangat ! masih banyak beribu-ribu kesempatan. Nanti team mu bisa ikut Olimpiade London semoga nanti kau beruntung." Alula tersenyum tulus kepada Cleon, Cleon menoleh dan menatap wajah Alula.
"Oh iya, ini jaketmu yang kemarin kau pinjamkan untukku. Terima kasih ya?" Alula menyodorkan jaket berwarna abu-abu itu ke tangan Cleon.
"Sama-sama," Cleon mengambil jaket itu, matanya masih menatap Alula yang saat ini duduk disebelahnya, rambut gadis itu tersibak saat angin menerpa rambutnya, entah kenapa membuat Cleon semakin tertarik memperhatikannya.
"Baru pertama kali aku melihat wajahnya sedekat ini. Yang ku tahu dia adalah siswi kelas A yang selalu jadi bulan-bulanan seluruh siswa kelas 3 terutama Kai. Walau penampilannya tidak seperti gadis lain, tetapi yang aku lihat dia adalah gadis cantik dan baik hati," bisik Cleon dalam hatinya
"Ya Tuhan, kenapa dia memandangiku seperti itu?" Gumam Alula. Tubuhnya salah tingkah akan tatapan Cleon saat ini.
Bel sekolah berbunyi sebagai tanda jam pelajaran pertama akan segera dimulai, Cleon pun mengalihkan matanya dari wajah Alula dan bergegas berdiri dari tempat duduknya.
"Ayo kita masuk kelas ! Aku yakin Kai sekarang sudah masuk kelas juga jadi kau akan aman."
"Baiklah, ayo !" Alula tersenyum dan segera berdiri lalu melangkahkan kakinya untuk masuk ke kelasnya yang berada disamping kelas Cleon.
Dear para readers : Tolong tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment dan vote untuk mendukung author. Terima kasih 🤗🤗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 207 Episodes
Comments
Aqua_Chan
lama mreka besar yah
2022-12-29
1
ana Imaa
ternyata cleon matanya lebih tajam dari si kai yaa,bisa tau ada berlian tersembunyi di tumpukan jerami hihihi
2022-11-27
0
astri rory ashari
Cleon emang bisaan kalo ada yg bening2 tau aja..😁
2021-10-23
1