15. Terkejut

❤️❤️❤️

Hari ini cuaca tampak cerah seperti biasa.

Sekarang ini sudah masuk musim penghujan.

Dan perubahan cuaca masih sering terjadi.

Sebenarnya hari ini semangat kerja Raya

sedikit down, mengingat hari ini dia harus

mengubah jalur kehidupan nya ke depan.

Walau dia tidak bisa memprediksi apakah

semuanya akan berjalan lancar atau tidak,

namun dia tetap akan mengambil keputusan

yang menurut nya akan lebih baik baginya.

Semalam dia tidak bisa tidur dengan pulas.

Berbagai kecemasan terus saja menghantui

pikirannya hingga mengganggu ketenangan

bathin nya.

"Selamat pagi Miss.."

Sambut Hana begitu melihat Raya turun dari

lantai atas. Hari ini majikannya itu tampak

sangat memukau dengan setelah kerja semi

formalnya berwarna pastel, rambut nya di

biarkan jatuh natural begitu saja. Dia terlihat

sedikit tidak bersemangat namun tetap saja

nampak mempesona.

"Selamat pagi semua.."

Raya duduk tenang di kursi yang sudah di

siapkan oleh Griz. Tanpa banyak kata dia

memulai sarapan paginya dengan tenang.

Namun sepertinya dia memang sedang

kehilangan selera makan karena tidak lama

kemudian dia sudah mengakhirinya. Hana

dan Griz terlihat saling pandang sekilas.

"Terimakasih sarapan nya Hana. Tapi maaf,

hari ini aku kehilangan selera makan."

"Tidak apa-apa Miss."

Sahut Hana sambil membungkukkan badan.

Seperti kemarin Griz membawakan tas dan

blazer Raya saat turun ke parkiran.

Selama di perjalanan pikiran Raya masih saja

tidak bisa fokus, jantung nya tiba-tiba berdebar

tidak menentu saat mengingat hari ini dia akan bertemu dengan pimpinan sekaligus pemilik perusahaan tempat nya bekerja selama ini.

Sesungguhnya ini adalah sesuatu yang bisa

di bilang keajaiban.

Turun dari mobil Raya langsung masuk ke

dalam lift khusus di basement yang akan

membawa dirinya ke ruangan direktur.

Sean.. maafkan aku harus memilih jalan ini.

Sebenarnya aku sudah merasa nyaman ada

di sisimu, tapi sekarang keadaanku sudah

berbeda..

Raya membathin selama dia berada di dalam

lift. Tidak lama kemudian dia sudah berjalan

menuju ke ruangan Sean.

"Selamat pagi Bu Raya, silahkan..Mr Sean

sudah menunggu anda di dalam."

Alan, sang asisten direktur menyambut nya

begitu Raya tiba di depan pintu ruangan.

"Terimakasih Pak Alan ."

Raya tersenyum tipis sambil menundukkan

kepala sedikit, setelah itu berlalu masuk ke

dalam ruangan meninggalkan Alan yang

masih terpaku di tempat, tersihir senyum

tipis Raya, hanya senyum tipis.

Raya masuk ke dalam ruangan Sean setelah

mengetuk pintu terlebih dahulu.

"Selamat pagi Tuan Sean."

Raya menundukkan kepalanya sedikit di

hadapan Sean yang tampak menatapnya

lekat. Tidak lama dia beranjak dari duduknya

dan tanpa basa-basi dia menarik tangan

Raya di bawa keluar dari ruangan.

"Sean, ada apa ini.? Kita mau kemana.?"

Raya mencoba menarik tangan nya dari

genggaman kuat Sean di tengah langkah

kakinya yang terburu-buru karena harus

mensejajari langkah Sean.

"Aku tidak bisa kehilangan mu Raya. Kamu

harus menerima lamaran ku. Sekarang kita

akan menemui Presdir untuk mengatakan

bahwa kamu tidak bisa menerima tawaran nya !"

"Tapi Sean, aku sudah memutuskan untuk

menerima tawaran itu.!"

Debat Raya saat mereka tiba di dalam lift.

Sean membeku, keduanya kini saling menatap

kuat, pria itu tampak menggeleng tidak terima

semua keputusan Raya.

"Tidak, aku tidak akan mengijinkan hal itu.

