Semua Hilang

'Hallo Ben, aku ingin kau memberikan informasi.. data karyawan resepsionis yang masih bekerja maupun yang sudah tidak bekerja'

'Baiklah kau email saja'

'Iya Ben, besok saja.. terima kasih'

Mario memasukkan ponselnya ke saku celananya, mobilnya melaju kencang ke arah klinik dimana Diana dirawat disana. Mario pulang membersihkan dirinya, mengganti bajunya dan kembali ke klinik, karena mengingat hari sudah malam. Dia kembali ke klinik sendiri tanpa Paman Leon yang mengantarnya.

Mengingat ciuman indahnya, Mario tidak berhenti memikirkan wajah gadis itu, debaran hatinya susah di kendalikan, dia ingin cepat- cepat menemui gadis itu dan menunggunya sampai siuman. Entahlah Mario menjadi pribadi yang aneh saat ini, seharusnya dia cukup mengantar ke klinik namun hatinya menjadi tidak tega.

Sesampainya di klinik, Mario bergegas menuju ruang IGD, tempat dimana Diana terakhir ditinggalkan.

"Tadi saya membawa pasien kesini, seorang perempuan yang pingsan dan dalam keadaan basah, maksudnya Paman saya yang membawa kesini, sekitar satu jam yang lalu" kata Mario langsung menuju ruang IGD dan disambut dokter jaga.

"Perempuan dengan mantel coklat?" tanya dokter itu.

"Aah iya, apakah sudah dipindahkan? Dimana dia sekarang?" tanyanya kembali.

"Baru beberapa menit yang lalu dibawa keluarganya Mas" kata Dokter jaga itu.

"Keluarganya?"

"Iya tadi ponselnya bunyi dan menanyakan dimana keberadaan yang punya ponsel dan suster menjawab di klinik ini"

Argh kenapa aku tidak terpikir ponselnya.. siall

"Baik dok, terima kasih" Mariopun memutuskan meninggalkan klinik itu menuju mobilnya.

Mantelku?? Argh.. cincin Kenanga.. Kartu ucapan merah jambu.. sialll.. Hilang semua.. aku harus mencarinya kemana.. Aargh.. sial.

*****

Gilang melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, berulang kali dia mengusap wajah Diana yang tengah tidur dipangkuannya, memastikan demamnya turun.

"Mas.. kita sampai mana?" Diana mengerjapkan mata, lalu bangun untuk duduk dari tidurnya.

"Sebentar lagi sampai, Diana" Gilang mengusap puncak kepala Diana.

"Siapa yang membawaku ke klinik Mas?"

"Katanya seorang lelaki setengah baya, namanya Pak Leon umurnya 52 tahun, dia menemukanmu di pemakaman dalam keadaan pingsan, dia juga membayar biaya administrasinya" Gilang mencoba menjelaskan

"Bagaimana aku mengembalikan mantel ini Mas, apa bapak itu meninggalkan nomer ponselnya?" tanya Diana

"Mas sudah mencatatnya di ponsel" jawab Gilang.

"Aku tadi bermimpi ketemu seorang perempuan cantik, dia bilang hidupku akan bahagia, aku hanya perlu terus berharap saja kepada harapan, ada laki- laki yang mencium bibirku dalam mimpi itu, aku harap itu dirimu Mas" Diana mencoba mengingat mimpi anehnya.

"Diana, aku kan membuatmu bahagia, perempuan itu benar.. aku akan membahagiakanmu.. aku akan menikahimu, aku akan melamarmu besok kepada ibu kepala panti asuhan" ujar Gilang.

"Benarkah Mas? Apakah Ayah dan Ibumu sudah merestui kita?" binar mata Diana terlihat jelas, dia berpikir mungkin inilah arti mimpi itu.

"Aku sudah pergi dari rumah, Diana.. Aku tidak membutuhkan restunya" kata- kata Gilang seketika meredupkan bola mata Diana.

"Mas.. kita tidak boleh mendahului atau menentang orangtua Mas.. kita tidak mungkin melangkah tanpa restu" Diana menatap arah jalan yang masih ramai.

"Aku sudah memikirkannya Diana, kita akan memulai hidup baru, kita menikah dengan cara yang sederhana saja, apa kau tidak keberatan? kita akan pindah dari kota ini, makanya aku memintamu mengundurkan diri dari tempat kerjamu, karena sudah merencanakan ini, kita akan menikah dan pindah dari sini, kita akan memulai hidup baru" Gilang mengusap lembut pipi Diana dengan punggung jemarinya.

