Sreeettttt
Ya, itulah suara yang dikeluarkan oleh tanah di belakangku saat bangkai besar tikus raksasa melaluinya. Area medan memang sedikit hancur, tapi kurasa tidak perlu diambil pusing lagi karena akan pulih setelah beberapa hari berlalu.
Namun, yang lebih mengkhawatirkan daripada itu adalah bilah HP tikus terus turun. Saat tubuhnya bergesekan dengan tanah itu turun, saat tubuhnya terkena kerikil itu turun, saat tubuhnya terjerat itu turun lebih jauh.
"Ini terasa seperti maju dan jatuh dalam lubang."
Aku kini memahami betapa banyak kesulitan yang dimiliki oleh orang-orang pada zaman dulu. Yaa, mungkin karena apa yang kualami ini pula harga bahan makanan yang sulit dijaga dibanderol dengan harga yang setara emas.
"Untungnya sekarang jasa distribusi begitu cepat."
Mengucapkan terima kasih pada siapa pun yang berada di bidang tersebut, aku kembali menyeret tikus raksasa. Terkadang berhenti untuk melihat pemulihan HP tikus berjalan, tapi jangan terlalu lama dan membuatnya dapat bergerak kembali.
Menurutku, kondisi yang diderita tikus itu sama seperti apa yang akan manusia alami saat kehilangan darah dalam jumlah tertentu. Membuat tubuh lebih berat untuk bergerak dan lain sebagainya.
Yaa, jujur saja, meski ini digunakan untuk meningkatkan realitas dalam game, ini mengganggu. Para pemain tidak akan dapat terus berjuang total sampai HP dan MP habis jika mereka tidak dapat menahannya, kemungkinan kondisi tertentu yang disebabkan jumlah Stamina mencapai titik tertentu pun terdapat dalam game.
"Uhh, karena inilah keseimbangan itu penting. Mungkinkah aku sebagainya mengambil beberapa Skill yang meningkatkan pertumbuhan jumlah HP?"
Berpikir selama 3 detik, aku menggelengkan kepala, karena terdapat koreksi negatif untuk pertumbuhan statistik Endurance, itu tidak layak. Sepertinya meningkatkan kemampuan serang lebih baik. Bagaimanapun, 'pertahanan terkuat adalah serangan terkuat', aku akan mengikuti pepatah itu.
"Meski begitu, meningkatkan jumlah total Stamina dan Satiation itu penting. Aku tidak tahu apakah pemberian kondisi ini akan terus berkembang atau bagaimana."
Sembari terus memikirkan beberapa cara yang mungkin berhasil dalam meningkatkan Stamina dan Satiation, aku akhirnya sampai.
Dalang di balik semua kesusahan ini, Megaera tengah menunggu di sebuah batu besar —yang entah sejak kapan berada di sana. Dia melihatku sejenak sebelum menyembunyikan keterkejutan dalam matanya ...
... Ehh? Yaa, aku memang menduga dia itu berusaha menjahiliku, tapi saat 'pelatihan' pun dia akan berhenti 'kan? Kan? Kan?! Apa dia bahkan tidak percaya aku akan berhasil?!
Mempertimbangkan kepribadian nya, sejauh apa yang kutahu ... uh, itu mungkin bisa terjadi mengingat dia benci kalah. Baiklah, mari membangun tembok lebih tinggi sebelum aku dapat mempercayai dia sepenuhnya. Ya, payung itu penting sebelum hujan, emm ... mungkin jas hujan akan lebih praktis?
Yaa, sekarang aku tinggal memanggilnya. "Aku telah selesai, Megaera."
"Kerja bagus," jawabnya seolah-olah telah yakin aku akan berhasil. Huh, itu tidak akan berhasil meyakinkanku, tahu.
Menekan pikiran batinku, aku terus menjaga raut wajahku agar tidak berubah.
"Jadi, apa yang harus kelakuan sekarang, Megaera?"
