Perfect Life System

Perfect Life System

Bab 1. Sistem

‎---

‎Angin sore membawa debu dan hiruk-pikuk kota yang ramai, menciptakan kontras tajam dengan kesunyian yang biasa Edward temukan di perpustakaan panti. Ia berdiri di depan gerbang Panti Asuhan Kasih Ibu, gerbang yang selama sepuluh tahun menjadi batas antara dunianya dan dunia luar.

“Edward, maaf. Bapak tidak bisa membantu lebih banyak,” ujar Pak Budi, kepala panti, sembari menyerahkan sebuah amplop cokelat yang tampak tebal dan sedikit kusut di sudutnya. “Aturannya begitu, Nak. Anak yang genap berusia delapan belas tahun harus mandiri.”

Ia menghela napas sejenak, lalu melanjutkan dengan nada agak canggung. “Di dalamnya ada sepuluh juta rupiah. Bapak kasih tunai saja… Kamu tau sendirikan kalau bapak buta teknologi. Takutnya bapak salah transfer, apalagi pakai aplikasi-aplikasi itu. Bapak Surya pun lagi nggak ada disini.” Ia tersenyum kecil, agak malu. “Hanya segini yang bisa Bapak berikan. Gunakan dengan baik. Jangan lupa berdoa, ya.”

Edward menerima amplop itu dengan kedua tangan—sebuah bentuk hormat yang telah ia pelajari sejak kecil. “Terima kasih banyak, Pak Budi,” ucapnya pelan, namun penuh bobot. “Terima kasih untuk semuanya."

Edward bukan anak yang pandai merangkai kata, tetapi tindakannya selalu berbicara lebih keras. Selama bertahun-tahun, ia menjadi batu karang bagi anak-anak lain—pelindung yang diam, sekaligus otak di balik berbagai “proyek” perbaikan kecil di panti. Kini, untuk pertama kalinya, ia berdiri sendiri di hadapan dunia yang tak lagi dibatasi pagar besi.

‎Dia tidak menoleh saat berjalan pergi. Menoleh hanya akan memperpanjang kesedihan dan dia tidak suka itu. Dunia di depannya menunggu.

...***...

‎Beberapa jam kemudian, setelah berjalan kaki dari satu kos-kosan ke kos-kosan yang lain, Edward mulai merasakan realitas yang cukup menyakitkan. Uang Rp 10 juta yang dia genggam itu mulai terasa tipis. Harga sewa tempat yang layak, apalagi dekat sekolah bagus, sepertinya hanya mimpi di siang bolong.

‎Edward duduk di sebuah bangku taman, memandangi lalu lalang kendaraan dengan tatapan kosong. Logikanya bilang dia harus mencari kerja dulu, mungkin sebagai buruh harian atau pelayan di cafe atau restoran, lalu menabung. Tapi itu akan memakan waktu, dan waktu adalah komoditas yang tidak dia miliki jika ingin kembali bersekolah tahun ini.

Edward adalah seorang jenius yang masuk SMA pada usia 13 tahun.

Secara normal, jenjang SMA seharusnya ia selesaikan dalam tiga tahun. Namun, kenyataannya tidak semudah itu.

Selama bersekolah, Edward harus bekerja di beberapa bengkel demi memenuhi kebutuhan hidupnya. Beasiswa yang seharusnya ia terima pun nyaris mustahil didapatkan.

Di sekolahnya, bantuan untuk siswa tidak mampu sering disalahgunakan dan lebih banyak jatuh ke tangan mereka yang memiliki hubungan keluarga dengan pihak sekolah.

Praktik korupsi itu membuat siswa berprestasi seperti Edward terpinggirkan.

Memasuki kelas 12, berbagai masalah administrasi dan konflik internal sekolah membuat Edward sering berpindah sekolah. Akibatnya, ia terpaksa mengulang kelas beberapa kali dan menghabiskan lebih dari tiga tahun di jenjang SMA.

‎Saat sedang memikirkan cara untuk masalah yang dia alami saat ini, tiba-tiba, sebuah suara yang jernih dan netral terdengar langsung di dalam kepalanya, bukan dari telinga.

Ting..

‎[Deteksi potensi host... Kriteria terpenuhi: Integritas tinggi, ketahanan mental superior, potensi intelektual dan fisik melampaui batas.]

‎[Mengaktifkan Sistem Hidup Sempurna...]

‎[Instalasi selesai. Selamat datang, Host. Christian Edward.]

‎Edward mengedipkan mata perlahan. Dia menepuk pelipisnya. Apa dia kelelahan? Mungkin kah dia sedang berhalusinasi karena terlalu banyak pikiran? Tapi suara itu terlalu nyata, seolah menggema di kepalanya. Tiba-tiba Sebuah layar semi-transparan muncul di depannya, menampilkan data yang sangat personal dan... Akurat.

