5. Putus Asa

❤️❤️❤️

Setengah jam kemudian, Aaron terbangun

sekaligus tersadar dari pengaruh alkohol

yang semalam telah membuatnya kehilangan

kendali. Dia melihat keadaan dirinya yang kini

polos juga ke sekeliling kamar, Aaron memijat pelipisnya mencoba untuk mengingat kembali

kejadian semalam.

Dia terkesiap saat melihat ada bercak darah

diatas tempat tidur, kemudian lintasan kejadian semalam dimana dirinya telah memaksakan

kehendak terhadap gadis yang di tolong nya

semua tergambar jelas dalam ingatannya.

Dia seperti orang yang kehilangan akal, tidak

pernah membiarkan gadis itu lepas dari

cengkraman nya hampir semalam penuh.

"Owhh shit..!!"

Aaron mendengus sambil kemudian melompat

dari tempat tidur dengan keadaan tubuh yang

masih polos. Dia segera mengecek ke kamar

mandi siapa tahu gadis itu ada di sana. Tapi

tidak ada tanda-tanda keberadaan gadis itu.

Hanya aroma lembut nan wangi tubuh nya

yang masih tersisa dalam kamar besar itu.

Aaron segera membersihkan dirinya di kamar

mandi dengan pikiran yang tiada henti terus

melayang pada gadis yang telah di renggut kesuciannya itu. Bayangan wajah nya kini

memenuhi ingatannya. Setelah selesai dan

kembali berpakaian rapi Aaron segera pergi

ke balkon, dia menghubungi anak buahnya.

"Carikan aku identitas gadis yang kemarin..!"

"Baik Tuan..!"

"Jangan lupa suruh orang untuk segera

melacaknya ! Satu jam yang lalu dia keluar

dari hotel, aku yakin dia belum jauh..!"

"Siap Tuan..!"

Aaron menutup telponnya, kemudian berdiri

menatap hamparan bangunan yang ada di

depannya dengan tangan berpegangan kuat

setengah mencengkram pilar relling balkon.

Dia benar-benar mengutuk dirinya sendiri atas

apa yang telah di lakukannya. Minuman yang

telah di konsumsi nya semalam membuat dia

kehilangan kontrol atas dirinya. Aaron hanya

bisa meremas kuat rambut nya. Masih jelas

terbayang dalam ingatannya bagaimana

gadis itu memohon untuk di bebaskan..

*****

Sementara itu dengan susah payah Raya tiba

di sebuah apartemen milik temannya yang

terletak di pusat kota. Dia berdiri gontai di

depan pintu setelah menekan bel beberapa

kali. Tubuh nya kini semakin lemah, kakinya

pun semakin goyah.

"Raya..apa yang terjadi dengan mu.?"

Raya menatap lemah gadis manis yang kini

berdiri di ambang pintu apartemennya nya

dengan wajah di penuhi keterkejutan. Raya

berjalan masuk tapi kemudian langkahnya

terhenti ketika tiba-tiba pandangannya

kabur, pendengarannya pun perlahan

melemah dan akhirnya..

"Raya..ya Tuhan..!"

Gadis itu memekik kaget sambil merangkul

tubuh Raya yang terkulai lemas dalam pelukan

nya. Dengan perlahan di liputi kepanikan gadis

itu membawa tubuh lemah Raya ke dalam ruang

depan apartemen kemudian membaringkannya

di atas sofa dengan sangat hati-hati. Dia segera

berlari masuk ke dapur lalu ke kamarnya. Wajah

nya di penuhi kepanikan dan kecemasan.

"Kamu kenapa sih Raya sayang..? Keadaanmu

kenapa bisa kacau begini."

Gadis itu mencoba mengecek nadi dan mata

Raya dengan seksama. Dia juga menempelkan

minyak angin di sekitar hidung dan leher Raya.

Tangan nya beralih memijat telapak tangan dan

kaki Raya yang sangat dingin. Kulit gadis itu

juga terlihat sangat pucat.

Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya Raya

membuka mata perlahan. Tatapan lemahnya

jatuh pada sosok gadis manis tadi yang sedang

menatapnya penuh kecemasan.

"Kamu sudah sadar Ray..?"

