Balapan Liar

“Ya Allah yang maha segala-galanya, bantu aku melupakannya, bantu aku tak mengingatnya karena aku tahu Engkau tak membiarkan aku bersama orang yang tak pantas untukku. Maka dari itu, ajarilah aku caranya melupakan dia dan mengganti cinta ini sepenuhnya mencintai-Mu. Jadikanlah aku pribadi kecintaan-Mu dan bimbinglah aku selalu berda dijalan-Mu. Dekaplah hatiku dengan pelukan hangat-Mu, rangkullah aku selalu dengan tangan suci-Mu. Hanya Engkaulah pengharapanku. Aamiin ya rabbil alamin” doa Qania ketika mengakhiri sholat Isya’nya. Seperti biasa, setelah sholat Isya’ Qania langsung tidur.

Sinar mentari begitu terasa hingga ketulang, namun karena libur kuliah Qania menghabiskan waktu dikamar membaca buku dan sholat serta mengaji. Tak terasa seminggu berlalu rutinitas Qania hanya itu itu saja. Tak pernah sedikitpun kakinya menyentuh tanah. Mama Qania senang namun bercampur sedih melihat kegundahan hati puterinya itu yang hanya mengurung diri dikamar meskipun ia tahu Qania sedang memperbaiki diri namun tak seceria dulu.

“Sayang, kamu nggak keluar buat jalan-jalan?” tanya mamanya ketika Qania mengambil air minum.

“Ngapain ma, buang-buang waktu aja dan kayanya lebih aman di rumah deh ma” jawab Qania simpel.

“Kamu bahkan nggak nginjak tanah sudah seminggu ini loh Qan, masa nggak bosan di kamar terus” sambung mamanya.

“kan lagi libur ma, jadi di rumah aja Qanianya” jawab Qania setelah meneguk air.

“Libur itu nggak mesti ngurung diri dirumah juga kan, jalan-jalan lebih bagus, sekalian freshin otak kamu kan tugasnya abis numpuk tuh” saran sang mama.

“Qania malas ma, maunya di rumah aja ya, Qania ke kamar dulu” kata Qania sambil berjalan menuju kamarnya.

Mama Qania terus menatapinya hingga masuk kedalam kamar. Tak habis pikir anak yang selalu membuat keributan kini menjadi diam seribu bahasa karena ditimpa perihnya cinta. Ia pun memutuskan untuk menelepon Winda, sepupu Qania yang sebaya dengan Qania.

“Win, bisa ke rumah sebentar malam?” tanya mama Qania ketika Winda menjawab teleponnya.

“Bisa tante, emang ada apa sih?” tanya Winda sedikit heran.

“Tante mau kamu ajak Qania jalan-jalan” jawab mama Qania.

“Baiklah tante, asal ada uang jajannya, hehe” .

“Itu gampang, ya sudah tante masak dulu”.

“Oke tante, bye”.

Winda membuka pintu kamar Qania dan dilihatnya Qania sedang sholat Isya’, membuatnya kembali menutup pintu kamar itu dan berbincang bersama sang tante di ruang tamu.

“Qania kenapa tante?” tanya Winda.

“Kayanya dia sedang galau berat pasca putus dengan Fandy” jawab sang tante sedikit cemas.

“Itu obatnya mesti keluar tante, jalan-jalan, senang-senang dan cari pacar baru tentunya” tukas Winda.

“Makanya tante minta kamu kemari buat ngajak Qania jalan-jalan. Kamu tahu nggak, Qania udah seminggu nggak nginjak tanah” cerita tantenya.

“Hah, seminggu tante?” kata Winda dengan ekspresi terkejut.

“Iya, seminggu”

“Wah, parah nih tan. Qania pasti galau berat nih, makanya kaya gitu” sambung Winda.

“Itu yang bikin tante cemas Win, bisa saja psikologinya terganggu. Kamu ajak dia jalan-jalan ya” tutur sang tante.

“Siap tante, sepupu aku paling cantik dan super cerdas itu nggak bisa galau gini, rugi banget” tandas Winda.

Sambil merogoh kantong celananya dan mengeluarkan beberapa lembar uang seratus ribu, mama Qania langsung menyodorkan ke Winda.

“Nih uang jajan buat kalian, tapi jangan beli yang tidak tidak ya” kata tantenya sambil menyodorkan uang itu.

Dengan cepat Winda menyambut uang itu, “Tante tenang aja, nggak kok. Paling aku beliin makanan, nggak liat badan aku bulat gini” jawab Winda.

“Hahaha, kamu makin bulat Qania makin lurus” tawa tantenya diikuti oleh Winda. “Ayo kita ke kamar Qania, pasti dia sudah selesai sholat” kata mama Qania sambil berjalan kearah kamar Qania.

Sang mama membuka pintu kamar, dilihatnya Qania sudah menyelimuti tubuhnya di atas tempat tidur.

“Qania, ada Winda nih” kata mamanya sambil duduk di kursi belajarnya.

Qania membalikkan tubuhnya dan membuka matanya. “Kenapa Win?” tanya Qania pelan.

