Bab 15 ( Si kembar menghilang)

Dua hari kemudian....

Bara menepati janjinya untuk membawa si kembar jalan-jalan ke Mall. Tidak hanya mereka bertiga, namun bersama dengan Sonya. Sesuai rencana bu Lidya yang ingin mencoba mendekatkan si kembar dengan Sonya.

Terlihat kekesalan di wajah Sonya, dia pikir hari ini hanya dirinya dan Bara yang akan pergi berkencan. Namun ternyata dugaannya salah. Bara membawa serta kedua anaknya.

Bara mengajak si kembar bermain di time zone. Si kembar tampak senang sekali hari ini meskipun mereka tidak begitu menyukai Sonya, namun juga tidak membencinya karena sudah sejak kecil mereka mengenal Sonya. Sifat Sonya yang kurang hangat terhadap anak kecil dan terkesan judes membuat si kembar enggan untuk dekat-dekat dengannya.

"Astaga apa-apaan ini. Tante Lidya bilang kencan. Kencan macam apa ini? Ini momong namanya bukan kencan. Kenapa juga dua bocah itu harus ikut sih, mengganggu saja. Mana Bara dari tadi hanya fokus terhadap anak-anaknya lagi!" gerutu Sonya dalam hati. Tak henti-hentinya ia mengumpat dalam hati karena kesal.

Si kembar asyik bermain, sementara Bara tak begitu menggubris setiap kali Sonya mengajaknya bicara. Ia justru sibuk memperhatikan si kembar dan sesekali mengecek email yang masuk ke ponselnya.

"Bara, kita ke sana yuk. Anak-anak biar bermain di sini. Nanti kita ke sini lagi," ajak Sonya yang mulai bete.

"Tidak Sonya, aku tidak bisa meninggalkan anak-anak sendiri," tolak Bara.

"Kalau kamu bosan, ikut saja bermain sama mereka. Pasti mereka senang," Bara menunjuk ke arah si kembar lalu melambaikan tangan kepada mereka.

"Hehe enggak deh, di sini saja sama kamu," Sonya semakin mendekatkan diri kepada Bara. Ia memegang manja tangan Bara. Bara langsung melepaskan tangan Sonya, ia merasa risih di perlakukan seperti itu.

"Ya kali aku main sama dua bocah itu, ogah. Anak kecil merepotkan," batin Sonya yang sebenarnya memang tidak menyukai anak-anak.

Tiba-tiba ponsel Bara berdering. Ia mengangkat ponselnya tapi karena berisik ia tak begitu jelas mendengar suara di seberang telepon.

"Sonya, aku angkat telepon sebentar. Titip anak-anak ya," ucap Bara pada Sonya.

"Hem," jawab Sonya sambil tersenyum.

"Kesempatan," gumam Sonya tersenyum licik.

Sonya melambaikan tangannya ke arah si kembar, meminta mereka untuk mendekatinya. Keduanya pun menurut.

"Ada apa?" tanya Nathan.

"Iya, ada apa tante?" Nala juga bertanya.

"Dengar ya kalian. Daddy kalian pesan kalau kalian di suruh pulang sekarang karena dia mau kencan sama tante. Daddy enggak mau kalian mengganggu, mengerti?" ucap Sonya.

"Bohong! daddy tidak mungkin begitu," cebik Nathan.

"Buktinya sekarang daddy kalian meninggalkan kalian kan di sini? dia bilang tadi suruh tante cari taksi buat kalian pulang, dan tante nanti nyusul daddy,"

"Ya sudah, ayo Nala kita pulang, malas juga di sini sama tante," ajak Nathan.

"Tapi Athan, nanti daddy nyariin. Athan jangan percaya sama tante Sonya, dia pasti bohong," ucap Nala.

Sonya pun akhirnya memaksa si kembar buat naik taksi karena meeka datang tadi bersama Bara tanpa sopir.

"Pak antar mereka ke jalan xxx ya?" ucap Sonya kepada sopir taksi seraya menyerahkan beberapa lembar uan ratusan ribu.

"Baik nyonya," jawab sopir taksi.

"Beres!" seru Sonya setelah memastikan taksi berjalan.

Sonya kembali ke dalam mall untuk mencari Bara. Ia mengirim pesan kepada Bara kalau dirinya menunggu restoran yang ada di mall tersebut.

Sekitar lima belas menit Bara baru datang ketempat Sonya menunggu.

"Mana si kembar?" tanya Bara.

"Duduk dulu Bara, aku nungguin udah hampir karatan ini," ucap Sonya.

"Aku tanya di mana si kembar?"Bara mulai menaikkan nada suaranya.

"Mereka minta pulang duluan, aku memesankan taksi tadi. Aman kok jangan khawatir,"

"Sejak kapan mereka pulang?" tanya Bara membentak.

