❤️❤️❤️
"Selamat pagi.. kalian ini siapa.?"
Raya menjawab sapaan mereka dengan sorot
mata bingung sekaligus terkejut. Wanita yang
terlihat lebih maskulin tadi maju selangkah,
kembali membungkuk di hadapan Raya.
"Perkenalkan.. saya Grizelle.. panggil saja
saya Griz. Saya di tugaskan untuk menjadi
driver anda mulai hari ini."
Wanita itu memperkenalkan diri sebagai
supir pribadi Raya.
"Supir pribadi.? tapi saya bisa pergi sendiri.
Saya tidak perlu supir.!"
"Mohon maaf Miss, tapi ini adalah perintah
langsung dari Tuan De Enzo."
Raya berdecak kesal. Orang itu lagi ! apa sih
maunya orang itu.? Kalau begini caranya apa
masih mungkin baginya untuk melarikan diri
dari cengkraman nya.?
"Saya Hana Miss, kepala pelayan sementara
di sini, kami semua siap melayani anda."
Salah seorang lagi yang terlihat lebih dewasa
tampak maju sambil menundukkan kepala
di ikuti oleh 3 orang lainnya. Raya menatapi
mereka satu persatu masih dalam mode
bingung dan bertanya-tanya.
"Ya sudah lah terserah kalian.! Aku juga tidak
peduli dengan semua ini."
Raya mulai melangkah ke arah ruang makan.
Dan lagi-lagi dia hanya bisa bengong saat Hana
dengan cekatan dan sigap segera menyiapkan
kursi untuk nya. Di meja makan saat ini sudah
tersedia hidangan sarapan pagi dengan menu
yang sangat lengkap dan menggugah selera.
Dengan menarik napas berat, Raya duduk di
kursinya. Dua orang pelayan lain dengan rapi
segera maju lalu menuangkan jus ke gelas di
hadapan Raya dan menyiapkan sarapan pagi
yang tampaknya sudah di atur menu nya.
"Silahkan Miss, semoga anda terkesan. Untuk
ke depannya kalau ada sesuatu hal yang anda
inginkan, anda bisa mengatakannya langsung
pada saya."
Ujar Hana sambil menunduk di hadapan Raya
yang hanya bisa terdiam tanpa kata.Tuhan..
sebenarnya siapa laki-laki jahat itu ? kenapa
dia membuat dirinya ada di posisi kaku dan
tidak bebas seperti ini.? Selama ini dia hidup
menurut aturannya sendiri. Walaupun di
rumah ayahnya ada pelayan namun dia tidak
pernah mau di layani secara berlebihan.
"Sudah cukup kok. Kalian tidak perlu repot
menyiapkan menu yang aneh-aneh. Saya
suka sesuatu yang simpel saja !"
"Baik Miss, saya akan memperhatikan nya."
Raya meraih gelas jus kemudian meminum
nya perlahan. Dan tanpa banyak kata lagi
dia segera memulai sarapan nya, tidak ingin
membuang waktu hanya untuk memikirkan
semua keanehan ini.
Dalam diamnya di samping Raya, Hana dan
Griz sesekali mencoba mencuri pandang
kearah wanita yang sedang duduk dengan
sangat anggun itu. Hari ini Raya memakai
setelah rok mini selutut dengan blouse cantik berlengan pendek di hiasi aksen manis di
depan dadanya. Rambutnya di gulung rapi
dengan anak rambut yang di biarkan terjatuh
liar di kedua sisi wajahnya. Wanita ini tampak
begitu memukau dengan tingkat kecantikan
yang jauh di atas rata-rata.
Mereka menggeleng pelan sambil berdecak
kagum dalam hati melihat betapa cantik dan
anggun nya wanita Tuan mereka ini.
Setelah menyelesaikan sarapannya Raya
beranjak dari duduknya. Dengan sigap tak
terduga Griz langsung membawakan tas
dan blazer nya membuat gadis itu lagi-lagi
hanya bisa terdiam bingung. Raya menatap
wanita berambut pendek itu sebentar lalu
menghela napas pelan, kemudian berjalan
keluar dari apartemen di ikuti oleh supir
pribadi atau entah apalah sebutannya itu.
"Apa kau sudah lama bekerja pada Tuanmu
itu Griz.? "
Raya mencoba memecah keheningan saat
mereka berdua berada di dalam lift.
"Lumayan Miss..! Saya sengaja di panggil
ke sini oleh Tuan untuk mendampingi anda."
"Memang nya selama ini kau ada dimana.?"
"Saya di tugaskan di negara xxx Miss."
"Negara xxx..? Apa Tuan mu berasal dari
negara itu.?"
"Benar Miss.."