“Jalan yuk Qan, udah lama nggak jalan nih” ajak Winda sambil duduk di atas tempat tidur Qania.

“Kamu pasti disuruh mama” serga Qania.

“Udah ayo bangun” tarik Winda.

“Tapi aku malas Win, nggak mood” jawab Qania yang sudah terduduk karena ditarik Winda.

“Nggak ada alasan Qania, cepat berdiri ganti baju kita go” pinta Winta.

“Malas Win” jawab Qania kembali merebahkan tubuhnya sambil menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. Mamanya dan Winda saling bertatapan.

“Masa nggak ngehargain kedatangan Winda sih Qan, setahu mama kamu orangnya friendly loh, apalagi sama sepupu sendiri. Sebenaranya iya mama yang nyuruh Winda datang buat ngajak kamu jalan. Mama khawatir sama kamu yang mendadak jadi pendiam gini, jangan jadikan kegalauan itu sabagai pemicu kebungkaman kamu sayang” tutur sang mama sambil membelai selimut yang menutupi tubuh Qania.

“Anak papa yang hebat ini masa galau sih, anak papa kan kuat kaya baja dan beton. Katanya makannya semen dan kawat, masa Cuma karena putus cinta udah kalah. Itu bukan anak papa tapi anak cememen alias cemen” sambung papanya yang beridiri dipintu kamar Qania.

Qania tertawa tanpa suara dalam selimutnya, perlahan ia membuka selimut dan mencari sang papa.

“Papa ini ah, Qania bukan anak cememen pa” sanggah Qania lembut.

“Kalau bukan anak cememen papa mau liat Qania semangat kaya dulu” tantang sang papa.

“Baiklah, ayo Win kita jalan. Kalau perlu kita pulang pagi” kata Qania sambil menuruni ranjangnya.

“Semangat sih semangat, tapi nggak pulang pagi juga kali” serga Winda kemudian mereka semua tertawa.

“Ya sudah, ayo Win” kata Qania sambil berjalan ke arah sang papa.

“Kamu nggak ganti pakaian dulu Qan?” tanya Winda yang masih duduk di ranjang.

“Pa, Qania udah cantikkan kaya gini?” tanya Qania.

“Iya anak cememen, kamu udah cantik dan mulus kaya aci, hehe” ledek sang papa.

“Ihh papa muji atau ngehina sih”

“Udah cantik kok sayang. Winda ayo ajak Qania berpetualang malam ini” kata sang papa.

“Siap om, ayo Qan” kata Qania yang beranjak dari tempat tidur. Mereka berempat berjalan keluar rumah .

“Hati-hati ya, jangan pulang larut” kata mama Qania.

“Siap boss” jawab keduanya bersamaan.

Winda menstater motornya dan berlalu diikuti oleh kedua orang tua Qania masuk ke dalam rumah sambil sang papa menutup pintu.

Mereka sampai di Taman Kota dan tempat itu terlihat sangat ramai. Terlihat ada atraksi balapan pemuda-pemuda yang memang biasanya balapan di tempat ini.

“Qan, lihat deh cowok itu” kata Winda sambil menunjuk salah satu cowok yang sedang siap-siap balapan.

“Kenapa dia?” tanya Qania santai.

“Keren plus ganteng banget” jawab Winda.

“Ganteng gimana itu tertutup helm” sanggah Qania.

“Loe lihat dia pasti juga bilang ganteng” tukas Winda.

“Emang kamu udah lihat dia sebelumya?” tanya Qania dengan ekspresi cuek.

“Tiap malam minggu gue disini Qan, jadi gue sering lihat dia Cuma malu kenalan, habisnya banyak cewek di dekatnya. Lah gue nggak ada apa-apanya dengan tu cewek-cewek” jelas Winda.

“Oh gitu” sahut Qania.

“Ih rese, hahaha” kata Winda sambil mencubit tangan Qania dan membuat keduanya tertawa.

Balapan dimulai, Winda tegang menyaksikannya namun Qania bersikap biasa saja. Tempat itu menjadi sangat ramai oleh sorakan-sorakan penonton balap liar itu. Dan akhirnya cowok yang di sukai Winda menjadi juaranya.

“Yeeeeeeeeee” teriak Winda membuat Qania kaget.

“Kamu ngagetin aku aja nih Win” ketus Qania.

“Sorry Qan, eh gue kesana ya” kata Winda sambil berlalu meninggalkan Qania.

Semua wanita berkumpul mengelilingi sang juara kecuali Qania. Qania menatap tajam pemenang itu namun tak mengentarai wajahnya karena sedikit gelap. Ditengah banyaknya wanita pemujanya, sang juara menatap kearah Qania yang merupakan satu-satunya cewek yang tak mendekatinya. Ia berjalan kearah Qania, sambil mengarahkan tangannya isyarat bahwa tak ada yang boleh mengikutinya. Qania masih tetap menatapnya yang semakin dekat.

“Loe anak baru disini ya?” tanya si cowok.