"Sekitar 15 menit yang lalu, pasti sekarang sudah sampai rumah, dari sini ke rumah tidak jauh," jawab Sonya.

"Udahlah, lagian ini kan kencan kita Bara kenapa anak-anak harus ikut. Toh nantinya kalau kita menikah juga mereka mau tidak mau harus menerima aku sebagai ibu tiri mereka. Udah kita nikmati saja kencan kita hari ini," ucap Sonya tanpa merasa bersalah.

Bara semakin marah mendengat apa yang Sonya ucapkan, lebih-lebih dengan entengnya sonya menyebut kata ibu tiri yang menunjukkan bahwa dia tidak tulus terhadap si kembar.

"Dengar baik-baik Sonya, tidak akan pernah ada pernikahan di antara kita!" tegas Bara dan langsung meninggalkan Sonya.

Bara memanggil orang yang selalu mengawasi keluarganya secara diam-diam dari jauh untuk keselamatan mereka. Namun, bodyguard tersebut juga tidak mengetahui jika si kembar sudah keluar dari Mall.

"Maaf tuan, kami pikir karena nona dan tuan muda kecil bersama tuan, jadi mereka pasti aman. Jadi tadi kami ngopi di sana tuan," jelas bodyguard sambil menunduk takut.

"Tidak berguna!" sarkas Bara.

Bara sibuk menghubungi orang rumah. Ia semakin khawatir ketika pelayan rumahnya mengatakan kalau si kembar belum sampai rumah yang seharusnya sudah sejak tadi mereka sampai.

"Sial! kalian pergi kemana Nak," gumam Bara panik.

"Cepat cari anak-anak, atau nyawa kalian taruhannya!" perintah Bara kepada bodyguardnya.

"Ba, baik tuan," jawab mereka terbata.

"Bara langsung menuju mobilnya untuk mencari si kembar,"

"Kalau terjadi sesuatu dengan anak-anakku, aku pastikan hidupmu enggak akan lama lagi Sonya!" Bara benar-benar kalut. Baru pertama kali terjadi hal seperti ini. Ia sangat menyesal, tadinya ia sengaja meninggalkan si kembar bersama Sonya, berharap Sonya bisa mengambil hati anak-anak. Setidaknya jika Sonya yang menjadi ibu mereka, mereka sudah lama mengenal Sonya.

Namun, Bara tidak menyangka jika Sonya akan melakukan hal seperti ini. Ia tega membiarkan kedua anaknya pulang sendiri dengan naik taksi.

Bara benar-benar merasa khawatir dan panik. Ia sangat takut jika terjadi sesuatu yang buruk terhadap si kembar, tentu saja ia tidak akan bisa memaafkan dirinya sendiri.

Bara mengangkat ponselnya yang terus berdering.

"Kenapa anak-anak bisa hilang? Bagaimana kalau mereka di culik orang jahat? Bagaimana kalau mereka kenapa-kenapa? Ini yang selalu mama khawatirkan, bagaimana kalau ini ulah lawan bisnis kamu Bara. Duh gusti, selamatkan cucu-cucuku ya allah, Bara kenapa kaku bisa teledor menjaga si kembar...," omel bu Lidya tanpa henti sambil menangis.

Bara mengernyit, secepat itu bu Lidya tahu si kembar menghilang. Bara hanya bisa pasrah mendengarkan omelan bu Lidya yang tiada henti.

"Atur napas dulu ma, mama tenang dulu. Ini Bara sedang mencari mereka. Bara pasti menemukan mereka dalam keadaan baik-baik saja," ucap Bara dan langsung mematikan teleponnya. Ia sudah pusing memikirkan si kembar di tambah lagi dengan omelan bu Lidya.

Bara menambah kecepatan mobilnya. Di pikirannya ia khawatir jika ini ulah lawan bisnisnya.

🌼🌼🌼

💠Selamat membaca para readers kesayangan author...jangan lupa like, komen dan Votenya ya.. terima kasih 🙏🙏

Salam hangat author 𝓔𝓶𝓫𝓾𝓷 🤗❤️❤️💠

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

ini juga salah mama Libya... perempuan model. belatung cabe gitu kok mau di jadikan ibu sambung.. lagian ada hak bisa menilai pribadinya dr sikap dan tingkah kah lakunya selama ini sih.. sementara si twins aja bisa tau sikap Soniya itu gak tulus..