‎```

‎[ SISTEM HIDUP SEMPURNA ]

‎[ Host: Christian Edward ]

‎[ Usia: 18 Tahun ]

‎------------------------

‎[ Atribut Fisik: ]

‎[ Kekuatan: 85/100 ] [ Stamina: 88/100 ]

‎[ Kecepatan: 82/100 ] [ Pesona: 75/100 ]

‎------------------------

‎[ Atribut Mental: ]

‎[ Kecerdasan: 95/100 ]

‎------------------------

‎[ Skill: ]

‎- Bela Diri Komposit (Master)

‎- Analisis Cepat (Ahli)

‎------------------------

‎[ Kekayaan Tersedia: Rp 10.000.000 ]

‎[ Properti: - ]

‎```

‎Edward menatap layar itu selama beberapa menit, otak jeniusnya bekerja keras memproses informasi yang tidak masuk akal ini. Jelas ini bukan mimpi karena dia tidak sedang tidur. Detak jantungnya juga stabil.

‎"Sistem?" bisiknya, lebih untuk mengkonfirmasi hipotesisnya daripada bertanya.

‎[Ya, Host. Sistem Hidup Sempurna siap membantu Anda mencapai potensi maksimal.]

‎"Apa maksud dari 'membantu' itu?"

‎[Mekanisme utama: Penggandaan Aset. Setiap pengeluaran yang Anda lakukan akan dikembalikan dalam bentuk uang. Besaran penggandaan acak, mulai dari 1.1x hingga 10x, bergantung pada relevansi dan dampak pengeluaran terhadap pertumbuhan Host. Sistem juga akan memberikan misi untuk membantu perkembangan Anda.]

‎Edward mengerutkan kening. "Jadi, aku harus menghabiskan uang untuk mendapatkan lebih banyak uang?" Ia semakin mengerutkan keningnya tidak percaya, "kenapa aku harus percaya padamu?."

‎[Logika tidak berlaku dengan sistem , Host. Ini adalah investasi terhadap diri sendiri. Untuk membuktikan hal itu, sistem menawarkan misi pertama.]

‎Sebuah notifikasi baru muncul.

‎---

[‎Misi Perdana: Fondasi]

‎Deskripsi: Sebuah bangunan kokoh dimulai dari fondasi yang kuat. Fondasi Anda saat ini adalah kebutuhan dasar: makanan dan tempat tinggal. Lakukan investasi pertama Anda pada diri sendiri.

‎Tugas: Belilah makan malam di restoran dengan nilai minimal Rp 500.000.

‎Waktu: 3 Jam

‎Hadiah:

‎- Penggandaan Uang (acak, minimal 2x)

‎- Skill Pasif: [Penciuman & Perasa Tajam (Level 1)]

‎Gagal: Tidak ada hukuman. Kesempatan akan datang kembali.

‎---

‎Edward menatap restoran di seberang jalan. Bukan yang paling mewah, tapi sebuah kafe steak yang terlihat cukup bagus. Rp 500.000 masih sepertiga dari uangnya. Ini adalah risiko besar dan bisa di bilang Edward cukup takut, bagaimana kalau dia hanya sedang berhalusinasi? . Tapi... Bagaimana dia bisa tau jika tidak mencoba? Skill dan hadiahnya juga bisa sangat berguna.

‎Edward adalah pria yang perhitungan. Dia selalu mempertimbangkan pro dan kontra.

' Kontra: kehilangan Rp 500.000. Pro: kemungkinan besar mendapatkan Rp 1 juta atau lebih, plus skill baru. Rasio risiko dan imbalan menguntungkan.' Edward terdiam sejenak, 'Haruskah aku mencoba?.'

‎"Baik," keputusannya final. "Akan kucoba."

‎Dia berdiri lalu menyeberang dan berjalan dengan langkah pasti.

...***...

Note: Ini cerita sistem dengan progres realistis. Tidak instan kaya, tidak ada hadiah perusahaan. Semua dibangun sendiri, dengan MC rasional, non-harem, dan konflik diselesaikan lewat strategi alias pakai otak bukan otot.

Ada novel baru, kalau berkenan silahkan di baca.

