Aku mundur dengan cepat, bersembunyi di balik pohon sebelum makhluk apa pun yang berlari (?) ke sini mendekat. Namun, kecepatan makhluk itu jauh dari apa yang dapat kubayangkan.
Debu naik, menembus hutan dengan pepohonan yang telah terlindas dalam-dalam.
"Raaggghhh!"
Monster itu mengaum, dia terlihat seperti Triceratops, seekor dinosaurus berbentuk badak bercula tiga. Dia memiliki beberapa bekas luka tapi segera tertutup dengan kecepatan tinggi bersama kabut yang turun karena tetesan darahnya.
Monster itu adalah monster humanoid berotot dengan tinggi 3,5 meter dengan dua gigi taring yang menonjol seperti pedang. Juga, surai kulitnya menjadi sesuatu yang mirip dengan surai salah satu jenis iguana, dapat mengembang dan menyusut.
Aku tidak ingin mengecek kekerasan surainya, itu bukan hal baik bahkan jika aku ingin. Yaa, untuk tiga tanduk khasnya sendiri masih berada di sana.
"Untung saja aku buru-buru bersembunyi." Aku tidak perlu membayangkan apa yang terjadi jika terlambat.
Yaa, aku akan mati. Dan bahkan dengan kasus di mana jumlah kematian diatur ulang setiap pukul 00:00. Itu bukan hal yang baik karena akan membuang 2 hari waktu game jika aku mati sekarang.
"Baiklah, cepatlah selesaikan keperluanmu dan pergi, ya ...."
Aku bergumam, berharap monster apa pun itu akan segera menyelesaikan keperluannya di sini. Tapi ...
"DASAR MONSTER SIALAN ...!"
... Pekik marah datang dari dalam hutan, menyusul sebuah bayangan hitam besar yang menghantam tubuh si Triceratop-man (nama sementara yang kuberikan), mendorongnya mundur.
"Raaggghhh!"
Triceratop-man mengaum tinggi sembari mengembangkan surainya, membuat penampilannya kian menakutkan.
Sepertinya itu dilakukan untuk meningkatkan rasa intimidasi ... tunggu! Kenapa kondisi ketakutan rendah (21) juga aku terima?! ... Itu tidak hanya berteriak sembarangan, ya? Untuk efek negatif yang ditimbulkan, itu menambah waktu Cooldown dan pengisian mantra, efek ini akan lebih berguna saat melawan penyihir.
Kembali ke arena, bayangan hitam itu akhirnya berhenti. Dia mengepakkan sayap kelelawar hitam yang membentang lebih dari 4 meter dan menatap Triceratop-man dengan marah. Dia juga berbentuk humanoid, ukuran tubuhnya selayaknya pria dewasa sekitar 175-180 centimeter.
Namun, selain sayap kelelawar besar, lengannya juga memiliki bentuk yang tidak normal. Sedikit berbulu di bagian bahu yang mungkin terhubung dengan sayap, kemudian membengkok dengan panjang sekitar 1,5 meter dengan dua buah persediaan. Mulai dari bagian siku terakhir, itu terlihat hanya tulang dengan jari-jemarinya yang berbentuk cakar kelelawar.
Dia memiliki wajah seorang pria cantik, yaa benar, dia pria cantik dengan rambut hitam kehujanan dan mata merah darah. Meski terdapat semacam tato aneh yang terlukis ditubuhnya, itu tak membuatnya terlihat menyeramkan. Dia akan populer jika saja tangannya berbentuk normal.
Oke, ambil gambarnya untuk sekarang dan pamerkan pada adikku saat bertemu nanti.
"Sebagai Baronet dari Dawnbreak Vampire, Ramber Von Augusta tidak akan memberi maaf penghinaan yang telah kamu lakukan."
Yaa? Dia memuntahkan beberapa informasi yang sangat penting bukan?!
Aku tidak tahu apa yang dialami Augusta, tapi dia terlihat sangat marah. Dalam artian ini, dia benar-benar telah mengabaikan sekitarnya, bahkan mengungkapkan identitasnya sebagai Vampire secara terbuka.
Hei, apa kamu tidak akan takut diburu, ya?! Bagaimana jika ada orang lain yang mendengar ini?!
Uummm? Yaa, aku ingin mendapat informasi lebih jadi mari sedikit menyingkir dari sini dan saksikan pertarungan mereka berdua. Jika tidak, aku akan terlumat oleh kekuatan serangan dua monster itu. Mereka bahkan telah menghancurkan medan dengan mudahnya.
"Haruskah aku melakukan penilaian pada mereka?" Pikiran ini menggangguku, bukannya aku tidak tahu resikonya, tapi ini menggiurkan. "Selain itu, bukankah Vampire itu telah tenggelam dalam amarahnya?"
Mari mendekat ke arah yang sejajar dengan Triseratop-man dalam sudut pandang Augusta, dengan begitu Vampire itu akan berpikir bahwa perasaan tidak nyaman berasal dari Triseratop-man. Ini akan berhasil, mungkin, kuharap, ya 'kan?
Yaa, bagaimanapun, aku akhirnya tetap melakukannya. "Appraise."