Kau tidak bisa menghindari ku Raya.!"

Sean mencengkram kuat bahu Raya dengan

tatapan yang semakin dalam.

"Aku tidak menghindarimu, aku hanya ingin

menjauh untuk sementara waktu Sean.!"

"Tapi aku tidak akan bisa jauh darimu Raya.!"

Tiba-tiba Sean memeluk erat tubuh Raya

yang langsung terkejut dan tegang seketika.

Dia berusaha untuk melepaskan pelukan

Sean, tapi pria itu malah semakin mempererat

pelukannya.

"Sean, aku mohon.! lepaskan aku. Kita akan

membicarakan semua ini baik-baik.!"

Raya mendorong keras dada Sean yang

akhirnya mau melepas pelukan nya. Mata

mereka kembali bertemu, saling menatap

kuat dengan napas yang tidak teratur.

"Maafkan aku Raya. Tapi aku benar-benar

tidak bisa melepasmu !"

" Ini hidupku. Aku berhak menentukan masa

depanku sendiri. Aku mohon hargai itu."

Tegas Raya dengan tatapan yakin. Pintu lift

terbuka, tapi mereka berdua masih berada

di dalam nya, masih saling menatap kuat.

"Mr Sean, Nona Raya.."

Kedua orang itu tampak terkejut, mereka

saling memalingkan wajah, dan berpaling

pada beberapa orang yang sedang berdiri

di luar pintu lift.

"Mr Sean..Presdir sudah menunggu anda

di ruangan nya. "

Ternyata orang-orang itu adalah para dewan

direksi yang sengaja menunggu kedatangan

Sean dan Raya di sana. Sean kembali menarik

napas dalam-dalam. Mereka berdua keluar

dari dalam lift, kemudian berjalan menyusuri

lorong panjang menuju ruangan Presdir.

Bagi Raya ini adalah kali pertama dia datang

ke lantai paling atas dari gedung ini. Karena

lantai paling atas adalah ruangan Presdir yang

hampir tidak pernah di huni sama sekali.

Sean menekan tombol di sudut pintu.Tidak

lama pintu terbuka otomatis. Suasana di

dalam ruangan tampak sepi, hening dan

sedikit mencekam. Barisan dewan direksi

segera mengambil tempat untuk duduk di

ruang pertemuan, sementara Sean masuk

ke dalam ruangan khusus tempat Presdir

berada. Sedangkan Raya kini sudah duduk

di ruang pertemuan bersama para dewan

direksi dengan perasaan yang benar-benar

tegang dan gugup. Bagaimana kah rupa

sang Presdir, dan seperti apakah karakter

serta perangainya.?

"Nona Raya.. apa anda sudah siap untuk

mengabdi pada Presdir ?"

Salah seorang dewan direksi mulai berbicara

untuk melakukan sesi wawancara singkat.

Raya meremas jemari tangan nya yang kini

mulai terasa dingin.

"Sepertinya tidak ada pilihan lain, saya harus

siap sepenuhnya.!"

Raya menjawab dengan suara sedikit tidak

yakin. Para dewan direksi saling pandang.

"Saya mengerti ini memang bukan bidang

anda. Tapi kami yakin dengan kemampuan

anda, tidak akan ada kendala bagi anda di

tempatkan dimana pun."

Salah seorang lagi mencoba meyakinkan.

Raya mengangguk dengan tersenyum tipis.

"Walau bagaimanapun saya hanya lah

manusia biasa Tuan-tuan. Saya banyak

kekurangan nya."

Sahut Raya sambil menunduk mencoba

untuk menekan rasa tidak nyaman yang

kini semakin di rasakan hatinya.

"Kami percaya pada kemampuan mu Nona

Raya. Dan Presdir sudah memilih anda di

antara pilihan yang lainnya."

Raya sedikit mengernyitkan alisnya, ada

sejumput pertanyaan yang kini bersarang

dalam benaknya.

"Kenapa Presdir memilih saya.? padahal

jelas-jelas ini bukan bidang saya.!"

Para dewan direksi tampak saling pandang,

mereka pun sesungguhnya tidak mengerti

kenapa Presdir menginginkan seorang

sekretaris pribadi yang berasal dari cabang

perusahan ini.

"Hanya Presdir yang tahu jawaban nya Nona.

