❤️❤️❤️
Aaron yang terkejut dengan reaksi Raya hanya
bisa berdiri membeku, tangannya terkepal kuat
menahan diri untuk tidak balas memeluk gadis
itu. Namun aroma lembut wangi yang keluar
dari tubuh dan rambut Raya membuat darah
Aaron berdesir hebat. Dia memejamkan mata
mencoba menepis segala fantasi liarnya.
Shit ! wanita ini selalu saja membuat dirinya
hampir hilang kendali. Dia seolah memiliki
magnet khusus untuk menarik dirinya pada
fantasi liar yang mampu membangkitkan
gairahnya dalam sekejap. Apa sebenarnya
yang di miliki oleh gadis ini ?
"Hei..kau sadar yang kau lakukan..?"
Suara Aaron membuat tubuh Raya berhenti
bergetar, tapi dia masih tidak kuasa untuk
menarik wajahnya dari dada pria itu. Tangan
nya kini malah semakin erat mencengkram
jas nya dan menggelengkan kepalanya kuat
sebagai upaya perlindungan diri dari segala
ketakutannya.
"A-aku takut gelap ! tolong cepat nyalakan
kembali lampunya .!"
Rengek Raya dengan suara yang terdengar
seolah begitu manja menggoda di telinga
Aaron. Pria itu terdiam, masih mencoba
menahan diri. Sialnya Raya malah semakin menyusupkan wajahnya ke dalam rengkuhan
dada bidang laki-laki itu. Dia melupakan rasa
takutnya terhadap pria ini karena ketakutan
pada suasana gelap lebih menguasai dirinya
saat ini. Aaron tidak tahan lagi, dengan sekali
gerakan dia mengangkat tubuh Raya ke dalam gendongannya kemudian melangkah kearah
kursi, membawa tubuh gadis itu duduk di atas pangkuannya. Ketakutan dan rasa benci Raya
terhadap pria ini untuk sesaat terkalahkan
oleh rasa nyaman karena merasa terlindungi.
Posisi Raya kini duduk menyamping di atas
pangkuan Aaron dengan tangan melingkar
erat di leher pria itu dan wajah bersembunyi
di dada nya.
"Alex.. masuk.!"
Aaron berteriak menggema. Tidak lama Alex
dan beberapa sosok bermunculan ke dalam
ruangan dengan senter di tangan mereka.
"Saya Tuan, kami akan segera mengecek nya."
Alex langsung membungkuk hormat setelah
itu berlalu pergi ke ruang belakang. Mereka
berdua terdiam tanpa kata, hanya nafas berat
mereka yang kini mewarnai suasana sunyi di
dalam ruang makan tersebut. Raya masih
bertahan di posisi menyembunyikan wajahnya.
Dia tidak akan sanggup membuka mata kalau
keadaan belum terang. Nafas Aaron semakin
lama semakin berat. Untung nya tidak lama
kemudian lampu sudah kembali menyala.
"Kau bisa membuka matamu sekarang.!"
Suara Aaron terdengar berat. Aroma tubuh
Raya sudah benar-benar mengusik naluri
lelakinya hingga rasanya dia tidak bisa lagi
mengendalikan dirinya. Ini sungguh aneh,
dan Aaron menyadari betul bahwa wanita
ini cukup berbahaya bagi dirinya.
Perlahan Raya mengangkat wajahnya. Kini
posisi keduanya begitu dekat, wajah mereka
hanya berjarak sejengkal saja, mata mereka
saling menatap kuat. Tatapan Aaron beralih
terfokus di bibir indah Raya yang tampak
begitu menggoda dan menggiurkan. Raya
sudah pulih dari ketakutannya. Dia segera
menekan dada Aaron untuk turun dari
pangkuannya. Namun wajahnya berubah
tegang saat menyadari tangan pria itu kini mencengkram pinggang kecilnya, menarik
nya kuat hingga tubuhnya semakin merapat.
"To-tolong..lepaskan aku..!"
"Bukankah kau yang menginginkan ini.?"
"Tidak..! Aku benar-benar takut gelap.!"
Raya berusaha menjauhkan tubuhnya dengan
menahan dada Aaron yang maju mendekatkan
wajah nya, tatapannya terlihat aneh membuat
Raya bergidik ngeri. Ketakutan itu kini kembali
lagi dan mulai menguasai dirinya.
"Lepaskan aku ! Apa yang ingin kau lakukan.!"
Raya mencoba berontak saat tangan kanan
Aaron mengangkat dagu nya. Dan dalam
gerakan cepat bibir Aaron menyergap bibir
Raya lalu ********** kuat penuh nafsu.
Raya yang terkejut dengan serangan tiba-tiba
Aaron langsung memekik tertahan kemudian
reflek menggigit bibir laki-laki itu dengan
kuat hingga ciumannya terlepas paksa.