Tanya gadis itu seraya meraih gelas air putih

di atas meja. Raya bangkit kemudian merebut

gelas di tangan gadis itu yang hanya bisa diam

melongo saat melihat Raya meminum air itu

dengan sangat rakus.

"Mau lagi minum nya.?"

Raya mengangguk, gadis itu segera berlalu

kearah dapur. Tidak lama sudah kembali

membawa sebotol besar air mineral. Raya

segera meminumnya.

"Apa yang terjadi dengan mu.?"

Raya melirik sekilas kemudian menundukkan

kepala sambil menggeleng pelan.

"Tidak ada.! A-aku hanya kelelahan."

"Kamu tidak bisa bohong padaku Ray.! Sudah

4 hari kamu tidak masuk kantor.!"

Raya masih tetap menundukkan kepalanya.

Gadis itu tidak tahan lagi, dia segera meraih

bahu Raya, mengangkat wajahnya membuat

Raya memejamkan mata mencoba menahan

desakan air mata yang kini mulai menyeruak

keluar menuruni pipi pucatnya. Gadis itu tampak

terkejut saat melihat bagaimana kacaunya

kondisi kulit leher sampai bahu Raya. Dengan

kasar dia menarik pakaian atas Raya. Matanya

makin terbelalak melihat seluruh tubuh bagian

atas Raya di penuhi tanda merah yang kini

mulai berubah kebiruan. Wajahnya seketika

memerah di selimuti emosi.

"Siapa yang melakukan ini padamu Ray.?"

Tanya nya dengan suara yang sangat berat.

Raya menggeleng kuat masih mencoba untuk

menahan tangisnya supaya tidak pecah.

"Bilang padaku, siapa orangnya Ray.?"

Gadis itu memekik sambil menatap tajam

wajah Raya, dia benar-benar tidak percaya

pada apa yang di lihatnya. Raya bergeming

dia masih saja bungkam mencoba menahan

tangisnya sambil menunduk. Gadis tadi kini

kembali mencengkram bahu Raya.

"Apa si keparat Jayden itu yang melakukan

semua ini.? Aku benar-benar tidak akan

memaafkan nya.!"

Tangis Raya kini mulai pecah, dia menutup

wajahnya sambil terisak pilu.

"Bicara padaku Raya, apa itu benar.? Apa

benar laki-laki ******** itu yang melakukan

semua ini padamu.?"

"Bukan Jes.! bukan dia.!"

Raya memeluk erat tubuh gadis itu yang kini

membeku, tapi kemudian dia balas memeluk

Raya sambil mengelus punggungnya. Raya

menangis sesegukan dalam pelukan teman

dekatnya itu yang masih terlihat begitu emosi.

Tubuh nya masih terlihat gemetar menahan

serbuan amarah yang menguasai dirinya.

"Baiklah.. sekarang tenangkan dirimu dulu.

Baru setelah itu ceritakan semuanya padaku."

Gadis tadi berusaha menenangkan. Tangis

Raya kini benar-benar pecah seluruhnya.

Dia mengeluarkan semua ganjalan yang ada

di hatinya dengan menumpahkan seluruh air

matanya dalam pelukan sahabatnya itu yang

selalu ada kapanpun dia membutuhkan.

Setelah tangisnya mereda, Raya kini bangkit

perlahan, berjalan dengan gontai menuju ke

salah satu kamar di apartemen itu.

"Ray.. kamu mau kemana.?"

Gadis tadi atau Jessica mengikuti Raya dari

belakang dengan tampang cemas.

"Aku sangat menjijikkan Jes, jangan pedulikan

aku lagi. Aku tidak ada harganya lagi sekarang."

"Apa yang kau katakan.? Raya.. sebaiknya

sekarang kamu tenangkan dirimu dulu."

"Aku kotor Jes. Aku penuh dengan noda.."

Raya seolah berbicara pada dirinya sendiri

sambil kemudian masuk ke dalam kamar

mandi. Jessica berusaha untuk mengikuti

Raya tapi gadis itu dengan cepat mengunci

pintu kamar mandi.

"Ray..? buka pintunya.! Biarkan aku masuk.!"

Raya tidak peduli teriakan Jessica. Dia mulai

menyalakan shower dengan deras, lalu tubuh

nya jatuh bersimpuh di bawahnya. Dia kembali menangis tersedu meratapi segala nasib buruk

yang menimpanya, memukuli badannya, lalu

menggosok kasar seluruh kulit tubuh nya.

