Kita kembali dulu ke saat dimana Wira terjatuh kedalam kawah gunung Ciremai
Setelah Wira menggunakan sisa kekuatan dan tenaga dalam yang dimilikinya untuk melemparkan tubuh gadis berbaju putih yang terjatuh kedalam kawah bersamanya yang membuat tubuh si gadis terlontar kembali keatas sehingga gadis itu selamat,tubuhnya terus terjatuh meluncur dengan semakin cepat
Wira hanya bisa pasrah menunggu ajal menjemput didasar kawah itu.Meskipun dia merasa ngeri tapi dia tetap membuka matanya dia ingin menjemput kematian dengan mata terbuka
Dia yang terjatuh dengan posisi kepala dibawah dan agak terlentang bisa melihat lubang kawah yang makin mengecil diatasnya dan dia merasa segala yang berada disekitarnya bergerak sangat cepat dikarenakan luncuran jatuhnya yang memang semakin cepat saja
Jodoh kematian kebahagian dan segala penderitaan adalah sesuatu yang menjadi rahasia sang pencipta alam.Jadi sesuatu yang kelihatannya sudah pasti kalau belum waktunya tidak akan kejadian
Ada peribahasa yang mengatakan sebelum ajal berpantang mati.Seperti itulah yang terjadi dengan Wira
Tiga tombak sebelum tubuhnya amblas masuk kedalam kawah tiba tiba tercipta lubang angin sangat besar dengan mengeluarkan suara bergemuruh yang berputar cepat menyedot tubuh Wira sehingga tubuh Wira amblas masuk ditelan pusaran angin itu
Setelah tubuh Wira hilang tersedot,pusaran angin yang sangat besar itupun menghilang meninggalkan suara letupan letupan lava lahar didalam kawah
Wira yang disedot pusaran angin sudah berada dalam kondisi pingsan sehingga dia tidak menyadari kejadian itu
Setelah cukup lama Wira mulai siuman dari pingsannya,dia berpikir kalau sekarang ini dia telah mati dan sekarang berada dialam kematian
Untuk beberapa saat dia tidak membuka matanya dan tidak bergerak,dia merasakan seluruh tubuhnya lemas tidak bertenaga
Perlahan dia membuka matanya setelah dirasakan tenaga ditubuhnya sedikit pulih dan yang pertama dilihatnya adalah langit langit batu berwarna hijau berpendar seperti mengeluarkan cahaya.Dia merasakan dirinya terbaring diatas sebuah batu yang mengeluarkan hawa hangat dan hawa hangat ini menjalar sangat lembut dan perlahan memasuki tubuhnya
Sepertinya hawa hangat dari batu ini yang perlahan memulihkan kekuatan tubuhku.Pikir Wira kemudian setelah otaknya mulai bisa berpikir jernih
*****
" Bangunlah anak muda yang terlahir bernama Wira "
Tiba tiba terdengar suara sangat berwibawa yang menyuruhnya bangun.Dia sangat kaget dan terkejut karena dia mengira hanya dia seorang diri yang berada disitu,selain itu dia juga heran karena kata kata yang ia dengar menyebut namanya
Wira segera bangun dan menjadi sangat terkejut juga tubuhnya menjadi sangat lemas karena setelah dia bangun dan duduk tiba tiba muncul didepannya satu sosok Naga raksasa yang sangat besar berkulit dan bersisik hitam dengan dua tanduk dikepalanya dan sepasang mata yang berwarna hijau terang
Dari hidung naga itu membersit angin nafas yang sangat panas
Semangatnya seperti terbang dari tubuhnya membuat tubuhnya makin terasa lemas
Sesaat dia hanya terduduk lemas sambil tatapan matanya terpaku pada sosok Naga itu
" Apakah aku sedang bermimpi atau aku salah lihat " Batin Wira dalam hatinya
Tapi setelah dia mencoba memejamkan matanya terus membukanya kembali ternyata sosok Naga raksasa tetap berada dihadapannya.Begitupun setelah dia mengucek ngucek kedua matanya takut dia salah lihat pandangan yang sama tetap terpampang dihadapannya
" Berarti aku memang tidak dedang bermimpi dan tidak salah lihat " Batin Wira lagi didalam hatinya
Sementara Naga raksasa hanya diam mematung sambil matanya menatap Wira yang ada dihadapannya
Untuk mengatasi perasaan terkejutnya juga perasaan takut yang mulai timbul dihatinya Wira memberanikan diri bertanya kepada naga raksasa yang ada dihadapannya dengan terlebih dahulu mengumpulkan segenap daya dan semangat yang sesaat sebelumnya seperti hilang
" Hai sang Naga sebenarnya siapakah kau ini dan berada dimanakah sebenarnya kita saat ini ? " Tanya Wira kepada sang Naga raksasa yang berada dihadapannya
" Seperti yang kau lihat aku adalah seekor Naga.Namaku Naga Keling Sapu Jagat dan saat ini kau berada ditempatku dialam arwah "
Terdengar suara sang Naga menjawab apa yang ditanyakan Wira
Owh... !!!