"Tapi Mas.. apa Mas tidak takut durhaka Mas?"

"Cinta kita tidak salah Diana sayang.. kita saling mencintai dan ingin melakukan kebaikan, orangtua ku yang kejam.. tidak memikirkan kebahagiaan anaknya, malah memikirkan pandangan orang.. maafkan kedua orangtua ku Diana" kembali membelai rambut Diana.

"Tapi Mas..

"Sudahlah Diana.. kau masih mencintaiku kan" Gilang meraih jemari tangan Diana dan menciumnya.

"Sangat Mas" Diana menyandarkan kepalanya di lengan Gilang mencium lengannya dan melingkarkan tangannya diperut Gilang.

"Diana, kita akan hidup bersama, aku akan bekerja dan kamu juga bekerja, aku pernah menjanjikan kebahagiaan yang layak untukmu, tapi mungkin kita akan bersusah payah dulu, aku tidak bisa memberimu gelimangan kemewahan yang pernah ku tawarkan, aku terlalu percaya diri.. aku pikir orangtua ku akan merestui kita, apa kamu mau hidup sederhana denganku Diana, aku akan berusaha membahagiakanmu, aku berjanji akan membuatmu tidak kekurangan suatu apapun... Diana.. Apakah kau mau sayang?" Gilang mengecup pucuk kepala Diana yang masih bersandar di lengan Gilang.

"Mas, apakah aku pernah meminta apapun darimu? Dan kau tahu hidupku jauh dari kata sederhana, aku hanya ingin bersamamu apapun keadaanmu, aku siap Mas, aku tidak menginginkan kemewahan atau harta berlimpah, aku ingin hidupku lebih hidup dan itu bersamamu, kita akan berjuang bersama Mas, dalam suka maupun duka, suatu hari nanti Ayah dan Ibumu pasti akan mengerti Mas dan akan menerima hubungan kita, berikan waktu untuk mereka, mungkin kita bisa menundanya Mas sampai Ayah dan Ibu Mas Gilang setuju" kata Diana membuat Gilang terharu.

"Diana, terima kasih.. aku sangat mencintaimu, kau membuatku semakin yakin untuk menikahimu, aku tidak ingin menundanya, Ayah dan Ibuku sudah tidak menganggapku anak mereka, aku telah meninggalkan rumah, kita akan segera menikah dan pindah dari kota ini, kita akan membangun keluarga kita sayang, ahh aku tidak sabar rasanya" Gilang meluapkan kebahagiaanya dengan mencium pelipis Diana.

Tidak lama mereka memasuki halaman panti dimana Diana tinggal dan menghabiskan waktu bersama, Diana keluar dari mobil lalu mempersilahkan Gilang masuk ke ruang tamu panti itu.

Diana masuk kedalam kamarnya untuk berganti pakaian, dia melepas mantelnya dan memeriksa satu persatu. Betapa kagetnya dia saat mendapati kotak kecil terbalut kain bludru berwarna merah marun dan disana terdapat cincin berlian, Diana melepaskan cincin itu dan meneliti apakah ada tulisan, tapi ternyata tidak, Diana memasangkan dijemarinya sangat pas dan sangat cocok di jari manisnya, tidak lama Diana memasukkan kembali cincin itu dan tak kalah terkejutnya saat melihat di kantong sebelahnya terdapat kartu ucapan merah jambu.

Bukankah ini tulisanku? apa ini milik pemuda yang mencuri ciuman pertamaku? Bagaimana aku mengembalikannya?

Diana akhirnya menyimpan barang- barang pribadi milik si empunya mantel coklat itu, berharap nanti akan bertemu dengan pemiliknya, lalu meletakkan mantel itu di tempat pakaian kotor, agar besok dia bisa mencucinya. Diana akhirnya masuk kamar mandi untuk membersihkan dirinya, dia masih merenungi mimpinya, dia mencoba berpikir keras dengan menatap cermin, lalu meraba bibirnya.

Rasa aneh menyelimuti hatinya, tapi dia tidak tahu itu apa, hatinya seperti diliputi kerinduan yang begitu asing.

Ada apa denganku? Siapa gadis dalam mimpiku?

