**
Langit berwarna merah kekuning kuningan, sang surya masih bersembunyi malu malu di ufuk timur belum mau menampakkan dirinya seutuhnya.
Beberapa burung berterbangan kesana kemari, suasana masih tenang tidak ada angin yang berembus kencang hanya sepoi sepoi saja.
Axijim bangun lumayan telat hari itu, ia bangun ketika matahari kira kira setinggi tombak, mungkin karena ia kelelahan sibuk membantu orangtuanya kemarin.
Huaahh…(menguap)
"Sudah pagi ya rupanya,
aku cuci muka dulu ah biar segar".
"Enaknya ngapain ya pagi pagi begini?,
...berfikir ???...
ahh lari pagi sajalah,
sudah jarang gak lari pagi nih".
Axijim kemudian menyiapkan diri untuk lari pagi keliling desa.
"Ibu…!, yah…!, Axij lari pagi dulu ya…"
"Iya nak, hati hati ya…!".
"Iya…
salam, Axij pamit dulu…".
Axijim mulai berlari.
"Ahh sejuknya udara pagi ini, tenang, cuma ada angin sepoi sepoi saja".
Pagi yang indah,
Damai, tenang, itulah suasana yang ada di desa Axijim.
Suasana yang mungkin tidak didapat di desa lainnya.
Angin yang berhembus halus, sejuk ketika mengenai tubuh.
Hijaunya pepohonan, kuningnya sawah, semuanya menyejukkan mata bagi setiap yang memandangnya.
Riuk air irigasi dan kicau burung, menambah ke asrian dan kedamaian desa itu.
Kabut masih sedikit menutupi bukit bukit yang ada, menambah keindahan alam di desa itu.
Axijim berlari dan menikmati itu semua, ia bersyukur hidup dan dibesarkan didesa ini dengan penuh kedamaiannya.
Ia terus berlari, ketika ia berpapasan dengan seorang warga yang membawa sebuah busur panah dan wadah berisi anak panah dipunggungnya, mungkin warga itu akan pergi berburu.
Tak lama setelah itu, Axijim memikirkan tentang tugas yang diberikan guru Archer padanya beberapa hari yang lalu.
"Bisa tidak ya, aku nanti memegang busur dan mengangkatnya dengan benar, semoga saja bisa, kan ayah sudah melatihku kemarin, sekarang aku lari lari dulu sajalah melemaskan badan yang pegal-pegal ini". ucap Axijim dalam hati sambil masih terus berlari.
...----------------...
"Ibu...!
ibu mau kemana? " tanya Meda.
"Ibu mau mencari kayu bakar nak, kayu bakar ibu sudah habis".
"Aku ikut ya bu…?" pinta Meda.
"Tidak usah nak !, nanti kamu kelelahan".
"Ihh ibu…" Meda merajuk.
"Nanti ibu akan mengajak kak Axij saja, kamu main saja ya… dirumah bersama ayah".
"Ihh ibu... " masih merajuk.
"Gak boleh gitu !"
"Baiklah deh" dengan muka manyun.
...----------------...
"Sudah cukuplah sebaiknya aku pulang mungkin ibu dan ayah memerlukanku"
Sesampai dirumah…
"Salam bu" Axij memberi salam pada ibunya didepan rumah.
"Salam juga nak, sudah lari paginya?"
"Sudah bu".
"Oh, nanti bantu ibu ya…".
"Bantu apa bu?".
"Mencari kayu bakar dikebun sekalian memanen kapas".
"Baik bu, Axij harus siap siap apa? ".
"Kamu ambil tas di dapur ya…".
"Baik bu" jawab Axij kemudian mengambil tas di dapur.
"Ini bu... ".
"Taruh disitu nak".
"Bu…!, kapan kita sudah mau panen ya…?.
"Iya nak, mumpung harga kapas sekarang sedang naik…".
"Kok bisa bu…?".
"Itu… para pelaut sedang membutuhkan kain katun untuk membuat layar kapal mereka, sekarang kan musim ikan sudah tiba".
"Oh… jadi para pelaut sedang membuat kapal ya bu… untuk menangkap ikan".
"Iya nak…".
"Ayo kita berangkat !, ibu sudah siap".
"Nak…! kamu bawa tas tadi ya…!".
"Iya bu… ayo…".
"Meda…! ayah…! kami berangkat dulu ya… mau ke kebun" ucap ibu agak kencang.
"Iya istriku… hati-hati dijalan !".
Meda yang bermain di dalam rumah langsung keluar menghampiri ibunya.
"Hati-hati ya bu…!"
"Iya anakku…"
mencium kening Meda.
"Salam kami berangkat dulu" ucap Axij.
"Salam…" jawab Meda.
"Daaah…! anakku, ibu pergi dulu ya…
salam…".
Axijim dan ibunya kemudian berangkat menuju kebun.
Sesampainya…
"Bu…! sudah sampai,
wah… kapasnya sudah banyak".
"Benar. Nanti kita panen… sekarang ayo kita cari kayu kering dahulu dan kumpulkan Disini ya…!".
"Baik bu…".
Mereka pun mencari kayu kering hingga terkumpul banyak.
"Bu…! kayunya sudah banyak".
"Syukurlah".
Ibu kemudian mengikat kayu kayu itu agar mudah dibawa ke rumah.
"Axij…! sekarang bantu ibu yuk…!
kita panen kapasnya".
"Baik bu…".
"Ambilin kapas kapas itu lalu masukkan ke dalam tas yang kamu bawa tadi, yang jatuh jatuh juga diambilin ya…!".
"Iya bu…".
Mereka memanen kapas yang cukup banyak hingga memenuhi tas yang dibawa Axijim.
"Bu…! kapasnya sudah habis bu…
tasnya juga sudah penuh…
bagaimana, kita pulang sekarang…?".
"Iya nak, ayo kita pulang…".
"Kamu bawa tas itu !, dan ibu akan membawa kayu bakar ini".
Axij dan ibu kemudian berjalan pulang ke rumah.
Sesampai dirumah…
"Axij… taruh tas tadi di dapur ya…!,
besok ibu akan memintalnya".
"Baik bu…".
Axij menaruh tas itu di dapur.
"Salam dek…" Axij memberi salam pada Meda yang lagi bermain di ruang tengah.
"Salam… kakak sudah pulang? ".
Axij berjalan menuju dapur.
"Salam…" Axij kembali memberi salam.
"Salam juga nak…" ucap ayah yang sibuk dengan alat berburunya.
"Banyak dapat kapasnya nak…?".
"Banyak Yah… satu tas penuh".
**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments
@elang_raihan.Nr☕+🚬🐅🗡🐫🍌
Duh ane sampai telat masih panjang episodnya, semangat thor.. 🙏🏿☕
2021-01-13
1
R_armylove ❤❤❤❤
mampir
2020-12-29
1
Rosa_Lin128
Semangat🔛🔥
2020-12-14
2