“Aku pulang....”
“Kau sudah pulang sayang? tumben jam segini sudah pulang?” sapa Ainsley saat melihat putri semata wayangnya membuka pintu.
“Iya, Ma. Tadi ada pertandingan basket untuk olimpiade jadi siswa dan siswi dibebaskan dari jam pelajaran,” Alula berjongkok melepas sepatu pentofelnya.
“Kau memakai jaket siapa, Nak?” tanya Ainsley saat melihat jaket yang asing ditubuh putrinya.
“Ini jaket temanku.”
“Mengapa kau memakai jaket temanmu?” Ainsley mengernyit keheranan
“Emm... Tadi seragamku kena air. Jadi temanku meminjamkannya,” Alula berbohong kepada ibunya, karena dia selalu menutupi keadaannya yang sering dibully di sekolah. Dia tidak ingin membuat kedua orang tuanya khawatir.
“Papa mana, Ma?” sambung Alula
“Papamu belum pulang, Nak. Ada bimbingan akademik dengan mahasiswanya mungkin sebentar lagi pulang. Ya sudah, cepatlah mandi dan ganti seragammu !!" sahut Aisley
“Baiklah, Ma,” Alula berjalan dan menaiki tangga karena kamarnya berada di lantai 2.
Sesampainya di kamarnya yang bercat ungu, Alula membuka jaket Cleon yang masih melekat pada tubunya yang memiliki tinggi 160 cm.
“Harum sekali!" Alula mencium dalam-dalam jaket Cleon yang sudah ia lepaskan dan menyimpannya ke dalam keranjang baju kotor. Alula berniat mengembalikan jaket itu kepada Cleon esok hari, setelah bi Daisy asisten rumah tangga dirumah Alula mencuci jaket Cleon. Alula segera mengambil handuk yang digantung di hanger pintu dan berlalu masuk ke dalam kamar mandi.
Alula masuk ke dalam bathub yang sudah terisi dengan air hangat, ia menambahkan beberapa tetesan aromatherapi untuk mengusir penat setelah beberapa kejadian yang ia lalui hari ini. Alula masuk ke dalam bathub dan segera membaringkan dirinya didalam bathub itu.
“Aku sungguh lelah sekali!" Alula memejamkan matanya dan menghembuskan nafasnya dengan kasar. Tiba-tiba ia mengingat kembali perlakuan Kai siang tadi kepadanya.
"Dia sungguh menyebalkan, aku sangat benci padanya. Untung saja 7 bulan lagi aku lulus dari sekolah itu. Semoga masa perkuliahanku kelak lebih baik. Aku tidak boleh memikirkan berandalan itu, seharusnya aku fokus belajar untuk ujian masuk perguruan tinggi negeri,” Alula berbicara sendiri. Setelah puas berendam air hangat, dia berdiri dan membersihkan dirinya di bawah kucuran shower.
Setelah mandi, Alula mengambil 1 stel piyama dalam lemarinya yang memiliki 3 pintu. Ia memakai piyama itu dan segera mengambil laptop untuk mengerjakan tugas biologinya yang belum selesai. Alula mendudukan dirinya diatas kasur spring bed berwarna pink miliknya. Disela-sela mengerjakan tugas sekolahnya, Alula mengecek surat elektronik miliknya. Terlihat banyak pesan di kotak masuknya, tapi mata Alula berfokus kepada surel yang dikirimkan oleh seseorang yang bernama Alfin. Ia membuka surel itu.
“Halo Alula sayang ! ini aku Alfin. Kau masih mengingatku bukan? Aku mencarimu ke sekolah lamamu dan kata orang-orang disana kau sudah pindah ke Edgbaston, Birmingham. Aku sudah menelfonmu, tetapi nomormu tidak bisa di hubungi. Aku juga mengirimkan pesan ke media sosialmu, tetapi kau tak kunjung membalas pesanku. Aku merindukanmu sayang, jadi selepas aku lulus SMA aku akan melanjutkan kuliahku di Birmingham untuk menyusulmu. Setelah aku disana mari kita memulai kisah cinta kita yang tertunda. Miss you dear.." Isi pesan dari Alvin.
“Menyebalkan !! Mengapa laki-laki kurang ajar ini mengetahui alamat emailku?” Alula berbicara kepada dirinya sendiri dengan nada emosi.