"Tuhan... maafkan aku yang tidak mampu

menjaga kehormatan ku..Aku hina sekarang.."

Lirih Raya penuh kesakitan. Jiwanya seakan

hampa, dia benar-benar lelah dan tidak bisa

menerima semua kepahitan hidup yang kini

di alaminya.

"Raya.. buka pintunya..! Ku mohon jangan

melakukan hal yang akan merugikan dirimu

sendiri.! Rayaa...Rayaa.. kau dengar aku..??"

Jessica menggedor-gedor pintu kamar mandi

sambil terus berteriak mengingatkan Raya.

Wajahnya terlihat di penuhi oleh kekhawatiran.

"Raya.. buka pintu nya..! Kau harus tenang.

Kau butuh menenangkan pikiran mu saat ini.."

Jessica kembali berteriak sambil tiada henti

menggedor dan memutar handel pintu. Tapi

tidak ada tanggapan ataupun sahutan dari

dalam. Jessica memutar badannya, berjalan

mondar mandir di dalam kamar. Tidak lama

dia keluar untuk mengambil ponsel. Dirinya

benar-benar mencemaskan keadaan Raya

saat ini, takut terjadi hal-hal yang tidak di

inginkan. Dia mencoba untuk memanggil

seseorang.

"Hallo Mr Sean..? ini sama Jessica..!

Maaf bisa datang ke tempat saya tidak.?"

" Ada apa Jes.? apa ada yang urgent.?"

"Raya.. Raya ada di tempat saya sekarang."

"What.? Raya ada di tempat mu sekarang.?"

"Benar Mr.. Sebaiknya anda kesini sekarang

juga, secepat nya..saya tunggu.!"

"Oke kebetulan aku sudah di jalan mau ke

kantor, aku kesitu sekarang.!"

Jessica menutup panggilan telepon nya. Dia

kembali ke dalam kamar Raya. Suara aliran

air shower masih terdengar dari dalam kamar

mandi tapi suara tangis Raya kini sudah tidak

ada jejaknya lagi, gadis itu semakin cemas.

"Raya.. Raya.. kamu baik-baik saja kan.?

Raya..aku mohon jawab aku..Rayaaa....!"

Jessica sudah habis kesabaran. Dia mencoba

mendobrak pintu kamar mandi menggunakan

lutut nya, namun itu sia-sia saja. Kemudian dia

berlari ke dapur mengambil palu dan peralatan seadanya. Dengan tenaga penuh dia memukul

handel pintu dan lobang kunci penuh kepanikan.

Akhirnya setelah usaha yang sangat keras dia

berhasil membuka pintu kamar mandi. Matanya

tampak membulat sempurna dengan tubuh

membeku di tempat. Mulutnya menganga tidak

mampu mengeluarkan suara.

Dia melihat saat ini tubuh Raya sudah tergeletak

di atas lantai kamar mandi, ceceran darah kini

memenuhi seluruh ruangan itu di bawah aliran

air shower yang masih menyala.

"Rayaa...."

Jessica melompat menyerbu tubuh bersimbah

darah itu, meraihnya ke dalam pelukan dengan

jeritan yang tiada henti keluar dari mulutnya.

"Raya... kenapa kamu melakukan ini.? Ini

bukanlah dirimu Raya..Kau adalah wanita

paling kuat yang aku kenal selama ini.."

Jerit tangis Jessica sambil memeluk erat tubuh

Raya yang sudah mulai membeku.Tidak lama di ambang pintu muncul seorang pria bertubuh

tinggi. Tatapan mata pria yang baru datang itu

tampak syok luar biasa.

"Raya..Oh My God..!"

Secepat kilat dia menyambar tubuh Raya dari

pelukan Jessica kemudian menggendongnya

dan tanpa menunggu lagi dia segera keluar

dari apartemen setengah berlari membawa

tubuh Raya ke parkiran di ikuti oleh Jessica.

Mereka berdua melarikan Raya ke rumah

sakit terdekat.

