Ketika matahari baru terbit disebuah rumah sederhana yang di kelilingi pohon-pohon hijau dan embun pagi yang menyatu dengan sinar matahari pagi.
Disebuah kamar yang berada didalam rumah tersebut Hao chen saat ini sedang malas untuk bangun, lalu dia segera menutup dirinya dengan selimut untuk menghalangi sinar matahari.
Hao chen nampak seperti anak biasa namun dia tetap memiliki pemikiran orang yang berusia 23 tahun, maka dari dia tidak terlalu senang karena harus bertindak seperti anak berusia 6 tahun.
Karena sebenarnya Hao Chen lebih suka meditasi dan berlatih untuk memperkuat diri serta mengembangkan 'teknik energi surga'.
Lalu untuk teknik energi surga memiliki alasan mengapa teknik yang digunakan oleh Hao Chen hanya sampai tingkat empat dalam tiga tahun.
Karena teknik ini memerlukan kondisi khusus, dimana seseorang harus meditasi dan merilekskan pikirannya serta memahami serta merasakan berbagai jenis energi diseluruh Jagat raya.
Namun harus Hao Chen bisa mencapai tingkat tertinggi dari teknik ini dengan mudah, karena dia sendirilah pencipta teknik ini.
Tapi ada tiga alasan sederhana yang pertama, dunia ini berbeda dengan dunia virtual atau bumi.
Kedua, ada semacam pembatas yang menghalangi Hao Chen untuk naik tingkat lima, dimana dia masih belum memiliki yang namanya Jiwa atau bisa disebut juga Martial Soul.
Dimana Martial Soul merupakan suatu bentuk dari kekuatan yang ada didalam tubuh seseorang, dimana hal ini merupakan pondasi awal untuk berkultivasi ditambah Martial Soul ini memiliki berbagai jenis dan bentuk.
Lalu alasan yang ketiga adalah karena keberadaan orangtuanya, dimana hal ini merupakan penyebab utama dia kesulitan untuk menaikkan tekniknya.
Mau bagaimana lagi, karena Hao Chen juga belum membangkitkan Marital Soulnya juga, oleh sebab itu karena khawatir kedua orangtuanya berfikir aneh-aneh, dia hanya bisa meningkatkan teknik energi surga ketika dia selesai bermain dengan anak-anak desa layaknya anak normal biasa.
Lalu gua yang Hao Chen datangi tersebut lah tempat dia biasanya meningkatkan tekniknya, itu lah sebabnya hao chen tetap melakukan hal normal seperti anak-anak bahkan pemikiran dewasanya hilang.
Ketika matahari semakin cerah Hao chen pun bangun dan segera beranjak dari tempat tidurnya, dengan kondisi seperti zombie yang malas bergerak.
Setelah otak Hao Chen berhasil sinkron, dia pun segera pergi kedapur untuk membersihkan wajahnya dan meminum segelas air segar.
Kemudian Hao Chen segera melirik kearah ibunya yang akan segera memasak sarapan pagi, tapi seperti biasa dia sering kagum dengan penampilan ibunya.
Karena ibunya merupakan wanita cantik dengan rambut putih terikat di belakang disertai mata ungu cerahnya, ditambah bentuk tubuh yang membuat para pria menjadi gila melihatnya.
seperti seorang putri negri dongeng, dari kelihatan dia berusia sekitar 20an namun umur aslinya adalah 34 tahun.
Bahkan Hao Chen sempat mencoba membandingkan dirinya dengan ibunya, dimana mereka malah mirip seperti kakak dan adik.
Bahkan jika Hao Chen mengatakan jika sosok cantik ini adalah ibunya mungkin banyak orang yang tidak percaya sama sekali, apalagi kalau mengatakan jika ibunya telah berusia 34 tahun maka akan semakin sulit dipercayai, karena dari kelihatannya saja ibunya Hao Chen nampak berusia 20 tahunan.
Lalu secara diam-diam Hao Chen segera memeluknya dari belakang "Selamat pagi Bu!"
Sontak Li Qingchan menjadi kaget ketika pelukan hangat datang mendadak, namun setelah mendengar suara lucu dari anaknya dia pun segera tersenyum " Ya... selamat pagi juga!"
"Apakah ibu akan memasak?" tanya Hao Chen yang melirik bahan makanan dan peralatan untuk memasak.
"Tentu saja ibu akan memasak." Jawab Li Qingchan dengan suara lembut.
"Aku akan membantumu Bu!" ucap Hao chen pun dengan penuh semangat.
"Hem....baiklah! kemari dan tolong ibu." Balas Li Qingchan dengan senyum di wajahnya yang cantik.
Awal mula Li Qingchan mengizinkan Hao Chen untuk ikut memasak Karena skill yang dimiliki oleh anaknya sangat hebat, bahkan Li Qingchan sendiri kalah oleh Hao Chen.
Bagaimana tidak kalah? dengan pengetahuan yang luas dari kehidupan sebelumnya Hao Chen jelas unggul dalam banyak hal, walaupun hobinya hanya membaca dan malas-malasan tapi secara alami dia pintar secara akademi.
