Bab 2 : Kembali

Tepat pukul 8 malam, Daniel dan Elisa kembali ke Villa.

Elisa sedikit enggan untuk masuk ke dalam villa karena Ia ingat bahwa ibunya ada di rumah saat ini.

Apalagi Ia dan Ayahnya berencana untuk jalan-jalan bersama Serena besok.

Elisa tahu bahwa Kania tidak menyukai Serena, jadi Ia yakin bahwa ibunya mungkin akan memaksa ikut.

Mengingat itu, perasaan Elisa jadi kacau, Ia yang tengah berjalan seraya menggenggam jemari Daniel tiba-tiba menghentikan langkahnya.

Daniel ikut berhenti kemudian berjongkok memandang putrinya, wajah Elisa muram.

"Ada apa?"

"Mama ada disini sekarang, Aku malas bertemu dengannya, Mama selalu melarang ku ini dan itu. Aku takut kalau mama memaksa ikut kita besok"

"Tidak akan. Mama tidak akan berani"

Jawab Daniel dengan yakin.

Melihat wajah Ayahnya yang tenang, Elisa merasa lebih baik. Benar juga, Ibunya sangat patuh pada Ayahnya. Jika Ayahnya tidak mengizinkannya untuk ikut, Ibunya mana berani.

Elisa pun tersenyum kemudian mengangguk.

"Tuan dan Nona Elisa sudah kembali?"

Ucap Bi Sari seraya membukakan pintu.

Daniel mengangguk. Kemudian bertanya dengan dingin,

"Apa Dia di kamar?"

"Maksud Anda, Nyonya Kania?"

Daniel mengangguk

"Nyonya tidak memberitahu Tuan? Beliau sudah pergi tadi siang, dan... Beliau terlihat marah saat pergi"

"Marah?"

Daniel tersenyum. Kania berani marah padanya? Tidak mungkin.

Sementara Elisa diam-diam terkejut mendengar Ibunya sudah pergi begitu saja, tanpa pamit dengannya. Sejujurnya Ia baru merasa jika ditemani ibunya sambil menikmati pijatan lembut ibunya sepertinya lumayan juga, apalagi kemarin Ia lelah karena seharian menyusun manik-manik untuk membuat hadiah ulang tahun Serena.

Begitu mendengar Ibunya sudah pergi, Ia pun sedikit kecewa. Tapi ada bagusnya, jadi Ia tidak perlu merasa takut Ibunya akan minta ikut Dia dan Ayahnya jalan-jalan bersama Serena besok pagi.

Daniel dan Elisa pun masuk ke kamar masing-masing seperti tidak terjadi apa-apa.

Saat kembali ke kamarnya, Ia menyadari bahwa kamar itu masih rapi seperti tidak tersentuh siapapun.

Melihat itu Daniel tersenyum.

'Rupanya Dia cukup tahu diri' Pikirnya.

Sementara di Konoha, Kania baru saja sampai di rumah peninggalan orang tuanya yang saat ini di tinggali oleh Ibu, Paman dan Bibi nya.

Begitu Dia datang Pamannya Malik Ishaq tentu terkejut. Namun Kania terbiasa jujur pada Pamannya itu. Malik adalah adik kandung Karen Ishaq, Ibunya yang kini terbaring sakit selama bertahun-tahun akibat ulah keluarga Gunawan dan Keluarga Sanjaya.

Keluarga Gunawan tak lain adalah keluarga Ayahnya, sementara Keluarga Wicaksono adalah keluarga dari Istri baru Ayahnya, Rina Sanjaya.

Perbuatan kejam Mereka kepada Karen tidak akan pernah Kania lupakan.

"Aku memutuskan untuk bercerai dengannya Paman"

Ucap Kania begitu duduk di meja makan.

Malik dan Istrinya tersentak, namun sejurus kemudian mereka justru menarik nafas lega.

"Sejujurnya Aku ingin menyarankan itu sejak lama. Tapi melihat Kamu begitu mencintainya, Aku dan Bibimu mana tega"

"Maaf..."

"Tidak, Ini sudah benar. Sudah cukup benar. Lalu apa selanjutnya rencanamu?"

"Aku sudah membuat surat gugatan cerai dan akan mengirimkannya padanya besok. Sekaligus mengirimkan surat pengunduran diriku di Perusahaan Daniel. Kemudian aku akan kembali ke Guardian Group, melanjutkan karir dan impianku disana"

"Nak... Bagus.. Bagus sekali. Maafkan Paman karena belum bisa mengembalikan kejayaan perusahaan Kita. Paman sungguh tidak berbakat dan..."

"Tidak Paman, Paman sudah mengusahakan yang terbaik. Perusahaan Keluarga Ishaq masih bisa berjalan melewati keterpurukan beberapa tahun lalu, itu berkat Paman. Aku akan berusaha sebaik mungkin di Guardian, agar Aku bisa membantu Permodalan Perusahaan Ishaq"

"Ya... Tapi jangan terlalu memaksakan diri. Kamu harus menyesuaikan diri terlebih dahulu karena Kamu... pensiun terlalu lama"

Ucap Malik seraya terkekeh. Kania tersenyum, Ia menyadarinya. Memang butuh waktu, Tapi Ia bukan orang yang membutuhkan waktu lama untuk belajar.