Tiba di instalasi gawat darurat pria tinggi tadi

langsung berteriak menggema memanggil

semua petugas medis. Keadaan kini menjadi

gaduh dan mencekam. Raya segera di bawa

ke dalam ruang penanganan khusus saat

keadaannya di sadari para dokter sudah

sangat kritis. Dia kehilangan banyak darah.

"Apa yang terjadi dengan nya.? Kenapa hal

seperti ini bisa menimpanya.?"

Pria tinggi tadi menginterogasi Jessica yang

terlihat duduk bersimpuh di lantai di depan

pintu ruangan tempat Raya di tangani.

"Maaf Mr.. Kejadiannya begitu cepat. Saya

juga tidak tahu apa yang terjadi padanya."

"Kenapa kamu tidak mencegah dia hahh..?"

Pria itu atau Sean membentak Jessica yang

terlihat semakin tertekan.

"Maaf Mr.. Maafkan saya. Ini semua salah

saya yang tidak bisa mencegah nya."

"Aarrghh...sial..!! Raya.. apa yang terjadi

padamu baby...!"

Sean meremas kepalanya, menjambak kuat

rambutnya. Dia menjatuhkan dirinya di atas

bangku. Wajahnya terlihat memerah di penuhi

oleh berbagai emosi yang campur aduk.

***

Happy Reading.....

Terpopuler

Comments

andi hastutty

andi hastutty

kasian Raya

2023-10-12

0

gia gigin

gia gigin

Oh may good Aaron ini karena perbuatan mu😠

2022-10-06

0

Yucaw

Yucaw

hatiku ikut hancur thorr..sean..ky pernah dgr,d novel yg mn ya?🙈 lupa..cintanya raya kah mr sean ini?..atasan raya dan jessica sekaligus pria yg d cintai raya kah?? malangnya nasibmu raya..meski nntnya Aaron bucin abis,tp awalnya sgt2 menyakitkan..😭😭😭

2022-03-25

0

lihat semua
Episodes
1 1. Awal Kisah
2 2. Pertemuan
3 3. Terkurung
4 4. Malam Naas
5 5. Putus Asa
6 6. Kritis
7 7. Trauma
8 8. Mencoba Bertahan
9 9. Pulang
10 10. Apartemen
11 11. Takut Gelap
12 12. Memulai Kembali
13 13. Permintaan
14 14. Saudara Sepupu
15 15. Terkejut
16 16. Sekretaris Pribadi
17 17. Pelabuhan
18 18. Bertemu Mantan
19 19. Persiapan
20 20. Benarkah Dia.?
21 21. Kau Milikku
22 22. Terpaksa Pergi
23 23. Jet Pribadi
24 24. Kapal Pesiar
25 25. Wahana Hiburan
26 26. Bertemu Putri
27 27. High Party
28 28. Bertemu Mertua
29 29. Prince Marvell
30 30. Lepas Kontrol
31 31. Pria Kejam
32 32. Janggal
33 33. Black Wolf
34 34. Menantang Maut
35 35. Aku Menginginkanmu
36 36. Grand Marco Palace
37 37. Madam Rowena
38 38. Tidak Sanggup
39 39. Pria Monster
40 40. Bebaskan Aku
41 41. Grand Award
42 42. Kencan Buta
43 43. Gagal Kencan
44 44. Mulai Posesif
45 45. Dia Adalah Istriku
46 46. Insiden Jembatan Emas
47 47. Kastil
48 48. Lelah
49 49. Over Crazy
50 50. Hot Morning
51 51. Berkunjung Ke Istana
52 52. Tak Nyaman
53 53. Terobsesi
54 54. Mie Kocok
55 55. Lamaran Mengejutkan
56 56. Tersihir
57 57. Sedikit Aneh
58 58. Kehangatan
59 59. Menjelang Karnaval
60 60. Drama Karnaval
61 61. Dance Together
62 62. Green Palace
63 63. Berburu
64 64. Sang Penakluk
65 65. Rumit
66 66. Jebakan Batman
67 67. Meyakinkan
68 68. Kereta Cepat
69 69. Another Incident
70 70. Makanan Aneh
71 71. Painful
72 72. Terpuruk
73 73. Broken
74 74. Big Surprise
75 75. Komitmen
76 76. Gempar
77 77. Holiday 1
78 78. Holiday 2
79 79. Amazing Holiday
80 80. Tamu Tak Terduga
81 81. Terungkap
82 82. Di Amankan
83 83. Kedatangan Serkan
84 84. Mertua Vs Menantu
85 85. Penegasan
86 86. Hot News
87 87. Kunjungan Pagi
88 88. Gerakan Massa
89 89. Finally
90 90. Welcome To The Palace
91 91. Kehangatan
92 92. Tanpa Kabar
93 93. Tantangan Sean
94 94. Pertaruhan
95 95. Amazing Princess
96 96. Intermezzo
97 97. Tak Terjangkau
98 98. Penobatan
99 99. Masa Tenang
100 100. Malam Kejutan
101 101. Wedding Gifts
102 102. Gagal Liburan
103 103. Kunjungan Spesial
104 104. Saudari Sepupu
105 105. Only A Memory
106 106. Bahagia Yang Utuh
107 107. The Birth Of The Prince
108 108. Akhir Kisah
Episodes