“Yaa” jawab Qania singkat.

“Jutek amat sih loe” tandasnya.

“Itulah saya” jawab Qania.

Si cowok geleng-geleng kepala kemudian membuka helmnya, ketika itu lampu taman menjadi semakin terang. Keduanya bertatapan dan sama-sama memasang ekspresi kaget.

“Qania” kata si cowok.

“Arkana Wijaya” jawab Qania.

“Hm, kamu kok disini Qan?” tanya Arka dengan penuh senyuman.

“Di ajak sepupu Arka” jawab Qania yang sudah gemetar.

“Sepupu kamu mana?” tanya Arka lagi.

“Lagi ngejar kamu” jawab Qania singkat.

Arka memalingkan pandangannya kearah wanita pemujanya sambil melemparkan senyuman.

“Arka sayang, sini dong” teriak salah satu cewek.

“Di panggil tuh sama pacarnya” serga Qania.

“Oh, hehe iya tuh. Tapi biarin aja, aku masih ingin disini sama kamu. Momen langkah” tandas Arka.

“Masa sih?” kata Qania datar.

“Iya mantan tersayang” jawab Arka.

“Pacar kamu tuh Ka, nanti aku dikira cewek PHO” tukas Qania.

“Aku rindu kamu malaikat tak bersayapku” ungkap Arka sambil menatap tajam mata Qania dan membuat Qania semakin gemetar jantungnya berdebar kencang. “Kalau aku boleh megang tangan kamu pasti dingin kaya es, dan kalau aku bisa lebih dekat di jantung kamu pasti degdegan banget ya” sambung Arka yang masih menatap Qania.

“Kamu tahu itu Arka” jawab Qania lembut.

“Kamu masih sayang dong sama aku” serga Arka.

“Sayang?” kata Qania kaget.

“Iya, itu buktinya masih kaya dulu kita pacaran” jawab Arka.

“Kamu apa sih. Pacar kamu tuh urusin” kata Qania mengalihkan pandangannya.

“Hehe, bercanda kali Qan. Kamu nggak berubah ya masih tetap jutek” kata Arka sambil menatap Qania santai.

“Ya sudah aku mau pulang” sambung Qania.

“Kamu masih jadi cewek yang nggak pernah suka cowok pembalap ya. Padahal aku kan mantan paling di sayang” ujar Arka.

“Ngawur. Win ayo pulang” teriak Qania yang membuat Winda segera menghampiri Qania.

Winda menstater motornya sambil terus menatap Arka dan Qania menaiki motor itu.

“Masih belum bisa mengendarai motor ya Qan?” ledek Arka.

“Arkaaaa aku mulai murka nih” teriak Qania.

“Hehehe jangan deh, aku takut kalau kamu murka kaya nenek sihir” ledek Arka.

“Kamu pernah lihat sepatu melayang ke kepala pembalap?” dengus Qania.

“Hehehea, maaf Qan. Ya sudah take care on the way ya mantanku sayang” kata Arka sambil membelai rambut Qania.

Qania tersenyum manis ke Arka dan Arka membalasnya. Semuanya terdiam termasuk Winda yang terkejut melihat sang sepupu dan sang idola sangat akrab.

“Daa Arka” kata Winda.

“Daa” jawab Arka sambil memandang mereka yang kini sudah tak terlihat.

“Loe kenal dia ya Qan?” tanya Winda.

“Mantan aku” jawab Qania.

“Hah, mantan Loe Qan. Arka si pembalap idola gue itu” rengek Winda.

“Iya kita pacaran tahun lalu, putus dari dia aku pacaran sama Fandy” cerita Qania.

“Berarti belum lama dong loe putus dari dia” kata Winda.

“Iya” jawab Qania.

Mereka telah sampai dirumah. Setelah Qania membuka pintu rumahnya Winda pulang dan Qania masuk kerumah langsung ke kamarnya dan merbahkan tubuhnya diikuti selimut yang menutupi hingga lehernya.

“Arkana Wijaya” desah Qania sambil senyum senyum.

Di tempat berbeda Arka juga menyebut nama Qania Salsabila sambil tersenyum.

Qania menutup matanya sambil tersenyum membayangkan Arka dan Arka meneguk kopi sambil membayangkan wajah Qania.

“Tadi itu Qania kan?” tanya Rizal

“Iya” jawab Arka kembali meneguk kopi, mereka sedang merayakan kemenangan Arka di cafe.

“Makin cantik ya setelah putus dari loe Ka” sambung Ifan.

“Cantik banget malaikat tak bersayap gue itu” ujar Arka.

“Susan ingat woy” serga Fero.

“Qania itu seratus kali lipat lebih waw dari pada Susan” jawab Arka.

“Susan bisa ngasih kebutuhan bokep loe, Qania emang cantik tapi nggak bisa loe sentuh” kata Rizal.

“Justru itu kelebihan Qania dari semua mantan gue Zal” tukas Arka.

“Qania buat gue boleh?” serga Ifan.

“Anjing loe” maki Arka sambil menatap tajam Ifan.