Sesudah pembicaraannya dengan Pamannya, Kania naik ke atas untuk pergi ke kamarnya. Namun alih-alih beristirahat, Kania membuka Laptopnya dan mengirim surat pengunduran diri ke alamat email Asisten Pribadi Daniel, kemudian mengirimkan gugatan cerainya langsung ke Pengacara Daniel.

Setelah itu, Kania menghubungi Alex Noerdin, Kakak kelas yang kemudian menjadi sahabat sekaligus partnernya saat mendirikan Guardian 9 tahun lalu.

" E-yo... Kania Ishaq menghubungiku tiba-tiba setelah sekian lama.."

"Ayolah Kak, tidak selama itu, Aku masih menelpon mu 2 bulan lalu"

"Ya, Dua bulan"

"Hihi , Kau tahu Aku sibuk"

"Tentu saja. Jadi?"

"Hmm Kamu memang paling pengertian. Kak, Aku akan kembali. Bantu Aku dapatkan undangan Seminar Nasional AI program Minggu depan"

"Jangan bercanda, Ini sudah tidak lucu"

"Aku serius. Aku akan menceraikan Daniel"

"Tunggu, Apa? Kenapa? Maksudku ini sangat mendadak"

"Dia.. Berselingkuh, dengan Serena"

"Gila!"

"Ya, itu sebabnya Aku merasa bodoh sekarang"

"Tidak, itu tidak benar, Kau bodoh sejak dulu"

"Kak?!!"

Kania merengek. Yah, Hanya pada Alex Ia menunjukkan sisinya yang kekanak-kanakan seperti ini.

"Aku serius. Kalau saja Kau tidak terbutakan oleh cinta monyetmu dulu, Akan jamin Perusahaan Kita pasti sudah sangat terkenal, dan Kita bisa menjadi Pasangan Billionaire sekarang"

"Yah, Aku tahu. Aku mengaku salah. Jadi, Apa aku masih diterima?"

"Tentu saja! Ini perusahaanmu! Tapi, apa Kamu tidak perlu waktu sebentar untuk mempelajari perkembangan teknologi saat ini? Kamu pensiun terlalu lama "

Kania menghela nafas, Kata-katanya persis seperti Pamannya. Mereka berdua benar, tapi...

"Kak, Kau tahu Kemampuanku..."

"Ah, benar sekali. Adikku ini memang sangat berbakat. Baiklah Kapan Kau akan kembali?"

Mendengar Ucapan Alex, Kania tentu senang.

"Tunggu orang yang menggantikanku di Salim Group datang dulu. Baru setelah itu Aku akan segera kembali. Tapi Aku sudah menemukan Proyek baru untuk Perusahaan Kita"

"Benarkah?"

"Yah, Bisakah Kakak bantu Aku untuk berbicara dengan guru?"

"Guru? Tentu. Aku akan segera memberitahunya. Jika dia sudah bisa di hubungi Aku akan mengabari Kamu"

"Baik Kak, terima kasih atas bantuanmu. Kamu memang yang terbaik"

"Sudahlah, jangan sungkan, Kamu bisa mengandalkanku kapan saja"

Panggilan berakhir, Kania pun bersiap untuk beristirahat.

Ia melihat gawainya, biasanya Ia akan menghubungi Elisa setiap pagi dan menjelang tidur.

Kali ini, Kania kehilangan minatnya

Ia pun memutuskan untuk langsung tidur saja tanpa menghubungi putrinya itu.

Lagipula, Kania tahu bahwa Elisa tidak suka mengobrol dengannya, jadi Kania tidak perlu lagi memaksanya dan pada akhirnya menyakiti diri sendiri.

Bersambung....

Terpopuler

Comments

mimief

mimief

seenggaknya karakter nya sadar dengan cepat
atau mungkin buka ceritanya pas dia udah sadar karena 7 tahun juga bukan waktu yg singkat bukan?

