Ketiga sahabat itu berjalan ke kantin sekolah untuk memesan makanan, karena dari sebelum menonton pertandingan basket mereka belum makan sama sekali. Mereka duduk di kursi sebelah kaca yang mengarah langsung ke depan taman sekolah.
"Kalian mau makan apa?" Beverly bertanya kepada Alula dan Chelsea
"Aku mau kue Muffin, minumnya Lemon Tea saja. Kalau kau Chel?" sahut Alula
"Kalau aku Roast Meats saja. Untuk minumannya samakan saja dengan Alula," Chelsea menyimpan tasnya di atas meja yang mereka duduki.
"Baiklah, akan ku pesankan. Kalian tunggu dulu disini!" Beverly beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah stand makanan yang berjarak 60 meter dari tempat mereka duduk. Beverly berdiri disebelah 3 orang yang sedang memesan makanan juga.
"Excuse me Mrs ! Aku dan teman-temanku ingin memesan makanan," Bev berbicara kepada ibu kantin yang sedang membersihan stand mejanya.
"Boleh, Nona. Kau ingin memesan apa?" Ibu kantin menghentikan pekerjaannya dan mengambil catatan kertas untuk mencatat menu yang akan dipesan bev.
"Aku ingin memesan kue muffin, Roats meats dan juga Crepes. Minumannya 3 Lemon Tea."
"Baiklah, Nona. Tunggulah sebentar!! Nanti kami akan mengantar pesanan anda. Oh iya, ini bill nya!" Ibu kantin menyerahkan bill kepada Beverly. Beverly pun hendak membayar makanannya dan makanan kedua temannya, tetapi tiba-tiba suara pria mencegahnya untuk membayar makanan yang ia pesan.
"Biar aku saja yang membayar!" Pria itu mengambil bill dari tangan Beverly
"Kai?" Ujar Beverly setengah terkejut melihat Kai dan kedua sahabatnya tengah berdiri di sampingnya
"Iya, ini aku," Kai tersenyum memamerkan giginya yang putih bak marshmellow yang terjajar rapi di rak supermarket.
"Hai Bev?" Sapa Nino dan Alden bersamaan yang dibalas sapaan oleh Beverly dengan senyuman ringan.
"Tidak apa-apa, Kai. Biar aku saja yang membayar, lagi pula ini pesananku," Bev hendak menyaut bill dari tangan Kai.
"Jadi, siapa yang akan membayar?" Ibu kantin menengahi
"Biar aku saja," Kai mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompetnya dan membayarkannya kepada ibu kantin. Ibu kantin menerima uang dari Kai dan menutup catatannya sesudah menulis pesanan Beverly. Kemudian, ibu kantin berlalu masuk ke dalam dapur.
"Kai, aku bisa membayarnya sendiri!" Beverly merasa tidak enak dengan Kai
"Tidak apa-apa. Aku tidak keberatan membayar semuanya. Bahkan jika kau mau, aku bisa membelikan semua makanan dikantin ini untukmu."
"Ah kau ini!!" pipi Beverly bersemu merah saat mendengar kata-kata Kai
"Dasar kau ini si raja gombal!!" Sahut Nino sambil tertawa-tawa disampingnya
"Itu bukan gombalan No, tapi memang benar. Kai bisa memberikan semua makanan yang Beverly mau. Bahkan dengan kantinnya dan sekolahnya pun bisa dia berikan," Sahut Alden
"Ya sudah. Aku kembali ke mejaku dulu. Terima kasih karena kau sudah mau membayar pesananku!" ujar Beverly sembari tersenyum tulus
"Baiklah, Bev. Kami bolehkan nanti duduk semeja bersamamu?" Harap Kai
Beverly terlihat berpikir dan dengan cepat ia menganggukan kepala
"Boleh, mejaku didekat kaca yang mengarah ke taman ya?" tukas Bev
"Tapi, aku kan mau makan dengan Alula sekarang. Jika nanti Kai, Nino dan Alden melihat Alula, pasti mereka akan membully Alula lagi. Tapi aku ingin makan bersama Kai. Ku harap Alula tidak apa-apa dan mengerti," gumam Beverly dalam hati
"Baiklah. Kami nanti menyusul. Kami mau memesan makanan dulu di stand sebelah sana!" Kai menunjuk stand makanan Italia.