“Santai bro, bercanda gue”

“Kalau loe mau ngambil Susan silahkan, tapi perlu loe semua ingat jangan ada yang dekatin Qania titik” tegas Arka dengan suara lantang.

“Kita semua juga tahu kalau Qania cewek terbaik yang pernah loe pacari Arkana Wijaya” sahut Ifan.

“Gue juga pernah dekat banget sama dia, dan rasanya nyaman banget” sambung Fero.

“Gue bahkan udah dianggap adik sama Qania” kata Rizal tak mau kalah.

“Loe semua tahu kan Qania orangnya kaya gimana dan kalau dia pacaran sama loe semua nih, sangat nggak pantas dan bertolak belakang” tukas Arka.

“Persis loe nggak kaya kita-kita” tandas Fero.

“Yaa kita semua sama, tapi yang pernah pacaran kan gue” jawab Arka dengan bangganya.

“Ssstt, Susan datang noh” serga Rizal.

“Sayang, tadi tuh cabe-cabean darimana sih?” tanya Susan sambil duduk disebelah Arka.

“Susan, loe nggak sadar kalau cabe-cabean itu sebenarnya kamu. Jangan pernah bilang dia cabe-cabean, gue bunuh loe” kata Arka yang terlihat sangat marah.

“Loe kenapa Ka?” tanya Susan sedikit ketakutan.

“Dia Qania, mantan gue. Dia mantan terindah, terbaik, teralim, tercantik, terwaw dan sempurna buat gue, puas” jelas Arka.

“Masa sih, lebih cantik dan sexy gue” tukas Susan.

“Qania ribuan kali lipat lebih baik dari kamu, pergi sana” bentak Arka yang membuat teman-temannya dan semua pengunjung terdiam menatap kearah keduanya.

“Arka loe tega banget sih. Ya udah kita putus dan loe pasti bakalan nyesal dan cari gue lagi” sambung Susan dengan menatap tajam pada mata Arka.

“Nggak bakalan” jawab Arka singkat dan kembali duduk santai.

Susan menatap dalam Arka dengan sorotan mata yang penuh kebencian dan segera berlari keluar sambil menangis.

“Gila tuh cewek, hidupnya hancur gitu tapi jago banget hina orang, nggak sadar sama diri sendiri” gerutu Arka sambil meneguk minumannya.

“Santai bro, cewek kaya gitu loe ladenin” tukas Rizal.

“Sebaiknya kita pulang, sudah jam tiga subuh nih” sambung Ifan.

Semuanya berpandangan sambil mengenakan helmet masing-masing lalu pergi beriringan ke rumah mereka.

Pagi yang begitu cerah membuat mata Qania kembali terpejam mengingat pertemuannya dengan Arka yang tak disangka-sangka.

“Arka makin cakep ya” gumam Qania sambil memeluk boneka hello kitty pemberian Arka . “Dia bahkan masih ingat gimana rasanya kalau ketemu dia. Dasar anak jalanan yang paling aku sayang” sambung Qania yang kemudian berdiri lalu bergegas mandi.

Terpopuler

Comments

Luluk Luk

Luluk Luk

kalau emang cinta sama cwe,cwo gk perlu rusak masa depannya cwe ya tor,sayang sekali fandy gk sadar hal itu,lebih mentingin nafsunya aja.