Terdengar seruan lirih yang dikeluarkan mulut Wira
Setelah itu Wira terdiam mencoba mencerna semua jawaban yang diberikan sang Naga
" Kalau aku belum mati dan sekarang ini aku berada dikediamanmu berarti satu yang pasti kau telah menyelamatkanku sang Naga "
" Aku mengucapkan beribu terima kasih kepadamu karena kau telah berbuat baik menyelamatkanku sehingga sekarang aku masih hidup "
Wira mengucapkan terima kasih dengan merangkapkan kedua tangan didepan dada seperti orang menyembah serta sedikit membungkukkan tubuhnya dengan masih duduk bersila diatas batu
Sang Naga terlihat sangat senang mendengar pernyataan terima kasih dari Wira yang sangat tulus dengan suara lembut dan sikap sangat santun
" Tolong menolong adalah menjadi kewajiban bagi seluruh mahluk hidup diseluruh alam jagat raya yang menjadi ciptaan Sang Hyang Maha Agung,jadi itu memang sudah menjadi hal yang seharusnya "
Terdengar suara sang Naga menanggapi sikap dan pernyataan terima kasih Wira kepadanya
" Ini minumlah dulu air Arwah Suci serta makanlah jamur dan buah Apel Langit untuk membuat tubuhmu kembali segar dan memulihkan kembali kekuatan tenaga dalammu " Ucap sang Naga kemudian
Sekejapan kemudian diatas batu dihadapan Wira muncul gelas piala yang terbuat dari tanah berisikan air yang sangat jernih,ada juga jamur berwarna ungu berbentuk bundar lebar seperti payung dikepalanya dan yang terakhir ada buah Apel berwarna kuning emas
Jamur dan buah apel itu baik warna dan penampakkannya baru kali ini Wira saksikan karena selama ini meskipun Wira sering makan jamur dan buah apel tidak ada yang warna dan penampakkannya seperti yang sekarang ada dihadapannya
Sesaat Wira merasa ragu untuk meminum air didalam gelas piala serta memakan jamur dan buah apel itu.Tapi ketika melihat tatapan tajam sang Naga yang tertuju kepadanya Wira segera meminum air yang ada didalam gelas piala juga memakan jamur dan buah apel itu sampai tidak tersisa
Air tersebut rasanya sangat sejuk menyegarkan sedangkan jamur ungu rasanya sangat getir tetapi tetap dia habiskan.Wira berpikir kalau jamur itu beracun yang akan membunuhnya dia tidak perduli karena andaikan sang Naga tidak menariknya ke alam arwah pasti dia sekarang ini telah mati
Sedangkan buah apel berwarna kuning emas ternyata rasanya sangat enak dan manis tetapi tidak terlalu banyak mengandung air sehinggga pas digigit dan dikunyah terdengar suara krauk krauk seperti sedang memakan kerupuk dan anehnya meskipun jamur serta apel yang dimakan masing masing hanya satu buah tetapi perut Wira menjadi kenyang karenanya
" Sekarang dengarkanlah apa yang akan aku sampaikan kepadamu Wira " Terdengar suara sang Naga setelah beberapa lama sehabis Wira menghabiskan air jamur dan buah apel yang dia suguhkan
Wira hanya menundukkan kepala yang menunjukkan rasa hormatnya kepada sang Naga serta memasang kedua telinganya untuk mendengarkan semua yang akan disampaikan oleh sang Naga
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 73 Episodes
Comments
🍭ͪ ͩ𝕸y💞🅰️nnyᥫ᭡🍁❣️
next..
2021-02-16
1
Tjak Sis
cerita yg bagusss thorrr
2021-02-12
1
@elang_raihan.Nr☕+🚬🐅🗡🐫🍌
Siiip
2021-01-30
1