2024-04-16

0

Praised94

Praised94

Nitip lapak baca dulu

2023-10-24

0

AR Althafunisa

AR Althafunisa

tuh kan.. belum jadi anak sambung udah dibiarin balik sendiri, usia 5thn loh mereka. Bener2 bodoh Sonya nyari penyakit dia 🤣

2023-10-13

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 BAB 8
9 Bab 9 (Kado istimewa si kembar)
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12 (Tak semudah itu)
13 Bab 13 (Demi si kembar, Aku akan mencoba)
14 Bab 14
15 Bab 15 ( Si kembar menghilang)
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18 (Datang di saat yang tepat)
19 Bab 19 (Bukan tanpa syarat)
20 Bab 20 (Kamu tahu Bara itu siapa?)
21 Bab 21 (Mengukur baju pengantin)
22 Bab 22 ( Melepas dengan ikhlas)
23 Bab 23 (Meminta restu)
24 Bab 24
25 Bab 25 (Lamaran dadakan 1)
26 Bab 36 (lamaran dadakan 2)
27 Bab 27 ( Otw menjadi nyonya Osmaro)
28 Bab 28 ( Sah menyandang status nyonya Osmaro)
29 Bab 29 (Pesta pernikahan)
30 Bab 30 (Malam pertama...?)
31 Bab 31 ( Nyonya baru)
32 Bab 32 ( Baru awal, perjalanan masih panjang)"
33 Bab 33 (Bukan tidak cinta, tapi belum!)
34 Episode 34 (Kikuk?)
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42 (Pura-pura bahagia tuh butuh tenaga)
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45 (Dedek bayi)
46 Bab 46
47 Bab 47 (Sayang atau Cinta?)
48 Bab 48 (Sisi manja Syafira)
49 Bab 49 (Dedek bayi lagi)
50 Bab 50 ( Masih dedek bayi)
51 Bab 51 (Shock Theraphy)
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59 (Oma pulang)
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Episode 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113 (Puncak kecewa)
114 Bab 114 (Dua hati satu luka)
115 Bab 115 (Side story)
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bb 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bb 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Bab 143
144 Bab 144
145 Bab 145
146 Bab 146 (End)
147 Extra part
148 Extra part 1
149 Extra part 2
150 Extra part 3
151 Extra part 4
152 Extra part 5
153 Extra part 6
154 Extra part 7
155 Extra part 8
156 Extra part 9
157 Extra part 10
158 Extra part 11
159 Extra part 12
160 Extra part 13
161 Extra part 14
162 Extra part 15 (End)
163 Novel baru
164 Promo Novel Rega dan Gisel
165 Novel Sebatas Ibu Pengganti
166 One night mistake with calon ipar
167 Jenna (Pengasuh Ceo Lumpuh)
Episodes

Updated 167 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
BAB 8
9
Bab 9 (Kado istimewa si kembar)
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12 (Tak semudah itu)
13
Bab 13 (Demi si kembar, Aku akan mencoba)
14
Bab 14
15
Bab 15 ( Si kembar menghilang)
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18 (Datang di saat yang tepat)
19
Bab 19 (Bukan tanpa syarat)
20
Bab 20 (Kamu tahu Bara itu siapa?)
21
Bab 21 (Mengukur baju pengantin)
22
Bab 22 ( Melepas dengan ikhlas)
23
Bab 23 (Meminta restu)
24
Bab 24
25
Bab 25 (Lamaran dadakan 1)
26
Bab 36 (lamaran dadakan 2)
27
Bab 27 ( Otw menjadi nyonya Osmaro)
28
Bab 28 ( Sah menyandang status nyonya Osmaro)
29
Bab 29 (Pesta pernikahan)
30
Bab 30 (Malam pertama...?)
31
Bab 31 ( Nyonya baru)
32
Bab 32 ( Baru awal, perjalanan masih panjang)"
33
Bab 33 (Bukan tidak cinta, tapi belum!)
34
Episode 34 (Kikuk?)
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42 (Pura-pura bahagia tuh butuh tenaga)
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45 (Dedek bayi)
46
Bab 46
47
Bab 47 (Sayang atau Cinta?)
48
Bab 48 (Sisi manja Syafira)
49
Bab 49 (Dedek bayi lagi)
50
Bab 50 ( Masih dedek bayi)
51
Bab 51 (Shock Theraphy)
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59 (Oma pulang)
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Episode 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113 (Puncak kecewa)
114
Bab 114 (Dua hati satu luka)
115
Bab 115 (Side story)
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bb 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bb 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Bab 143
144
Bab 144
145
Bab 145
146
Bab 146 (End)
147
Extra part
148
Extra part 1
149
Extra part 2
150
Extra part 3
151
Extra part 4
152
Extra part 5
153
Extra part 6
154
Extra part 7
155
Extra part 8
156
Extra part 9
157
Extra part 10
158
Extra part 11
159
Extra part 12
160
Extra part 13
161
Extra part 14
162
Extra part 15 (End)
163
Novel baru
164
Promo Novel Rega dan Gisel
165
Novel Sebatas Ibu Pengganti
166
One night mistake with calon ipar
167
Jenna (Pengasuh Ceo Lumpuh)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!