Pernapasan Nirvana

Malam telah larut saat Wira kembali ke kamarnya yang kecil dan berlokasi di area pekerja perguruan. Ia merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Beberapa saat Wira hanya bengong memandangi langit-langit kamarnya, tetapi kemudian ia mengingat sebuah kitab yang tadi ditemukannya di perpustakaan. Wira mengeluarkan kitab itu dari balik bajunya dan membolak-baliknya.

“Hmm … tidak ada judul atau keterangan apa pun di sampul, bagian depan, dan belakangnya.” gumamnya dalam hati.

Wira pun membuka halaman awal buku tersebut dan mendapati sebuah catatan singkat yang berbunyi: Ini hanya catatan seorang praktisi seni bela diri berdasarkan pengalaman dan pengetahuan yang terbatas. Semoga pembaca buku sederhana dan tak sempurna ini dapat menemukan sesuatu yang dapat berguna baginya. – N.R.

Selain inisial “N.R.” di akhir catatan tersebut, tak ada informasi apa pun mengenai isi buku itu. Wira pun membuka halaman pertamanya dan segera menemukan judul “Pernapasan Nirvana”. Di bawah judul, Wira menemukan penjelasan tentang teknik pernapasan yang umum digunakan oleh seseorang yang mulai mempelajari tenaga dalam. Sebuah metode yang ia sendiri pun sudah mengetahui dan mempraktikkannya sejak berada dalam tingkat murid dasar dan mulai melatih seni tenaga dalam.

Namun, setelah penjabaran yang tampak seperti ringkasan itu, penulis catatan menyebutkan beberapa kelemahan dari metode umum tersebut, khususnya bagi seseorang yang telah berhasil membentuk sepuluh lapisan tenaga dalam. Hal itu jugalah yang menyebabkan seseorang membutuhkan sumber daya seperti ramuan dan pil untuk mengembangkan dan meningkatkan tenaga dalamnya hingga tahap tertentu.

Semakin penasaran, Wira pun lanjut membaca. Barulah pada halaman ke sepuluh, Wira semakin terkejut saat penulis catatan itu mulai menguraikan sebuah metode yang disebutnya sebagai “Pernapasan Nirvana”. Sekilas, metode pernapasan itu memang mirip dengan metode yang biasa, tetapi saat penulis catatan itu menyebutkan tentang gerakan-gerakan dan cara mengolah napas yang dapat menstimulasi tubuh untuk menyerap energi alam, Wira mulai menyimak setiap kata dalam buku tersebut dengan serius.

Pada halaman terakhir buku, Wira tertegun. Ia menutup dan membolak-balik buku yang tak terlalu tebal itu di tangannya. Ia berpikir bukankah metode seperti ini adalah hal yang sangat berharga, tetapi mengapa sama sekali tak ada yang pernah membahasnya. Berulang kali ia membaca catatan singkat yang ada di awal buku tersebut. “Apakah karena tak ada yang pernah mempraktikkan metode ini selain penulisnya sendiri sehingga metode ini tidak dibagikan atau disebarluaskan karena belum teruji?” tanyanya dalam hati.

Atau, apakah ada semacam risiko yang didapatkan oleh pengguna metode ini di kemudian hari yang membuatnya cedera parah dan semacamnya? Berbagai pertanyaan melintas di benak Wira terkait dengan temuannya dalam catatan bersampul usang tersebut. Meski demikian, jika memang metode ini memungkinkan seseorang yang tengah melatih seni tenaga dalam untuk tidak terlalu bergantung pada sumber daya eksternal, seharusnya layak untuk dicoba.

Catatan ini menyebutkan bahwa keberadaan sumber daya eksternal memang sangat diperlukan, tetapi menjadikannya sebagai faktor utama akan memicu sebuah ketergantungan yang justru dapat membatasi pencapaian seorang pendekar di masa mendatang.