Yang jelas beliau sudah memilih anda."

Raya menghembuskan nafas berat. Dia

menatap kearah para dewan direksi.

"Kalau begitu saya akan menjalankan misi

ini sebaik mungkin, demi nama baik

perusahaan cabang kita.!"

Para dewan direksi mengangguk kompak

seraya tersenyum puas.

"Baiklah, kalau anda sudah yakin dengan

semua ini, kami hanya bisa berpesan, tolong

jangan membuat Presdir kecewa. Karena

beliau bukanlah orang biasa. Anda adalah

orang yang sangat beruntung. Bisa berada

di dekatnya dan berinteraksi langsung

dengan beliau dengan sesuka hati.!"

Ucap salah seorang yang merupakan ketua

dewan direksi.

"Insya Allah.. Semoga saya bisa memegang

amanah ini dengan baik.!"

Sahut Raya bersamaan dengan kemunculan

Sean ke ruangan itu. Mereka semua berdiri,

menatap fokus kearah Sean yang terlihat

sedikit tidak bergairah.

"Aku tidak bisa menolak atau mengubah

keinginan Presdir.!"

Sean berucap dengan wajah yang terlihat

pasrah, dia menatap lekat wajah Raya yang

tampak berusaha tenang dan meyakinkan

diri untuk mengambil posisi ini.

"Baiklah, tidak ada jalan lain lagi.! Aku

memang harus mengambil posisi ini."

Lirih Raya sambil kemudian menarik napas

dalam-dalam mencoba memantapkan hati.

"Masuklah, mulai hari ini kau memegang

posisi sebagai sekretaris pribadi Presdir."

Tegas Sean akhirnya sambil meraih tangan

Raya dan menggenggam nya kuat tidak

peduli pada semua orang yang ada di sana.

"Baiklah,aku akan masuk sekarang, permisi

semuanya.."

Raya melepaskan pegangan tangan Sean,

tapi mata mereka masih saling menatap.

Kemudian dia menundukkan kepala pada

semua dewan direksi setelah itu melangkah

tenang kearah ruangan pribadi Presdir.

Tiba di dalam ruangan aura dingin plus

mencekam langsung menyergap jiwa Raya

yang terlihat berjalan masuk ke ruangan

khusus tempat kerja Presdir.

Namun begitu dia masuk ke dalam ruang

khusus, matanya tampak menatap terkejut

kearah satu sosok tinggi tegap dengan rupa

yang sangat tampan berhias senyum khas

yang sangat manis dan membius. Sosok itu

kini tengah berdiri di samping kursi kebesaran

Sang Presdir yang terlihat terbalik. Mata Raya

menatap tidak percaya begitu sosok tampan

itu mendekat kearahnya.

"Selamat datang Miss Raya, dan selamat

atas posisi baru anda di perusahaan ini.!"

Sambut nya dengan senyum yang tidak jua

sirna dari wajah menawannya.

"Tu-Tuan Ansel.? Kenapa anda ada di sini.?"

Raya bertanya dengan suara gemetar, tidak

percaya atas apa yang di lihatnya. Kenapa

asisten pribadi laki-laki jahat itu ada di sini.?

Ya Tuhan..sebenarnya ada apa ini.? Raya

mencoba menepis satu kemungkinan

yang kini mengganggu pikirannya.

"Tentu saja saya di sini.. Karena Tuan saya

juga ada di sini. Dan sekarang anda sudah

resmi menduduki posisi sebagai sekretaris

pribadi Tuan De Enzo..!"

Tegas sosok itu yang tiada lain adalah Ansel.

"A.. apa..?? tapi bagaimana bisa.?"

Raya berseru kaget sambil menutup mulutnya. Matanya semakin melebar, tidak percaya pada

apa yang baru saja di dengarnya. Kakinya kini

goyah, dia mundur terhuyung ke belakang

saking lemasnya. Ansel tampak terkesiap,

dengan gerakan cepat dia maju menahan

tubuh Raya agar tidak terjatuh.

Posisi mereka kini tampak intim, telapak

tangan kiri Ansel menahan pinggang kecil

Raya, sementara tangan kanan menahan

bahu nya. Mata mereka saling menatap kuat.

"Kau tidak apa-apa.?"

Suara Ansel terdengar berat, mendapati

wajah super cantik Raya ada di hadapannya

membuat jiwanya memberontak seketika.

