❤️❤️❤️
Malam ini Raya akan mencoba untuk lebih
merilekskan dirinya. Dia mencoba berendam
dan memanjakan dirinya di dalam bathtub.
Satu jam kemudian dia keluar dari kamar
mandi setelah selesai membersihkan diri
dan mengganti pakaian dengan yang sudah
di sediakan. Ini sedikit aneh, ukuran pakaian
yang di bawakan oleh petugas hotel selalu
pas di tubuhnya. Saat ini dia mengenakkan
setelan celana dan atasan santai dengan
model dan ukuran yang sangat cocok
melekat di tubuh tinggi ramping nya.
Raya duduk di kursi meja rias yang ada di
kamar hotel tersebut. Rambutnya yang masih setengah basah di biarkan tergerai bebas
hingga membuat dia tampak begitu cantik
dan mempesona. Dia sangat beruntung telah
di anugerahi kecantikan luar biasa oleh Tuhan,
semua yang ada pada dirinya tercipta dengan
sangat sempurna tanpa cela di semua bagian. Sampai-sampai seorang ketua Black Hunter
pun yang terkenal sadis dan kejam begitu
memuja dan tergila-gila pada nya.
Selama ini Jayden tidak pernah menyentuhnya ataupun berbuat hal yang tidak senonoh karena laki-laki bengis itu benar-benar jatuh cinta pada
gadis itu. Dia sudah cukup lama mengenal pria
jahat itu karena selama ini hidupnya seolah di
bayangi oleh ketua mafia itu. Hingga tidak ada
satu orang pria pun yang berani mendekatinya,
dan baru beberapa bulan ini dia dekat dengan
seseorang yang mampu memberinya rasa
aman dan nyaman saat bersamanya.
Raya tersentak dari lamunannya, tubuhnya
langsung menegang saat menyadari pintu
kamar di buka dengan keras, dan sosok pria
yang sudah membawa nya ke tempat ini
muncul di sana. Dia bangkit, lalu duduk di
pinggir tempat tidur dengan tubuh semakin
menegang saat melihat pria tinggi tegap itu
sepertinya sedang dalam keadaan tidak
terkontrol. Perlahan Raya naik ke atas
tempat tidur dengan tatapan mengarah
tajam pada sosok yang baru datang itu.
Dengan tubuh yang mulai kehilangan kontrol
Aaron berjalan kearah tempat tidur membuat
Raya mundur beringsut ke dekat ujung tempat
tidur dengan tatapan waspada terhadap Aaron
yang semakin mendekat. Wajah dan mata pria
itu kini sama merahnya.
Senyum tipis di bibir Aaron seketika terbit.
Ada halusinasi bayangan seseorang yang kini
di lihatnya. Raya menatap wajah Aaron mulai
di hantui ketakutan saat aroma alkohol yang
sangat menyengat tercium dari mulut pria itu.
"Kenapa..kau sangat menyiksaku baby..?!"
Aaron berucap sambil kemudian merangkak
naik mengurung tubuh Raya yang semakin
mundur ketakutan.
"Tu-Tuan..tolong..biarkan aku pergi..!"
Lirih Raya semakin mundur dan akhirnya
tubuhnya membentur ujung ranjang. Aaron
menatap lekat wajah tegang Raya, tangannya
mulai bergerak mengelus pipi putih mulusnya, merapihkan rambut yang jatuh menghalangi
wajah cantiknya. Matanya mengunci wajah
gadis itu yang terlihat di liputi ketakutan.
"Aku tahu kau miliknya..tapi cintaku sama
besar dengannya..! kau harus tahu itu Mayra.."
DEG !
Hati Raya rasanya seakan terhantam benda
keras. Pria ini rupanya sedang berada dalam
fantasi dan halusinasi. Mayra..? bukankan
dia wanita yang ada di tempat penyekapan
itu, dan setahu Raya wanita itu adalah istrinya
raja bisnis Dirgantara Moolay.!
Wajah Raya sedikit terkejut dan bingung, tapi
rasa takut dan tegang lebih menguasai dirinya
saat ini. Wajah Aaron bergerak maju mendekat
membuat Raya semakin panik dan ketakutan.
Dengan sekali gerakan dia mendorong dada
Aaron dan berusaha untuk menghindar. Namun gerakan Aaron lebih cepat, dia menangkap
pinggang Raya lalu mengangkat tubuhnya dan
melemparnya ke atas tempat tidur. Raya kini
berusaha untuk bangkit namun Aaron dengan
cepat kembali mengurung tubuhnya dan
mengunci kedua tangannya diatas kepala
dengan satu tangannya.