Beberapa saat berlalu, tekat Wira untuk menjadi lebih kuat pun mengalahkan kebimbangannya. Ia kembali membaca buku catatan itu dan mengingat setiap detail panduan dari metode pernapasan nirvana. Setelah dirasanya cukup, Wira menutup dan meletakkan buku itu di sampingnya.

“Langkah pertama, rileks adalah kuncinya,” batin Wira sambil membetulkan posisinya menjadi duduk bersila. Ia mulai menarik dan mengembuskan napas sesuai dengan hitungan yang tertera dalam buku tersebut. Beberapa menit berlalu, Wira merasa tubuhnya menjadi lebih nyaman, detak jantungnya juga sangat teratur dan stabil.

“Langkah berikutnya, konsentrasi adalah pintu utamanya,” Wira memejamkan mata dan mulai memusatkan pikirannya. Perlahan dan pasti, Wira seolah dapat menangkap aktivitas sekecil apa pun yang terjadi di sekitarnya: mulai dari suara angin yang sangat pelan hingga gerakan semut dan serangga kecil lainnya di lantai tanah kamarnya

Saat itu, selain nyaman, tubuhnya seakan menunjukkan kepekaan terhadap sekelilingnya. Kepekaan yang memantik kesadaran akan begitu banyak hal yang selama ini sebenarnya telah ia lewatkan. Di samping irama detak jantungnya yang teratur, Wira pun dapat merasakan aliran darah yang ada di seluruh tubuhnya.

Wira tak lagi peduli berapa waktu yang telah ia habiskan saat itu. Merasa sudah saatnya melanjutkan ke tahap berikutnya, Wira pun semakin memusatkan pikirannya, dan memasuki ranah meditasi.

Pada tahap ini, Wira membiarkan dirinya membuka dan menerima segala keberadaan yang dapat dirasakannya. Semula, ia merasa seakan-akan dipaksa untuk membuka banyak pintu yang tertutup di sekitarnya, tetapi satu demi satu, pintu-pintu itu pun terbuka dan bersamaan dengan setiap pintu yang terbuka, sebuah energi seperti mengalir memasuki tubuhnya.

Sensasi itu mirip dengan yang dirasakan Wira saat mulai menghimpun tenaga dalamnya dahulu sekali. Bedanya, energi yang mengalir dan memasuki tubuhnya itu tak berhenti dan menumpuk pada area yang biasanya disebut sebagai akar cakra. Setelah berkumpul di akar cakranya, energi tersebut mulai bercampur dengan tenaga dalamnya sendiri.

Ketika hal itu terjadi, Wira mengernyit seperti menahan sakit, seolah energi yang datang dari luar itu menyuling dan memurnikan tenaga dalamnya yang telah ada selama ini. Wira merasakan sebuah pusaran energi terbentuk dan terus berputar, seperti sedang merekonstruksi dirinya sendiri. Wira tak menyadari kalau saat itu tubuhnya telah bermandi keringat.

Beberapa saat kemudian, setelah berusaha keras mengendalikan kesadarannya dalam ranah meditasi, pusaran energi yang sejak tadi bertahan di area sekitar akar cakranya mulai mengalir keluar ke seluruh tubuhnya. Bersamaan dengan itu, keringat Wira pun semakin deras. Ia dapat merasakan aliran energi itu menyebar dan memurnikan setiap bagian dalam tubuhnya. Mulai dari meridian-meridiannya, tulang, otot, hingga sum-sum tulang dan setiap organ dalam tubuhnya.

Wira tak tahu berapa lama proses itu berlangsung. Ia hanya dapat merasakan saat seakan telah menyelesaikan tugasnya, aliran energi itu pun kembali bersemayam di akar cakranya. Wira menunggu dalam keadaan terpejam sebelum membuka kedua matanya. Selain langit yang telah kebiruan, Wira terkejut mendapati tubuhnya telah basah kuyup. Selain keringat, tampak pula beberapa bercak yang sepertinya bekas cairan berwarna gelap.