-

-

Bila kamu menyukai Novel ini, Jangan Lupa Dukungan Vote, Like, Komen, Koin, Poin dan Rate bintangkuu yaa Reader Tersayang. 😘😘🥰🥰💕💐

Terpopuler

Comments

Cinta Jing Xuan

Cinta Jing Xuan

setelah maraton baca valentino si red velvet lanjut kesini....

meski masih adaptasi sama setting tempatnya (di forgotten love eropa, di diana indo) ceritanya beda banget ma yg lain,,, CEO-terpaksa menikah-wanita malam-selingkuh-perjodohan-nikah kontrak dan sejenisnya..

semoga selanjutnya tetap pada kejutan2 dan alur yg nggak terduga😍

2022-06-15

3

Aruna arfiana

Aruna arfiana

no coment

2022-05-11

0

Lilis Sukaesih

Lilis Sukaesih

❤️❤️❤️❤️

2022-05-09

0

lihat semua
Episodes
1 Beginning
2 Restu
3 Kemana Dia?
4 Gadis Hujan
5 Dia Pergi
6 Kartu Ucapan Merah Jambu
7 Bibir Ini?
8 Semua Hilang
9 Takdir Yang Akan Membawanya Kembali
10 Pernikahan Yang Di Kutuk
11 Memulai Hidup Baru
12 Perasaanku Tidak Enak
13 Senyum Itu
14 Sebuah Tragedi
15 Hatiku Merasa Sedih
16 Tidak Sebanding
17 Bangunlah Demi Aku!
18 4 Minggu Kemudian.
19 Memilih
20 Sebuah Harapan
21 Yakinlah, Percayalah!
22 Tentang Erika
23 75 Juta?
24 Tuhan Mengirim Penolong
25 Menghemat
26 Itu Dia!
27 Bunga Sedap Malam!
28 Dia Suaminya?
29 Melihatmu Di Kejauhan
30 Tak Tega
31 Si Gila
32 Sesuatu Akan Terjadi
33 Bos Gila
34 Berawal Dari Sini
35 Menunggumu Disini
36 Sebuah Kepercayaan
37 Tetap Menunggumu !
38 Airmata Cintamu
39 Semakin Dingin
40 Punggung Itu..
41 Jalan Yang Berputar
42 Satu - Satunya Diana
43 Aku Mengundurkan Diri
44 Aku Si Gila Itu
45 Kembalikan Cincin Berlianku
46 I Miss You, Already
47 Ingatlah Hari Ini
48 Kalau Tidak Ada Diriku
49 Terima Kasih Untuk Hari Ini
50 Salah Menilai
51 Inikah Rasanya?
52 Kita Hanyalah Orang Asing !
53 Ada Hati Yang Harus Ku Jaga
54 Percayalah Padaku !
55 Seandainya...
56 Pikiran Liar
57 Di Kedalaman Hati
58 Sama - Sama Terluka
59 Apakah Harus Menyerah
60 Menyakitkan!
61 Semangkok Es Sekoteng
62 Aku Baik - Baik Saja
63 Menghindar
64 Manusia Tidak Bermoral
65 Melunakkan Hati
66 Sangat Menyakitkan
67 Bukan Dari Batu
68 Ya ! Aku Cemburu
69 Awal Kehancuran
70 Berarti Untukku
71 Mengerikan
72 Apa Ini?!
73 Dua Cangkir Coklat
74 Hambar
75 Akankah Ada Ujungnya?
76 Menahan Diri
77 Jadilah Seutuhnya Milikku
78 Love and Cooking
79 Harus Dibiasakan
80 Filosofi Pohon Enau
81 Hancur
82 Berkorban !
83 Pemilik Hatiku
84 Kau Sama Saja
85 Tertuju Padamu
86 Dosa Yang Terulang
87 Gorilaku
88 Belajarlah !
89 Si Bujang Lapuk
90 Penyesalan
91 Dua Mangkok Mie Instan
92 Tertawa Bersama
93 Statusku
94 Berjuang Sampai Akhir
95 Surga Yang Sesungguhnya
96 CINTA TERISTIMEWA
97 Doa Si Pendosa
98 Hanya Cinta Biasa
99 Festival Lampion
100 Bersama, Menerbangkan Harapan
101 Menjaga Kesucian Cinta
102 Dua Perpisahan
103 SOP
104 Masa Kekelaman
105 Semakin Kelam
106 Ingatlah Hari Ini, Nyonya !
107 THE END SEASON I : Musnahnya Harapan
108 THE END SEASON I : Kita Berdua Harus Bertahan
109 THE END : Melanjutkan Hidup
110 SEASON II : Apa Kabarmu ?
111 SEASON II : Semua Panik !
112 SEASON II : Hutang Budi Pada Si Pelit
113 SEASON II : Mengapa?
114 SEASON II : Merindukanmu
115 SEASON II : Pemurnian Hidup