PLAK.!
Satu tamparan keras langsung mendarat di
wajah sebelah kiri Aaron bersamaan dengan kemunculan Alex dan bawahannya dari ruang belakang. Mereka semua membeku di tempat
dengan wajah yang terlihat terkejut setengah
mati. Raya melompat turun dari pangkuan
Aaron yang sedang merunduk sambil mengelus
wajahnya yang tadi kena tampar. Rahangnya
tampak mengeras, namun ada seringai tipis
yang tercipta di sudut bibirnya nyaris tak terlihat.
Sedang Alex dan anak buahnya masih belum
bisa mempercayai apa yang di lihatnya.Tuan
berharga mereka di tampar seorang wanita.?
Lancang sekali gadis ini, apa dia sadar dengan
apa yang di lakukan nya ? tahukah dia siapa
pria yang telah di tampar nya itu.?
"Kau ! kau..benar-benar pria jahat.! Apa
yang kau inginkan dariku sebenarnya ? "
Raya tampak menatap nanar kearah Aaron
yang kini balik menatapnya datar tanpa dosa
sambil mengusap darah di bibirnya.
"Aku akan melakukan apapun yang ku mau.!
Dan kau tidak bisa menolaknya.!"
"Kau sudah menghancurkan hidupku.! Masa
depanku ! Apa itu belum cukup bagimu.?
kita bahkan tidak saling mengenal.!"
"Aku akan bertanggung jawab untuk itu.!"
"Kau pikir aku peduli dengan semua itu.? Kau
pikir aku akan meminta semua itu ? Tidak !
Aku tidak menginginkan nya. Kau adalah
pria jahat, dan aku sangat membencimu.!"
Teriak Raya meluapkan segala emosi yang
sudah terpendam sejak kemarin. Aaron
berdiri, keduanya saling menatap kuat.
"Mau atau tidak, kau akan tetap berada di
bawah pengawasan ku.! setiap waktu.!"
Tegas Aaron dengan tatapan intimidasinya.
Raya menggeleng kuat sambil berdecak di
telan kekesalan yang sudah mencapai
puncaknya.
"Kau manusia yang tidak punya hati. Apa
kau sadar, aku ini hanyalah manusia biasa
yang masih memiliki hati dan perasaan.?"
Geram Raya sambil menatap tajam wajah
Aaron yang terlihat datar saja, benar-benar
tanpa ekspresi, membuat Raya semakin
kesal, dia benci sekali pada reaksi pria itu.
"Ada lagi yang ingin kau katakan.?"
Aaron bertanya dengan santainya. Raya
kembali berdecak, dia melengoskan wajah
kemudian menghentakkan kakinya.
"Kau tidak boleh tidur dengar perut kosong.!"
Dengan gerakan cepat Aaron menarik tangan
Raya dan sebelum Raya menyadari apa yang
terjadi dia sudah duduk di kursi meja makan,
tepat di seberang Aaron. Matanya membulat,
bingung campur terkejut, bagaimana pria itu
bisa melakukan gerakan secepat itu tanpa di
sadari nya.!
"Alex, siapkan semuanya.!"
"Baik Tuan.."
Alex langsung bergerak meraih plastik besar
dari atas meja. Dengan cepat dan rapi di bantu
oleh dua bawahan nya, pria berbaju hitam itu menghidangkan makanan di atas meja tepat
di hadapan Aaron dan Raya yang tampak
melongo melihat apa yang di lakukan oleh
para pria aneh itu.
"Makan lah, setelah itu baru tidur.!"
Aaron mulai duduk di kursinya seraya
mengibaskan jas dan menegakkan badan
dengan gaya yang sangat elegan membuat
mata Raya menatap tidak percaya pada apa
yang di lihatnya. Pria ini bisa melakukan gaya
se elegan itu.? Aaron menatapnya lurus, Raya
kembali memalingkan wajahnya berusaha
menyamarkan rasa terkejut nya.
Raya menatap makanan yang telah tersaji
di hadapannya. Hidangan komplit dengan
susunan nutrisi yang sangat sempurna.
"Kau masih akan menatapnya.?"
Raya mendongak, melihat kearah Aaron
yang sedang menatap nya tajam.
"A-aku sudah tidak lapar lagi sekarang.!"
"Makan sekarang juga, atau.. kau mau,
aku memakan mu lagi malam ini.?"
DEG !
Wajah Raya langsung pucat pasi ketakutan.
Jantung nya berpacu dengan kencang. Dia
cepat-cepat menunduk, memulai makan
malamnya dalam diam tanpa berani melihat
lagi kearah Aaron yang saat ini sedang memperhatikan nya dengan tenang. Wajah
tampan super datar itu terlihat sedikit bereaksi.