Alfin adalah mantan kekasih Alula. Dia menjalin hubungan dengan pria itu saat dirinya kelas 1 SMA semasa ia bersekolah di Liverpool. Alula menjalani hubungan dengan Alvin hanya sekitar 2 bulan karena saat menginjak 2 bulan hubungan mereka, Alvin meminta berciuman dengan Alula. Terlebih kehidupan Alvin sangat bebas, dia senang berpesta dengan teman-temannya di Club malam.
Alula tidak mau memiliki hubungan dengan pria yang bebas seperti itu, karena walaupun dia hidup di bumi bagian barat dan hidup ditengah-tengah masyarakat yang menganut faham liberal, Alula tidak ingin berpacaran secara bebas karena kedua orang tuanya adalah pendidik yang masih menganut nilai-nilai konservatif. Alula hanya akan melakukan itu kelak dengan suaminya saat dirinya sudah menikah. Selepas memutuskan hubungannya dengan Alfin, Alula belum mau berpacaran lagi karena saat ini yang menjadi prioritasnya adalah pendidikannya. Terlebih hanya tinggal menghitung bulan Alula akan lulus dari SMA dan dia harus fokus untuk lulus ujian masuk Perguruan Tinggi Negeri.
“Aku sudah memblokir nomornya dan tak menghiraukan pesan yang ia kirimkan di media sosialku. Sekarang dia malah menerorku di surel yang selalu aku gunakan untuk mengirim tugas-tugasku kepada guru. Arrgghh!!” Alula masih berbicara sendiri diatas kasurnya.
“Kenapa dengan hari ini? ” Alula berdecak kesal dan mengacak-ngacak rambutnya yang masih basah.
****
Keesokan harinya......
Alula dan kedua orang tuanya tengah makan di meja makan.
“Al, sebentar lagi kamu lulus. Kamu ingin melanjutkan pendidikanmu ke universitas mana?” Harbert membuka obrolan ditengah-tengah sarapan pagi mereka.
“Aku ingin meneruskan kuliahku di Universitas Birmingham saja, Pa,” Alula berbicara sambil mengunyah roti panggang miliknya.
”Kau yakin tidak ingin melanjutkan pendidikanmu ke kota London?” Ainsley menimpali
“Tidak, Ma. Al tidak ingin hidup sendiri disana. Biarkan Al kuliah disini saja!”
“Baiklah. Jika itu maumu, Nak. Berusahalah yang keras agar kau dapat diterima di Universitas Birmingham!" Harbert menimpali
“Aku akan bekerja keras, Pa,” Alula tersenyum menatap papanya
“Kamu akan mengambil jurusan apa nak di sana?” Ainsley bertanya kepada putrinya yang sedang meminum susu.
“Al ingin mengambil jurusan Pendidikan Biologi, Ma. Mama kan tahu dari dulu Al ingin menjadi seorang dosen seperti mama dan papa,” sahut Alula
“Kami senang nak kamu ingin terjun ke dunia pendidikan seperti mama dan papa. Semoga semuanya berjalan lancar,” Ainsley tersenyum kepada putri kesayangannya itu.
“Iya, Ma. Ya sudah, Ma. Al pergi ke sekolah dulu!” Alula bangkit dari duduknya dan mengambil tas miliknya.
“Baiklah, sayang. Hati-hati dijalan! Bawalah mantel karena diluar sangat dingin! Anginnya kencang sekali karena sebentar lagi musim gugur berakhir,” ujar Ainsley
“Pulangnya mau papa jemput, nak?” Harbert menawarkan
“Tidak, Pa. Papa ini berlebihan sekali! Rumah kita dengan sekolah hanya berjarak 1 km. Al jalan kaki saja,” Alula tersenyum
“Ya sudah. Kalau begitu Al berangkat dulu!” Alula berjalan ke kursi kedua orang tuanya dan mencium pipi kedua orang tua yang telah membesarkannya itu.
“Nona Al? Ini jaket teman nona yang sudah bibi cuci tadi malam! Dan ini mantel untuk nona pakai hari ini!" Bi Daisy memberikan jaket abu-abu milik Cleon dan memberikan mantel warna cokelat untuk dipakai Alula hari ini.
“Terimakasih bi,” Alula tersenyum lalu ia berjalan kearah pintu untuk berangkat ke sekolah.
Dear para readers : Tolong tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment dan vote untuk mendukung author. Terima kasih 🤗🤗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 207 Episodes
Comments
Borahe 🍉🧡
semangat thor
2023-07-16
0
Chykha Fransiskha
ini ceriata kisa cintanya orang tuanya jasper,, y thor?
2022-08-13
0
Sumarni
semangat thor
2021-09-25
0