Ia mendengus dan mengernyit mendapati bau tak sedap menguar dari tubuhnya. Di sisi lain, tubuhnya justru merasa jauh lebih segar. Wira mengamati tangannya, kemudian bangkit dan mencoba melakukan beberapa gerakan. Wira terkesiap, tak hanya lebih bertenaga, setiap gerakan tubuhnya juga terasa lebih ringan.

Padahal, ia baru melakukan tiga langkah yang tertera pada tahap awal metode pernapasan nirvana, tetapi perbedaannya sudah sebesar ini. Wira mencoba memeriksa tenaga dalamnya yang hingga kini masih 15 lapisan. Namun, setiap lapisan tenaga dalam itu kini jauh lebih murni dari sebelumnya.

Wira keluar dari kamarnya dan berjalan agak menjauh. Ia menemukan satu di antara banyak pohon di kebun belakang perguruan. Wira memasang kuda-kuda dan merapal teknik pukulan bayangan miliknya. Satu tinjuan tangannya melesatkan gelombang energi yang dahsyat dan mengoyak dahan pohon yang tadi ditatapnya.

Lagi-lagi Wira tercengang. Jangkauan serangan barusan seharusnya hanya bisa dilakukan oleh mereka yang telah memiliki lebih dari 20 lapisan tenaga dalam, atau setara dengan ranah pendekar purwa. Wira pun berkesimpulan, dengan kondisinya saat ini, seharusnya ia dapat mengimbangi mereka yang telah berada pada tahap awal pendekar purwa.

Wira terhuyung. ia kembali dan duduk pada bangku di depan kamarnya. Jantungnya berdetak cepat, bukan karena kelelahan, melainkan karena gembira. Sehari sebelumnya, Wira masih disibukkan dengan rencananya untuk menjadi lebih kuat yang entah akan membutuhkan waktu berapa lama dan menghabiskan sumber daya sebesar apa.

Kini, dengan metode dari sebuah kitab yang tak sengaja ia temukan, bisa dibilang separuh dari rencananya itu telah tercapai dalam semalam saja. Ia tak tahu ini adalah hal baik atau buruk, tetapi jika tahapan awal dari pernapasan nirvana dapat membuatnya meraih kemajuan seperti ini. Wira pun memutuskan untuk melanjutkan berlatih tenaga dalam dengan metode tersebut.