[Opera Artist • Ramber Von Augusta (Hijau)
Health Poin : 39.829 /47.736]
"Ugh?!" Aku menggeram rendah ....
Oke, tidak mungkin aku akan selamat jika terkena serangannya. Selain itu HP-ku telah terpotong lebih dari 50%, apakah terdapat pola peningkatan konsumsi jika digunakan untuk seseorang di atas Rank tertentu? Tidak, mungkinkah semacam serangan balik?
Oke, yaa, tidak mungkin akan bertahan bahkan dalam jarak ini. Jadi mundur sejauh mungkin, diriku!
"Ada apa dengan jumlah HP lima digitnya itu," gumamku rendah.
Apakah ini yang akan pemain pemula sepertiku temui? Ini bahkan baru 3 hari dalam game setelah aku bermain! Tunggu, aku mati beberapa kali dan telah keluar jadi waktu yang kuhabiskan jauh lebih pendek dari pada itu.
Bahkan, lebih kurang 7% HP-nya saja setara dengan HP penuh dari tikus raksasa, dan aku memerlukan waktu dua jam untuk menguras jumlah tersebut. Selain itu, selama 5 detik waktu berlalu sebelum panel hasil penilaian menghilang, HP Augusta pulih dengan kecepatan tinggi. Sekitar 0,5%, 250-275 per detiknya!
Oke, itu tak terkalahkan bagiku untuk saat ini! Untuk saat ini, ya!
Yaa, aku berhasil mengalahkan tikus raksasa sendiri juga karena dipengaruhi oleh faktor pemulihan tikus tak dapat mengikuti laju kerusakan yang kuberikan.
Selain itu, dia dinilai sebagai NPC normal, bukan penjahat atau monster karena kursornya berwarna hijau. Mungkinkah terdapat cara memalsukannya?
Entahlah. Jangan berpikir terlalu banyak dalam situasi sekarang. “Sebaiknya segera menjauh, hanya melihatnya dari kejauhan."
Tepat pada saat itu, suara tinggi melengking terdengar dari belakangku. Augusta turun dengan kecepatan tinggi layaknya burung falcon yang menyambar mangsanya. Lengannya berayun dengan cepat, cakarnya memanjang menjadi semacam bilah dengan panjang kira-kira setengah meter.
"Raaggghhh!"
Triceratop-man mengaum tinggi, berusaha menggapai ujung kaki Augusta. Namun, itu tak akan pernah terjadi.
Dengan memanfaatkan kemampuan terbang kecepatan tingginya, Augusta membuat Triceratop-man tak berdaya. Triceratop-man hanya dapat terus bertahan terhadap penyerangan satu sisi yang dia berikan dari atas, bahkan saat Triceratop-man melemparkan batu dan pohon, dia dapat menghindari semua itu dengan mobilitas tingginya.
"Aku tahu Augusta itu kuat, jadi tolonglah terus bertahan hingga aku dapat kabur tanpa meninggalkan jejak, ya. Triceratop-man, semangat, fight!"
Seolah menjawab permintaanku, Triceratop-man mengaum tinggi untuk membebankan rasa takut pada musuh, lalu .... Hei! Kenapa kamu berbalik ke arahku?!
Memiliki penampilan menakutkan, oke! Itu sudah tercetak dalam genmu. Kamu bahkan dapat memberikan kondisi ketakutan!
Memiliki kekuatan khas monster, oke! Kamu memang monster jadi itu tidak mungkin salah. Bahkan kamu sangat kuat hingga dapat menghancurkan medan dengan mudah.
Lalu kenapa?! Kenapa?! Kenapa kamu bersikap sangat pengecut?! Kenapa kamu melarikan diri, Triseratop-man! Apakah kamu tidak memiliki kebanggaan tertentu?!
"Hahahaha! Memanglah seperti itu wujud aslimu! Sekarang takutlah! Gemetarlah dalam benaman kehancuran. Ini semua karena monster busuk sepertimu berani menunjukkan tangan padaku. Bahkan jika aku tengah berpenampilan sebagai manusia, monster busuk yang meremehkan kami tak termaafkan! Ray of Venom!"
Augusta terus berteriak riang. Dia terus menyerang, melepaskan sinar racun sembari memuntahkan seribu kata sebab dari mengapa semua dapat jatuh ke kondisi sekarang.
"Tsk, sia-sia saja mengharapkan sesuatu yang bukan dari diri sendiri, ya."
Baiklah, segera lompat ke samping dan menyingkir dari jalan yang akan Triceratop-man lewati. Kecepatanku dan kecepatan Triceratop-man sama sekali tidak layak dibandingkan. Bukan hanya masalah statistik, tapi juga jarak yang ditempuh per langkahnya, jika aku terus berada di sini, yaa aku pasti akan tersusul dan mati oleh peluru nyasar.
Melompat dengan momentum kuat, aku berguling beberapa kali untuk meredam dampak pendaratan. Itu sedikit sakit.
Aku mencoba bangun, melihat keadaan dan saat itulah mataku dan mata Augusta bertemu.
———
Tinggalkanlah like, komen agar saia terus semangat. Dan jangan lupa share dan fav bila suka ya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 120 Episodes
Comments