2025-08-21

0

Murni Dewita

Murni Dewita

nyimak

2025-08-05

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Patah Hati
2 Bab 2 : Kembali
3 Bab 3 : Mereka Kembali Ke Konoha
4 Bab 4 : Masih Terasa Sakit
5 Bab 5 : Ada yang Berbeda
6 Bab 6 : Sangat Formal
7 Bab 7 : Bahkan Tengah Malam Dia Pergi Menemuinya
8 Bab 8 : Anda Terlalu Percaya Diri
9 Bab 9 : Pacar Bu Kania?
10 Bab 10 : Perkenalan Kania
11 Bab 11 : Pembuktian
12 Bab 12 : Bersandiwara Sebentar
13 Bab 13 : Kapan Surat Cerainya Diproses?
14 Bab 14 : Tidak lagi tertarik
15 Bab 15 : Apa Kamu Cemburu?
16 Bab 16 : Seperti Keluarga Bahagia
17 Bab 17: Paling Bersinar
18 Bab 18 : Lantai Dansa
19 Bab 19 : Apa Hebatnya?
20 Bab 20 : Kenapa Hidup Ini Tidak Adil?
21 Bab 21 : Keluarga Parasit
22 Bab 22 : Calon Mantu Yang Cocok!
23 Bab 23 : Jalankan Kewajibanmu
24 Bab 24 : Mereka Berdua Di Kamar Hotel
25 Notifikasi Update
26 Bab 26 : Jadi Dia Istri Daniel?
27 Bab 27 : Kania Sudah Bersama Orang Lain
28 Bab 28 : Kapan Aku Dapat Surat Cerainya?
29 Bab 29 : Pembukaan Perusaahan Baru
30 Bab 30 : Mutiara Tetap Akan Bersinar Cantik Meski Berbalut Cangkang Yang Jelek
31 Bab 31 : Generasi Muda Yang Berbakat
32 Bab 32 : Waktu Adalah Uang
33 Bab 33 : Jangan Ulangi Kesalahan Yang Sama
34 Bab 34 : Dia Sengaja Melakukannya!!
35 Bab 35 : Bunga Raksasa Tanpa Nama
36 Bab 36 : Hari Kematian Nenek dan Kakek Ishaq
37 Bab 37 : Bertemu Matthias lagi
38 Bab 38 : Mereka Sangat Serasi!
39 Bab 39 : Anda Yang Menghancurkan Hubungan Ibu dan Anak Itu
40 Bab 40 : Jangan Jadi Serakah
41 Bab 41 : Tolak Saja
42 Bab 42 : Cacing Kepanasan
43 Bab 43 : Aku Hanya Naksir
44 Bab 44 : Kejatuhan Durian Runtuh
45 Bab 45 : Tidak Semua Wanita Itu Seperti Dirimu
46 Bab 46 : Salahmu Terlalu Lembek
47 Bab 47 : Dia Punya Seseorang Yang Mencintainya
48 Bab 48 : Tutup Mulutmu
49 Bab 49 : Kompetisi
50 Bab 50 : Kompetisi 2
Episodes

Updated 50 Episodes

1
Bab 1 : Patah Hati
2
Bab 2 : Kembali
3
Bab 3 : Mereka Kembali Ke Konoha
4
Bab 4 : Masih Terasa Sakit
5
Bab 5 : Ada yang Berbeda
6
Bab 6 : Sangat Formal
7
Bab 7 : Bahkan Tengah Malam Dia Pergi Menemuinya
8
Bab 8 : Anda Terlalu Percaya Diri
9
Bab 9 : Pacar Bu Kania?
10
Bab 10 : Perkenalan Kania
11
Bab 11 : Pembuktian
12
Bab 12 : Bersandiwara Sebentar
13
Bab 13 : Kapan Surat Cerainya Diproses?
14
Bab 14 : Tidak lagi tertarik
15
Bab 15 : Apa Kamu Cemburu?
16
Bab 16 : Seperti Keluarga Bahagia
17
Bab 17: Paling Bersinar
18
Bab 18 : Lantai Dansa
19
Bab 19 : Apa Hebatnya?
20
Bab 20 : Kenapa Hidup Ini Tidak Adil?
21
Bab 21 : Keluarga Parasit
22
Bab 22 : Calon Mantu Yang Cocok!
23
Bab 23 : Jalankan Kewajibanmu
24
Bab 24 : Mereka Berdua Di Kamar Hotel
25
Notifikasi Update
26
Bab 26 : Jadi Dia Istri Daniel?
27
Bab 27 : Kania Sudah Bersama Orang Lain
28
Bab 28 : Kapan Aku Dapat Surat Cerainya?
29
Bab 29 : Pembukaan Perusaahan Baru
30
Bab 30 : Mutiara Tetap Akan Bersinar Cantik Meski Berbalut Cangkang Yang Jelek
31
Bab 31 : Generasi Muda Yang Berbakat
32
Bab 32 : Waktu Adalah Uang
33
Bab 33 : Jangan Ulangi Kesalahan Yang Sama
34
Bab 34 : Dia Sengaja Melakukannya!!
35
Bab 35 : Bunga Raksasa Tanpa Nama
36
Bab 36 : Hari Kematian Nenek dan Kakek Ishaq
37
Bab 37 : Bertemu Matthias lagi
38
Bab 38 : Mereka Sangat Serasi!
39
Bab 39 : Anda Yang Menghancurkan Hubungan Ibu dan Anak Itu
40
Bab 40 : Jangan Jadi Serakah
41
Bab 41 : Tolak Saja
42
Bab 42 : Cacing Kepanasan
43
Bab 43 : Aku Hanya Naksir
44
Bab 44 : Kejatuhan Durian Runtuh
45
Bab 45 : Tidak Semua Wanita Itu Seperti Dirimu
46
Bab 46 : Salahmu Terlalu Lembek
47
Bab 47 : Dia Punya Seseorang Yang Mencintainya
48
Bab 48 : Tutup Mulutmu
49
Bab 49 : Kompetisi
50
Bab 50 : Kompetisi 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!