Raya semakin terkesiap saat melihat ada kilat
gairah yang sangat besar terlihat jelas dari
sorot mata elang laki-laki itu. Air matanya kini
mulai mengalir, tenaganya mulai terkuras.
"Tuan..tolong..jangan..! tolong lepaskan aku..!"
Raya mencoba berteriak untuk menyadarkan
Aaron saat pria itu dengan kasar merenggut
semua pakaiannya. Matanya tampak menyala
di penuhi gairah yang semakin tidak terkendali
saat melihat keindahan tubuh Raya yang kini
sudah dalam keadaan polos. Tangis Raya pecah,
dia kembali berusaha melawan dengan memukul,
menendang dan mencakar tubuh Aaron. Namun gerakannya terkunci oleh himpitan tubuh tegap
Aaron yang kini mulai menindihnya.
Dengan gerakan liar tak terkendali bibir Aaron
menyergap bibir ranum Raya, ********** kuat
berusaha untuk menekan dan menjelajah masuk.
Gairah Aaron semakin terpacu saat dia merasa
bibir wanita ini begitu manis dan lembut seolah
memiliki madu yang begitu memabukkan. Dia
semakin menggila, kembali *******, menyesap
dan menjilat bibir merah itu dengan gerakan
yang semakin intens dan memaksa.
Raya masih mencoba memberikan perlawanan
dengan menggerakkan kakinya. Namun hal itu
malah membuat darah Aaron semakin terbakar.
Raya menjerit dalam hati, dia memejamkan
mata mencoba menggigit bibir Aaron yang
semakin menekan masuk. Aaron terpaksa melepaskan ciumannya. Darah keluar dari
bibirnya akibat gigitan kuat Raya. Matanya
kini menatap tajam wajah Raya yang dipenuhi
oleh air mata bercampur ketakutan.
"Tuan.. lepaskan aku..! Aku mohon sadarlah.!
Kau tidak boleh melakukan ini padaku..!"
Raya memohon dengan suara yang semakin
pelan kehabisan tenaga. Namun justru sampai
di telinga Aaron suara itu terdengar seolah
seperti desahan yang sangat syahdu membuat
dia semakin tidak bisa mengendalikan hasratnya.
Kesempurnaan tubuh gadis itu membuat Aaron
gelap mata, darahnya mendidih. Tubuh bagian
bawahannya sudah menegang sempurna.
Wanita ini sudah menyiksa dirinya sejak
kemarin malam saat pertama kali dia melihat
keadaan nya yang kacau.
Dengan gerakan cepat Aaron melucuti seluruh
pakaian nya membuat Raya semakin tegang
dan ketakutan di tengah isak tangisnya. Tubuh
gagah perkasa yang di penuhi oleh otot dan
terbentuk dengan sempurna itu kini sudah benar-benar polos seluruhnya membuat Raya memejamkan mata. Hatinya kini menjerit
perih dan pilu. Tuhan..kenapa jadi begini,
tolong hentikan semua perbuatan pria ini.!!
Aaron mulai bergerak kembali menguasai
tubuh Raya yang tiada henti menangis dan
memohon untuk di lepaskan. Tapi akal sehat
Aaron sudah menjauh saat ini, yang ada di
pikirannya adalah dia harus segera memiliki
gadis ini untuk menuntaskan hasrat nya.
Aaron mulai melancarkan aksinya menjamah
seluruh tubuh Raya, memberikan sentuhan
panas di setiap bagian tubuh indahnya. Raya
hanya bisa menjerit dan memohon sebagai
bentuk penolakan atas segala perbuatan
Aaron terhadap dirinya. Tapi dia kini semakin
kehilangan tenaga.
"Jangan..! Kumohon..!!"
Di sisa kekuatan nya Raya berusaha berontak
dan terus melawan, namun apalah arti tenaganya
yang lemah di banding tenaga seorang Aaron
apalagi sekarang ini pria itu sedang di kuasai
oleh hawa nafsu dibawah pengaruh alkohol.
Aaron seolah tidak peduli pada luka di bahu
yang kini kembali memerah.
Raya menjerit, mencengkram seprei dengan
kuat saat Aaron dengan kasar dan memaksa
berhasil memasuki nya. Untuk sesaat pria itu
tampak terhenyak, menyadari kenyataan
bahwa gadis ini masih sangat murni, dia
menatap lekat wajah Raya yang memerah
di penuhi oleh deraian air mata kesakitan.