Dia sudah benar-benar jatuh pada pesona

gadis asing ini.

"Ehemm..!!"

Tubuh mereka langsung menegang saat

kursi kebesaran itu tiba-tiba berbalik dengan

cepat, dan satu sosok gagah perkasa dengan

rupa yang begitu sempurna, kini tengah duduk

tenang, matanya menatap tajam kearah mereka dengan ekspresi wajah yang terlihat datar dan

dingin. Ansel membawa tubuh Raya kembali

berdiri tegak. Wajah Raya tampak memucat,

namun ada emosi yang kini mulai menguasai

dirinya mendapati semua kenyataan ini.

"Siapa kau sebenarnya.?"

Tidak menunggu waktu lama Raya langsung

bertanya di sertai tatapan tajam penuh

interogasi kearah sosok gagah yang terlihat

berbeda yang kini sedang duduk tenang penuh

aura intimidasi di kursi kebesarannya.

"Aku atasanmu sekarang.!"

Jawab sosok itu dengan suara bariton nya,

berat, tegas dan dingin.

"Aku bertanya tentang jati dirimu.?"

Tatapan Raya semakin tajam. Dengan santai

sosok itu memutar papan nama yang ada di

atas meja kerjanya. Tatapan Raya kini jatuh

di papan nama berwarna emas itu.

Aaron Marvell De Enzo.??

***

Happy Reading....

Terpopuler

Comments

andi hastutty

andi hastutty

yuhuuu jadi sekertaris pribadi babang auron

2023-10-13

0

🕸Dah Ruslia🌷

🕸Dah Ruslia🌷

babang Aaron aku padamu🥰🥰

2023-08-16

0

Hyena Lauraa

Hyena Lauraa

kak buat dong kisah anak raya sama anak Devan ,sama mayra

2023-02-14

0

lihat semua
Episodes
1 1. Awal Kisah
2 2. Pertemuan
3 3. Terkurung
4 4. Malam Naas
5 5. Putus Asa
6 6. Kritis
7 7. Trauma
8 8. Mencoba Bertahan
9 9. Pulang
10 10. Apartemen
11 11. Takut Gelap
12 12. Memulai Kembali
13 13. Permintaan
14 14. Saudara Sepupu
15 15. Terkejut
16 16. Sekretaris Pribadi
17 17. Pelabuhan
18 18. Bertemu Mantan
19 19. Persiapan
20 20. Benarkah Dia.?
21 21. Kau Milikku
22 22. Terpaksa Pergi
23 23. Jet Pribadi
24 24. Kapal Pesiar
25 25. Wahana Hiburan
26 26. Bertemu Putri
27 27. High Party
28 28. Bertemu Mertua
29 29. Prince Marvell
30 30. Lepas Kontrol
31 31. Pria Kejam
32 32. Janggal
33 33. Black Wolf
34 34. Menantang Maut
35 35. Aku Menginginkanmu
36 36. Grand Marco Palace
37 37. Madam Rowena
38 38. Tidak Sanggup
39 39. Pria Monster
40 40. Bebaskan Aku
41 41. Grand Award
42 42. Kencan Buta
43 43. Gagal Kencan
44 44. Mulai Posesif
45 45. Dia Adalah Istriku
46 46. Insiden Jembatan Emas
47 47. Kastil
48 48. Lelah
49 49. Over Crazy
50 50. Hot Morning
51 51. Berkunjung Ke Istana
52 52. Tak Nyaman
53 53. Terobsesi
54 54. Mie Kocok
55 55. Lamaran Mengejutkan
56 56. Tersihir
57 57. Sedikit Aneh
58 58. Kehangatan
59 59. Menjelang Karnaval
60 60. Drama Karnaval
61 61. Dance Together
62 62. Green Palace
63 63. Berburu
64 64. Sang Penakluk
65 65. Rumit
66 66. Jebakan Batman
67 67. Meyakinkan
68 68. Kereta Cepat
69 69. Another Incident
70 70. Makanan Aneh
71 71. Painful
72 72. Terpuruk
73 73. Broken
74 74. Big Surprise
75 75. Komitmen
76 76. Gempar
77 77. Holiday 1
78 78. Holiday 2
79 79. Amazing Holiday
80 80. Tamu Tak Terduga
81 81. Terungkap
82 82. Di Amankan
83 83. Kedatangan Serkan
84 84. Mertua Vs Menantu
85 85. Penegasan
86 86. Hot News
87 87. Kunjungan Pagi
88 88. Gerakan Massa
89 89. Finally
90 90. Welcome To The Palace
91 91. Kehangatan
92 92. Tanpa Kabar
93 93. Tantangan Sean
94 94. Pertaruhan
95 95. Amazing Princess
96 96. Intermezzo
97 97. Tak Terjangkau
98 98. Penobatan
99 99. Masa Tenang
100 100. Malam Kejutan
101 101. Wedding Gifts
102 102. Gagal Liburan
103 103. Kunjungan Spesial
104 104. Saudari Sepupu
105 105. Only A Memory
106 106. Bahagia Yang Utuh
107 107. The Birth Of The Prince
108 108. Akhir Kisah
Episodes

