Alula menatap Beverly, karena Beverly belum menjawab siapa yang membayar makanan mereka.
"Emm Al, yang membayar makanan kita itu Kai," ucap Beverly hati hati.
"Hah? kau yang benar saja !!! Jika aku tahu makananku dibayar olehnya, aku tidak sudi memakan makanan ini," Sahut Alula emosi seraya melihat kue muffinnya yang kini tersisa 1 keping. Chelsea hanya terdiam dan melihat perdebatan ini, seakan dia terasingkan karena dari tadi yang dipermasalahkan adalah kehadiran Alula.
"Aku juga tidak sudi mengeluarkan uang satu sen pun untuk makanan gadis aneh dan udik sepertimu!!" Kai menggebrak meja dengan satu tangannya. Sementara 1 tangan lainnya masih memegang piring spaghettinya
"Heh, aku pikir aku mau makan makanan darimu? Kalau saja dari awal aku tahu itu makanan darimu, aku tidak akan makan makanan tadi. Aku lebih baik kelaparan dari pada memakan makanan yang dibeli memakai uangmu itu. Aku ingin sekali memuntahkan makanan yang sudah ku makan ke wajahmu. Dasar laki-laki gila!!" Alula berdiri dan menggebrak meja dan tatapannya menghujam ke arah Kai.
"Hey, kalian apa-apaan? Lihatlah kita jadi tontonan orang-orang yang ada dikantin ini!" Chelsea menimpali, dan benar saja orang-orang yang berada dikantin menonton perdebatan mereka.
"Kau jangan ikut campur!! Aku tidak peduli terhadap mereka!!" Kai berteriak kepada Chelsea. Chelsea tidak bergeming karena dia tahu kemarahan Kai seperti apa. Dia sudah sangat hafal dengan kemarahan pemuda itu, karena saat SMP Kaivan sering kali berkelahi dengan orang yang mencari gara-gara dengannya. Dan sudah dapat dipastikan, orang yang dihajar Kaivan akan babak belur, dan yang anehnya Kai tidak akan mendapat masalah atau hukuman, karena dia begitu dilindungi dan dimanjakan oleh papanya yang sangat kaya raya.
"Sudahlah Kai!! Mengapa jadi seperti ini?" Beverly berbicara dengan raut wajah yang malu, karena dari tadi mereka menjadi pusat perhatian. Kaivan mengalihkan tatapannya kepada Aula dan memandang gadis itu dengan geram.
"Lebih baik kita pergi dari sini Kai!! Sepertinya gadis aneh ini tidak akan pergi dari sini. Aku malas sekali satu meja dengannya," ucap Nino
"Iya, kita pergi saja dari sini!! Aku juga tidak mau semeja dengan gadis udik ini!!" Alden menimpali.
"Sebentar! Aku masih ada urusan dengan gadis aneh ini," Kai masih menatap geram Alula
"Apa hah? Kau berfikir aku tidak berani terhadap laki-laki menyebalkan seperti dirimu? Aku akan membayar makanan yang telah kumakan tadi," Alula mengambil dompet dari tasnya dan mengambil beberapa lembar uang dari dompetnya yang berwarna dusty pink.
"Ini ambilah! Kue muffinku dan segelas Lemon tea harganya 7 Pounds kau bisa mengambil kembaliannya," Alula menyodorkan uang 10 Poundsterling kepada Kaivan.
"Aku tidak membutuhkan uang receh seperti ini!!" Kai menepis kasar tangan Alula, sehingga uang Alula berceceran dilantai.
"Apa yang kau inginkan?" Alula menatap sengit wajah Kai.
Tiba-tiba Kai melakukan sesuatu yang mengejutkan. Dia menumpahkan spaghetti miliknya ke leher Alula. Sehingga spaghetti itu mengotori seragam sekolahnya.
"Aww panas." Pekik Alula
"Al???" Chelsea berteriak panik dan mendekat ke tubuh Alula yang sedang sibuk menggerakan bajunya agar menetralisir panas.
"Kai, kau keterlaluan!!" Beverly menatap Kai dengan marah. Sementara Nino dan Alden tidak menunjukan reaksi apapun. Mereka malah senang dengan perlakuan Kai kepada Alula. Semua siswa yang ada di kantin tertawa melihat Kaivan yang menumpahkan spaghetinya di leher Alula.
Tiba-tiba, Alula mengambil lemon tea miliknya dan menumpahkannya di wajah Kai.
