~Memang benar keberhasilan akan menyertai jika kita selalu berusaha dan tak lupa untuk membantu orangtua.
**
Seminggu telah berlalu, di desanya yang indah Axijim bersemangat menjalani hari.
"Axij bangun sudah pagi, waktunya bersekolah" ucap ibu.
"Iya bu... "
"Segera mandi setelah itu sarapan !"
"Baik bu"
Seperti biasa Axij segera mandi dan bersiap siap.
Setelah itu...
"Axij sarapan dulu sana, makanannya ada di piring di atas tikar"
"Baik bu"
Axij sarapan dengan dua potong roti dan segelas susu kambing hasil ternak keluarganya sendiri.
"Bu !, Axij sudah selesai sarapan nya, nggak usah diantar ya ke sekolah nya Axij sudah hafal jalan ke sekolah".
"Oh, baiklah nak hati-hati di jalan"
"Axij berangkat dulu ya bu, salam".
"Salam juga"
Sesampainya...
...toot, toot, toot,...
...(bunyi terompet menandakan bahwa pelajaran akan segera dimulai telah dibunyikan)....
"Terompet sudah berbunyi nih aku harus segera masuk ke kelas"
Di dalam kelas murid yang lain sudah bersiap menunggu kehadiran guru mereka.
Tak lama kemudian guru Archer datang memasuki kelas, para murid menyambut kedatangan guru mereka.
"Salam anak anak, apa kabar kalian semua ?"
"Salam kembali guru" jawab para murid.
"Kabar kami baik semua guru" jawab salah satu murid mewakili.
"Murid murid kalian masih ingat dengan pekerjaan rumah kalian?"
"Tentu guru kami masih ingat" jawab Axijim dengan agak keras mewakili teman temannya.
"Baiklah, guru telah membawa busur panah yang kemarin, dan tugas kalian sekarang adalah mencoba mengangkat busur ini sebaik mungkin, tentu kalian sudah berlatih kan seminggu yang lalu?.
Pertama adalah giliran Axijim, Axijim ayo maju kedepan! ".
Axijim agak kaget ketika namanya dipanggil untuk yang pertama kali, ia menjadi sedikit gugup saat itu.
"Aduh namaku lagi yang dipanggil guru pertama kali, baiklah aku harus bisa melakukannya " gumam Axijim.
"Axij, Axij, Axij..." sorak murid yang lain.
Axijim kemudian berdiri dan menghampiri guru Archer dan menyambut busur panah yang disodorkan sang guru.
"Ini Axij, ambillah! tunjukkan bahwa kau bisa, guru yakin padamu" ucap guru Archer menyemangati.
"Baik guru".
"Aku harus bisa melakukannya, Ayahkan sudah melatihku, aku harus percaya diri" ungkap Axij dihatinya.
Kemudian Axijim memegang busur itu dan mengangkatnya dengan sempurna seperti yang dipraktekkan guru Archer seminggu yang lalu.
"Yaaaah... " ucap Axij sedikit berteriak ketika mengangkat busur itu.
"Prok prok prok" para murid lain kagum dan memberikan tepuk tangan pada Axijim, ia berhasil melakukannya.
"Bagus Axijim, keberhasilan semoga selalu menyertaimu" ucap guru Archer.
"Terima kasih guru" balas Axij.
Di dalam hati Axijim saat ini telah berkobar sebuah kebanggaan tersendiri, ia berhasil melakukannya, ini semua berkat dari membantu orangtua dan latihannya seminggu lalu, memang benar keberhasilan akan menyertai jika kita selalu berusaha dan tak lupa untuk membantu orangtua.
"Baiklah selanjutnya adalah giliran Scorpi" ucap guru Archer memanggil salah satu teman Axijim.
Semuanya mendapatkan gilirannya masing masing untuk maju, ada yang berhasil melakukannya seperti Axijim dan ada juga yang masih susah mengangkat busur itu karena memang busur itu lumayan berat, akan tetapi guru Archer menganggap seluruh muridnya berhasil melaksanakan tugas darinya dengan baik, meskipun masih ada yang belum sempurna.
"Murid-murid !, guru anggap kalian semua telah berhasil melaksanakan tugas guru dengan baik.
Sekarang guru akan menjelaskan bagian kedua dari tiga jenis latihan utama untuk pemanah, melanjutkan penjelasan yang kemarin, khusus untuk para pemula seperti kalian agar kalian mampu melakukan olahraga panahan ini dengan baik.
Latihan berikutnya adalah berlatih kebugaran tubuh salah satunya adalah dengan berlari".
"Wah untung aku suka lari pagi" gumam Axijim disela pembicaraan gurunya.
"Memanah memang termasuk olahraga dengan alat. Namun bukan berarti latihan kebugaran tubuh tidak penting. Tau tidak anak-anak mengapa itu penting bagi seorang pemanah? " tanya guru Archer pada murid muridnya.
Para murid bingung dan termenung memikirkan jawabannya.
Kemudian,
"Kami tidak tau guru" ucap Leon mewakili teman temannya yang sama sama kebingungan.
"Baik akan guru jelaskan, pemanah yang memiliki detak jantung yang rendah cenderung dapat menunjukkan penampilan yang terbaik pada sebuah kompetisi. Sekecil apapun kompetisi yang akan kalian ikuti nantinya, kalian pasti akan merasakan sensasi mendebarkan dan keinginan yang menggebu untuk melesatkan panah ke tengah target.
Jadi saran guru selama kalian tidak bersekolah atau saat sedang libur, sebaiknya kalian menyempatkan diri untuk berlari pagi setidak tidaknya 30 menit saja sudah cukup.
"Wah benarkan lari pagi memang bermanfaat"
gumam Axij kembali ditengah pembicaraan gurunya.
Latihan ini merupakan sebuah keharusan karena berguna untuk mengelola saraf dan membantu kalian merasa lebih kuat dan bugar ketika mengalami kelelahan. Latihan lainnya adalah seperti berjalan, lari lari kecil, berenang, atau gerakan untuk merilekskan tubuh dilakukan selama empat sampai lima minggu, itu akan membuat detak jantung kalian tetap rendah ketika menghadapi tekanan.
Guru kira penjelasan guru sudah terlalu panjang, sekarang guru akan mengakhiri pelajaran hari ini, guru harap kalian memahami apa yang telah guru jelaskan, kali ini tidak ada tugas rumah buat kalian, guru do'akan semoga kalian semua dapat menjalani hari dengan baik, dan ingat! kalian harus selalu berbuat baik pada siapapun terutama pada kedua orangtua kalian, guru pamit, salam... "
"Salam hormat atasmu guru" ucap para murid.
**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments
Daratullaila🍒
Hai author aku mampir lagi membawa like, semangat up nya💪
Jangan lupa baca episode baru CIC
Salam dari Calon Istri Ceo☺💖
2020-12-20
2
Rosa_Lin128
Semangat🔛🔥
2020-12-15
2
@todays_dreamer_
sekolah lagi
2020-12-02
1