Updated 108 Episodes

1
1. Awal Kisah
2
2. Pertemuan
3
3. Terkurung
4
4. Malam Naas
5
5. Putus Asa
6
6. Kritis
7
7. Trauma
8
8. Mencoba Bertahan
9
9. Pulang
10
10. Apartemen
11
11. Takut Gelap
12
12. Memulai Kembali
13
13. Permintaan
14
14. Saudara Sepupu
15
15. Terkejut
16
16. Sekretaris Pribadi
17
17. Pelabuhan
18
18. Bertemu Mantan
19
19. Persiapan
20
20. Benarkah Dia.?
21
21. Kau Milikku
22
22. Terpaksa Pergi
23
23. Jet Pribadi
24
24. Kapal Pesiar
25
25. Wahana Hiburan
26
26. Bertemu Putri
27
27. High Party
28
28. Bertemu Mertua
29
29. Prince Marvell
30
30. Lepas Kontrol
31
31. Pria Kejam
32
32. Janggal
33
33. Black Wolf
34
34. Menantang Maut
35
35. Aku Menginginkanmu
36
36. Grand Marco Palace
37
37. Madam Rowena
38
38. Tidak Sanggup
39
39. Pria Monster
40
40. Bebaskan Aku
41
41. Grand Award
42
42. Kencan Buta
43
43. Gagal Kencan
44
44. Mulai Posesif
45
45. Dia Adalah Istriku
46
46. Insiden Jembatan Emas
47
47. Kastil
48
48. Lelah
49
49. Over Crazy
50
50. Hot Morning
51
51. Berkunjung Ke Istana
52
52. Tak Nyaman
53
53. Terobsesi
54
54. Mie Kocok
55
55. Lamaran Mengejutkan
56
56. Tersihir
57
57. Sedikit Aneh
58
58. Kehangatan
59
59. Menjelang Karnaval
60
60. Drama Karnaval
61
61. Dance Together
62
62. Green Palace
63
63. Berburu
64
64. Sang Penakluk
65
65. Rumit
66
66. Jebakan Batman
67
67. Meyakinkan
68
68. Kereta Cepat
69
69. Another Incident
70
70. Makanan Aneh
71
71. Painful
72
72. Terpuruk
73
73. Broken
74
74. Big Surprise
75
75. Komitmen
76
76. Gempar
77
77. Holiday 1
78
78. Holiday 2
79
79. Amazing Holiday
80
80. Tamu Tak Terduga
81
81. Terungkap
82
82. Di Amankan
83
83. Kedatangan Serkan
84
84. Mertua Vs Menantu
85
85. Penegasan
86
86. Hot News
87
87. Kunjungan Pagi
88
88. Gerakan Massa
89
89. Finally
90
90. Welcome To The Palace
91
91. Kehangatan
92
92. Tanpa Kabar
93
93. Tantangan Sean
94
94. Pertaruhan
95
95. Amazing Princess
96
96. Intermezzo
97
97. Tak Terjangkau
98
98. Penobatan
99
99. Masa Tenang
100
100. Malam Kejutan
101
101. Wedding Gifts
102
102. Gagal Liburan
103
103. Kunjungan Spesial
104
104. Saudari Sepupu
105
105. Only A Memory
106
106. Bahagia Yang Utuh
107
107. The Birth Of The Prince
108
108. Akhir Kisah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!