2023-05-26

1

Nyai💔

Nyai💔

next

2021-12-20

0

❣️Lyla❣️

❣️Lyla❣️

👍

2021-11-14

0

lihat semua
Episodes
1 Putus
2 Curhat
3 Balapan Liar
4 Menyebalkan
5 Wawancara
6 Tempat Pertemuan
7 Siapa yang bertamu
8 Curhat dengan Winda (1)
9 Curhat dengan Winda (2)
10 Pendekatan Kedua
11 Perkenalan
12 Penjelasan Arkana
13 Terungkap
14 Andai Saja
15 Meminta Izin
16 Terima Kasih
17 Kalah Taruhan
18 Rey pun Sama
19 Di Kafe Arkana
20 Mimpi
21 Nasihat Papa
22 Ayam Bakar
23 Candy Everyday
24 Tidak Bisa Kabur
25 Di Kantor Polisi
26 Si Ngeselin
27 Kecelakaan
28 Di Rumah Sakit
29 Rasa Sakit
30 Siapa Syeril
31 Rencana Gea
32 Pengakuan Arkana
33 Aku tunggu perjuanganmu
34 Menyadarinya
35 Bunga Mawar Putih
36 Siapa pelakunya sih?
37 Kejadian bersama Fandy
38 Malaikat tak bersayap
39 Panggil aku papa
40 Teruslah menangis
41 Pelakor
42 Jangan bangunkan Singa yang sedang tidur
43 Dering telepon
44 Pernikahan Arkana
45 Siapa Pria itu?
46 Di Kantor Setya Wijaya
47 Bermain Sedikit
48 Kamar pengantin Pria
49 Hadiah Pernikahan
50 Qania dimana?
51 WAW..!!!
52 Terima
53 Tidak seperti yang di bayangkan
54 Berkelahi
55 Malam Panjang
56 Pertama kalinya
57 Drama di bus
58 Dia suami saya
59 Tanggapan mama
60 Rinduu..
61 Ghaisan Yudistira
62 Pembalap Misterius
63 Tidak bisa di selamatkan
64 Qania, Elin dan Tosan
65 Kepergian Tosan
66 Kesibukan Qania
67 Rencana Elin (1)
68 Rencana Elin (2)
69 Acara Ulang Tahun Elin
70 Rencana Fandy
71 Fandy lolos
72 Dilema
73 Pembuktian Cinta
74 Gugup
75 Kemeja Kotak-Kotak
76 Pertemuan
77 Memori masa lalu (1)
78 Memori masa lalu (2)
79 Lamaran
80 Tetap Menyebalkan
81 Patah Hati
82 Ketegasan Alisha
83 Oh Hujan
84 Saling Mengerti
85 Pak Jumadil
86 Kucing-kucingan
87 Amarah Fadly
88 Tukang Ojek itu ternyata...!!!
89 Qania Ingin Nikah Saja
90 Pengumuman
91 Berkunjung ke Makam
92 Pesan Arkana
93 Beautiful in White
94 Dua Kali
95 Jadi Ekor
96 Hasil Ujian
97 SMS dari bu Lira
98 Rapat
99 Orang Aneh
100 Tak Terduga
101 Beraksi
102 Dia Gadisku
103 Visual pemeran
104 Keputusan Rapat
105 Aku Bukan Anak Cemen
106 Teman Bahagia
107 Merelakan
108 Aku juga Mahasiswa
109 Belajar mengendarai
110 Surat Kaleng
111 Kita kan Tim
112 Good job brother
113 Lucky dan Bobby
114 Menelepon Daren Wilanata
115 Anak Durhaka
116 Dia Putraku
117 Yang sebenarnya
118 Teman yang tak akrab
119 Seperti Seorang Guru
120 Gara-gara Tukiyem
121 Sisir
122 Edo dan Baron
123 Logika tanpa logistik itu anarkis
124 Kedatangan Fero
125 Jungkat-Jungkit
126 Tentang Perasaan
127 Marah yang bersambung
128 Papa Terbike
129 Sudah Ketahuan
130 Perintah Mutlak
131 Jarak Pandang
132 Kena Jebakan
133 Takdir yang Indah
134 Immortal Love Song
135 Malam Perpisahan
136 Sedikit Info
137 Bensin Habis
138 Kalung
139 Mayor Yudis
140 Hari Pelepasan
141 Dusun Suka Asri
142 Kecurigaan
143 Pawangnya
144 Alasan
145 Unyu-unyu
146 Bonus Dari Tuhan
147 Program Kerja
148 Tamu
149 Kerja Rodi
150 Ronda
151 Bukan up
152 Cari Angin
153 Main Bersama
154 Move On Manda
155 Debaran Aneh
156 Bukan Rayuan Gombal
157 Wanita yang sama
158 Proyek Menjaga Tunangan
159 Rival Sesungguhnya
160 Program Kerja Kedua
161 Perasaan Prayoga
162 Pedofil
163 Keresahan Arkana
164 Pertolongan Ghaisan
165 Kebejatan Juna
166 Manusia Limited Edition
167 Dikerjain
168 Pulang
169 Laporan KKN
170 Jatah
171 Teman Lama
172 Pertemuan di Mall
173 Jadi Gila Demi Sahabat
174 Hadiah Pernikahan Ghaisan
175 Wisudah Arkana
176 Hampir Saja
177 Trauma
178 Masih Bisa Nikung
179 Jadian
180 Sidang
181 Di awasi
182 Diam-Diam Menghanyutkan