"Pertama-tama, diri ini bukan Megaera lagi."
Apalagi yang akan orang ini katakan. Itulah pikiran batin yang sudah tidak dapat kubendung lagi.
"Mulai sekarang, panggil diriku Master. Master Megaera!"
Aku berwajah kosong untuk beberapa detik ke depan sebelum membenahinya. Apa yang sedang dia ingin atau lakukan, aku benar-benar tidak dapat memahaminya. Bahkan kenapa sikapnya sekarang lebih mirip orang chuuni ....
Uhuk, baik jangan bahas. Saat aku melawan tikus sebelumnya aku juga terserap penuh dalam bermain Role Play, jika dilihat dari luar itu mungkin akan mirip dengan chuuni. Lebih baik menahan diri jika terdapat orang luar.
"Baik, baik. Jadi, Mas-ter, mulai sekarang apa yang harus aku lakukan?" tanyaku menahan senyum dingin yang akan keluar, meski penekanan pada kata ‘Master’ sama sekali tidak aku sembunyikan.
"Baiklah. Dirimu telah berhasil melewati tahap pertama, berburu, mencari bahan dasar dari bagaimana people dapat bertahan muridku. Kalau begitu, ini adalah saatnya menunjukkan padamu bagaimana cara mempertahankan bahan tersebut agar tidak menjadi Resources dan tetap bertahan apa adanya sebagai sebuah material. "
Aku menatap Megaera, sebelumnya aku ingin muntah tapi terdapat beberapa istilah asing yang sepertinya penting, ya. Jadi, mari dengarkan dengan baik dan jangan memotongnya atau ejekan akan terbang darinya.
"Baiklah, ini adalah cara untuk bertahan ...."
Secara garis besar, aku memahami bahwa apa yang Megaera jelaskan adalah tentang bagaimana mempertahankan benda-benda organik agar tetap bertahan, tidak menghilang menjadi kabut. Ini akan menjawab bagaimana para NPC mendapatkan daging tanpa bergantung pada drop rate, jika tidak maka dapat dibayangkan semahal apa daging tersebut dipasaran.
Aku mendengarkan penjelasan Megaera dengan penuh perhatian sebelum mengangguk tanda paham. Ini adalah informasi penting.
Mendekati bahan (tikus raksasa yang sekarat), aku mulai menancapkan gigi taringku pada leher tikus.
Untuk rasanya ... sedikit, tidak. Jauh lebih buruk daripada tikus kecil sebelumnya.
Ini hanya berisi rasa pahit kuat dan berat. Mungkinkah rasa darah satu sama lain berbeda? Selain itu, darah ini memberiku kondisi racun kecil (2) setiap 7-8 detik sekali. Mulai sekarang mungkin aku harus mencari darah dan monster yang tidak beracun.
Yaa, bukan berarti aku akan melakukannya juga di dunia nyata sih. Hanya catatan kecil bagi kelancaran bermain.
Namun, tidak seperti sebelumnya aku mulai mengeluarkan kabut mana dari diriku. Aku mencoba memasukkan mana ke dalam tubuh tikus, mengedarkannya hingga bercampur dengan aliran mana tikus itu sendiri. Namun, itu hanya metode tambahan yang dijelaskan Megaera sebelumnya.
Hidangan utama tetap menikmati rasa makanan, meski jauh lebih buruk dari sebelumnya. Anggap saja aku tengah meminum teh pahit? Yaa, jika aku membayangkannya seperti itu, ini tidaklah terlalu buruk apalagi jika terdapat kue ... hentikan saja.
Aku tengah tidak dapat menikmatinya baik dalam game maupun kenyataan. Sungguh, beruntungnya nasibku.
Terus hisap darah tikus hingga HP-nya jatuh ke angka nol. Kabut keluar seperti apa yang biasanya terjadi, tapi kali ini terdapat beberapa perbedaan.