116 SEASON II : Memperbaiki Kesalahan
117 SEASON II : Semua Salahku
118 SEASON II : Tidak Ada Yang Bisa Mengalahkanmu
119 SEASON II : Cinta Yang Sanggup Membunuhku
120 SEASON II : Sesuatu Yang Baik
121 SEASON II : Tidak Ada Sekat
122 SEASON II : Orang Eskimo
123 SEASON II : Merazia Dirimu
124 SEASON II : Manis Sekali
125 SEASON II : Kenyataan Paling Pahit
126 SEASON II : Runtuhnya Sebuah Percobaan
127 SEASON II : Telepon Yang Anda Tuju Sedang Sibuk
128 SEASON II : MERANTAIMU
129 SEASON II : SUARA ITU !
130 SEASON II : Teguhkan Hatimu
131 SEASON II : AKU RELA MENDERITA !
132 SEASON II : Kita Hanya Sebutir Debu
133 SEASON II : Pencemburu
134 SEASON II : Hampir Khilaf
135 SEASON II : Baby Python
136 SEASON II : Kedatangan Sebastian Rivera
137 SEASON II : Detik Ini Juga !
138 SEASON II : AKU TELAH MERANTAIMU !
139 SEASON II : Di Sore Itu
140 SEASON II : Di Suatu Hari Yang Kelam
141 SEASON II : Tidak, Tanpa Diriku!
142 SEASON II : Menghancurkannya Menjadi Debu
143 SEASON II : Aku Yang Menghancurkannya
144 SEASON II : Kita Berbeda
145 SEASON II : Sang Rentenir Itu
146 SEASON II : Didi Kecilku
147 SEASON II : Awas Nanti Malam !
148 SEASON II : Telah Berubah
149 SEASON II : Maafkan Aku...
150 SEASON II : Ini Milikmu
151 SEASON II : Mereka Adalah Rumahku
152 SEASON II : Kau Adalah Keajaiban
153 SEASON II : Manisnya...
154 SEASON II : Sebuah Janji Kecil
155 SEASON II : Aku Akan Menyidakmu !
156 SEASON II : Wanita Tangguh
157 SEASON II : Kekasih Rahasia
158 SEASON II : KITA PULANG
159 SEASON II : Daiyana Ooh Daiyana..
160 SEASON II : Akulah Adrenalinmu !
161 SEASON II : Jangan Menjadi Sama
162 SEASON II : Kehancuranmu Akan Tiba !
163 SEASON II : Tuhan, Lindungilah Istriku!
164 SEASON II : Tidak Ku Sangka
165 SEASON II : Kau Butuh Cahaya
166 SEASON II : Seperti Ice Cream
167 SEASON II : Aku Akan Pulang Untukmu
168 SEASON II : MAKNA BUNGA YANG SESUNGGUHNYA
169 SEASON II : Pernikahan Yang Membawa Berkah
170 SEASON II : Terhempas Dari Cakrawala
171 SEASON II : Ayo Kita Pulang
172 SEASON II : Jangan Berhenti Mencintaiku
173 SEASON II : Mata Rantai Kehidupan
174 SEASON II : Kenapa Tidak Memaksaku
175 SEASON II : Kasih Yang Luar Biasa
176 SEASON II : Berbahagialah!
177 FINAL SEASON : Maafkan Aku Menipumu
178 FINAL SEASON : Hanya Ingin Dirimu
179 FINAL SEASON : IL'DIFO
180 FINAL SEASON : My Sweet Morning
181 FINAL SEASON : Ada Aku, Lief !
182 FINAL SEASON : Sejujurnya Aku Takut
183 FINAL SEASON : Puaskanlah Sesalmu
184 FINAL SEASON : Tak Ku Sangka
185 FINAL SEASON : Santapan Gorilla
186 FINAL SEASON : Tempat Abu Abu
187 FINAL SEASON : Aku Sangat Beruntung
188 FINAL SEASON : Tamparan Adalah Didikan
189 FINAL SEASON : Anak Haram ?
190 FINAL SEASON : Pulanglah, Tanpa Terluka
191 FINAL SEASON : I Love You, Boy
192 FINAL SEASON : Doa Yang Manis
193 FINAL SEASON : Akhir Dari Jalur Tupai
194 END SEASON II : Tidak Akan Memaafkan Diriku
195 END SEASON II : Sebuah Karakter Pendendam
196 END SEASON II : Kau Akan Bahagia, Anakku
197 END SEASON II : Bangunlah, Sam !
198 END SEASON II : Setiap Orang Berhak Memilih
199 THE END : SELAMANYA 'TIDAK MUAT'
Episodes

