Hydra

(Kilas maju, alur cerita maju beberapa waktu kedepan sekaligus memperkenalkan tokoh Hydra).

.

.

.

Suatu hari, utusan Raja Lautan datang menghadap, ia diutus untuk mengawas-awasi keluarga Axijim.

"Mata-mataku kemarilah!" Hydra memanggil salah satu mata-matanya.

"Pergilah kau ke rumah keluarga Axijim, dan awas-awasilah mereka, khusus Andromeda kau awas-awasilah ia setiap hari, dan laporkanlah kepadaku jikalau ia sedang berada di rumah sendirian!" perintah Hydra.

"Baik Rajaku" jawab mata-mata itu.

Ia kemudian merubah diri menjadi seekor burung berwarna hitam, namanya adalah Corvus.

Ia mengintai setiap hari, dengan tanpa disadari oleh siapapun.

Berhari-hari ia mengawasi keluarga Axijim, khususnya sang adek.

Mereka tidak ada yang menyadari keberadaan Corvus.

Dimanapun Andromeda berada pasti disana Corvus juga mengawasinya.

Dan sampai pada suatu ketika yang tepat. Yaitu, ketika Axijim sedang pergi dan Ayahnya sedang berburu dihutan.

Sedangkan ibunya di kebun sedang mencari kayu bakar.

.

.

.

Andromeda sedang sendirian.

Aku harus segera melaporkan hal ini pada raja, gumam Corvus.

Corvus langsung menghadap dan melaporkan hal itu pada rajanya.

"Raja laporan! adek perempuan Axijim sedang berada di rumah sendirian, ia sedang bermain disana."

Ha ha ha, "Bagus sekali, ini kesempatanku" ucap Hydra keriangan.

Keadaan itu pun langsung dimanfaatkan oleh Hydra untuk melancarkan niat jahatnya.

Yaitu menculik sang putri kemudian merantainya dan mempersembahkannya kepada monster laut ganas miliknya. Itulah niat busuknya.

.

.

.

Akhirnya, niatnya itu pun berhasil.

Dengan menggunakan ilmu magis miliknya, ia datang ke rumah Andromeda tanpa diketahui.

Dengan sedikit perlawanan Andromeda pun berhasil ia culik.

Andromeda sedikit memberontak, ia berteriak, "Tolong! ibu! ayah! kakak!" namun entah mengapa teriakannya tidak dapat didengar oleh siapapun.

Mungkin karena pengaruh ilmu magis yang dimiliki oleh Hydra.

Ia tidak dapat bebuat apa-apa.

"Percuma kau berteriak sekencang-kencangnya, tidak ada yang akan mendengarkan teriakanmu," ha ha ha Hydra tertawa.

"Tolong! tolong! tolong!" Andromeda tetap saja berteriak sekencang-kencangnya berharap akan ada yang mendengarnya.

Setelah Andromeda berhasil diculik, Corvus kemudian menjelma menjadi wujud Andromeda atas perintah Hydra.

"Corvus dengan ilmumu, berubahlah engkau menjadi wujud Andromeda!" perintah Hydra.

"Baik Raja."

Seketika itu pula Corvus berubah menjadi wujud Andromeda, keluarganya tidak menyadari bahwa Andromeda yang sekarang hanyalah seorang jelmaan.

Dengan ilmunya Corvus bertingkah layaknya Andromeda dalam kegiatan sehari-hari.

.

.

.

Andromeda dibawanya ke istana. Raja Hydra kemudian mengasingkannya di sebuah pulau karang tak berpenghuni yang mengerikan lalu Meda dirantai disana.

Hydra adalah seorang penguasa lautan ganas yang berpenghuni monster-monster kejam dan menyeramkan.

Salah satunya adalah jelmaan monster laut bernama Cetus.

.

.

.

Di altar kerajaan, sang raja lautan berkata "Hai para prajuritku! kini aku telah menculik dan merantai salah satu keturunan Raja Orionus yang bernama Andromeda.

Akan aku umpankan dia kepada salah satu monster lautku.

Kita lihat saja apa yang akan dilakukan oleh mereka.

Adakah yang dapat menyelamatkannya."

Ha ha ha, ha ha ha, ha ha ha, Hydara tertawa menikmati keberhasilannya.

Ia menunggu siapakah yang akan menolong Meda, ha ha ha, ha ha ha, ha ha ha.

Dengan keangkuhannya ia menantang siapa saja yang dapat menyelamatkan putri Andromeda.

Itu tidak akan mungkin gumam Hydra, ha ha ha, ha ha ha, ha ha ha.

Sang putri yang terbelenggu di pulau karang, sebagai persembahan kepada salah satu monster laut terganasnya yang haus akan darah manusia yang tak berdosa.

Meda hanya bisa berteriak dan menangis sepanjang hari dan tak bisa berbuat apa-apa.

.

.

.

Saat itu Andromeda sudah beranjak dewasa usianya sekitar 14 tahunan, ia terbelenggu di pulau itu dan tidak ada yang menolongnya, ayahnya, ibunya dan kakaknya tidak menyadari hal itu, ia sesungguhnya telah diculik, dan sekarang menjadi umpan untuk seorang monster.

Ia hanya bisa pasrah dan berdoa agar ada seseorang yang dapat menyelamatkannya, berhari hari ia kesepian, tidak ditemani oleh siapapun.

Hydra ternyata masih memiliki sisi baiknya, ia mengutus salah satu prajuritnya untuk memberikan makan kepada Andromeda setiap harinya, kaki Andromeda yang dibelenggu oleh sebuah rantai, menjadikan ia tidak dapat kemana-mana, sungguh menderita hidupnya saat itu.

Ketika hujan turun ia kehujanan, dan ketika panas ia kepanasan.

Syukurlah, sang monster belum juga muncul, Andromeda sudah sekitar satu bulan lamanya di pulau itu, menanti dan terus menanti, berharap akan ada seseorang yang akan menyelamatkannya.

"Semoga ada seseorang yang akan menyelamatkanku," do'a Meda dalam hati.

**

Terpopuler

Comments

🌺Febby _pertiwie🌼

🌺Febby _pertiwie🌼

bang aku hadir nih semngat yah 💪💪

2020-12-30

1

𝙊𝙮𝙚𝙣 𝘽𝙖𝙧 𝘽𝙖𝙧🐱

𝙊𝙮𝙚𝙣 𝘽𝙖𝙧 𝘽𝙖𝙧🐱

moga aja ad yang nyelametin meda

2020-12-28

3

R_armylove ❤❤❤❤

R_armylove ❤❤❤❤

hadir lagi

2020-12-07

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!