183 Demi Bakso
184 Balapan
185 Acara Wisudah
186 Jangan Pergi
187 Tiga Kali
188 Ledakan
189 Cincin
190 Tiga Hari Tanpamu
191 Kilas Balik
192 Sepertiga Malam
193 Arqasa Wijaya
194 Mengambil Keputusan
195 Rumah Kost Nek Nilam
196 ORMIK
197 Piano Kesepian
198 Tamparan
199 Penolakan
200 Mustahil
201 Bukan Up
202 Gadis Piano
203 Mudik
204 Ingatan Manis
205 Gulung Tikar
206 Curhat Author
207 Telepon Dari Lala
208 Itu Kursi Milikku
209 Terlambat
210 Kunjungan Raka
211 Mengurus KRS
212 Raka Vs Julius
213 Mengutarakan Maksud
214 Terbangun Tengah Malam
215 Dia Yang Terlambat
216 Di Rumah Sakit?
217 Bukan Halusinasi
218 Berbeda
219 Terjebak Macet
220 Wajahmu Ingatkanku
221 Sempurna Di Mataku
222 Video
223 Tiga Tamparan
224 Internasional Class
225 Cerewet
226 Mati Mendadak
227 Kelas Baru
228 Geram
229 Rombongan Sapi
230 Bukan Up
231 Hai Hai ...
232 Bertemu Mario
233 So Sweet
234 Recehan
235 Anak Sultan
236 One Step Closer
237 Film Horror
238 Salah Kostum
239 Nasihat Sang Adik
240 Kejelasan
241 Membagi Beban
242 Kualifikasi
243 Mengagumi
244 Setelah Sekian Lama
245 Jatuh Sejatuh-jatuhnya
246 SC_246 : Suara Hati
247 SC _247 : Menjemput
248 SC_248 : Terlupakan
249 Pria Pemaksa
250 Kondisikan Tanganmu
251 Aduh
252 Bu Maharani
253 Melangsungkan Rencana
254 Kebersamaan
255 Ice Cream
256 Pengamen Kecil
257 Kabar
258 Speechless
259 Setahun Lagi
260 Boleh Pegang Pipinya?
261 Om Baik
262 Je T'aime Aussi
263 Segala Macam Cara
264 Racun Cinta
265 Ada Perasaan Yang Harus Kita jaga
266 Tulus
267 Terbalas
268 Mencuri
269 Dua Hari Lagi
270 Berdansa
271 Kembalinya Rasa Trauma
272 Obrolan Dua Pria
273 Tentang Mimpi
274 Bukan Up Ya
275 Tidak Peduli
276 Kafe Arqasa
277 Mengigau
278 Home Sweet Home
279 QANIA POV
280 Agen Asuransi
281 Terpaksa
282 Rencana yang Sama
283 Misi Dimulai
284 Ingin Menyusul
285 Witing Tresno Jalaran Soko Kulino
286 Tetap Saja
287 Pulang dan Tunanganlah
288 Selamanya Cinta
289 Bujuklah Tuhan
290 Tristan POV
291 Kepemilikan
292 MENGERJAI DIRI SENDIRI
293 Kualat
294 Teka-Teki
295 Bukan Up
296 Ahli Tafsir Mimpi
297 Nyesek-Sek-Sek
298 Payah!
299 Sifat Ajaib
300 Qania!!
301 Saling Terhubung
302 Secret
303 Begitu Manis
304 Keinginan Arqasa
305 Menurut Ar Sih Aamiin
306 Bertemu Mantan
307 Aku Mendapatkanmu
308 Maaf ya
309 Pajak Pernikahan
310 Melanjutkan Tugas
311 Ngeteh
312 Keluarga Bahagia
313 Panggil Aku Sayang
314 Oh Aku Baru Tahu
315 Tersedak
316 Persiapan Ujian Proposal
317 Tanya Saja Ke Google
318 Bunglonku
319 Wali Qania
320 PENGUMUMAN
321 Mempercepat Rencana
322 Katakan!
323 Mendapatkan Dokumennya
324 Peluru Nyasar
325 Melawan Trauma
326 Kamu Bukan Daddy Ar Lagi!
327 Pukul Satu Lewat Lima Puluh Menit
328 Utusan Pak Erlangga
329 Menginap Di Kantor Polisi
330 PENGUMUMAN
331 Karena Dia Menantumu
332 Harus Pulang
333 Hasilnya
334 Terbosan-bosan
335 Wajah Familiar
336 Tristan Datang
337 Pria Kemayu
338 Mengunjungi Pak Jayadi
339 Seperti Melihat Arka
340 Sidang Pertama
341 Tak Lagi Sama
342 Ajaran Papa Dong
343 Apakah Kita Sedekat Itu?
344 Resonansi
345 Dipercepat
346 Sidang Kedua
347 Keadilan Itu Kamu, Qania
348 Selembar Kertas
349 Jangan Takut
350 Sudah Keluar
351 Aku Membencimu Sampai Seumur Hidupku
352 Menatap Dari Kejauhan
353 Ternyata Papa
354 Nyonya Arkana Wijaya
355 Apa Kau Kesal?
356 Surat Dari Marsya
357 Makam Yang Hilang
358 Ualng Tahun Papa Setya
359 Penyatuan
360 Kebiasaan Baru
361 Undangan di Grup WhatsApp
362 Queenza Al-Khanza
363 Gadis Kecil Di Dalam Mimpi
364 Ucapan Terima Kasih
365 Pengumuman
Episodes