Updated 199 Episodes

1
Beginning
2
Restu
3
Kemana Dia?
4
Gadis Hujan
5
Dia Pergi
6
Kartu Ucapan Merah Jambu
7
Bibir Ini?
8
Semua Hilang
9
Takdir Yang Akan Membawanya Kembali
10
Pernikahan Yang Di Kutuk
11
Memulai Hidup Baru
12
Perasaanku Tidak Enak
13
Senyum Itu
14
Sebuah Tragedi
15
Hatiku Merasa Sedih
16
Tidak Sebanding
17
Bangunlah Demi Aku!
18
4 Minggu Kemudian.
19
Memilih
20
Sebuah Harapan
21
Yakinlah, Percayalah!
22
Tentang Erika
23
75 Juta?
24
Tuhan Mengirim Penolong
25
Menghemat
26
Itu Dia!
27
Bunga Sedap Malam!
28
Dia Suaminya?
29
Melihatmu Di Kejauhan
30
Tak Tega
31
Si Gila
32
Sesuatu Akan Terjadi
33
Bos Gila
34
Berawal Dari Sini
35
Menunggumu Disini
36
Sebuah Kepercayaan
37
Tetap Menunggumu !
38
Airmata Cintamu
39
Semakin Dingin
40
Punggung Itu..
41
Jalan Yang Berputar
42
Satu - Satunya Diana
43
Aku Mengundurkan Diri
44
Aku Si Gila Itu
45
Kembalikan Cincin Berlianku
46
I Miss You, Already
47
Ingatlah Hari Ini
48
Kalau Tidak Ada Diriku
49
Terima Kasih Untuk Hari Ini
50
Salah Menilai
51
Inikah Rasanya?
52
Kita Hanyalah Orang Asing !
53
Ada Hati Yang Harus Ku Jaga
54
Percayalah Padaku !
55
Seandainya...
56
Pikiran Liar
57
Di Kedalaman Hati
58
Sama - Sama Terluka
59
Apakah Harus Menyerah
60
Menyakitkan!
61
Semangkok Es Sekoteng
62
Aku Baik - Baik Saja
63
Menghindar
64
Manusia Tidak Bermoral
65
Melunakkan Hati
66
Sangat Menyakitkan
67
Bukan Dari Batu
68
Ya ! Aku Cemburu
69
Awal Kehancuran
70
Berarti Untukku
71
Mengerikan
72
Apa Ini?!
73
Dua Cangkir Coklat
74
Hambar
75
Akankah Ada Ujungnya?
76
Menahan Diri
77
Jadilah Seutuhnya Milikku
78
Love and Cooking
79
Harus Dibiasakan
80
Filosofi Pohon Enau
81
Hancur
82
Berkorban !
83
Pemilik Hatiku
84
Kau Sama Saja
85
Tertuju Padamu
86
Dosa Yang Terulang
87
Gorilaku
88
Belajarlah !
89
Si Bujang Lapuk
90
Penyesalan
91
Dua Mangkok Mie Instan
92
Tertawa Bersama
93
Statusku
94
Berjuang Sampai Akhir
95
Surga Yang Sesungguhnya
96
CINTA TERISTIMEWA
97
Doa Si Pendosa
98
Hanya Cinta Biasa
99
Festival Lampion
100
Bersama, Menerbangkan Harapan
101
Menjaga Kesucian Cinta
102
Dua Perpisahan
103
SOP
104
Masa Kekelaman
105
Semakin Kelam
106
Ingatlah Hari Ini, Nyonya !
107
THE END SEASON I : Musnahnya Harapan
108
THE END SEASON I : Kita Berdua Harus Bertahan
109
THE END : Melanjutkan Hidup
110
SEASON II : Apa Kabarmu ?
111
SEASON II : Semua Panik !
112
SEASON II : Hutang Budi Pada Si Pelit
113
SEASON II : Mengapa?
114
SEASON II : Merindukanmu
115
SEASON II : Pemurnian Hidup
116
SEASON II : Memperbaiki Kesalahan
117
SEASON II : Semua Salahku
118
SEASON II : Tidak Ada Yang Bisa Mengalahkanmu
119
SEASON II : Cinta Yang Sanggup Membunuhku
120
SEASON II : Sesuatu Yang Baik
121
SEASON II : Tidak Ada Sekat
122
SEASON II : Orang Eskimo
123
SEASON II : Merazia Dirimu
124
SEASON II : Manis Sekali
125
SEASON II : Kenyataan Paling Pahit