Bahkan jika Hao Chen berurusan dengan memasak dia sangat ahli, bukan hanya itu dia sendiri juga sering membuat masakan dari kehidupan sebelumnya yang bahkan membuat kedua orangtuanya bingung, namun kagum dengan cita rasa yang luar biasa dari masakan Hao Chen.
Disaat yang sama Li Qingchan yang sedang menyiapkan sesuatu dengan serius, tiba-tiba berkata "Nak kau boleh istirahat saja, biar ibu saja yang melanjutkan semuanya!"
"Hah...?" Hao Chen bingung dengan permintaan mendadak dari ibunya, lalu ketika Hao Chen melihat ekspresi ibunya sedang memasak dengan serius.
Hao Chen hanya bisa menghela nafas lembut dan segera berkata "Baiklah Bu, aku akan pergi keruang tamu saja."
Lalu Hao Chen pun segera pergi keruang keluarga dan melihat pria berambut emas panjang dan mata biru cerah, penampilan yang sangat tampan membuat dia sangat sempurna walaupun sudah berusia 35 tahun.
Kemudian Hao Chen segera melirik ayahnya yang saat ini sedang menatap sesuatu dari layar hologram yang ada didepannya.
"Ayah apa yang sedang ayah lihat sampai seperti itu?" tanya Hao chen pada ayahnya.
"Oh? ini ada kabar yang mengatakan bahwa tahun ini banyak anak-anak yang akan melakukan kebangkitan jiwa mereka, bahkan anggota kerajaan juga ikut serta." Jawab Hao tian yang masih menatap tayang dari layar hologram tersebut.
Kemudian Hao Chen segera duduk disamping Hao Tian, walaupun Hao Chen sering melihatnya dia tetap saja kagum dengan teknologi yang ada didepannya.
Bagaimana tidak? dengan perkembangan teknologi yang bahkan jauh melampaui teknologi dikehidupan sebelumnya, Hao Chen hanya bisa kagum dengan kemampuan berpikir manusia yang ada didunia ini.
Tapi Hao Chen segera bersyukur karena teknologi tidak dapat menyaingi seorang kultivator, karena teknologi tidak dapat melawan hukum alam sementara itu seorang kultivator bisa bahkan mengendalikannya.
Lalu ada suara keras yang memanggil mereka berdua "Hey kalian berdua...! cepat kemari sarapan sudah siap!"
"Ya! kami datang." Jawab keduanya dengan penuh semangat.
Lalu ketika Hao Chen melihat banyaknya makanan dihadapan, dia pun segera bertanya "Ada apa ini bu? apakah ada sesuatu yang spesial?"
Melihat ekspresi putranya Li Qingchan tidak bisa menahan senyum dan tertawa pelan "Tentu saja bukan kah? kau akan membaktikan Martial Soulmu hari ini?"
"Ugh...bu aku masih belum tau seperti apa Martial Soulku nanti, siapa tau malah aneh atau tidak berguna." Hao chen pun segera memasang wajah murung setelah mendengar ucapan ibunya.
"Kau salah nak tidak ada yang namanya Martial Soul yang tidak berguna namun hanya manusia lemah yang menganggap dirinya tidak berguna, kau harus yakin dan percaya diri bahwa kamu akan menjadi orang yang kuat!" Ucap Hao tian dengan suara tegas.
"Itu benar,asalkan kamu memiliki pendirian yang kuat kamu pasti akan bisa melewati setiap tantangan oke" sambung Li qingchan
"Ibu...Ayah...hemm aku mengerti aku akan tetap semangat apa pun yang terjadi" Ucap Hao chen dengan penuh semangat.
Lalu Hao Tian segera meminta agar anaknya segera makan"Baiklah cepat habiskan dan segera berangkat...oke!"
Setelah selesai makan Hao chen, dia pun segera bersiap-siap untuk pergi.
"Baiklah saatnya pergi untuk pergi, ibu..ayah...aku pergi dulu!" ucap Hao chen dengan penuh semangat.
"Baiklah, namun pulang lah dengan selamat oke!" Li qingchan dan Hao tian secara bersamaan melambaikan tangannya pada Hao chen.
Namun setelah Hao chen pergi ekspresi suram segera terlihat diwajah Li Qingchan, seakan melihat sebuah adegan perpisahan.
Lalu Li Qingchan segera berpaling segera memeluk Hao Tian, dengan air mata yang perlahan menetes dari matanya "Aku harap Martial Soul milik anak kita tidak sama dengan yang kita miliki atau terjadi mutasi pada Martial Soulnya, karena aku tidak ingin dia menderita karena identitasnya sebagai anak kita dan membuat dia dalam bahaya."
"Aku juga sama berharap hal yang sama, terlalu dini baginya mengikuti kita bahkan aku sendiri ingin dia menjalani hidup normal." Ucap Hao Tian sambil membelai kepala istrinya untuk menenangkan perasaan Li Qingchan.
*Note: Bagi pembaca baru mohon untuk dimaklumi jika mulai Chapter berikutnya banyak terjadi kesalahan pada setiap Chapter, karena kalian harus tau jika saya lagi dalam proses untuk diperbaiki.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 379 Episodes
Comments
Kampung Pekerja
penjelasan nya ke intinya langsung jgn semuanya njirr
2024-02-08
0
MATADEWA
Misteri awal....
2023-06-16
0
Hampry Ratukore
gasss
2022-12-29
0