Terpopuler

Comments

Roynaldi Ananda

Roynaldi Ananda

semoga cerita ini tamat gak seperti cerita yang lain baru beberapa bab sudah minta up date

2026-02-04

1

Dhea¹⁹

Dhea¹⁹

baru nih baca lanjut Thor semangat 💪

2025-10-26

1

Ayumu Emerald rivalda

Ayumu Emerald rivalda

ayo kita tendang mereka ed 💪

2026-01-31

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Sistem
2 Bab 2. Investasi Pertama
3 Bab 3. Membeli Apartemen
4 Bab 4. Mengubah Gubuk Menjadi Rumah
5 Bab 5. Gerbang Nusantara
6 Bab 6. Surat dari SMA Nusantara
7 Bab 7. Gurita di Akuarium
8 Bab 8. Aurora
9 Bab 9. Singa yang sedang tidur
10 Bab 10. kompetisi
11 Bab 11. Ajakan Setim
12 Bab 12. Rencana busuk
13 Bab 13. Kekalahan Telak
14 Bab 14. kekalahan Telak Part 2
15 Bab 15. Kemenangan Termanis
16 Bab 16. Ancaman Baru
17 Bab 17. Langkah pertama
18 Bab 18. Proses
19 Bab 18.5. Senjata, Perisai, dan Singa Betina
20 Bab 19. Langkah kedua
21 Bab 20. Fondasi Baru
22 Bab. 20.5. Singa Tua dan Anak Singa
23 Bab 21. Melawan 18 Preman
24 Bab 22. Pergi ke Panti
25 Bab 22.5. Debaran Jantung
26 Bab.23. Langkah ketiga
27 Bab 24. Dua Aurora
28 Bab 25. Frustasi
29 Bab 26. Evolusi
30 Bab 27. Serangan balik
31 Bab 28. Diabaikan
32 Bab 29. Menang atau kalah
33 Bab 30. Perang
34 Bab 31. Sebuah pelukan yang menenangkan
35 Bab 32. Berbohong
36 Bab 33. Kebenaran
37 Bab 34. Skakmat
38 Bab. 35. Meleyot
39 Bab 36. 1000×
40 Bab 37. Jebakan
41 Bab 38. Mode Bertarung
42 Bab 39. Panggilan di tengah malam
43 Bab 40. Kemarahan
44 Bab 41. Misi Gila
45 Bab 42. Salah tingkah
46 Bab 43. Pelukan hangat
47 Bab 44. Misi baru
48 Bab 45. Chimera
49 Bab 46. Pertemuan singkat
50 Bab 47. Lima Bulan kemudian
51 Bab 48. Time skip
52 Bab 49. Menuju San Francisco
53 Bab 50. Aku merindukanmu
54 Bab 51. Buka pintu
55 Bab 52. Canggung
56 Bab 53. Perhatian
57 Bab 54. Si dingin
58 Bab 55. Photo booth
59 Bab 56. Ngambek
60 Bab 57. Panggilan yang mengganggu
61 Bab 58. Jerman
62 Bab 59. Obrolan di ruang tamu
63 Bab 60. Pernyataan yang tertunda
64 Bab 61. Jarak
65 Bab 62. Dragon Spark
66 Bab 63. Orang iseng
67 Bab 64. Kangen
68 Bab 65. Pertengkaran di pagi hari
69 Bab 66. Hendra
70 Bab 67. Titan Corp
71 Bab 68. Persiapan
72 Bab 69. Russia
73 Bab 70. Viktor Petrov
74 Bab 71. Pelelangan
75 Bab 72. Main main
76 Bab 73. Salah lawan
77 Bab 74. Rencana yang cacat
78 Bab 75. Kesetiaan
79 Bab 76. Pesan
80 Bab 77. Topeng di balik topeng
81 Bab 78. Tawaran
82 Bab 79. Orang gila yang sebenarnya
83 Bab 80. 2 bentuk Kedamaian
84 Bab 81. Eleanor Vance
85 Bab 82. Gelagapan
86 Bab 83. Prinsip
87 Bab 84. Seperti peramal
88 Bab 85. Menjadi manipulator
89 Bab 86. Prioritas
90 Bab 87. Terpesona
91 Bab 88. Masalah
92 Bab 89. Masuk jebakan
93 Bab 90. Serangan balik
94 Bab 91. Yang tak kunjung usai
95 Bab 92. Pelukan hangat Pt.2
96 Bab 93. Penenang
97 Bab 94. Jalan jalan
98 Bab 95. Daniel
99 Bab 96. Firasat
100 Bab 97. Bayi besar
101 Bab 98. terkejut
102 Bab 99. Pria misterius
103 Bab 100. Datang
104 Bab 101. Berkumpul
105 Bab 102. Pergi
106 Bab 103. Ketakutan
107 Bab 104. Los Jaguares
108 Bab 105. Interogasi
109 Bab 106. Kejadian tak terduga
110 Bab 107. Pelaku sebenarnya
111 Bab 108. Orang gila
112 Bab 109. Jejak
113 Bab 110. Memulai penyelamatan
114 Bab 111. Tembakan
115 Bab 112. Bertemu
116 Bab 113. Akhir
117 Bab 114. Asal Dari Segalanya
118 Bab 115. TAMAT
Episodes