126
SEASON II : Runtuhnya Sebuah Percobaan
127
SEASON II : Telepon Yang Anda Tuju Sedang Sibuk
128
SEASON II : MERANTAIMU
129
SEASON II : SUARA ITU !
130
SEASON II : Teguhkan Hatimu
131
SEASON II : AKU RELA MENDERITA !
132
SEASON II : Kita Hanya Sebutir Debu
133
SEASON II : Pencemburu
134
SEASON II : Hampir Khilaf
135
SEASON II : Baby Python
136
SEASON II : Kedatangan Sebastian Rivera
137
SEASON II : Detik Ini Juga !
138
SEASON II : AKU TELAH MERANTAIMU !
139
SEASON II : Di Sore Itu
140
SEASON II : Di Suatu Hari Yang Kelam
141
SEASON II : Tidak, Tanpa Diriku!
142
SEASON II : Menghancurkannya Menjadi Debu
143
SEASON II : Aku Yang Menghancurkannya
144
SEASON II : Kita Berbeda
145
SEASON II : Sang Rentenir Itu
146
SEASON II : Didi Kecilku
147
SEASON II : Awas Nanti Malam !
148
SEASON II : Telah Berubah
149
SEASON II : Maafkan Aku...
150
SEASON II : Ini Milikmu
151
SEASON II : Mereka Adalah Rumahku
152
SEASON II : Kau Adalah Keajaiban
153
SEASON II : Manisnya...
154
SEASON II : Sebuah Janji Kecil
155
SEASON II : Aku Akan Menyidakmu !
156
SEASON II : Wanita Tangguh
157
SEASON II : Kekasih Rahasia
158
SEASON II : KITA PULANG
159
SEASON II : Daiyana Ooh Daiyana..
160
SEASON II : Akulah Adrenalinmu !
161
SEASON II : Jangan Menjadi Sama
162
SEASON II : Kehancuranmu Akan Tiba !
163
SEASON II : Tuhan, Lindungilah Istriku!
164
SEASON II : Tidak Ku Sangka
165
SEASON II : Kau Butuh Cahaya
166
SEASON II : Seperti Ice Cream
167
SEASON II : Aku Akan Pulang Untukmu
168
SEASON II : MAKNA BUNGA YANG SESUNGGUHNYA
169
SEASON II : Pernikahan Yang Membawa Berkah
170
SEASON II : Terhempas Dari Cakrawala
171
SEASON II : Ayo Kita Pulang
172
SEASON II : Jangan Berhenti Mencintaiku
173
SEASON II : Mata Rantai Kehidupan
174
SEASON II : Kenapa Tidak Memaksaku
175
SEASON II : Kasih Yang Luar Biasa
176
SEASON II : Berbahagialah!
177
FINAL SEASON : Maafkan Aku Menipumu
178
FINAL SEASON : Hanya Ingin Dirimu
179
FINAL SEASON : IL'DIFO
180
FINAL SEASON : My Sweet Morning
181
FINAL SEASON : Ada Aku, Lief !
182
FINAL SEASON : Sejujurnya Aku Takut
183
FINAL SEASON : Puaskanlah Sesalmu
184
FINAL SEASON : Tak Ku Sangka
185
FINAL SEASON : Santapan Gorilla
186
FINAL SEASON : Tempat Abu Abu
187
FINAL SEASON : Aku Sangat Beruntung
188
FINAL SEASON : Tamparan Adalah Didikan
189
FINAL SEASON : Anak Haram ?
190
FINAL SEASON : Pulanglah, Tanpa Terluka
191
FINAL SEASON : I Love You, Boy
192
FINAL SEASON : Doa Yang Manis
193
FINAL SEASON : Akhir Dari Jalur Tupai
194
END SEASON II : Tidak Akan Memaafkan Diriku
195
END SEASON II : Sebuah Karakter Pendendam
196
END SEASON II : Kau Akan Bahagia, Anakku
197
END SEASON II : Bangunlah, Sam !
198
END SEASON II : Setiap Orang Berhak Memilih
199
THE END : SELAMANYA 'TIDAK MUAT'

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!