"Baiklah. Aku duluan," Beverly berpamitan, lalu berjalan kembali menghampiri kedua temannya
"Sepertinya dia menyukaimu Kai," Ucap Nino setelah Bev menghilang dari pandangan mata mereka
"Iya aku juga berpikir seperti itu. Kau tadi lihat wajahnya saat kau menggodanya?" Alden membenarkan ucapan Nino
"Tentu saja! Wanita mana yang akan menolak pesonaku," Kai tersenyum senang
"Kau benar-benar menyukainya?" Tanya Alden seraya menoleh ke wajah Kai
"Siapa bilang? Aku hanya penasaran dengannya. Setelah dia menolak kencanku saat musim dingin tahun lalu, aku jadi semakin tertarik untuk mendapatkannya."
"Lalu?" Nino mengernyitkan dahinya
"Ya setelah aku mendapatkannya dan bosan dengannya, aku akan membuangnya sama seperti yang aku lakukan terhadap mantan-mantanku," Kai tersenyum sinis
"Kau ini sungguh tidak berubah!" Alden menepuk bahu Kai sambil tertawa
"Aku pikir kau benar-benar menyukainya!" sambungnya
"Aku pikir juga begitu!" timpal Nino.
"Aku sungguh benci gadis seperti itu! Dia menyukaiku, tetapi berlaga jual mahal dan ingin aku mengejarnya. Sungguh gadis yang menjengkelkan!"
"Ya aku rasa begitu, dia sepertinya ingin kau mengejarnya. Ya sudah ayo kita pesan makanan! Perutku lapar," ajak Alden kepada kedua sahabatnya
****
"Mana pesananku, Bev?" Tanya Chelsea kepada Beverly yang baru saja mendudukan tubuhnya di kursi sebelah Alula setelah ia memesan makanan. Beverly terlihat tersenyum senyum sejak dari ia berjalan meninggalkan Kai dan teman-temannya
"Nanti datang kok."
"Mengapa kau tersenyum seperti itu dan mengapa pipimu memerah?" Tanya Alula seraya memperhatikan raut wajah Beverly..
"Aku tidak apa-apa," Bev masih menyunggingkan senyum manisnya.
"Lama tidak? Aku sungguh lapar," jawab Alula
"Sabar dong! Kan pesanan kita harus di masak dulu."
"Ah, cacing-cacing diperutku sedang dance moonwalk sekarang," oceh Chelsea seraya mengusap perutnya yang datar
"Kau ini!!" Bev nengerucutkan bbirnya
Setelah 15 menit menunggu, pesanan mereka pun datang. Pelayan ibu kantin meletakan pesanan ketiga gadis itu di meja. 3 gelas Lemon Tea, Kue muffin untuk Alula, Roast meats untuk Chelsea dan Crepes untuk Beverly.
"Terima kasih!" Alula tersenyum kepada pelayan itu. Pelayan itu pun berlalu meninggalkan meja Alula dan teman-temannya.
Alula mulai memakan kue muffin yang tersedia 5 biji dipiringnya dengan tergesa-gesa, begitupun dengan Chelsea yang segera memakan makanan pesanannya.
"Pelan pelan Al!" Tegur Beverly yang meihat kerakusan temannya saat makan
"Aku sungguh lapar!" Alula menjawab dengan mulutnya yang dipenuhi oleh kue yang berbentuk gulungan, bundar dan tipis itu.
Beverly terlihat belum menyentuh makanannya. Kepalanya celinguk ke kanan dan ke kiri, seperti tengah mencari seseorang.
"Kau menunggu siapa, Bev?" Tanya Chelsea kepada Beverly.
"Ah tidak!" Beverly tersenyum
"Kalau begitu, ayo segera makan makananmu biar kita bisa cepat pulang!" Alula menimpali masih dengan mulut yang penuh akan kue miliknya.
"Iya aku makan," Beverly mulai memotong crepes di piringnya.
