**
Suatu hari sang Draco memanggil Centa dan Sagitt untuk menghadapnya "Centa! kemarilah, kau akan kuutus untuk mencari tau keberadaan anak keturunan Raja Orionus dan lindungilah mereka semua nantinya.
Akan tetapi, sebelum itu ikutlah bersamaku untuk membuat kapal.
Dan kau Sagitt, berlatihlah pedang sendirian dahulu, pakailah pedang yang telah kau buat di pabrik Pavo yang lalu.
"Baik Guru" jawab Sagitt.
"Aku pamit dulu, salam" lanjut Sagitt.
"Salam kembali" jawab Guru Draco.
"Ayo Centa!" ajak Guru Draco.
"iya guru".
Guru Draco dan Centa kemudian pergi ke hutan untuk menebang beberapa batang pohon.
Sesampainya...
"Centa ! gunakan kapak ini (memberikan kapak pada Centa). Tebanglah beberapa batang pohon disana!" perintah Guru Draco.
"Baiklah guru" (mengambil kapaknya).
Guru Draco juga ikut membantu pekerjaan Centa menebang beberapa batang pohon.
"Akan aku bantu kau mengerjakannya" ucap Guru Draco.
"Terima kasih guru".
Centa kemudian menebang beberapa pohon yang cukup besar mengunakan kapak tadi, begitu pula gurunya.
Butuh beberapa jam bagi mereka untuk menebang pohon-pohon tersebut.
"syukurlah, akhirnya semuanya tertebang" ucap Centa.
Setelah merasa cukup dengan pohon yang mereka tebang, guru Draco kemudian berkata pada Centa.
"Bagus Centa, sekarang potonglah batang batang pohon itu menjadi bagian yang lebih kecil lagi! agar nanti mudah kita bawa".
Centa kemudian memotong potongan pohon pohon tadi menjadi lebih kecil lagi, sesuai perintah guru Draco.
"Baiklah, aku akan mengambil gerobak untuk mengangkut batang-batang pohon tersebut, kau tunggulah disini! istirahatkanlah dirimu sejenak!."
"Baik Guru."
Lumayan lama Centa menunggu kedatangan Guru Draco.
...Krek, krek, krek, (Suara roda gerobak)....
Akhirnya datanglah Draco dengan mendorong dua buah gerobak, untuk mengangkut pohon-pohon tersebut.
"Guru."
"Ayo bantu aku."
"Baik guru."
"Angkut satu-persatu dan tarih ke dalam gerobak ini!."
Mereka lalu membawa potongan kayu itu ke galangan milik Guru Draco.
Dan memulai proses awal pembuatan kapal disana.
.
.
.
Mereka mulai mengupas bagian kulit pohon tadi yang masih melekat.
Membelahnya menjadi bagian-bagian yang tipis.
Disana, butuh beberapa hari bagi mereka untuk membuat batang-batang pohon tadi menjadi sebuah papan.
Hampir seminggu Axijim memotong kayu-kayu itu dan mengolahnya menjadi papan, menghampelas, dan merapikannya menjadi bentuk yang diinginkan.
.
.
.
Draco telah membeli katun di toko pembuatan layar milik warga.
Ia akan memerintahkan Centa untuk menjahit kain itu menjadi bentuk layar yang di inginkan.
"Centa! aku telah membeli beberapa potong katun yang lebar lagi panjang beberapa hari lalu.
Sekarang, tugas kau adalah menjahit kain-kain itu menjadi sebuah layar, ikutilah gambar ini" (Guru Draco memberikan sebuah sketsa gambar layar).
Sketsa itu telah ia buat beberapa hari lalu.
"Baik guru, aku laksanakan."
Centa kemudian menjahit kain-kain itu menjadi sebuah layar yang cukup besar.
Guru Draco juga ikut membantu pekerjaan Centa, memakan waktu beberapa hari untuk menyelesaikannya.
Dihari ketiga menjahit layar.
"Syukurlah guru, layarnya sudah jadi" ucap Centa.
"Syukurlah kalo begitu, aku akan membuat rancangan (sketsa) kapal kita ini dulu, dan kau. Istirahatlah ! untuk beberapa hari kedepan" ucap Guru Draco.
.
.
.
Draco kemudian membuat gambar rancangan atau sketsa proyek kapal mereka ini.
Sebuah kapal yang lumayan besar, untuk persiapan Centa mengembara, selama kurang lebih tiga hari lamanya, Draco merancang sketsa kapal ini.
Ia perhatikan sedetil-detilnya bagian yang penting agar kapal tidak bocor.
.
.
.
Draco pergi memesan ribuan paku di pabrik logam milik Pavo, untuk nanti digunakan dalam pembuatan kapal.
"Salam" Draco datang ke pabrik Pavo.
"Salam juga, ada apa tuan Draco kau kemari?" tanya Pavo.
"Aku kemari untuk memesan ribuan paku kepadamu, apa kau bersedia membuatkannya untukku?.
Aku ingin paku-paku itu tidak mudah berkarat dan rapuh."
"Tentu tuan, dengan senang hati.
Akan tetapi, membutuhkan waktu beberapa hari membuatnya, apakah kau bersedia menunggunya?."
"Tidak mengapa, akan kutunggu pembuatan nya itu."
"Baiklah kalo begitu, kupesan 100.000 paku dahulu padamu, jika ternyata nanti pakunya masih kurang maka aku akan memesannya kembali padamu."
"Baik tuan, akan aku buat lebih dari itu, untuk jaga-jaga jikalau membutuhkan paku itu lebih."
"Baiklah, terima kasih Pavo, aku pamit pulang dulu, Salam."
"Salam kembali tuan."
.
.
.
Setelah beberapa hari. Ketika Centa duduk-duduk di galangan milik Draco.
"Centa !" panggil Pavo.
"Iya ada apa tuan? " tanya Centa.
"Ini pesanan tuan Draco berupa 100.000 buah paku" (sambil menunjuk segerobak penuh paku yang dibawa pekerjanya).
"oh... terima kasih tuan Pavo, silakan taruh disana" (menunjuk ke suatu tempat).
"Baik, tuan !, tolong letakkan disana ya!" perintah Pavo pada pekerjanya.
"Ngomong-ngomong tuan Draco kemana ya?."
"Oh, guru... ia sedang sibuk membuat rancangan kapalnya."
"Begitu rupanya, baiklah aku pamit dahulu ya, masih banyak pekerjaan yang harus aku lakukan, salam."
"Iya, salam kembali."
**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments
Rosa_Lin128
bagus
2020-12-14
3
R_armylove ❤❤❤❤
mampir lagi
2020-12-13
2
Daratullaila🍒
hai author aku mampir☺
semangat terus nulisnya, semoga bahagia dan sukses selalu🤗
salam dari calon istri ceo
2020-12-02
1