Raya tampak terkejut. Jadi laki-laki jahat itu
berasal dari negara asing.? Ini benar-benar
sangat membingungkan. Bagaimana bisa
dirinya berurusan dengan orang-orang
yang berada di luar jangkauannya.
Tiba di basement Griz membimbing Raya
menuju sebuah mobil mewah yang telah
terparkir gagah di sana dan terlihat sangat mendominasi kendaraan lainnya. Raya tahu
pasti kalau mobil itu adalah produk keluaran
perusahaan tempat dirinya bekerja. Harganya
juga tidak main-main, bisa mencapai puluhan
milyar rupiah.
"Silahkan Miss..!"
Griz membukakan pintu mobil dengan sigap
seraya menundukan kepalanya.
"Apa ini tidak salah.? bagaimana nanti orang
lain akan menilai ku dengan melihat ini.?"
"Anda tidak perlu khawatir, semuanya sudah
di atur dengan sangat baik oleh Tuan.!"
Raya berdecak kesal, dia tampak keberatan
saat melihat semua hal janggal ini. Namun
tidak ada pilihan lain lagi, dengan perasaan
yang sedikit geram akhirnya dia masuk ke
dalam mobil dengan terpaksa. Griz masuk
ke balik kemudi, tidak lama kemudian dia
sudah melajukan mobil mewah tersebut
keluar dari area basement.
***
Raya baru saja memulai aktifitas padatnya
ketika pintu ruangan di buka dari luar, dan
sosok gadis manis berpakaian rapi masuk
dengan tampang cemasnya.
"Raya kamu baik-baik saja..? Syukurlah ya
Tuhan..ternyata kamu tidak di apa-apain.!"
Jessica langsung merangkul erat tubuh Raya
yang balas memeluknya. Jelas terlihat kalau
sahabatnya itu sangat mengkhawatirkan nya.
Tidak lama mereka saling melepaskan diri.
Jessica meneliti keadaan Raya.
"Apa penjahat itu melakukan sesuatu yang
tidak di inginkan padamu.?"
"Alhamdulillah..sejauh ini aku baik-baik saja
Jes. Tapi..Aku ada dalam pengawasan pria
jahat itu, aku tidak bisa lari darinya.!"
Ujar Raya sambil duduk di kursi kerjanya,
merapihkan blazer yang di pakainya.Jessica
menatap wajah sahabatnya itu yang kini sudah kembali seperti semula, super cantik dengan
mata indah nya yang mampu membuat orang
luluh saat bertemu pandang dengan nya.
"Apa tidak ada celah bagimu untuk lari dari
orang itu ? Bagaimana dengan rencana mu
untuk meminta mutasi pada Mr Sean.?"
Jessica bertanya, tatapan nya kini jatuh di
pergelangan tangan kiri Raya, masih jelas
di ingatannya saat dia menyaksikan sahabat
nya ini bermandikan darah dan nyawa nya
hampir tidak tertolong.
"Entahlah.. Tapi aku akan tetap mencoba
berbicara dengan nya."
"Kau sudah menghubungi ayahmu.?"
Raya terdiam, kemarin malam dia memang
sudah menghubungi Ayah nya. Namun entah
kenapa ada nada ketakutan yang tertangkap
dari nada suara nya. Raya menduga semua
itu pasti ada hubungannya dengan pria itu.
"Sudah, dia tahu kalau aku baik-baik saja."
"Syukurlah kalau begitu. Baiklah, nanti setelah
makan siang aku akan menemanimu menemui
Mr Sean."
"Oke, kita bertemu lagi pas makan siang.
Sekarang biarkan aku bekerja dengan tenang."
"Apa kau akan menjawab lamarannya.?"
Raya langsung terdiam, menatap Jessica
dengan sorot mata mulai kesal dan gerah.
"Oke, oke..Aku hanya bercanda. Kalau begitu
sampai ketemu di makan siang ya.."
Jessica melambaikan tangan seraya
tersenyum kecut kearah Raya yang masih
menatapnya kesal. Gadis itu cepat-cepat
berlalu keluar ruangan.
Menerima lamaran Sean ? Mana mungkin
dia berani memberikan dirinya yang sudah
ternoda pada laki-laki itu. Walau hatinya kini
harus hancur karena bunga yang layu sebelum
berkembang, namun itu akan lebih bagi Sean
daripada pria itu harus mendapatkan barang
sisa seperti dirinya.
Raya menggeleng cepat, mencoba untuk
memfokuskan diri pada pekerjaannya. Ke
dalam ruangan muncul asisten pribadi nya
yang datang membawakan setumpuk berkas
yang harus di periksa dan di tandatangani
oleh nya setelah satu minggu ini tertunda.
"Ini berkas yang harus di tandatangani Bu,
Semuanya sudah harus selesai siang ini.!"
"Baiklah, apa masih ada yang tertinggal Ci.?"