Kabut yang jatuh lebih banyak berkisar di area tubuh tikus yang memang telah rusak parah. Sebagai contoh, mata, telinga, hidung, mulut, dan kulit bagian perut. Uhh, ini bukan salahku, oke?
Aku menyaksikan semuanya dalam diam dan menunggu semua berakhir. Dari cerita Megaera, kabut hitam itulah yang disebut Resources, meski berbeda antara monster dan people.
Untuk hasil drop, itu tidak jatuh. Sebagai gantinya terdapat bangkai yang tidak hilang dengan tulang kerangka, kulit tikus setengah rusak, daging, dan ekor yang tetap sebagai mana adanya. Mungkin diperlukan beberapa pengolahan untuk mendapat bahan, tapi itu akan jauh lebih baik daripada hanya mengandalkan drop, ya.
"Sepertinya dirimu dapat melakukannya. Yah, meski dirimu belum dapat secara sempurna melakukannya, diriku, Mastermu ini akan memakluminya untuk saat ini."
Aku mengabaikan komentar Megaera dan mulai memasukkan bangkai ke dalam inventaris yang berupa tas kain kecil di pinggangku. Ngomong-ngomong, tas inventaris tidak dihitung sebagai perlengkapan, jadi mungkin tidak hanya satu yang dapat dilengkapi secara bersamaan.
Aku melihat bahwa tubuh tikus muat ke dalam tas inventaris, tapi itu membuat berat tubuhku melonjak seperti roket. Yaa, inventaris tidak hanya dipengaruhi oleh kuantitas muatan tas, tapi juga dipengaruhi oleh total beban yang dapat dibawa pemain.
Satu lagi unsur merepotkan. Tapi itu lebih baik daripada membuatnya berada dalam sistem Skill.
"Baiklah. Sepertinya dirimu siap untuk pelatih tahap berikutnya. Sekarang—"
"Aku ingin keluar sebentar, Mas-ter. Kemungkinan aku akan menghilang selama beberapa ... um, 12 jam jadi sampai jumpa, ya."
"Hey! Murid! Tung—"
Yaa, aku tetap log out sebagaimana yang kuinginkan sambil menutup telinga pada panggilan Megaera. Alarm yang kuatur sebelumnya telah berdengung jadi lebih baik keluar. Sebelum itu, mari cek statusku sejenak, sepertinya beberapa level Skill telah melonjak secara gila, ya.
[Half Vampire Bloodline • Dirae
Female — True Neutral (-1)
Power Level : F
Race : Dahmpire
Health Poin : 43 /104
Mana Poin : 62 /186
Stamina Poin : 96 /111
Satiation Poin : 113 /113
Strength : F Endurance : F
Agility : F Dexterity : F
Intelligent : F Mystery : F
Charm : F - Luck : F -
Title :
[Person Without Side] [Half Vampire Bloodline] [Autodidact Learner (Baru!)]
(Buka/Tutup)
Skill :
[Bloodsucking (Lv. 3)] Up!
[Magic Talent (Lv. 6)] Up!
[Linguistic (Lv. 0)]
[Physical Strengthening (Lv. 7)]Up!
[Increase Healing (Lv. 4)] Up!
[Night Vision (Lv. 1)] Up!
[Mana Power (Lv. 5)] Up!
[Enhancement Spells (Lv. 2)] Up!
[Basic Magic Mastery (Lv. 5)] Up!
[Basic Appraisal (Lv. 3)] Up!
(Buka/Tutup)
Peralatan : (Buka/Tutup)
Berat: 176 /182]
———
Tolong tinggalkan like dan komentarnya apabila suka. Itung-itung buat penyemangat hehehe.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 120 Episodes
Comments
Winona Spica
maratooon bacaaa. udh like thor!😉😙
2020-12-15
3
Humara
full like kak
mampir jga di karyaku( Al Garryl) & ( our destiny is god's scenario ) mari saling dukung
2020-10-08
1
Khun.AA
semangat kak
2020-10-08
1