Terpopuler

Comments

Abdus Salam Cotho

Abdus Salam Cotho

menyenangkan membacanya, semangat Wira 💪

2025-08-08

1

y@y@

y@y@

🌟👍🏾👍🏿👍🏾🌟

2025-08-20

0

anggita

anggita

like, iklan utk novel fantasi timur lokal, moga lancar👌

2025-07-07

3

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Lima Belas Tahun Kemudian
3 Kegelisahan Wira
4 Pengumuman Penting
5 Pernapasan Nirvana
6 Pembagian Kelompok Misi
7 Tanpa Senjata
8 Pengeroyokan
9 Dewi Andini
10 Yang Terima dan Yang Tak Terima
11 Mengejar Barda
12 Pil Darah Monster
13 Kembali Ke Perguruan
14 Pusaka Tingkat Dua
15 Perasaan Nala
16 Misi Perburuan Tahunan Dimulai
17 Desa Danpa
18 Harimau Putih
19 Beban Seorang Pendekar
20 Membuang Keraguan
21 Membasmi Para Bandit
22 Reuni
23 Permintaan Ki Damar
24 Rute yang Berbeda
25 Penghancuran Markas Kala Hitam
26 Penghancuran Markas Kala Hitam II
27 Kenaikan Tingkat
28 Sukma Buana
29 Krajan Asura
30 Bayusaka
31 Perjalanan
32 Akhir Lima Golok Setan
33 Penyakit Aneh
34 Pawang Mayat Hidup
35 Pawang Mayat Hidup II
36 Pawang Mayat Hidup III
37 Meninggalkan Slaka
38 Kerajaan Monster dan Siluman
39 Fenomena dari Tubuh Monster
40 Siluman Seribu Tahun
41 Inti Monster dan Mestika Siluman
42 Rawaja Bomantara
43 Kitab Sabda Alam
44 Empat Elemen Dasar
45 Meninggalkan Krajan Asura
46 Sekte Lembah Neraka
47 Keributan di Suranaga
48 Kematian Lainnya
49 Hasil-Hasil Latihan
50 Pendekar-Pendekar Muda
51 Potensi Tak Terbatas
52 Keputusan Raksala
53 Intrik Istana Suranaga
54 Balai Misi
55 Misi
56 Graha Candra Mestika
57 Altar Ungu
58 Peringatan
59 Kemelut Suranaga
60 Kemelut Suranaga II
61 Kemelut Suranaga III
62 Kemelut Suranaga IV
63 Kemelut Suranaga V
64 Kemelut Suranaga VI
65 Kemelut Suranaga VII
66 Kemelut Suranaga VIII
67 Kemelut Suranaga IX
68 Kemelut Suranaga X
69 Rahasia Raja Satya
70 Akhir Pertempuran Suranaga
71 Makna Dunia Persilatan
72 Kakak Beradik
73 Kau Sudah Melewatinya
74 Dalam Terpaan Senja
75 Awal Mula Perubahan Suranaga
Episodes

Updated 75 Episodes

1
Prolog
2
Lima Belas Tahun Kemudian
3
Kegelisahan Wira
4
Pengumuman Penting
5
Pernapasan Nirvana
6
Pembagian Kelompok Misi
7
Tanpa Senjata
8
Pengeroyokan
9
Dewi Andini
10
Yang Terima dan Yang Tak Terima
11
Mengejar Barda
12
Pil Darah Monster
13
Kembali Ke Perguruan
14
Pusaka Tingkat Dua
15
Perasaan Nala
16
Misi Perburuan Tahunan Dimulai
17
Desa Danpa
18
Harimau Putih
19
Beban Seorang Pendekar
20
Membuang Keraguan
21
Membasmi Para Bandit
22
Reuni
23
Permintaan Ki Damar
24
Rute yang Berbeda
25
Penghancuran Markas Kala Hitam
26
Penghancuran Markas Kala Hitam II
27
Kenaikan Tingkat
28
Sukma Buana
29
Krajan Asura
30
Bayusaka
31
Perjalanan
32
Akhir Lima Golok Setan
33
Penyakit Aneh
34
Pawang Mayat Hidup
35
Pawang Mayat Hidup II
36
Pawang Mayat Hidup III
37
Meninggalkan Slaka
38
Kerajaan Monster dan Siluman
39
Fenomena dari Tubuh Monster
40
Siluman Seribu Tahun
41
Inti Monster dan Mestika Siluman
42
Rawaja Bomantara
43
Kitab Sabda Alam
44
Empat Elemen Dasar
45
Meninggalkan Krajan Asura
46
Sekte Lembah Neraka
47
Keributan di Suranaga
48
Kematian Lainnya
49
Hasil-Hasil Latihan
50
Pendekar-Pendekar Muda
51
Potensi Tak Terbatas
52
Keputusan Raksala
53
Intrik Istana Suranaga
54
Balai Misi
55
Misi
56
Graha Candra Mestika
57
Altar Ungu
58
Peringatan
59
Kemelut Suranaga
60
Kemelut Suranaga II
61
Kemelut Suranaga III
62
Kemelut Suranaga IV
63
Kemelut Suranaga V
64
Kemelut Suranaga VI
65
Kemelut Suranaga VII
66
Kemelut Suranaga VIII
67
Kemelut Suranaga IX
68
Kemelut Suranaga X
69
Rahasia Raja Satya
70
Akhir Pertempuran Suranaga
71
Makna Dunia Persilatan
72
Kakak Beradik
73
Kau Sudah Melewatinya
74
Dalam Terpaan Senja
75
Awal Mula Perubahan Suranaga

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!