Ada seringai tipis di bibir seksinya. Aaron
menarik napas pelan, matanya masih saja
menatap wanita yang sedang duduk gelisah menikmati makan malam nya itu.
Entah kenapa..ada perasaan aneh yang kini
bersarang dalam hati Aaron saat melihat
wanita ini. Semacam perasaan bersemangat
dan seolah-olah dia kehilangan jati dirinya
saat berada di dekat wanita ini.
Fakta bahwa wanita ini masih sangat murni
saat dia mengambil kesuciannya membuat
Aaron seakan tidak rela untuk melepaskan
dirinya begitu saja. Dia juga memiliki harapan
besar akan memiliki keturunan dari wanita
ini, karena dia benar-benar bersih dan layak
untuk melahirkan keturunannya yang sangat
berharga. Latar belakang dan asal usul serta
silsilah gadis ini kini sudah di kantongi nya,
dan itu bukan lah sesuatu yang terlalu besar
untuk dirinya, yang penting dia adalah wanita
yang benar-benar murni jiwa dan raganya.
Dan Aaron hanya membutuhkan wanita ini
untuk memberikan keturunan padanya.
***
Alarm di ponsel Raya mengumandangkan
adzan subuh. Gadis itu membuka mata nya
perlahan, mencoba untuk mengumpulkan
kesadarannya. Dia sedikit terkejut saat melihat
ruangan yang kini ditempatinya. Kamar yang
begitu besar dengan segala fasilitas komplit
di dalam nya. Dia baru ingat kalau saat ini
dirinya lagi-lagi terkurung dalam penjara
pria jahat itu. Raya bangkit, menggerakkan
tubuh nya yang saat ini terasa lebih ringan.
Dia melihat kembali luka di pergelangan
tangan kiri nya yang masih tertutup perban.
Tuhan.. akan dibawa kemana kah kini takdir
hidupku.? apakah aku memang terpaksa
harus mengikuti keinginan pria jahat itu.?
Raya menarik nafas dalam-dalam, kemudian
memejamkan matanya kuat. Baiklah.. mulai
hari ini dia akan mengikuti alur nasib yang
telah Tuhan siapkan untuk nya. Dia yakin
akan selalu ada hikmah yang bisa di ambil
di balik setiap kejadian yang di alami.
Dia bergegas turun dari tempat tidur untuk membersihkan diri dan bersiap menjalankan kewajibannya. Setelah itu dia akan memulai
harinya dengan penuh semangat.
Waktu semakin beranjak siang. Hari ini Raya
akan kembali ke kantor, setelah 7 hari dia
mengambil cuti. asisten nya sudah mengirim
semua file pekerjaan nya. Dan untungnya itu
masih bisa di atasinya dengan mudah hingga
dia tidak akan keteteran.
Saat membuka lemari besar yang ada di
walk in closet Raya tampak bengong melihat
deretan pakaian berbagai merk dan model
telah tersusun rapi dan teratur. Bukan hanya
itu saja di bagian lain juga sudah tersedia
berbagai tas, sepatu dan aksesoris lainnya.
"Apa-apaan ini.? Kenapa semuanya bisa
tersedia begini.? apakah apartemen ini
sudah ada yang menempati sebelumnya.?"
Raya bergumam sendiri sambil menatap
bingung kearah deretan pakaian itu. Ahh..
sudahlah..! Terserah itu milik siapa, yang
jelas Raya memang membutuhkan nya
saat ini karena dia harus segera pergi.
Setelah semua nya siap, gadis itu turun ke
lantai bawah dengan menenteng tas yang
sudah tersedia di lemari karena yang dia
bawa dari kemarin saat datang ke tempat
ini hanyalah ponsel milik nya saja.
Begitu tiba di lantai bawah, Raya di suguhi
pemandangan membingungkan. Dia melihat
ada beberapa wanita berpakaian seragam
hitam putih kini tengah berdiri rapi, berjajar
menyambut kedatangan nya. Ada sekitar 5
orang wanita bertampang lurus. Dan satu
diantaranya tampak lebih maskulin lagi,
dia memakai setelan lebih tegas dengan
celana dan blazer hitamnya.
"Selamat pagi Miss Raya..!"
Sambut mereka serempak sambil menunduk
hormat dan santun di hadapan Raya yang
langsung terdiam sedikit bengong..
***
Happy Reading....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 108 Episodes
Comments
andi hastutty
auron langsung lupa Mayra dapat perawan yg hot 😜
2023-10-12
1
gia gigin
Buah dari kesabaran nya Aaron melepaskan First love nya😍😍
2022-10-06
0
Neni Bunda Alif
mending raya masih ting tong,dari pd may...
2022-04-07
2