"Berani-beraninya kau!!!" Teriak Kai kepada Alula
"Kau benar-benar keterlaluan!! Manusia macam apa dirimu, hah?" Mata Alula berkaca-kaca. Tak lama air mata melompat dari pelupuk matanya. Alula mengambil tasnya dan segera berlalu pergi dari kantin itu dengan baju yang penuh dengan noda spaghetti. Siswa-siswi disana menyuraki Alula yang berlalu dari kantin. Kai mengambil tisu yang ada di meja dan mengelap kasar wajahnya seakan tidak ada penyesalan dalam dirinya setelah apa yang ia lakukan terhadap Alula.
"Si*alan perempuan itu!! Berani-beraninya dia menyiramku !!" Hardik Kai.
"Apa yang kalian lihat?" Kai menggebrak meja dan menatap semua siswa-siswi yang tengah melihat kepadanya. Tanpa komando semua siswa yang disana segera membubarkan diri karena takut akan kemarahan Kai.
"Kau memang jahat, Kai!!" Ucap Chelsea seraya pergi mengejar Alula.
Beverly masih bergeming dari tempat berpijaknya saat ini, dia menatap Kaivan dengan kecewa.
"Kenapa kau bisa sekasar itu kepada Alula? Aku sangat kecewa terhadapmu!!"
"Dia benar-benar gadis yang menyebalkan!" Kai berdecak kesal dan memandang Beverly. Beverly melangkahkan kakinya untuk mengejar Alula dan Chelsea, tapi tangan Kai menahan Beverly.
"Sudahlah. Mengapa kau mau berteman dengan gadis aneh itu?" Kai menatap Beverly, tangannya masih menahan gadis itu untuk pergi.
"Alula anak yang baik. Kau harus minta maaf padanya!"
"Sampai matipun aku tidak akan pernah menghinakan diriku untuk meminta maaf kepada gadis aneh itu !!." Suara Kai masih terdengar geram, tangannya melepaskan tangan Beverly. Beverly tidak menjawab ucapan Kai dan memilih melangkahkan kakinya dengan cepat untuk pergi dari kantin.
****
Alula berlari dari arah kantin menuju ke gerbang sekolah untuk pulang. Dia berlari dengan sangat tergesa-gesa, seakan tidak peduli terhadap Chelsea yang tengah mengejar dan berteriak memanggilnya. Air mata terus berhamburan dari kelopak mata Alula. Saat Alula tengah berlari, tiba-tiba dia menabrak seseorang yang sedang membawa tumpukan buku. Alula dan orang itu pun terjatuh, sehingga Buku-buku yang dibawanya berceceran di lantai.
"Maafkan aku! Aku sungguh tidak sengaja." Alula menundukan wajahnya. Suaranya masih terdengar parau.
"Alula?" Orang itu menyaut.
Alula mendongkakan kepalanya, ternyata orang yang ia tabrak adalah Cleon.
"Cleon, maafkan aku! aku tadi tidak melihatmu," Alula mulai mengambil buku-buku Cleon yang berserakan di lantai.
"Tidak apa-apa, Al," Cleon pun membantu Alula untuk mengambil buku-bukunya. Cleon memperhatikan raut wajah Alula, sudut matanya masih terlihat basah saat Cleon menatap kedua manik mata itu.
"Al, kau menangis? Kau kenapa?"
"Tidak, aku tidak apa-apa," Alula tersenyum
"Ya tuhan! Mengapa bajumu kotor sekali? dan lehermu merah seperti itu !!" Cleon menatap leher Alula yang memerah.
"Tadi aku tak sengaja menumpahkan piring makanan berisi spaghetti ke tubuhku," Alula mengalihkan matanya untuk menatap Cleon, Cleon pun tahu kalau Alula sedang berbohong.
"Kau tidak pandai untuk berbohong!!" Cleon menaikan sebelah bibirnya keatas
"Tidak, aku tidak berbohong."
"Kai kan yang melakukan ini?" Cleon masih menatap Alula. Alula hanya terdiam.
"Jika kau diam seperti ini berarti dugaanku benar. Kenapa dia bisa melakukan ini padamu?" Cleon merasa iba kepada Alula. Alula hanya menggelengkan kepala.
"Ayo ikut aku ke UKS!" Ajak Cleon seraya berdiri dan mengambil bukunya yang dibereskan oleh Alula.
"Mau apa ke UKS?" Alula mengernyit heran
"Tentu saja untuk mengobatimu. Lukamu harus diolesi dengan salep agar tidak parah."
"Tadi aku baru saja dari UKS. Aku malas sekali pergi kesana lagi. Lebih baik aku pulang saja dan mengobati lukaku dirumah. Lagi pula sudah tidak sepanas tadi." Tolak Alula
"Baiklah. Pegang dulu buku-buku ini!" Cleon memberikan buku-buku ditangannya kepada Alula. Tanpa terduga Cleon melepas jaket yang tengah ia kenakan.