Updated 365 Episodes

1
Putus
2
Curhat
3
Balapan Liar
4
Menyebalkan
5
Wawancara
6
Tempat Pertemuan
7
Siapa yang bertamu
8
Curhat dengan Winda (1)
9
Curhat dengan Winda (2)
10
Pendekatan Kedua
11
Perkenalan
12
Penjelasan Arkana
13
Terungkap
14
Andai Saja
15
Meminta Izin
16
Terima Kasih
17
Kalah Taruhan
18
Rey pun Sama
19
Di Kafe Arkana
20
Mimpi
21
Nasihat Papa
22
Ayam Bakar
23
Candy Everyday
24
Tidak Bisa Kabur
25
Di Kantor Polisi
26
Si Ngeselin
27
Kecelakaan
28
Di Rumah Sakit
29
Rasa Sakit
30
Siapa Syeril
31
Rencana Gea
32
Pengakuan Arkana
33
Aku tunggu perjuanganmu
34
Menyadarinya
35
Bunga Mawar Putih
36
Siapa pelakunya sih?
37
Kejadian bersama Fandy
38
Malaikat tak bersayap
39
Panggil aku papa
40
Teruslah menangis
41
Pelakor
42
Jangan bangunkan Singa yang sedang tidur
43
Dering telepon
44
Pernikahan Arkana
45
Siapa Pria itu?
46
Di Kantor Setya Wijaya
47
Bermain Sedikit
48
Kamar pengantin Pria
49
Hadiah Pernikahan
50
Qania dimana?
51
WAW..!!!
52
Terima
53
Tidak seperti yang di bayangkan
54
Berkelahi
55
Malam Panjang
56
Pertama kalinya
57
Drama di bus
58
Dia suami saya
59
Tanggapan mama
60
Rinduu..
61
Ghaisan Yudistira
62
Pembalap Misterius
63
Tidak bisa di selamatkan
64
Qania, Elin dan Tosan
65
Kepergian Tosan
66
Kesibukan Qania
67
Rencana Elin (1)
68
Rencana Elin (2)
69
Acara Ulang Tahun Elin
70
Rencana Fandy
71
Fandy lolos
72
Dilema
73
Pembuktian Cinta
74
Gugup
75
Kemeja Kotak-Kotak
76
Pertemuan
77
Memori masa lalu (1)
78
Memori masa lalu (2)
79
Lamaran
80
Tetap Menyebalkan
81
Patah Hati
82
Ketegasan Alisha
83
Oh Hujan
84
Saling Mengerti
85
Pak Jumadil
86
Kucing-kucingan
87
Amarah Fadly
88
Tukang Ojek itu ternyata...!!!
89
Qania Ingin Nikah Saja
90
Pengumuman
91
Berkunjung ke Makam
92
Pesan Arkana
93
Beautiful in White
94
Dua Kali
95
Jadi Ekor
96
Hasil Ujian
97
SMS dari bu Lira
98
Rapat
99
Orang Aneh
100
Tak Terduga
101
Beraksi
102
Dia Gadisku
103
Visual pemeran
104
Keputusan Rapat
105
Aku Bukan Anak Cemen
106
Teman Bahagia
107
Merelakan
108
Aku juga Mahasiswa
109
Belajar mengendarai
110
Surat Kaleng
111
Kita kan Tim
112
Good job brother
113
Lucky dan Bobby
114
Menelepon Daren Wilanata
115
Anak Durhaka
116
Dia Putraku
117
Yang sebenarnya
118
Teman yang tak akrab
119
Seperti Seorang Guru
120
Gara-gara Tukiyem
121
Sisir
122
Edo dan Baron
123
Logika tanpa logistik itu anarkis
124
Kedatangan Fero
125
Jungkat-Jungkit
126
Tentang Perasaan
127
Marah yang bersambung
128
Papa Terbike
129
Sudah Ketahuan
130
Perintah Mutlak
131
Jarak Pandang
132
Kena Jebakan
133
Takdir yang Indah
134
Immortal Love Song
135
Malam Perpisahan
136
Sedikit Info
137
Bensin Habis
138
Kalung
139
Mayor Yudis
140
Hari Pelepasan
141
Dusun Suka Asri
142
Kecurigaan
143
Pawangnya
144
Alasan
145
Unyu-unyu
146
Bonus Dari Tuhan
147
Program Kerja
148
Tamu
149
Kerja Rodi
150
Ronda
151
Bukan up
152
Cari Angin
153
Main Bersama
154
Move On Manda
155
Debaran Aneh
156
Bukan Rayuan Gombal
157
Wanita yang sama
158
Proyek Menjaga Tunangan
159
Rival Sesungguhnya
160
Program Kerja Kedua
161
Perasaan Prayoga
162
Pedofil
163
Keresahan Arkana
164
Pertolongan Ghaisan
165
Kebejatan Juna
166
Manusia Limited Edition
167
Dikerjain
168
Pulang
169
Laporan KKN
170
Jatah
171
Teman Lama
172
Pertemuan di Mall
173
Jadi Gila Demi Sahabat
174
Hadiah Pernikahan Ghaisan
175
Wisudah Arkana
176
Hampir Saja
177
Trauma
178
Masih Bisa Nikung
179
Jadian
180
Sidang
181
Di awasi
182
Diam-Diam Menghanyutkan
183
Demi Bakso
184
Balapan
185
Acara Wisudah
186
Jangan Pergi