Perlahan Aaron membungkam bibir Raya
dengan ciuman lembut dan manis berusaha
untuk meredam rasa sakit yang di derita gadis
itu membuat tangis Raya tertahan.Tangan
Raya perlahan bergerak mencengkram
punggung kokoh Aaron, memukul nya kuat
mencoba untuk menyalurkan segala rasa
sakit yang kini sedang mendera nya.
Setelah cukup lama terdiam Aaron mulai menggerakkan tubuhnya untuk menyelami
segala rasa yang kini mulai menjalari seluruh
aliran darahnya. Rasa nikmat yang mampu
membuat dia merasa begitu bahagia, puas,
dan mampu membawa jiwanya seketika
terbang ke langit ke tujuh. Wanita ini
benar-benar telah memberinya sensasi
kenikmatan yang sangat dahsyat.
Saat desahan lembut keluar dari mulut
Raya gerakan Aaron semakin menggila.
Dengan ganas dia terus mengeksplor dan
menguasai tubuh gadis itu sepenuhnya.
Tangis pilu Raya seakan tidak lagi di
pedulikan oleh Aaron karena kini dirinya
sedang mereguk nikmat surga dunia dari
tubuh murni gadis ini. Aaron memuaskan
dan melampiaskan segala hasrat yang
sudah menguasai seluruh aliran darahnya
tanpa henti.
***
Hari sudah mulai beranjak pagi saat Raya
membuka mata. Sisa air mata yang keluar
hampir semalam penuh masih mewarnai
wajahnya yang kini memucat. Semalaman
pria kejam itu tidak membiarkan dirinya
bebas, dia tiada henti menikmati tubuhnya
dengan gairah yang seolah tidak pernah
surut hingga akhirnya dia tidak ingat lagi
apa yang terjadi padanya.
Raya mencoba bangkit, dia terkesiap saat
melihat lengan kokoh pria itu kini membelit
dan melingkari tubuhnya, seolah menegaskan
dominasi nya yang semalaman penuh telah
menjadi penguasa mutlak atas tubuhnya. Dia
melirik, menatap tajam wajah laki-laki yang
semalam telah merenggut kesuciannya itu.
Kini pria itu sedang tidur dengan lelap nya
tanpa merasa bersalah. Harus Raya akui
wajahnya memang sangat lah tampan dan
menggoda, tapi bukan berarti dirinya akan
begitu saja menyerahkan mahkota yang
selama ini di jaganya.
Kini semua itu telah musnah, di renggut
paksa oleh laki-laki yang tidak di kenalnya.
Semula dia sangat bersyukur bisa lepas dari
tangan Jayden dengan harapan yang sangat
tinggi akan kembali pada kebebasannya. Tapi
kini semuanya malah menjadi bumerang bagi
dirinya. Semuanya telah hancur tak bersisa.
Raya mencoba keluar dari kurungan tubuh
tegap Aaron kemudian beranjak menjauh
dari atas tempat tidur. Tapi sungguh saat
ini dia merasakan seluruh tubuhnya seakan
remuk redam, luluh lantak tak bertenaga.
Apalagi tubuh bagian bawahnya, sakit dan
perih bukan main. Raya meringis, mencoba
melihat ke seluruh ruangan kamar. Matanya
langsung tertuju kearah pintu yang semalam
dibuka dari luar oleh Aaron.
Tidak peduli pada rasa sakit di sekujur tubuh,
dengan tergesa-gesa dia memungut semua
pakaiannya yang berceceran di lantai, kemudian
memakainya dengan cepat. Setelah itu, dia
kembali melihat kearah Aaron, ditatapnya
wajah laki-laki itu dengan sorot mata benci,
sakit hati dan kecewa, kemudian dengan
menahan rasa sakit yang tiada tara dia mulai
berjalan kearah pintu. Benar saja, pintu itu tidak terkunci sama sekali. Dengan terburu-buru
dan langkah yang terseok-seok setengah
berlari Raya keluar dari hotel itu meninggalkan
Aaron yang masih terlelap.
***
Happy Reading....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 108 Episodes
Comments
Anggiat Silaen
lepas dari kandang buaya, masuk lagi k kandang macan....menyedih kn 😭
2024-05-24
0
lina k
kata2 ini emang bener untuk raya bukan orang lain
2023-12-09
0
andi hastutty
menolong tapi auron juga yg merusak
2023-10-12
0