"Pakailah jaket ini!" Cleon menyodorkan jaketnya kepada Alula
"Tidak perlu, pakai saja jaketmu lagi! Aku tidak membutuhkannya," Alula tersenyum
"Aku tidak suka penolakan. Ayo cepat ambilah!" Cleon mengambil buku dari tangan Alula dan menyerahkan paksa jaket itu ditangannya.
"Baiklah, aku akan mengembalikannya besok. Terimakasih," Alula segera memakai jaket Cleon yang berwarna abu-abu, jaket itu terlihat kebesaran ditubuhnya yang minimalis.
"Jangan difikirkan !!" Cleon berlalu pergi dari sana.
"Dia memang laki-laki yang baik. Hanya dia yang tidak pernah membullyku selama ini," gumam Alula sembari tersenyum menatap punggung Cleon yang semakin jauh dari pandangannya.
"Al, ternyata kau disini? Aku mencarimu kemana mana," Chelsea menepuk bahu Alula dari belakang.
"Kau tidak kenapa-kenapa kan, Al? Lehermu masih panas tidak?" Chelsea terlihat panik
"Tidak Chel. Aku tidak apa-apa. Sudah tidak terasa panas"
"Syukurlah, Al. Aku begitu mencemaskanmu. Kai memang sudah diluar batas," raut wajah Chelsea berubah menjadi kesal saat menyebut nama Kai
"Dia memang seperti itu. Aku sudah tidak heran."
"Iya, tapi tindakannya tadi benar-benar keterlaluan Al," Cebik Chelsea
"Sudahlah, Chel. Aku sudah terbiasa di perlakukan seperti ini," Alula tersenyum getir. Chelsea hanya menatap iba terhadap Alula.
"Oh iya, Al. Ini jaket siapa?" Chelsea menyentuh jaket Cleon yang tengah dipakai Alula.
"Ini jaket Cleon," Mata Alula berbinar.
"Kenapa bisa ada padamu?"
"Dia tadi memberikannya padaku karena melihat seragamku kotor," Alula masih tersenyum seraya menatap lengannya yang dibalut jaket itu.
Chelsea menangkap raut wajah sahabatnya itu dan dia tersenyum.
"Kau menyukainya?"
"Tidak. Aku tidak menyukainya, Chel," Alula menyangkal
"Benarkah?" Chelsea masih tersenyum kepada Alula
"Tentu saja. Aku tidak menyukainya, tetapi hanya sekedar respect saja karena sikap dia berbeda dengan siswa disini yang sering membullyku."
"Iya, dia memang laki-laki baik dan juga pintar. Dia selalu berada diperengkingan pertama akademik seluruh siswa kan?"
"Iya, dia memang laki-laki baik dan pintar," sahut Alula
"Dan juga tampan. Iya kan, Al?" Chelsea menggoda Alula.
"Ya sudah, Chel. Aku mau pulang ya. Aku tidak sabar ingin segera mandi dan mengganti bajuku ini," Alula mengalihkan pembicaraan, karena semua mata bisa menilai jika Cleon adalah pemuda yang tampan.
"Kau tidak akan pulang denganku dan Bev?" Tatap Chelsea kecewa
"Aku pulang sendiri saja, Chel. Kamu cari saja Beverly untuk pulang bersama ya!"
"Kau tidak marah kan dengan Beverly karena dia mengundang Kai ke meja kita tadi?"
"Tentu saja tidak. Mengapa aku harus marah? Aku yakin sih Kai yang ingin makan dengan Beverly. Lagi pula aku bisa mengerti, Beverly menyukai Kai. Ya sudah, aku harus cepat pulang. Titipkan salamku untuk Beverly ya !!" Alula tersenyum
"Baiklah. Sampai ketemu besok, Al !!" Chelsea tersenyum. Alula pun melangkahkan kakinya setapak demi setapak untuk keluar dari SMA Elite yang berada di kota Birmingham itu.
Dear para readers : Tolong tinggalkan jejak berupa like, coment dan vote untuk mendukung author. Terima kasih 🤗🤗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 207 Episodes
Comments
💗vanilla💗🎶
gak ada akhlak ni cow
2023-12-25
0
dina firara
eehhmmm sepertinya bave bakalan ninggalin circle pertemanan ya dengan alula.karena kai gk suka dengan alula..
2022-10-18
0
astri rory ashari
kaya harta tapi minim aklaq ..Kai hidup lu unfaedah...pengen banget gw jeburin ke empang piranha si Kai biar wassalam sekalian😔
2021-10-23
0