Updated 108 Episodes

1
1. Awal Kisah
2
2. Pertemuan
3
3. Terkurung
4
4. Malam Naas
5
5. Putus Asa
6
6. Kritis
7
7. Trauma
8
8. Mencoba Bertahan
9
9. Pulang
10
10. Apartemen
11
11. Takut Gelap
12
12. Memulai Kembali
13
13. Permintaan
14
14. Saudara Sepupu
15
15. Terkejut
16
16. Sekretaris Pribadi
17
17. Pelabuhan
18
18. Bertemu Mantan
19
19. Persiapan
20
20. Benarkah Dia.?
21
21. Kau Milikku
22
22. Terpaksa Pergi
23
23. Jet Pribadi
24
24. Kapal Pesiar
25
25. Wahana Hiburan
26
26. Bertemu Putri
27
27. High Party
28
28. Bertemu Mertua
29
29. Prince Marvell
30
30. Lepas Kontrol
31
31. Pria Kejam
32
32. Janggal
33
33. Black Wolf
34
34. Menantang Maut
35
35. Aku Menginginkanmu
36
36. Grand Marco Palace
37
37. Madam Rowena
38
38. Tidak Sanggup
39
39. Pria Monster
40
40. Bebaskan Aku
41
41. Grand Award
42
42. Kencan Buta
43
43. Gagal Kencan
44
44. Mulai Posesif
45
45. Dia Adalah Istriku
46
46. Insiden Jembatan Emas
47
47. Kastil
48
48. Lelah
49
49. Over Crazy
50
50. Hot Morning
51
51. Berkunjung Ke Istana
52
52. Tak Nyaman
53
53. Terobsesi
54
54. Mie Kocok
55
55. Lamaran Mengejutkan
56
56. Tersihir
57
57. Sedikit Aneh
58
58. Kehangatan
59
59. Menjelang Karnaval
60
60. Drama Karnaval
61
61. Dance Together
62
62. Green Palace
63
63. Berburu
64
64. Sang Penakluk
65
65. Rumit
66
66. Jebakan Batman
67
67. Meyakinkan
68
68. Kereta Cepat
69
69. Another Incident
70
70. Makanan Aneh
71
71. Painful
72
72. Terpuruk
73
73. Broken
74
74. Big Surprise
75
75. Komitmen
76
76. Gempar
77
77. Holiday 1
78
78. Holiday 2
79
79. Amazing Holiday
80
80. Tamu Tak Terduga
81
81. Terungkap
82
82. Di Amankan
83
83. Kedatangan Serkan
84
84. Mertua Vs Menantu
85
85. Penegasan
86
86. Hot News
87
87. Kunjungan Pagi
88
88. Gerakan Massa
89
89. Finally
90
90. Welcome To The Palace
91
91. Kehangatan
92
92. Tanpa Kabar
93
93. Tantangan Sean
94
94. Pertaruhan
95
95. Amazing Princess
96
96. Intermezzo
97
97. Tak Terjangkau
98
98. Penobatan
99
99. Masa Tenang
100
100. Malam Kejutan
101
101. Wedding Gifts
102
102. Gagal Liburan
103
103. Kunjungan Spesial
104
104. Saudari Sepupu
105
105. Only A Memory
106
106. Bahagia Yang Utuh
107
107. The Birth Of The Prince
108
108. Akhir Kisah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!