187
Tiga Kali
188
Ledakan
189
Cincin
190
Tiga Hari Tanpamu
191
Kilas Balik
192
Sepertiga Malam
193
Arqasa Wijaya
194
Mengambil Keputusan
195
Rumah Kost Nek Nilam
196
ORMIK
197
Piano Kesepian
198
Tamparan
199
Penolakan
200
Mustahil
201
Bukan Up
202
Gadis Piano
203
Mudik
204
Ingatan Manis
205
Gulung Tikar
206
Curhat Author
207
Telepon Dari Lala
208
Itu Kursi Milikku
209
Terlambat
210
Kunjungan Raka
211
Mengurus KRS
212
Raka Vs Julius
213
Mengutarakan Maksud
214
Terbangun Tengah Malam
215
Dia Yang Terlambat
216
Di Rumah Sakit?
217
Bukan Halusinasi
218
Berbeda
219
Terjebak Macet
220
Wajahmu Ingatkanku
221
Sempurna Di Mataku
222
Video
223
Tiga Tamparan
224
Internasional Class
225
Cerewet
226
Mati Mendadak
227
Kelas Baru
228
Geram
229
Rombongan Sapi
230
Bukan Up
231
Hai Hai ...
232
Bertemu Mario
233
So Sweet
234
Recehan
235
Anak Sultan
236
One Step Closer
237
Film Horror
238
Salah Kostum
239
Nasihat Sang Adik
240
Kejelasan
241
Membagi Beban
242
Kualifikasi
243
Mengagumi
244
Setelah Sekian Lama
245
Jatuh Sejatuh-jatuhnya
246
SC_246 : Suara Hati
247
SC _247 : Menjemput
248
SC_248 : Terlupakan
249
Pria Pemaksa
250
Kondisikan Tanganmu
251
Aduh
252
Bu Maharani
253
Melangsungkan Rencana
254
Kebersamaan
255
Ice Cream
256
Pengamen Kecil
257
Kabar
258
Speechless
259
Setahun Lagi
260
Boleh Pegang Pipinya?
261
Om Baik
262
Je T'aime Aussi
263
Segala Macam Cara
264
Racun Cinta
265
Ada Perasaan Yang Harus Kita jaga
266
Tulus
267
Terbalas
268
Mencuri
269
Dua Hari Lagi
270
Berdansa
271
Kembalinya Rasa Trauma
272
Obrolan Dua Pria
273
Tentang Mimpi
274
Bukan Up Ya
275
Tidak Peduli
276
Kafe Arqasa
277
Mengigau
278
Home Sweet Home
279
QANIA POV
280
Agen Asuransi
281
Terpaksa
282
Rencana yang Sama
283
Misi Dimulai
284
Ingin Menyusul
285
Witing Tresno Jalaran Soko Kulino
286
Tetap Saja
287
Pulang dan Tunanganlah
288
Selamanya Cinta
289
Bujuklah Tuhan
290
Tristan POV
291
Kepemilikan
292
MENGERJAI DIRI SENDIRI
293
Kualat
294
Teka-Teki
295
Bukan Up
296
Ahli Tafsir Mimpi
297
Nyesek-Sek-Sek
298
Payah!
299
Sifat Ajaib
300
Qania!!
301
Saling Terhubung
302
Secret
303
Begitu Manis
304
Keinginan Arqasa
305
Menurut Ar Sih Aamiin
306
Bertemu Mantan
307
Aku Mendapatkanmu
308
Maaf ya
309
Pajak Pernikahan
310
Melanjutkan Tugas
311
Ngeteh
312
Keluarga Bahagia
313
Panggil Aku Sayang
314
Oh Aku Baru Tahu
315
Tersedak
316
Persiapan Ujian Proposal
317
Tanya Saja Ke Google
318
Bunglonku
319
Wali Qania
320
PENGUMUMAN
321
Mempercepat Rencana
322
Katakan!
323
Mendapatkan Dokumennya
324
Peluru Nyasar
325
Melawan Trauma
326
Kamu Bukan Daddy Ar Lagi!
327
Pukul Satu Lewat Lima Puluh Menit
328
Utusan Pak Erlangga
329
Menginap Di Kantor Polisi
330
PENGUMUMAN
331
Karena Dia Menantumu
332
Harus Pulang
333
Hasilnya
334
Terbosan-bosan
335
Wajah Familiar
336
Tristan Datang
337
Pria Kemayu
338
Mengunjungi Pak Jayadi
339
Seperti Melihat Arka
340
Sidang Pertama
341
Tak Lagi Sama
342
Ajaran Papa Dong
343
Apakah Kita Sedekat Itu?
344
Resonansi
345
Dipercepat
346
Sidang Kedua
347
Keadilan Itu Kamu, Qania
348
Selembar Kertas
349
Jangan Takut
350
Sudah Keluar
351
Aku Membencimu Sampai Seumur Hidupku
352
Menatap Dari Kejauhan
353
Ternyata Papa
354
Nyonya Arkana Wijaya
355
Apa Kau Kesal?
356
Surat Dari Marsya
357
Makam Yang Hilang
358
Ualng Tahun Papa Setya
359
Penyatuan
360
Kebiasaan Baru
361
Undangan di Grup WhatsApp
362
Queenza Al-Khanza
363
Gadis Kecil Di Dalam Mimpi
364
Ucapan Terima Kasih
365
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!