Updated 118 Episodes

1
Bab 1. Sistem
2
Bab 2. Investasi Pertama
3
Bab 3. Membeli Apartemen
4
Bab 4. Mengubah Gubuk Menjadi Rumah
5
Bab 5. Gerbang Nusantara
6
Bab 6. Surat dari SMA Nusantara
7
Bab 7. Gurita di Akuarium
8
Bab 8. Aurora
9
Bab 9. Singa yang sedang tidur
10
Bab 10. kompetisi
11
Bab 11. Ajakan Setim
12
Bab 12. Rencana busuk
13
Bab 13. Kekalahan Telak
14
Bab 14. kekalahan Telak Part 2
15
Bab 15. Kemenangan Termanis
16
Bab 16. Ancaman Baru
17
Bab 17. Langkah pertama
18
Bab 18. Proses
19
Bab 18.5. Senjata, Perisai, dan Singa Betina
20
Bab 19. Langkah kedua
21
Bab 20. Fondasi Baru
22
Bab. 20.5. Singa Tua dan Anak Singa
23
Bab 21. Melawan 18 Preman
24
Bab 22. Pergi ke Panti
25
Bab 22.5. Debaran Jantung
26
Bab.23. Langkah ketiga
27
Bab 24. Dua Aurora
28
Bab 25. Frustasi
29
Bab 26. Evolusi
30
Bab 27. Serangan balik
31
Bab 28. Diabaikan
32
Bab 29. Menang atau kalah
33
Bab 30. Perang
34
Bab 31. Sebuah pelukan yang menenangkan
35
Bab 32. Berbohong
36
Bab 33. Kebenaran
37
Bab 34. Skakmat
38
Bab. 35. Meleyot
39
Bab 36. 1000×
40
Bab 37. Jebakan
41
Bab 38. Mode Bertarung
42
Bab 39. Panggilan di tengah malam
43
Bab 40. Kemarahan
44
Bab 41. Misi Gila
45
Bab 42. Salah tingkah
46
Bab 43. Pelukan hangat
47
Bab 44. Misi baru
48
Bab 45. Chimera
49
Bab 46. Pertemuan singkat
50
Bab 47. Lima Bulan kemudian
51
Bab 48. Time skip
52
Bab 49. Menuju San Francisco
53
Bab 50. Aku merindukanmu
54
Bab 51. Buka pintu
55
Bab 52. Canggung
56
Bab 53. Perhatian
57
Bab 54. Si dingin
58
Bab 55. Photo booth
59
Bab 56. Ngambek
60
Bab 57. Panggilan yang mengganggu
61
Bab 58. Jerman
62
Bab 59. Obrolan di ruang tamu
63
Bab 60. Pernyataan yang tertunda
64
Bab 61. Jarak
65
Bab 62. Dragon Spark
66
Bab 63. Orang iseng
67
Bab 64. Kangen
68
Bab 65. Pertengkaran di pagi hari
69
Bab 66. Hendra
70
Bab 67. Titan Corp
71
Bab 68. Persiapan
72
Bab 69. Russia
73
Bab 70. Viktor Petrov
74
Bab 71. Pelelangan
75
Bab 72. Main main
76
Bab 73. Salah lawan
77
Bab 74. Rencana yang cacat
78
Bab 75. Kesetiaan
79
Bab 76. Pesan
80
Bab 77. Topeng di balik topeng
81
Bab 78. Tawaran
82
Bab 79. Orang gila yang sebenarnya
83
Bab 80. 2 bentuk Kedamaian
84
Bab 81. Eleanor Vance
85
Bab 82. Gelagapan
86
Bab 83. Prinsip
87
Bab 84. Seperti peramal
88
Bab 85. Menjadi manipulator
89
Bab 86. Prioritas
90
Bab 87. Terpesona
91
Bab 88. Masalah
92
Bab 89. Masuk jebakan
93
Bab 90. Serangan balik
94
Bab 91. Yang tak kunjung usai
95
Bab 92. Pelukan hangat Pt.2
96
Bab 93. Penenang
97
Bab 94. Jalan jalan
98
Bab 95. Daniel
99
Bab 96. Firasat
100
Bab 97. Bayi besar
101
Bab 98. terkejut
102
Bab 99. Pria misterius
103
Bab 100. Datang
104
Bab 101. Berkumpul
105
Bab 102. Pergi
106
Bab 103. Ketakutan
107
Bab 104. Los Jaguares
108
Bab 105. Interogasi
109
Bab 106. Kejadian tak terduga
110
Bab 107. Pelaku sebenarnya
111
Bab 108. Orang gila
112
Bab 109. Jejak
113
Bab 110. Memulai penyelamatan
114
Bab 111. Tembakan
115
Bab 112. Bertemu
116
Bab 113. Akhir
117
Bab 114. Asal Dari Segalanya
118
Bab 115. TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!