Reiyana dan Rian Pergi meninggalkan tempat penjualan mobil,dan meninggalkan Satu laki-laki yang dari tadi menatap Reiyana tak berkedip.Ari yang baru selesai menyelesaikan pembayaran mobil hanya menggelengkan kepala melihat sahabatnya seperti itu.
"Sudah-sudah berhenti menatap orang yang sudah tidak ada lagi!"Ucap Ari yang berdiri di samping sofa Rizal
Menyadari akan hal itu,Rizal segera menormalkan tatapannya dan menatap ke arah Ari.
"Kau sudah selesai membayar mobil tadi?"Tanya Rizal mengalihkan pembicaraan
"Ck mengalihkan pembicaraan!ya sudah selesai!"Jawab Ari
"Kita sekarang ke kantor dan jangan lupa tugas yang aku berikan tadi"Peringat Rizal pada Ari
"Selalu ingat demi gaji dan bonus bulan ini!"Sahut Ari semangat
"Hmmm"Singkat Rizal beranjak dari duduknya
Rizal dan Ari pun juga pergi dari tempat penjualan mobil itu setelah selesai membeli mobil.
Skip Reiyana dan Rian...
Sekarang Reiyana dan Rian pergi ke tempat yang di maksudkan oleh Reiyana,Rian belum tahu tempat apa yang akan mereka tuju sekarang.
"Reiyana kita akan kemana?"Tanya Rian sambil mengemudi
"Salon"Jawab Reiyana dengan datar
"Lah kamu mau nyalon?"Tanya Rian
"Abang juga"Jawab Reiyana
"Hei salon itu untuk wanita sayang!abang pria dan tidak mungkin ke sana"Tolak Rian
"Pria juga ke salon untuk merubah penampilannya"Sahut Reiyana
"Tapi kan abang.. ?"Ucap rian
"Aku tidak suka menerima penolakan abang"Potong Reiyana
"Hadeh nasib punya adik kek gini,harus selalu nurut sama adiknya!"Gerutu Rian
"Oh jadi nyesel punya adik angkat kek aku"Seringai Reiyana telah ia perlihatkan membuat Rian merinding
"Hehee enggak nyesel kok adik abang yang cantik luar dalam!"Cengengesan Rian
"Hmm,aku ingin tidur dulu abang jika sudah sampai tolong bangunkan aku!"Ucap Reiyana sambil mencari posisi yang enak untuk tidur
"Okeh"Jawab Rian
Reiyana langsung memejamkan matanya,sedangkan Rian pun fokus dengan kemudinya.Tidak berapa lama mereka sampai di salon yang di maksud oleh Reiyana.
"Rere!Re"Panggil Rian sambil menepuk pundak Reiyana
"Udah sampai nih!"Sambung Rian sambil melepaskan sabuk pengamannya
"Hoammm..udah sampai yah abang?cepat turun!" perintah Reiyana sambil membuka Sabuk pengamannya dan turun dari mobil
Banyak orang yang menatap takjub akan kecantikan dan ketampanan mereka berdua tapi keduanya tidak menghiraukan dan langsung masuk ke dalam salon.Di dalam salon Reiyana melakukan Spa dan menata rambutnya agar lebih terlihat cantik,sedangkan Rian hanya menata rambutnya.
1 jam kemudian...
Reiyana dan Rian sudah selesai nyalon,betapa takjubnya para pelanggan salon melihat mereka berdua.Tadi mereka datang dengan menawannya,lah sekarang malah dua kali lipat menawannya.Tidak ingin membuang waktu,Reiyana memerintahkan Rian agar ke tempat selanjutnya,yaitu panti asuhan.
Rian mengemudikan Mobil dengan kecepatan sedang,sesampainya di panti asuhan Reiyana di ikuti Rian masuk ke dalam panti.Urusan yang Reiyana maksud di penjualan mobil tadi adalah untuk memberikan donasi di panti asuhan.
"Permisi bu!"Sapa Reiyana dengan sopan
"Iya ada yang bisa saya bantu nona dan tuan?"Jawab ibu panti
"Boleh saya dan abang masuk bu?"Tanya Reiyana
"Boleh non,silahkan masuk nona dan tuan!"Jawab bu panti mempersilahkan mereka masuk dan duduk diruang tamu
"Maaf mengganggu waktunya bu!saya dan abang datang ke sini bermaksud untuk menyumbangkan donasi untuk anak-anak panti di sini"Jelas Reiyana walau dingin tapi terkesan ramah
"Wah alhamdulilah jika nona dan tuan ingin berdonasi!saya sangat berterima kasih!"Ucap Ibu panti dengan bahagia
"Ini bu uangnya,saya hanya ingin membantu anak-anak itu yang nasibnya lebih buruk dari saya"Ucap Reiyana mengeluarkan amplop dari tasnya dan menyerahkan amplop yang berisi uang itu kepada ibu panti.
"Alhamdulilah nona,saya terima donasi ini untuk anak-anak panti dan saya doakan semoga nona dan tuan banyak rezekinya,sehat selalu dan semoga semua urusan nona cepat terselesaikan"Tutur ibu panti mendoakan
"Aamiiin makasih bu!"Sahut Reiyana
Rian hanya menyaksikan interaksi dua orang itu tapi ia takjub dengan kebaikan Reiyana.
`Dirimu sangat baik Rere!Abang yakin kebaikan mu itu akan membawakan kebahagiaanmu!`batin Rian
"Kalau begitu kami pamit undur diri dulu bu,maaf mengganggu waktunya!"Pamit Reiyana pada ibu panti
"Iya nona,hati-hati di jalan!"Sahut ibu panti sambil mengantarkan mereka berdua ke depan pintu.
Reiyana dan Rian pun memutuskan untuk pulang setelah menyelesaikan urusan mereka di panti asuhan.
》Bersambung《
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 594 Episodes
Comments
Wati Simangunsong
gmpang y mmberi uang dekepokk
2021-02-23
2
Maya Maharani Yani
halu nya terlalu tinggi kayak ny.
2021-01-27
9
veve12479 😉
itu di indonesia apa luar negri
2021-01-23
2