"Oh iya, aku belum membayar mkananku kepadamu ya, Bev? Nanti ya aku habiskan dulu makanannya!" Alula berbicara sambil mengunyah kuenya.
"Iya, aku juga sama belum membayar makananku," ujar Chelsea
"Kalian tidak usah membayar! Ada orang yang membayar makanan kita. Jadi, aku mendapatkan makanan ini gratis," Beverly tersenyum kepada kedua sahabatnya.
"Siapa yang membayar? Baik sekali orang itu mau membayar makanan orang lain," cetus Chelsea sambil memotong motong daging yang ada dipiringnya dengan begitu anggun.
"Emm..." Beverly terlihat ragu untuk menjawab
"Iya siapa, Bev?" timpal Alula
"Hai Bev!!!" suara pria menyapa Beverly. Pria itu adalah Kai dan terlihat Nino dan Alden mengekor di belakangnya.
"Hei Kai !!!" Beverly tersenyum manis. Beverly melihat Kai membawa sepiring spaghetti dengan saus Bolognese ditangannya sementara Nino dan Alden membawa Gnocchi dan Gelato.
"Sedang apa kau di sini?" Sorot mata Kai yang ramah tiba-tiba menajam setelah melihat Alula di samping Beverly.
"Kau buta? Aku sedang makan bukan sedang menangkap ikan," Alula menjawab dengan nada yang begitu ketus
"Maksudku, sedang apa kau makan disebelah perempuan yang tak sebanding denganmu?" Kai menaikan suaranya 1 oktaf dari suaranya tadi
"Hey gadis udik! Pindahlah ke meja lain! Kau sungguh tidak pantas duduk disebelah wanita secantik Beverly," Nino menimpali
"Terserah aku mau duduk di mana. Kalian mau apa ke sini?" Mata Alula menajam karena emosi
"Kami akan makan di sini," sahut Alden cepat
"Kalian cari saja meja lain! Disini sudah terisi," Chelsea menghentikan kunyahannya.
"Mengapa kau menyuruh kami mencari kursi lain? Kami diizinkan makan disini oleh Beverly," Kai memandang Chelsea datar.
Alula hanya terdiam dan memandang Beverly.
"Emm Al, Chel? Tidak apa-apa kan mereka makan bersama kita?" Beverly begitu tidak enak terhadap Alula dan Chelsea terutama kepada Alula. Alula merasa kesal akan jawaban temannya, dia sungguh membenci ketiga laki-laki itu terutama Kai.
"Ya sudah," sahut Alula tidak ikhlas, sembari menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"Aku tidak sudi makan dengan wanita udik sepertimu!! Kau pindahlah sana!! Satu meja denganmu membuat selera makanku hilang. Terlebih lagi, aku harus melihat makanmu yang menjijikan dan barbar itu," Kai menatap Alula dengan sengit
"Aku tidak mau pindah! Kau mau makan di sini atau tidak?" Alula masih menahan emosinya karena menghargai Beverly, karena dia tahu kalau Beverly menyukai laki-laki arogan ini.
"Tapi, aku tak sudi makan di sini bersamamu!" Kai terlihat semakin emosi, entah kenapa bila melihat Alula selalu membuatnya jengkel dan emosi.
"Kau pindah saja gadis aneh!" Maki Alden.
"Aku tidak mau ya tidak mau!!" Alula terlihat emosi tapi ia masih terduduk dengan baik dikursinya
"Dasar gadis tidak tau diri, kau tahu siapa yang membayar makanan yang kau kunyah itu?" Teriak Kai dengan penuh emosi.
Dear para readers : Tolong tinggalkan jejak berupa like, coment dan vote untuk mendukung author. Terima kasih 🤗🤗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 207 Episodes
Comments
💗vanilla💗🎶
iss mulutnya 🙄
2023-12-25
0
salmiati❤💚
😀 kata2 kai sungguh tajam.. 😀
bakalan di muntahin deh tu makanan oleh alula..😀
2021-10-23
1
astri rory ashari
ciq trio Arogat....pengen gw sampluk sendal....Kai Cs mending dikutuk jd gurem...sok kecakepan ,sombong ,belagu..😖
2021-10-23
0