Suara kumandang adzan yang berasal dari masjid dekat rumah Qania mengejutkannya. Ia tersentak karena sudah cukup lama terlelap. Secepatnya ia masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah dirasa cukup ia pun menyudahi acara mandinya dan berganti pakaian santai kemudian melaksanakan sholat ashar.
Setelah menunaikan kewajibannya Qania kembali bersandar di atas tempat tidurnya untuk bermalas-malasan tentunya. Namun itu tak berlangsung lama karena alarm perutnya sudah berbunyi. Ia bergegas turun ke bawah untuk mencari makanan.
Setelah memasuki dapur Qania segera menuju ke arah kulkas untuk melihat nugget pisang yang dibuatnya beberapa hari yang lalu. Ia mengeluarkan nugget pisang tersebut dan akan ia goreng, ia juga mengeluarkan keju dan cokelat batang untuk toppingnya.
Sambil menunggu nugget yang ia masak matang ia melelehkan cokelat batang dan memarut keju tersebut. Tak lama kemudian nugget pisangnya sudah matang ia pun menatanya di atas piring kemudian menaburi topping tersebut dan mencium aroma masakannya.
"Hmm wanginya, sepertinya enak" suara seseorang dari belakang sontak membuat Qania terkejut.
"Kamu ya hobi sekali buat aku terkejut" ketus Qania pada Arkana. "Kamu ngapain ada disini?" tanya Qania setelah duduk di kursi ruangan makan diikuti oleh Arkana.
"Hei dasar pelupa, bukannya kita mau jalan ya" cibir Arkana kemudian memasukkan nugget pisang ke dalam mulutnya.
"Ya ampun aku benar-benar lupa" ucap Qania sampil menepuk jidatnya. "Hmm kita makan ini dulu ya baru kita jalan" lanjut Qania sambil mengunyah makanannya.
Arkana hanya mengangguk sambil terus memasukkan cemilan tersebut hingga tandas tak tersisa. Qania pun bergegas mencuci piring tersebut dan berpamitan untuk mengganti pakaiannya. Baru saja ia melangkah tiba-tiba saja hujan turun dan membuat Qania berbalik badan menatap Arkana yang juga menatapnya.
"Tuh kamu sih kelamaan jadi hujan deh" ucap Arkana seraya berdiri dan berjalan mendekati Qania.
"Bagus dong. Ayo kita jalan sekarang" jawab Qania sambil menarik tangan Arkana setengah berlari ke arah luar.
"Hei ini hujan mau jalan gimana?" tanya Arkana bingung saat mereka sudah sampai di teras depan.
"Ya kita jalan ke taman sebelah sambil menikmati hujan, kan romantis" jawab Qania sambil berlari menerobos hujan.
Arkana tersenyum mendengar ucapan Qania, ia membenarkan kata romantis tersebut. Namun Arkana masih belum bergerak, ia menikmati tingkah lucu Qania yang sedang bermain hujan layaknya anak kecil. Kebetulan saat ini ia hanya memakai kaos pendek dan juga celana jeans selutut, sehingga ia juga ikut berlari ke arah Qania dan menikmati hujan bersama.
Mereka kejar-kejaran ke arah taman sambil bercanda ditengah derasnya hujan. Saat mereka sampai di taman Arkana menggenggam tangan Qania dan mereka berjalan bersama menuju ke arah ayunan.
"Arkana aku mau main ayunan" pinta Qania dan langsung diangguki Arkana.
Arkana mengayunkan tali ayunan tersebut membuat Qania diam-diam tersipu malu. Seperti ada ribuan kupu-kupu yang menggelitiki perutnya. Sungguh suasana yang sangat romantis menurutnya. Bermain ayunan ditengah derasnya hujan bersama orang yang paling ia cintai membuatnya tak henti tersenyum.
"Terima kasih hujan. Ini sungguh indah" batin Qania.
"Arkana sayaaaang Qania Salsabila, sangat sangat sayaaaaangg dan cintaaa" teriak Arkana tiba-tiba dan membuat pipi Qania semakin merona.
Arkana menghentikan ayunan Qania dan memeluknya dari belakang. Keduanya tenggelam dalam pelukan hangat ditengah hujan tersebut. Arkana menciumi puncak kepala Qania, sementara Qania dalam hati sangat merasa bahagia. Andai saja ada yang bisa mengabadikan momen ini ia akan sangat berterima kasih, pikirnya.
Setelah puas memeluk Qania, Arkana melepaskan pelukannya. Qania mendongakkan kepalanya untuk menatap Arkana yang tengah berdiri di belakangnya. Namun betapa terkejutnya ia saat Arkana tiba-tiba saja mencium lembut mungilnya. Ciuman yang singkat karena Arkana hanya menempelkan bibirnya saja ke bibir Qania. Namun berbeda dengan Qania, sensasi yang ia rasakan membuatnya menutup mata seolah menginginkan lebih karena ini kali pertama ia dicium oleh pria selain papa dan adiknya.
"Aku sayang kamu Qania" ucap Arkana lembut setelah mencium Qania.
"Aku juga sayang kamu Arkana" balas Qania dengan senyuman canggung.
"Yuk pulang" ajak Arkana yang kemudian berjalan ke depan Qania kemudian berjongkok memunggungi Qania.
"Eeh mau ngapain?" tanya Qania bingung.
"Naiklah, aku hanya ingin menggendongmu dipunggungku" jawabnya memerintah.
Dengan segera Qania menuruti Arkana. Setelah Arkana berdiri ia langsung berlari dan berputar-putar di taman dan membuat Qania berteriak saking senangnya sekaligus takut. Setelah berkali-kali meminta diturunkan akhirnya Arkana menurutinya.
Deru napas mereka saling memburu, namun Arkana masih ingin melakukan hal romantis ditengah derasnya hujan. Sementara Qania yang tengah mengatur napasnya kembali dibuat terkejut karena Arkana tiba-tiba saja menggengendong dan mengangkat kakinya cukup tinggi kemudian mereka berputar lagi. Qania mendongakkan kepalanya, ia membiarkan hujan deras menerpa wajahnya.
Arkana perlahan menurunkan Qania hingga pada posisi wajah mereka saling berhadapan begitu dekat. Mereka saling mencurahkan perasaan masing-masing lewat tatapan mata mereka. Hujan yang membasahi wajah keduanya tak membuat mereka berkedip hingga Arkana memberanikan diri untuk mengecup bibir Qania lagi cukup lama.
Setelah merasa puas mencium kekasihnya itu, ia menurunkan tubuh Qania dan mengajak Qania pulang sambil menggenggam tangannya. Tidak ada kata-kata yang terucap sepanjang perjalanan mereka. Keduanya melangkah pelan sambil menikmati sisa-sisa hujan yang kini mulai berhenti.
Setelah mereka sampai di halaman rumah Qania, Arkana langsung menuju ke arah motornya.
"Aku akan pulang kalau kamu sudah masuk" ucap Arkana saat duduk di atas motornya.
"Iya, hati-hati di jalan. Dan jangan ngebut" kata Qania memperingati.
"Tentu saja sayang. Sudah masuk sana dan langsung mandi air hangat terus minum susu" perintah Arkana.
"Iya kamu juga. Aku masuk ya, daa" kata Qania tersenyum sambil melambaikan tangannya dan berjalan masuk ke dalam rumahnya.
Setelah Qania masuk, Arkana langsung melajukan motornya meninggalkan rumah Qania dengan perasaan sangat bahagia tentu saja.
____________
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 365 Episodes
Comments