Raya mengecek semua dokumen yang kini
bertumpuk di hadapannya.
"Tidak ada Bu, semua sudah saya siapkan."
"Baiklah, kau boleh keluar sekarang.!"
"Baik Bu, kalau begitu saya permisi !"
Sang asisten kemudian berlalu keluar dari
ruangan meninggalkan Raya yang tengah
berkutat dengan segala kesibukan nya.
Tidak ada yang tahu dengan tragedi yang
menimpa Raya, karena Sean dan Jessica
sengaja merahasiakan nya.
Sementara itu di ruangan lobby utama
kantor megah ' Marvello's Corporation'...
Sesuatu yang merupakan sebuah keajaiban
kini tengah terjadi. Selama perusahaan ini
berdiri di negara ini, sudah hampir 10 tahun
lamanya, yang namanya pemilik ataupun
penerus sah dari perusahaan raksasa tingkat
dunia ini merupakan sebuah misteri bagi
ribuan orang karyawan yang bekerja di
tempat ini. Karena hal itu sengaja tidak
pernah di publish. Semua itu seolah tabu
untuk di ketahui oleh para karyawan di
perusahaan ini. Mereka tidak pernah tahu
sosok sejati pemilik perusahaan ini, hanya
satu hal yang mereka ketahui selama ini,
bahwa keturunan keluarga De Enzo lah
pemilik saham terbesar di perusahaan ini.
Sang Presdir dari perusahaan ini pun tidak
pernah datang secara resmi ke perusahaan
ini, meskipun mereka pernah mendengar
desas desus bahwa sang Presdir pernah
datang beberapa kali secara diam-diam
dan hanya di ketahui oleh jajaran direksi
perusahaan saja, karena memang hanya
mereka lah yang mengenali siapa sosok
Presdir misterius itu.
"Presdir..maafkan kami tidak bisa menyambut
kedatangan anda dengan layak."
Sean beserta jajaran dewan direksi perusahaan
tampak membungkuk dalam penuh hormat di
hadapan satu sosok yang baru saja keluar dari
mobil sport super mewahnya. Dia berdiri tegak,
menjulang tinggi di hadapan para bawahannya
itu, terlihat sangat gagah dan mendominasi
dalam balutan jas resminya dengan aura
kehadiran yang teramat kuat serta kharisma
seorang priyayi yang begitu bersinar.
Di belakang orang itu berdiri seorang pria
tinggi tegap dengan tampang yang sangat
elegan, berkelas dan memukau di kawal oleh
4 orang bodyguard pilihan yang memancarkan
aura dingin menusuk sekaligus membekukan.
Sosok super gagah itu mengangkat tangan
ke atas, dengan tatapan elangnya.
"Jangan menimbulkan kegaduhan.!"
Suaranya terdengar berat, tegas dan dingin.
"Baik Presdir.."
Sean kembali membungkuk, begitu hormat.
Dia tahu pasti siapa orang ini sebenarnya
selain sebagai atasannya.
"Mari Presdir.. kita langsung saja ke ruang
pertemuan."
Sean memberi arahan dengan gestur tubuh
yang sangat hormat seolah menghamba.
Sosok itu kini mulai berjalan tenang, gagah
penuh dengan kepercayaan diri di ikuti oleh
Sean, asisten pribadi nya, dan jajaran dewan
direksi serta kepala pengawal.
Tiba di ruang lobby utama, barisan resepsionis
hanya bisa mematung di tempat, tidak sempat
memberi salam ataupun penghormatan. Saat
ini mereka sedang tersihir oleh sosok gagah
yang berjalan di depan tersebut, mereka begitu
terkesima, terpesona dan tidak percaya pada
apa yang baru saja di lihatnya.
Sosok gagah itu tidak sedikitpun melirik
atau melihat ke sembarang arah, dia seolah
tidak peduli pada semua yang ada di tempat
itu, pandangan nya lurus dengan langkah
yang terlihat mantap dan penuh ketegasan.
Semua pegawai yang kebetulan berpapasan
dengan rombongan itu hanya mampu berdiri
mematung di tempat dengan tatapan sama
seperti para resepsionis tadi.
BRUK !
Salah seorang resepsionis jatuh ambruk ke
lantai, pingsan, tidak kuasa melihat apa yang
baru saja lewat di depan matanya itu..
***
Happy Reading....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 108 Episodes
Comments
Naila Azmi
gk bisa ngebayangin thor gmna tampannya seorang marvel de enzo 😍😍
2024-12-15
0
Anggiat Silaen
ada yg pingsan mungkin blom sarapan itu resepsionist ny.....🤭
2024-05-25
0
andi hastutty
resepsionis sampai segi2nya liat auron 🫣🤭
memperlihatkan dirinya karena yg di kejar ada dalam perusahaanya hahahhaha
2023-10-13
0